Anda di halaman 1dari 70

Tugas Mandiri

pemicu 6
aku takut mati
Sarah Tiffany Sigar
405080150

Gangguan Neurotik

Gangguan Neurotik
Neurosa atau juga disebut dengan
Psikoneurosa(istilah lama, tak dipakai
lagi), istilah ini kurang tepat karena
tak ada gangguan neuron (sel saraf)
atau disebut Psikogenik.
PPDGJ
III
menggunakan
istilah
Gangguan
Neurotik
(F-40
dst,
bersama Ggn. Somatoform dan Ggn
terkait Stres)

Definisi
Prof Maramis:
Neurosa adalah kesalahan penyesuaian
diri secara emosional karena tak dapat
diselesaikannya suatu konflik a-sadar.
Kecemasan yg timbul dirasakan secara
langsung atau diubah oleh berbagai
mekanisme
pertahanan
psikologik
(defence-mechanism) dan muncullah
gejala-gejala
subjektif
lain
yg
mengganggu.
Karena ada konflik, maka mengganggu
sistem/susunan saraf otonom.

Definisi
Lubis (ahli Psikoanalisa FK UI)
Neurosa dapat dipandang sebagai
suatu bentuk khusus dari
penjelmaan ansietas dan
penjelmaan ikhtiar individu untuk
meniadakan ansietas itu
Contoh : Phobia Pisau

Definisi Gangguan Neurotik


Gangguan mental yg tidak mempunyai
dasar
organik
(fungsional)
yg
dpt
ditunjukkan, pasien cukup mempunyai
tilikan (insight) serta kemampuan daya
nilai realitasnya tdk terganggu dan
perilakunya biasanya masih di dalam
batas-batas
normal
sosial
serta
kepribadiannya tetap utuh.

Etiologi
1.
2.
3.
4.

Panicogens
Faktor genetik
Biological abnormalities
Faktor psikososial

Panicogens
( panic inducing substances )
CO2, sodium lactate, bicarbonate,
yohimbine, m-cpp, m-caroline drug, GABA
reseptor agonis, cholecystokinin, caffein,
isoproterenol.
MRI: kelainan dilobus temporalis terutama
hippocampus dan aigadala. Atrofi cortical
pd lobus temporal kanan.
PET: disregulasi cerebral blood flow (smaller
increase or an actual decrease in cerebral
blood flow) ggg panik berhubungan
dengan cerebral vasokonstriksi

Faktor genetik
4-8 kali > banyak pd turunan I
dibandingkan penyakit psikiatrik
lainnya.
Kembar monozigot > dizigot

Biological abnormalities
Abnormalitas biologis dalam struktur dan
fungsi otak, Disregulasi SSP dan pusat
dalam patofisiologi gangguan panik.
Sistem neurotransmitter utama yang
terlibat adalah:
-norepinefrin
-serotonin
-asam -aminobutirat (GABA)

Disfungsi serotonergik cukup terlihat


pada gangguan panik dan berbagai
studi dengan campuran agonisantagonis serotonin menunjukan
peningkatan angka ansietas.
Respons tersebut dapat disebabkan
oleh hipersensitivitas serotonin
pascasinaps pada gangguan panik.

Faktor psikososial
1. Cognitif behaviour theories

Akibat perilaku ortu atau akibat proses dari classic


conditioning yang mencetuskan panic disorder &
agorafobia

2. Teori psikoanalitik

Kegagalan mekanisme pertahanan diri


Contoh : kehilangan ortu pada masa anak2 dan
riwayat cemas perpisahan.
Defence mechanism:
repression,displacement,avoidance,symbolization.
Stres psikososial dan lingkungan > banyak di
bulan2 terakhir.
Pada : 60% riwayat childhood sexual abuse

PPDGJ III
Gangguan neurotik adalah gangguan
mental yg tidak mempunyai dasar organik
(fungsional) yg dpt ditunjukkan, pasien
cukup mempunyai tilikan (insight) serta
kemampuan daya nilai realitasnya tdk
terganggu dan prilakunya biasanya masih
di dalam batas-batas normal sosial serta
kepribadiannya tetap utuh.
Contoh : Phobia Tikus.
Daya realitasnya pada Psikosa terganggu

