Anda di halaman 1dari 19

Intususepsi pada Bayi

dan
Penatalaksanaannya
Gabriel cahyani harefa
102013165

Skenario 12

Seorang anak berusia 5 bulan dibawa ke UGD RS dengan


keluhan

BAB

berwarna

merah

kehitaman

dengan

konsistensi kental seperti jel berlendir sejak 1 jam yang


lalu.

Rumusan Masalah
Anak 5 bulan dengan keluhan BAB merah kehitaman
dengan konsistensi seperti jel berlendir sejak 1 jam
yang lalu

Mind Map

R
M

Anamnesis :
6 jam yang lalu
sangat rewel
Perut kembung
Muntah tiap kali
makan
Muntah beberapa
kali
WD : Intususepsi
DD : volvulus &
divertikulum Meckel
PF :
Distensi abdomen
Massa abdomen seperti
sosis
Bising usus meningkat

Anamnesis
Identitas : Anak berusia 5 bulan
Keluhan utama : BAB merah kehitaman dengan

konsistensi seperti jel berlendir sejak 1 jam yang lalu


keluhan penyerta lain : perut kembung, muntah tiap kali
makan, muntah beberapa kali
Riwayat penyakit dahulu : Riwayat penyakit keluarga : -

Pemeriksaan Fisik
Adanya distensi abdomen
Massa abdomen seperti sosis
Bising usus meningkat

Pemeriksaan Penunjang
Foto polos abdomen
Barium enema

Diagnosis Kerja
Intususepsi Proses dimana segmen intestin masuk ke

dalam bagian lumen usus obstruksi pada saluran cerna


(prolapsus suatu bagian usus ke dalam lumen bagian yang
tepat berdekatan)
Intussusceptum bagian usus yang masuk
Intussuscipiens bagian yang menerima intussusceptum

Intususepsi dibedakan menjadi 4 tipe berdasarkan lokasi

terjadinya
1. iliaca : usus halus masuk ke dalam usus halus
2. Colo-kolika : kolon masuk ke dalam kolon
3. Ileo-colica : ileum terminal yang masuk ke dalam kolon
asendens
4. Ileosekal : ileum terminal masuk ke dalam sekum dimana
lokus minorisnya adalah katup ileosekal

VOLVULUS

DIVERTIKULUM MECKEL

Keadaan terpuntirnya gelungan usus secara total rotasi usus inkomplit selama perkembangan
di sekeliling dasar vaskuler mesenterikanya, janin. Usus mulai dengan bentuk seperti pipa
sehingga terjadi obstruksi dan infark
lurus dari lambung sampai rectum. Usus tengah
(duodenum
sampai
midtranversum)
mulai
memanjang dan menonjol dari batas-batas
rongga perut. Ketika usus yang sedang
berkembang tersebut berputar di dalam dan
diluar rongga perut
Paling sering terjadi pada usus halus
gelungan kolon sigmoid yang kendur

atau Biasanya bagian usus yang mengalami hal ini


adalah caecum yang gagal berpindah ke kuadran
kanan bawah

Gejalanya adalah sakit perut, distensi abdomen, Pasien dengan divertikulum meckel memiliki
nausea, konstipasi, dan muntah. Rasa sakit gejala muntah campur empedu dan obstrusi usus
biasanya terus menerus dan parah
akut pada minggu awal kehidupan.
Pasien
dengan
volvulus
harus
diberikan
perawatan
simptomatis
dini
termasuk
diantaranya adalah pemberian cairan intravena,
pemberian analgesik, antiemetik dan dekompresi
nasogastric.
Tapi terapi yang paling baik adalah dengan
dilakukannya pembedahan

pertama-tama perlu diberikan resusitasi cairan


untuk
mencegah
terjadinya
syok
dan
menstabilkan pasien. Dekompresi nasogastrik
dapat menghilangkan nyeri dan muntah. Bila
dicurigai adanya infark/iskemi akibat obstruksi,
dapat diberikan antibiotik spektrum luas untuk
mencegah terjadinya sepsis. setelah itu, perlu
dilakukan tindakan operatif untuk mencegah

Etiologi
Etiologi dari intususepsi terbagi menjadi 2 :
Idiopatik
Menurut kepustakaan, 90-95 % intususepsi pada anak di bawah
umur satu tahun tidak dijumpai penyebab yang spesifik sehingga
digolongkan sebagaiinfantile idiophatic intussusceptions.
kausal
Pada penderita intususepsi yang lebih besar (lebih dua tahun),
adanya kelainan usus dapat menjadi penyebab intususepsi
ataulead pointseperti:inverted Meckels diverticulum, polip
usus, leiomioma, leiosarkoma, hemangioma

Epidemiologi
Ileo colica (40%), ileo sekal (40%), colo-kolika (10%), Iliaca

(10%).
Insiden terjadinya intususepsi bervariasi dari 1-4 per 1000
kelahiran hidup.
Laki-laki berbanding perempuan adalah 4:1. Meskipun jarang
(2:1000 kelahiran hidup).
Kelainan intususepsi jarang terjadi pada anak dibawah usia 3
bulan dan frekuensi kejadian menurun setelah 36 bulan
Intususepsi pada umur 2 tahun ke atas, biasanya bersama
sama divertikel Meckel, polip, hemangioma dan limfosarkoma

Patofisiologi

Manifestasi Klinis
Gejala klinis yang menonjol dari intususepsi adalah suatu trias gejala yang

terdiri dari :
1. Nyeri perut yang datangnya secara tiba-tiba, nyeri bersifat hilang timbul.
Nyeri menghilang selama 10-20 menit, kemudian timbul lagi serangan baru.

2. Teraba massa tumor di perut bentukcurved sausagepada bagian kanan


atas, kanan bawah, atas tengah, kiri bawah atau kiri atas.

3. Buang air besar campur darah dan lendir yang disebutred currant jelly stool

Komplikasi
Intususepsi dapat menyebabkan terjadi obstruksi usus.
penjepitan usus (strangulasi), menyebabkan nekrosis,

perdarahan, perforasi, peritonitis, dan syok.


Komplikasi lain : Dehidrasi dan aspirasi dari emesis yang
terjadi

Penatalaksanaan
Pasien dengan tanda nekrosis usus, peritonitis, atau sepsis

harus cepat diresusitasi, diberikan antibiotik intravena


berspektrum luas, dan dilakukan pembedahan emergensi.
Reduksi intususepsi prosedur gawat darurat yang harus
dilakukan segera setelah diagnosis. Pemberian cairan dan
darah serta air dan elektrolit diperlukan jika pasien sudah
mencapai tanda-tanda syok.
Pembedahan

Prognosis
Intususepsi pada bayi yang tidak ditangani akan selalu

berakibat fatal
Kebanyakan bayi sembuh jika intususepsi direduksi dalam 24
jam pertama, tetapi angka mortalitas meningkat dengan
cepat setelah 24 jam, terutama setelah hari kedua
Dengan terapi bedah yang adekuat, reduksi dengan operasi
sangat mengurangi angka mortalitas pada kasus dini.

Kesimpulan
Hipotesis diterima. Berdasarkan kasus tersebut, bayi yang
datang dengan keluhan BAB berwarna merah kehitaman
dengan konsistensi kental seperti jel berlendir menderita
intususepsi.