Anda di halaman 1dari 34

PERTEMUAN I

PERENCANAAN BANDAR UDARA

Aturan dan UU
Kebandarudaraan
UU No.1 Tahun 2009 Tentang

Penerbangan
UU No.15 Tahun 1992 Tentang
Penerbangan
Peraturan Dirjen Perhubungan Udara
No: SKEP/77/VI/2005
Peraturan Dirjen Perhubungan Udara
No: SKEP/78/VI/2005
Peraturan Dirjen Perhubungan Udara
No: KP.29 Tahun 2014

Definisi Kebandarudaraan
Kebandarudaraan adalah segala
sesuatu yang berkaitan dengan
penyelenggaraan bandar udara dan
kegiatan lainnya dalam melaksanakan
fungsi keselamatan, keamanan,
kelancaran, dan ketertiban arus lalu
lintas pesawat udara, penumpang,
kargo dan/atau pos, tempat
perpindahan intra dan/atau antarmoda
serta meningkatkan pertumbuhan

Definisi Bandar Udara


Bandar Udara adalah kawasan di
daratan dan/atau perairan dengan
batas-batas tertentu yang digunakan
sebagai tempat pesawat udara
mendarat dan lepas landas, naik turun
penumpang, bongkar muat barang, dan
tempat perpindahan intra dan
antarmoda transportasi, yang
dilengkapi dengan fasilitas
keselamatan dan keamanan

PENDAHULUAN

ISTILAH ISTILAH KEBANDARUDARAAN


(PP No. 70 THN 2001, BASUKI, 1996 DAN SARTONO 1996
AIRPORT: Area daratan atau air yang secara regular dipergunakan
untuk kegiatan take-off and landing pesawat udara.
KEBANDARUDARAAN:

segala susuatu yang berkaitan dengan


pennyelenggaraan Bandar udara (bandara)
dan kegiatan
lainnya dalam melaksanakan
fungsi
sebagai
bandara
dalam
menunjang kelancaran, keamanan dan
ketertiban arus lalulintas pesawat udara,
penumpang,
barang dan pos.

AIRFIELD: Area daratan atau air yang dapat dipergunakan untuk


kegiatan take-off and landing pesawat udara.

ISTILAH ISTILAH KEBANDARUDARAAN


(PP No. 70 THN 2001, BASUKI, 1996 DAN SARTONO 1996
AERODROM : Area tertentu baik di darat maupun di air
(meliputi
bangunan sarana-dan prasarana, instalasi
infrastruktur,
dan
peralatan
penunjang)
yang
dipergunakan baik sebagian maupun
keseluruhannya
untuk kedatang, keberangkatan penumpang dan barang,
pergerakan pesawat
terbang.
AERODROM REFERENCES POINT: LETAK GEOGRAFIS SUATU
AERODROM
LANDING AREA: BAGIAN DARI LAPANGAN TERBANG YANG
DIGUNKANAN UNTUK TAKE-OFF DAN LANDING
(TDK
TERMASUK TERMINAL AREA)
LANDING STRIP: BAGIAN YANG BERBENTUK PANJANG DAN
LEBAR
TERTENTU TERDIRI ATAS SHOULDER DAN
RUNWAY

UNIT KERJA PENUNJANG


PENERBANGAN
Pengetahuan Tata Operasi Darat adalah
pengetahuan tentang penanganan
pesawat dan pelayanan penumpang di
bandara (bandar udara).
Dalam dunia penerbangan
internasional, Tata Operasi Darat
dikenal dengan istilah Ground
Handling.

UNIT KERJA PENUNJANG


PENERBANGAN
Adatiga aspekyang perlu diperhatikan
untuk melaksanakanTata Operasi
Darat, yaitu :
Penanganan/pelayanan penumpang
di bandar udara;
formalitas yang harus dipenuhi;
Penanganan pesawat selama berada
di bandar udara.

