Anda di halaman 1dari 20

Tuberculosis Paru pada Anak

Maya Saputri
102014152
C5

Skenario 7
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun
dibawa ke pukesmas dengan keluhan
batuk yang tidak kunjung sembuh
sejak 2 minggu yang lalu.

Identifikasi istilah yang tidak di ketahui

Rumusan masalah
Anak laki-laki 5 th dibawa ke puskesmas dgn keluhan batuk yg tidak
kunjung sembuh sejak 2 minggu yg lalu

patofisiologi

epidemiologi
Gejala
klinis

etiologi
WD, DD

tatalaksana

PF, PP

anamnesis

komplikasi

RM

prognosis

Anamnesis

Pemeriksaan Fisik
KU : Sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
Tanda-Tanda Vital: Tekanan darah: 90/60 mmHg, frekuensi napas:
24 x/menit, suhu: 37,7C

Pemeriksaan Penunjang
Uji Tuberculin
Uji Laboratorium
Radiologi
Serologi

Working diagnosis
Tuberculosis paru pada anak
Riwayat kontak erat dengan sumber infeksi TB, biasanya pasien
TB dewasa
Batuk lama dengan penurunan BB, demam lama
Uj tuberkulin (+)

Differential Diagnosis
Tuberkulosis
Etiologi

Gejala
Klinis

Tatalaksana

Penunjang

Pneumonia

Bronkitis

Asma Bronkial

Micobacterium
tuberculosis

M. pneumoniae, S.
pneumoniae, C.
pneumoniae, H.
influenza.

Respiratory
syncytial virus,
adenovirus,
rhinovirus,
parainfluenza virus.

Sel-sel infamasi,
mediator kimia,
faktor kemotaktik.

Demam, keringat
malam, batuk, berat
badan turun,
anoreksia, diare
persisten, pembesaran
kelenjar limfe
superfisialis.

Demam, mengigil,
takipnoe, batuk,
malaise, nyeri dada,
retraksi, mengi,
stridor, ronki kering.

Batuk, coryza,
rinorea, mengi,
ronki, demam,
retraksi.

Batuk, mengi, sesak,


napas cepat,
takikardia.

INH, rifampisin,
pirazinamid,
streptomisin,
etambutol, imunisasi
BCG, DOTS.

Ertitromisin,
azitromisin,
klaritromisin,
klindamisin, penisilin
G, vankomisin.

Saturasi oksigen,
rawat inap, injeksi
palivizumab.

Kontrol lingkungan,
kortikosteroid
inhalasi, formoterol,
teofilin, omalizumab.

Tuberkulin test,
aspirasi lambung,
radiologi, serologi, PA,
interferon.

Biakan darah,
radiologi, biopsi,
bronkoskopi.

Leukositosis,
ELISA, PCR,
radiologi

Spirometri, RAST,
radiologi.

Etiologi
Mycobacterium tuberculosis.
Tahan asam.
Bakteri pleomorfik.
Batang gram positif lemah
Panjang 2-4 um.
Tumbuh lambat biasanya 3-6 minggu.

Epidemiologi
Di Indonesia kasus TB anak :
Pada tahun 2010 TB anak di Indonesia adalah 9,4%, kemudian mjd
8,5% pd tahun 2011, dan 8,2 % pd tahun 2012. apabila dilihat data
per provinsi menunjukan variasi proporsi dari 1,8-15,9%.
Kasus TB dikelompokan dlm usia 0-4 thn dan 5-14 thn. Jumlah
kasus pada kelompok usia 5-14 thn lebih tinggi daripada 0-4 thn.

Patofisiologi

Gejala Klinis

Batuk >30 hari


Anoreksia
BB
Demam lama berulang tnpa sebab
Pembesaran kel.limfe
Diare persisten

Gejala klinis
Spesifik

TB kulit: skrofuloderma
TB tulang dan sendi: gibbus, koksitis
TB otak dan saraf: menigitis, kaku kuduk, kesadaran
TB mata: konjungtivitis phlyctenularis
TB usus: diare persisten
TB Paru: nyeri dada, tanda cairan di paru.

Tatalaksana
Medikamentosa
- Obat Anti Tuberkulosis (OAT).
- Fixed Dose Combination (FDC).
Nonmedikamentosa
- Directly observed treatment shortcourse (DOTS).
- Sumber Penularan dan Case Finding.
- Mengadakan penyuluhan mengenai TBC

Tatalaksana
Nama Obat

Dosis harian
(mg/kgBB/hari
)

Dosis maksimal
(mg/kgBB/hari)

Efek Samping

Isoniazid

5-15*

300

Hepatitis, neuritis perifer,


hipersensitivitas

Rifampisin**

10-20

600

Gastrointestinal, reaksi kulit,


hepatitis, trombositopenia,
peningkatan enzim hati, cairan
tubuh berwarna orange kemerahan

Pirazinamid

15-30

2000

Toksisitas hati, artralgia,


gastrointestinal

Etambutol

15-20

1250

Neuritis optik, ketajaman mata


berkurang, buta warna merahhijau, penyempitan lapang
pandnag, hipersensitivitas,
gastrointestinal

Dosis kombinasi TB anak


Berat Badan (Kg)

2 Bulan
RHZ (75/50/150 mg)

4 Bulan
RH (75/50 mg)

5-9

1 tablet

1 tablet

10-14

2 tablet

2 tablet

15-19

3 tablet

3 tablet

20-32

4 tablet

4 tablet

Catatan:
- Bila BB >33 kg, dosis disesuaikan dengan obat yang biasa dipakai pada TB anak.
- Bila BB <5 kg sebaiknya dirujuk ke RS.
- Obat tidak boleh diberikan setengah dosis tablet.
- Perhitungan pemberian tablet di atas sudah memperhatikan kesesuaian dosis per kgBB.

Pencegahan
Imunisasi BCG
- Sebelum usia 3 bulan, optimal 2 bulan.
- Dosis: Bayi (0,05 ml), Anak (0,10 ml).
- Intrakutan otot deltoid.
- >3 bulan, uji tuberkulin dahulu.
Profilaksis
- Primer u/ mencegah infeksi TB.
- Sekunder u/ mencegah infeksi menjadi sakit.

Prognosis
Dipengaruhi bbrp faktor:

umur anak
lamanya terinfeksi
luasnya penyebaran
keadaan gizi
diagnosis dini
adanya infeksi lain seperti morbili,pertusis

Diagnosis dini dan kerja sama yg baik serta pengobatan yg benar


memberikan hasil yg baik

Kesimpulan
Tuberkulosis penyakit infeksi yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis merupakan penyebab utama
penyakit dan kematian di negara berkembang termasuk
Indonesia. Penyebaran pada anak sering karena kontak
dengan pasien tuberculosis dewasa. dapat dicegah dengan
pemberian imunisasi BCG pada anak dan pengobatan
super infeksi, yaitu penderita TB dewasa.