Etiologi
1. Psikoanalisa
Pengalaman di masa lalu yaitu konflik
antara
beberapa
dorongan
yang
bertentangan (id dgn super ego) dan
timbulnya
tingkah
laku
kompromi
(contoh: oedipus complex, castraxion
anxiety)
yg
mendamaikan
dan
memuaskan dorongan sebagian dan
sedapat dapatnya meniadakan atau
mengendalikan ansietas.

Etiologi
2. Behavioristik
Pengalaman di masa lalu sebagai
sebagai wadah pembentukan pola
tingkah laku melaqlui proses belajar
(learning process)
3. Fisik Konstitusional.
Manusia dilahirkan dengan kondisi
fisik tertentu / fisik eksogen

Reaksi terhadap suatu


kecemasan
1.

Secara sadar. Kecemasan di hilangkan dgn


penyesuaian diri yg berorientas kepada tugas (copingadaptation)
2. Secara tak sadar.
a. Mekanisme konversi:
Akut
: Sindroma Histerik, Stupor dll.
Menahun.
Tanpa perubahan organik yaitu ggn
psikosomatik. Contoh: goal getter type(maag),
hunger of love (asma), agresifitas
tertahan(dermatitis)
Dgn perubahan organik yaitu ggn
psikofisiologik (organik-fungsional) : Ulcus
peptikum, dll.
b. Mekanisme lain. Neurosa fobik, obsesi, kompulsi, dll.

Perbandingan Neurosa dan Psikosa


Neurosa

Psikosa

1. Tilikan (insight) + Baik


daya nilai realita

Terganggu/buruk

2. Pengobatan

Ansiolitik/anti depresan
psikoterapi, dll

Antipsikotik/ECT/
Psikoterapi, dll

3. Hospitalisasi

Jarang dirawat

Sering

4. Prognosa

Umumnya baik

Umumnya buruk

5. Kapasitas kerja

Umumnya baik (diluar


stressor)

Umumnya
terganggu/buruk

6. Sosialisasi

Umumnya baik

Umumnya terganggu

7. Perilaku

Jarang membahayakan diri Sering


sendiri/masyarakat

8. Kepribadian

Dekompensasi ringan

Berat

Ggn Neurotik
Origins of the anxiety syndrom
Environmen
t

Apprehensive
Conscious
Coping
mechanism
e

Anxiety of
conscience

Unconsciou
sCoping
mechanism
e

Neurotic
anxiety
displacement

Endogenous
Coping
mechanism
e

Psycothic
anxiety adanya
proyeksi

Body
For of ones life

A
N
X
I
E
T
Y
S
Y
N
D
R
O
M
E

A Model of Anxiety (Lader)

External
stimuli

Conscious
appraisal of the out

Lymbic system

Verbal
Report symptom

A
Non Conscious

Drosal bundle
Emotional
feeling

Post
experience

Internal
drives

Magnetic
endolment

Obatobat :

Central nervous
system arousal
(at confer)

a. Site of anxiolytie blocade


b. Site of beta adrenocecton an bogadon

GANGGUAN ANXIETAS
FOBIK

Definisi
Gangguan ini ditandai dengan adanya
anxietas yang dicetuskan oleh adanya
situasi atau objek yang jelas (dari luar
individu itu sendiri). Yang sebenarnya pada
saat kejadian ini tidak membahayakan.
Sebagai akibatnya objek atau situasi
tersebut dihindari tau dihadapi dengan
perasaan terancam yang termasuk kedalam
anxietas fobik adalah agoraphobia, fobia
social, dan fobia khas (terisolasi).