UNIT KERJA PENUNJANG


PENERBANGAN
Secara operasional, terdapat empat unit kerja
utama yang menunjang bisnis angkutan
udara atau penerbangan dapat terlaksana,
yaitu :
Passenger Handling (penanganan/pelayanan
penumpang) ;
Air craft haulling (penanganan pesawat di
bandar udara) ;
inflight service (pelayanan penumpang di
dalam pesawat selama penerbangan);
Cargo handling (penanganan kargo dan

UNIT KERJA PENUNJANG


PENERBANGAN
Rangkaian tata laksana penanganan/pelayanan
penumpang dapat diuraikan berdasarkan urutan
pelaksanaan sbb :
(l) Reservation, yaitu proses pemesanan tempat.
(2) Fare Calulation,yaitu sistem penghitungan tarif
(3)Ticketing, yaitu penjualan/pembelian tiket.
(4)Departure, yaitu proses pelayanan keberangkatan
penumpang di bandar udara.
(5) Inflight Service, yaitu pelayanan penumpang
selama di dalam pesawat/penerbangan.
(6)Transit Transfer Service, yaitu pelayanan dan
penanganan penumpang di kota persinggahan.
(7 ) Arrival, yaitu penanganan/pelayanan
penumpang di kota tujuan.

Penanganan Pesawat di
Bandar
Udara (Aircraft Handling)
Penanganan pesawat di bandar

udara merupakan satu unit kerja


yang tidak pernah berhubungan
langsung dengan para pengguna jas
penerbangan, tetapi merupakan unit
kerja yang sangat penting dan paling
menentukan terhadap keberhasilan
terlaksananya suatu penerbangan.

Penanganan Pesawat di
Bandar
Udara (Aircraft Handling)

Unit kerja penanganan pesawat di bandar udara dapat


dikelompokkan ke dalam tiga bidang pekerjaan
sebagai berikut.
Flight operation: bidang operasi penerbangan yang
tugasnya antara lain sebagai berikut.
1. Flight planz, bertugas mengatur perencanaan
penerbangan.
2. Load and Balance, bertugas mengatur
keseimbangan pesawat.
3. Notice to Airman, tugasnya berkomunikasi dengan
penerbang, misalnya memberikan keterangan
mengenai cuaca (NOTAM).

Penanganan Pesawat di
Bandar
Udara (Aircraft Handling)

Penanganan pesawat di pelabuhan bandar udara /Ramp


Handling/Bidang kerja ini melayani/melaksanakan
tugas-tugas sebagai berikut.
a)Marshelling,bertugas memandu
kedatangan/keberangkatan pesawat.
b)Maintenance, bertugas memeriksa/memelihara
kondisi pesawat, termasuk kebersihan tempat
duduk dan pantry .
c) Fueling and Refueling,mengisi bahan bakar
pesawat.
d)Load Planning, perencanaan muatan penumpang
dan barang.

Penanganan Pesawat di
Bandar
Udara
(Aircraft
Handling)
e) Loanding / Unloading, melaksanakan

bongkar muatbarang.
f) Load and
Balance,mengaturkeseimbangan
pesawat, dalam hal ini termasuk
penumpang dan barang/bagasi.
g) Aircraft Cleaning, membersihkan kabin
pesawat dan kamar kecil.

Peraturan Internasional
Bisnis Penerbangan
Peraturan tersebut ditetapkan di
dalam Konvensi Chicago (Chicago
Convention) ; Perjanjian Bilateral
Antarnegara (Bilateral Agreements);
Konvensi Warsawa (Warsawa
Convention); Ketentuan Umum
Perjanjian Kontrak Penumpang
dengan Perusahaan
Penerbangan/Pengangkut (The IATA
General Condition of Carriage).

Peraturan Internasional
Bisnis Penerbangan
Dalam Konvensi Chicago disepakati dibentuk

lembaga resmi yang menangui dan mengatur


penerbangan sipil termasuk di dalamnya
penerbangan komersial (comercial flight),
lembaga tsb adalah International Civil Aviation
Organization (ICAO)
ICAO adalah suatu lembaga resmi yang berada di
bawah naungan PBB dan bertugas untuk
menciptakan standar pengelolaan sarana dan
prasarana navigasi udara termasuk hukumhukum intemasional yang berkaitan erat dengan
transportasi udara. Kantor Pusat ICAO berada di
Montreal, Kanada

Persetujaan
Bilateral(Bilateral
Agreements)

