Anda di halaman 1dari 20

KEANEKARAGAMAN DAN

KLASIFIKASI MAHLUK
HIDUP
BIOLOGI UMUM
Kelompok 5: 1. Lely Rahmianti Lubis
2. Ari Senita
3. Puji Indriani
Jurusan Pendidikan IPA
FMIPA Universitas Negeri Padang

KEANEKARAGAMAN MAKHLUK HIDUP


1. Istilah keanekaragaman hayati atau biodiversitas
menunjukkan sejumlah variasi yang ada pada
makhluk hidup baik variasi gen, jenis dan
ekosistem yang yang di suatu lingkungan tertentu.
2. Keanekaragaman hayati yang ada di bumi kita ini
merupakan hasil proses evolusi yang sangat lama,
sehingga melahirkan bermacam-macam makhluk
hidup.
3. Keanekaragaman hayati dapat dikelompokkan atas
keanekaraman gen, jenis dan ekosistem.

Keanekaragaman gen

Makhluk hidup tersusun


atas unit satuan terkecil
yaitu sel.
inti sel terdapat materi
pembawa sifat disebut gen.
Setiap individu memiliki
jumlah dan variasi susunan
gen yang berbeda-beda.
sehingga
menampilkan sifat-sifat
yang berbeda-beda pula.

Keanekaragaman jenis
perbedaan ciri-ciri dan sifat
pada makhluk hidup yang
berlainan jenis

VARIASI

berarti perbedaan ciri-ciri


dan sifat pada makhluk
hidup yang sejenis, misalnya
variasi warna pada bunga
mawar yaitu ada yang
berwarna merah, oranye,
putih, dan kuning.

Keanekaragaman
Suatuekosistem
ekosistem terdiri dari komunitas
hewan, tumbuhan dan
mikroorganisme beserta lingkungan abiotik
dimana semua makhluk hidup tersebut
berada.
Kedua komponen ini saling berinteraksi
satu dengan lainnya dengan berbagai cara
yang berperan dalam siklus materi dan
energi. Keanekaragaman ekosistem dapat
dilihat dari variasi ekosistem berdasarkan
batas geografi.

Kegiatan pengelompokan
makhluk hidup menjadi
golongan-golongan disebut
klasifikasi

Sistem klasifikasi
Suatu kajian tentang pengelompokkan makhluk hidup ke dalam
tingkatan atau takson tertentu disebut taksonomi.
Seorang tokoh yang sangat berepran dalam klasifikasi makhluk hidup
dan dikenal sebagai Bapak taksonomi adalah Carolus Linnaeus (17071778).

sistem klasifikasi dapat dibedakan berdasarkan cara dan tujuannya,


yaitu:
1. sistem klasifikasi buatan (artificial)
Didasarkan pada pertimbangan secara sekehendak hati para ahli
taksonomi dengan melihat habitat (tempat hidup) dan nilai guna
dari makhluk hidup tersebut.
2. sistem klasifikasi alamiah (natural)
Sistem ini didasarkan pada kesamaan morfologi secara fenotip
yang ada hubungannya dengan makhluk hidup yang sesungguhnya
3. sistem klasifikasi evolusi (filogenetik)
Sistem klasifikasi ini lebih menekankan aspek hubungan
kekerabatan dan sejarah perkembangan evolusi makhluk hidup
yang ada sekarang

Jenis
Marga
Keluarga

KLASIFIKASI

Bangsa
Kelas
Keluarga Besar
Kerajaan

Terdapat berbagai macam cara


mengklasifikasikan makhluk hidup :
1.Ada klasifikasi berdasarkan ciri luar makhluk
hidup (ciri morfologi),
2.manfaat makhluk hidup, habitus (perawakan),
tempat hidup, dan sebagainya.
**contoh pengelompokan hewan berdasarkan
kesamaan jenis makanannya.

1. Hewan karnivora, yaitu


kelompok hewan pemakan daging.
Misalnya harimau, serigala, buaya
dan singa.
2. Hewan herbivora, yaitu
kelompok hewan pemakan tumbuhan.
Misalnya kerbau, rusa, dan jerapah.
3. Hewan omnivora, yaitu
kelompok hewanpemakan daging
dan tumbuhan, misalnya musang,
manusia

Tumbuhan juga dapat dikelompokkan berdasarkan pada


ciri morfologi/bentuk luar tubuh.
1.Berdasarkan jumlah keping lembaga biji, tumbuhan
dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dikotil dan monokotil.
a).Tumbuhan dikotil adalah kelompok tumbuhan yang bijinya mempunyai
dua keping lembaga, misalnya kacang tanah, mangga, apel, dan durian.
b). Tumbuhan monokotil adalah kelompok tumbuhan yang bijinya
mempunyai satu keping lembaga, misalnya jagung, kelapa, dan padi.

2. Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan dibedakan


menjadi dua kelompok, yaitu Gymnospermae dan
Angiospermae. Gymnospermae kelompok
tumbuhan yang berbiji terbuka (bijinya tidak
dibungkus oleh daun buah) misalnya melinjo,
pakis haji, dan pinus. Sedangkan Angiospermae
merupakan kelompok tumbuhan yang mempunyai
biji tertutup (biji dilindungi oleh daun buah),
misalnya kamboja, jambu, nangka , dan palem.

Sistem Binomial nomenclatur


pada pertengahan abad ke-18 (1707-1778) Carolus Linnaeus
mengajukkan system penamaan makhluk hidup dalam tulisannya
Systema nature dengan istilah :Binomial nomenclatur (bi=
dua, nomen=nama) artinya tata nama seluruh organisme

ditandai dengan nama ilmiah yang dterdiri dari dua kata


latin atau yang dilatinkan.
Kata pertama menunujukkan genus, yang penulisannya dimulai
dengan hurup besar

kata kedua merupakan epitethon spesificum


artinya penunjukkan jenis (spesies) yang penulisannya dimulai
dengan hurup kecil.
Misalnya untuk nama ilmiah kucing : Felis domesticus .
Felis menunjukkan genus, sedangkan domesticus merupakan ciri
khususnya, yang berarti sejenis hewan yang dipelihara di dalam
rumah

Sistem Lima Kingdom

Robert H. Whittaker,
seorang ahli biologi
Amerika Serikat pada
tahun 1969.

Kingdom Monera, Protista, Fungi,


Plantae, dan Animalia.
Kingdom baru yang ditambahkan, yaitu
Protista meliputi berbagai jenis makhluk
hidup uniseluler maupun multiseluler yang
menyerupai jamur, tumbuhan, dan hewan
namun tidak dapat dikelompokkan ke
dalam Kingdom Fungi, Plantae, dan
Animalia.
Contoh hewan yang termasuk dalam
protista adalah Amoeba, Paramecium sp

Pada tahun 1990, Carl Woese, seorang ahli


biologi molekuler Amerika Serikat,
mengembangkan sistem klasifikasi enam
kingdom.

Dalam klasifikasi ini, Kingdom Monera menjadi dua


kelompok. Bakteri yang mempunyai sifat khusus
dikelompokkan dalam Kingdom Archaebacteria, misalnya
bakteri yang mampu hidup di perairan bersuhu tinggi atau
di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Sedangkan
bakteri yang lain dan ganggang hijau-biru (Cyanophyta)
dikelompokkan dalam Kingdom Eubacteria. Jadi, dalam
sistem klasifikasi enam kingdom, makhluk hidup
dikelompokkan menjadi Archaebacteria, Eubacteria,
Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

1. Monera
Organisme bersel satu dan bersifat prokaryotik (tidak berselaput inti).
Contoh : bacteri dan algae biru

2. Protista
Organisme bersel satu yang bersifat eukaryotik (sudah berselaput inti).
Contoh : protozoa, algae, jamur yang bersel satu

3. Fungi (jamur)
Organisme yang tubuhnya terbentuk dari benang-benang hifa.
Contoh : mycota dan eumycota

4. Plantae (tumbuhan)
Merupakan organisme multiselluler dan bersifat eukaryotik, dinding sel
terbuat dari selulosa, mempunyai kloroplas.
Contoh :
- Algae (ganggang)
- Bryophyta (lumut)
- Pteridophyta (tumbuhan paku)
- Spermatophyta (tumbuhan biji)

5. Animalia (hewan)
Merupakan organisme multiseluler dan bersifat heterotop dan dapat
bergerak/ berpindah tempat.
Contoh : Jellyfish, katak, simpanse

1. Untuk nama species (jenis) :


- nama species terdiri dari dua kata tunggal yang
dilatinkan.
- kata depan menunjukkan nama marga, kata belakang
menunjukkan nama spesies.
- nama marga mulai ditulis dengan huruf besar, sedang
nama species dimulai dengan huruf kecil.
- nama marga dan jenis digarisbawahi secara terputus
atau dicetak miring.
contoh : Rhinoceros sondaicus (badak jawa)
Havea brasikensis (karet)
Elephas indicus (gajah)
Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu)
Felis maniculata-domestika (kucing jinak)

.2. Untuk nama famili (suku) :


Nama suku diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
nama marga + akhiran aceae
contoh :- Solamum lycopersicum (tomat)
Solanum + aceae fam: Solanaceae
- Marchantia polymorpha (lumut hati)
Marchantia + aceae fam: Marchantiaceae
- Untuk hewan :
nama marga + akhiran idae
contoh : - Felis tigris (harimau india)
Felis + idae fam: Felidae (kucing)
- Columba livea (merpati)
Columba + idae fam: Columbidae

3.
Untuk nama ordo (bangsa) :
Nama ordo umumnya diambil dari nama marga yang bersangkutan.
- Untuk tumbuhan :
nama marga + akhiran ales
contoh : - Sphagnum fimbriatum (lumut gambut)
Sphagnum + ales ordo: Sphagnales
- Untuk hewan :
nama marga + akhiran iformis
contoh : - Columba livea (merpati)
Columba + iformis ordo: Columbiiformis