ETIOLOGI
Neurotransmitter utama yang terlibat adalah
norepenefrin, serotonin dan GABA
(gammaaminobutric acyd). Dibatang otak, kemungkinan
korteks prafrontalis bertanggung jawab untuk menghindari
terjadinya fobik.
Fobia menggambarkan interaksi antara diatesis genetika
konvensional dan stressor lingkungan. Pada gejala fobik
kelemahan respon terhadap stimulus fobik yang dibiasakan
tidak terjadi.
Freud memandang fobia sebagai akibat komplik yang
berpusat pada situasi oedipal masa anak anak yang tidak
terpisahkan.
Pada agoraphobia teori psikoanalitik menekankan kematian
orang tua pada masa anak anak dan suatu riwayat
kecemasan perpisahan. Sendirian didepan public
menghidupkan kembali masa anak anak tentang
ditelantarkan.

Manifestasi klinis
Secara subjektif, fisiologik, dan tampilan
prilaku anxietas fobik tidak berbeda dari
anxietas lain dan dapat dalam bentuk
yang ringan sampai berat (serangan
panic). Anxietas fobik sering kali
bersamaan depresi.

prognosis
Suatu episode depresi sering kali
memburuk keadaan anxietas fobik
yang sudh ada sebelumnnya.
Agoraphobia tanpa riwayat
gangguan panic seringkali membaik
dengan perjalanan waktu. Gangguan
depresi dan ketergantungan
terhadap alcohol seringkali
mempersulit.

Diagnosis
Diagnosis pasti ketiga kelompok gangguan anxietas fobik
harus memenuhi criteria sebagai berikut :
Gejala psikologis prilaku atau otonom yang timbul harus
merupakan manifestasi primer dari anxietasnya dan bukan
sekunder seperti waham atau pikiran obsesi.
Anxietas yang timbul harus terbatas, untuk agoraphobia,
pada (terutama terjadi dalam hubungan dengan) setidaknya
dua dari situasi berikut : banyak orang atau keramaian,
tempat umum, berpergian keluar rumah, dan berpergian
sendiri.
Untuk fobia social, pada situaasi social tertentu. Untuk fobia
yang khas, pada adanya objek atau situasi fobik tertentu.
Menghindari fobik harus ada atau sudah merupakan gejala
yang menonjol.

Penatalaksanaan
Terapi yang paling efektif adalah kombinasi
farmakoterapi dan terapi kognitif prilaku.
Untuk farmakoterapi dapat digunakan obat
obat seperti yang digunakan untuk
mengatasi gangguan panic.
Terapi kognitif dapat mengintervensi
kepercayaan yang salah.
Pasien dapat diajarkan untuk melakukan
relaksasi otot dan bagaimana
mengandalikan dorongan untuk melakukan
hiperventilasi dengan pernafasan yang
teratur.

GANGGUAN PANIK

Definisi
Gangguan panic adalah gangguan
yang ditandai dengan terjadinya
serangan panic yang spontan dan
tidak diperkirakan.

Etiologi
Terdapat hipotesis yang melibatkan disregulasi system saraf perifer dan
pusat didalam patofisiologi gangguan panic.
Adanya peningkatan tonus simpatik pada beberapa orang dengan gangguan
panic.
System neurotransmitter utama yang terlibat adalah norefinefrin, serotonin,
dan GABA.
Dalam lingkungan penelitian ditemukan zat penyebab panic yang biasa di
sebut dengan panikogen yang menyebabkan stimulasi respirasi dan
pergeseran keseimbangan asam basa.
Beberapa penelitian bahwa infuse laktat, PET scan, dan prolaps valvula
mitral ditemukan pada pasien dan diperkirakan sebagai penyebab factor
biologic pada gangguan ini.
Ada petunjuk kuat factor genetic ikut berperan. Angka prevalensi tinggi pada
anak dengan orang tua yang menderita gangguan panic demikian juga pada
kembar monozigot.
Teori psikososial menyatakan bahwa panic terjadi karena kegagalan
mekanisme pertahanan terhadap impuls yang menyebabkan kecemasan.