Persetujuan Bilateral adalah kesepakatan

antar dua negara sehubungan operasi


angkutan udara untuk memperoleh izin
melintasi wilayah udara negara yang
dimaksud.
Dalam hal ini, kebijaksanaan yang
ditetapkan dikenal dengan istilah The
Open Sky Policy atau "Kebijaksanaan Pintu
Terbuka" bagi penerbangan mancanegara

Persetujaan
Bilateral(Bilateral
Agreements)

Yang perlu dipahami dari pelaksanaan perjanjian


bilateral ini ialah sejauh mana izin penerbangan lintas
batas tersebut diberikan oleh negara bersangkutan.
Izin tersebut misalnya untuk hal-hal sebagai berikut :
a) Pesawat diizinkan terbang melintas wilayah udara
suatu negara tanpaboleh mendarat di salah satu
bandar udara negara tersebut.
b) Pesawat diizinkan mendarat hanya untuk mengisi
bahan bakar.
c) Pesawat diizinkan mendarat untuk mengisi bahan
bakar, mengangkut penumpang, kargo, benda pos
(passenger, cargo and mail), dan lain-lain.

Persetujaan
Bilateral(Bilateral
Agreements)

Peraturan izin yang di tetapkan sehubungan dengan

trayek penerbangan disebut Traffic Right, yaitu hak


dan kebebasan untuk mengangkut penumpang,
kargo dan benda pos dalam suatu penerbangan.
Traffic Right terdiri dari enam perjanjian yang
disebut The Six Freedom of Air yang isinya antara
lain sebagai berikut:
a)First Freedom: Hak suatu perusahaan
penerbangan suatu negara untuk terbang
melintasi udara negara lain tanpa mendarat.
b)Second Freedom: Hak suatu perusahaan
penerbangan suatu negara untuk mendarat di
negara lain dengan maksud hanya mengisi bahan

Persetujaan
Bilateral(Bilateral
Agreements)

c) Third Freedom: Hak suatu perusahaan

penerbangan suatu negara untuk mendarat di


negara lain, dengan membawa penumpang dan
cargo dari negara asalnya.
d) Fourth Freedom: Hak suatu perusahaan
penerbangan suatu negara untuk mengangkut dari
negara lain, penumpang, pos dan cargo untuk
dibawa ke negerinya.
e) Fifth Freedom: Hak suatu perusahaan penerbangan
suatu negara untuk mengangkut penumpang, pos
dan cargo dari suatu kota di negara lain, untuk
dibawa ke negara ketiga.
f) Sixth Freedom: Hak suatu perusahaan

ORGANISASI PENERBANGAN
NON PEMERINTAH
International Air Transport Association

(IATA) dibentuk tahun 1945 untuk


menangani masalah yang terjadi akibat
cepatnya laju perkembangan penerbangan
sipil setelah akhir Perang Dunia II.
Airport Council International (ACI),
dibentuk tahun 1991 oleh gabungan
pengelola bandara (airports) sipil di AS
yang memiliki tujuan dan kepentingan yg
sama

International Air Transport


Association (IATA)
Organisasi IATA dibentuk tahun 1945
untuk menangani masalah yang
terjadi akibat cepatnya laju
perkembangan penerbangan sipil
setelah akhir Perang Dunia II.

International Air Transport


Association (IATA)
Tujuan berdirinya IATA :
(1)Mempromosikan tentang keselamatan
penerbangan dan penumpangnya; ketepatan waktu
pelayanan/perjalanan penerbangan; transportasi
udara yang ekonomis.
(2)Menyediakan sarana untuk bekerja sama dengan
perusahaan-perusahaan penerbangan yang terlibat
langsung maupun tidak langsung dalam jasa
pengangkutan udara intenasional
Bekerja sama dengan ICAO dan organisasi-organisasi
internasional lainnya

International Air Transport


Association (IATA)
Fungsi IATA dapat dibagi menjadi tiga
bagian, yaitu:
fungsi untuk perusahaan
penerbangan (airlines),
fungsi untuk pemerintah dan negara,
dan
fungsi untuk masyarakat.