Manifestasi klinis

Serangan panik adalah periode kecemasan atau ketakutan yang kuat


dan relatif singkat (biasanya kurang dari 1 tahun). Yang disertai dengan
gejala somatik tertentu. Gangguan panik serung berlanjut menjadi
agorafobia dengan serangan panik. Gejala somatik saat panik terdiri
dari :

Palpitasi

Berkeringat
Gemetar / berguncang
Rasa sesak nafas atau tertahan
Perasaan tercekik
Nyeri dada atau perasaan tidak nyaman
Mual / gangguan perut
Pusing, bergoyang, melayang atau pingsan
Derealisasi atau depersonalisasi
Katakutan kehilanagn kendali atau menjadi gila
Rasa takut mati
Parestesia atau mati rasa atau sensasi geli
Menggigil atau perasaan panas

Prognosis
Gangguan panik biasanya muncul dalam
masa remaja akhir atau masa dewasa
awal. Biasanya kronik dan bervariasi pada
tiap individu. Defresi dapat mempersulit
walaupun pasien tidak cenderung
berbicara tentang ide bunuh diri, mereka
cenderung beresiko tinggi. Pasien dengan
fungsi pramorbid yang baik dan lama
gejala singkat cenderung memiliki
prognosis yang baik.

Diagnosis
Untuk diagnosis pasti, harus ditemukan adanya
beberapa kali serangan dalam masa kira kira
1 bulan :
Pada keadaan keadaan dimana sebenarnya
secara objektif tidak ada bahaya
Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui
atau yang dapat diduga sebelumnya
Dengan kedaan relatif bebas dari gejala
gejala anxietas pada periode diantara serangan
serangan panik (meskipun demikian pada
umumnya dapat terjadi anxietas antisipatorik,
yaitu anxietas yang terjadi setelah
membayangkan sesuatu yang terjadi).

GANGGUAN CEMAS
MENYELURUH

Definisi
Adalah suatu kekhawatiran yang
berlebihan dan dihayati dengan berbagai
gejala somatik, yang menyebabkan
gangguan bermakna dalam fungs social
atau pekerjaan dan penderitaan yang jelas
bagi pasien.

Etiologi
Walaupun Belum terbukti bahwa receptor
benzodiazepin abnormal, tetapi banyak
orang melakukan penelitian pada lobus
oksipitalis yang memiliki konsentrasi
benzodiazepin tertinggi. Terdapat laboran
yang menyatakan bahwa 50 % terjadi
pada kembar monozigotik dan 15 % pada
kembar dizigotik.

Manifestasi klinis

Gejala utamanya adalah kecemasan,


ketegangan motorik,
hiperaktivitas otonom,
kewaspadaan kognitif.
gemetar,
gelisah,
nyeri kepala.
sesak nafas,
keringat berlebihan,
palpitasi
gejala gastrointestinal.
mudah tersinggung dan dikejutkan.

Prognosis
Perjalanan penyakit dan prognosis
gangguan sukar diperkirakan. Gangguan
ini adalah suatu keadaan kronik yang
mungkin berlangsung seumur hidup.

Diagnosis
Kriteria untuk diagnosis pasti adalah :
Anxietas sebagai gejala primer yang
berlangsung hampir setiaphari sampai
beberapa bulan.
Mencakup gejala kecemasan, ketegangan
motorik, dan hiperaktivitas atonomik.
Pada anak anak sering terlihat adanya
kebutuhan yang berlebihan untuk ditenangkan
serta keluhan somatik berulang yang menonjol.
Gejala lain yang sifatnya sementara seperti
depresi selama tidak memenuhi kriteria yang
lengkap dari gangguan jiwa lain.

Terapi
Pengobatan yang efektif adalah kombinasi
psikoterapi, farmakoterapi dan pendekatan
suportif. Pendekatan psikoterapi utama
adalah terapi kognitif prilaku, suportif, dan
berorientasi tilikan. Dua obat utama
adalah buspiron dan benzodiazepin.