ORGANISASI PENERBANGAN
LAINNYA
Federal Administration Aviation (FAA), yang didirikan
pada tahun 1967 dan merupakan bagian dari
Departemen Perhubungan AS (Departement of
Transportation), dengan tugas dan tanggung jawab
diantaranya sbb :
Mengatur jalur penerbangan yang terbaik untuk
keamanan dan pengembangan dan memenuhi
syarat-syarat dari keamanan nasional
Mengontrol penggunaan ruang udara AS dan
pengaturan operasionala penerbangan sipil dan
militer pada ruang udara dimaksud.
Mempromosikan, mengusahakan dan
mengembangan teknologi penerbangan sipil (civil

ISTILAH ISTILAH KEBANDARUDARAAN


(PP No. 70 THN 2001, BASUKI, 1996 DAN SARTONO 1996
RUNWAY/LANDAS PACU: BAGIAN MEMANJANG YANG BERADA
PADA
SISI UDARA YANG DIGUNAKAN UNTUK TINGGAL
LANDAS PESAWAT
TAXIWAY: SUATU BAGIAN DARI SISI UDARA BANDARA YANG
BERFUNGSI SEBAGAI TEMPAT BERPINDAH (TAXI)
DARI
RUNWAY KE APRON ATAU SEBALIKNYA
APRON:
OLEH
BAKAR,
HOLDING
BERADA
PILOT
SEBELUM

BAGIAN DARI BANDARA YANG DIPERGUNAKAN


PESAWAT PARKIR, MENUNGGU, MENGISI BAHAN
BONGKAR-MUAT BARANG DAN PENUMPANG
APRON: BAGIAN DARI BANDARA YANG LETAKNYA
DI DEKAT UJUNG LANDASAN YG DIGUNAKAN OLEH
UNTUK PENGECEKAN TERAKHIR DAN MENUNGGU
TAKE-OFF

ISTILAH ISTILAH KEBANDARUDARAAN


(PP No. 70 THN 2001, BASUKI, 1996 DAN SARTONO 1996
HOLDING BAY: Area diperuntukkan bagi pesawat untuk

melewati
saat taxi.

pesawat lainnya saat taxi, atu berhenti

TERMINAL BUILDING: Bagian dari aeroderom difungsikan


untuk
memenuhi berbagai keperluan penumpang
dan
barang, mulai dari tempat pelaporan ticket,
imigrasi,
penjualan ticket, ruang tunggu, cafetaria,
penjualan
souvenir, informasi, komunikasi, dan
sebaginnya.
TURNING AREA: Bagian dari area di ujung landasan pacu

yang
sebelum

dipergunaka oleh pesawat untuk berputar


take off.

OVER
RUN:
Bagian
dipergunakan untuk
pesawat gagal lepas

dari
ujung
landasan
yang
mengakomodasi keperluan
landas.

ISTILAH ISTILAH KEBANDARUDARAAN


(PP No. 70 THN 2001, BASUKI, 1996 DAN SARTONO 1996
Bagian tambahan dari pavement yang
disediakan pada
persimpangan runmway atau taxiway
untuk menfasilitasi
beloknya pesawat terbang agar
tidak tergelincir keluar jalur perkerasan yang ada.
FILLET:

SHOULDERS: Bagian tepi perkerasan baik sisi kiri kanan

maupun
apron.

muka dan belakang runway, taxiway dan

FASILITAS FASILITAS BANDARA


SECARA UMUM FASILITAS FASILITAS DI BANDARA
DAPAT DIBAGI 3 BAGIAN:
1.

LANDING MOVEMENT (LM): AREAL UTAMA


SUATU BANDARA : RUNWAY, TAXIWAY DAN
APRON

2. TERMINAL AREA: SUATU AREA UTAMA YG


MEMPUNYAI INTERFACE ANTARA LAPANGAN
UDARA DAN BAGIAN BAGIAN BANDARA YANG
LAIN
3. TERMINAL
TRAFFIC
CONTROL:
FASILITAS
PENGATUR LALU LINTAS UDARA DENGAN
BERBAGAI PERALATANNYA SEPERTI SISTEM
RADAR DAN NAVIGASI PENERBANGAN

Gambar Sketsa umum fasilitas bandara

FASILITAS BANDAR UDARA


( Apron)

Gambar Daerah Landing


movement (LM) Bandara
Cengkareng

Gambar Terminal
Building Changi Airport,
Sinagapore

AIR TRAFFIC CONTROL