GANGGUAN NEUROSIS
DEPRESI

Definisi
Menyatakan bahwa pola berpikir dan
berprilaku yang maladaptif dan berulang
yang menyebabkan depresi. Pasien seringkali
penuh kecemasan, obsesi dan rentan
terhadap somatisasi. Dalam klasifikasi
menurut pedoman penatalaksanaan
diagnosis gangguan jiwa (PPDGJ III),
gangguan ini termasuk kedalam kategori
diagnostik gangguan distimia dalam
gangguan suasana perasaan (Mood / afektif)
menetap.

Etiologi
Terdapat faktor biologis yaitu
kelainan tidur dan kelainan
neuroendokrin. Dilaporkan adanya
kesalahan perkembangan
kepribadian dan ego yang
memuncak dalam kesulitan
beradaptasi pada masa remaja dan
dewasa muda.

Manifestasi klinis
perasaan muram,
murung,
kesedihan atau berkurangnya dan tidak adanya
minat pada aktivitas.
Pasien kadang kadang dapat sarkastik, nihilistik,
memikirkan hal yang sedih, membutuhkan, dan
mengeluh.
tegang,
kaku dan menolak intervensi terapeutik.
Gejala penyerta adalah perubahan nafsu makan dan
pola tidur, harga diri yang rendah, hilangnya energi,
retardasi psikomotor, penurunan dorongan seksual
dan preokupasi obsesi dengan masakah kesehatan.

prognosis
Kira kira 50 % pasien yang
mengalami timbulnya gejala yang
samar samar sebelum usia 25
tahun. Dan prognosis yang
bervariasi.

Diagnosis
Kriteria diagnostik memerlukan adanya
mood yang terdepresi pada sebagian
besar waktu untuk sekurangnya 2 tahun
atau 1 tahun untuk anak anak dan
remaja. Untuk memenuhi kriteria
diagnostik, pasien tidak boleh memiliki
gejala yang lebih baik dilaporkan sebagai
gangguan depresi berat. Pasien tidak
boleh memiliki episode manik atau
hipomanik.

Penatalaksanaan
Kombinasi farmaoterapi dan terapi
kognitif maupun prilaku yang
mungkin merupakan pengobatan
yang paling efektif untuk gangguan
ini.

GANGGUAN CAMPURAN
ANXIETAS DAN DEPRESI

Definisi
Gangguan ini mencakup pasien yang
memiliki gejala kecemasan dan depresi,
tetapi tidak memenuhi kriteria diagnostik
untuk suatu gangguan kecemasan
maupun suatu gangguan mood. Kambinasi
gejala depresi dan kecemasan dapat
menyebabkan gangguan fungsioanal yang
bermakna pada orang yang terkena.

Etiologi
Empat bukti utama yang menyatakan bahwa gejala
kecemasan dan gejala depresi berhubungan sebab
akibat pada beberapa pasien yang terkena, yaitu :
Ditemukannya neuroendokrin yang sama pada
gangguan depresi dan gangguan kecemasan,
khususnya gangguan panik.
Hiperaktivitas sistem noradrenergik relevan yang
menyebabkan pada beberapa pasien dengan
gangguan depresi dan pada beberapa pasien
dengan gangguan panik.
Obat serotonergik berguna dalam mengobati
gangguan depresi maupun kecemasan
Gejala kecemasan dan depresi berhubungan secara
genetik pada beberapa keluarga.

Manifestasi klinis
Kombinasi beberapa gejala gangguan
kecemasan dan beberapa gejala
gangguan depresi. Disamping itu,
gejala hipeeraktivitas sistem saraf
otonom, seperti keluhan
gastrointestinal, yang sering
ditemukan.

prognosis
Selama perjalanan penyakit, gejala
kecemasan atau depresi mungkin
bergantian muncul. Prognosis tidak
diketahui saat ini.

Diagnosis
Kriteria untuk diagnosis pasti adalah :
Terdapat gejala gejala anxietas maupun depresi, dimana
masing masing tidak menunjukan rangkaian gejala yang cukup
berat untuk menegakan diagnosis tersendiri. Untuk anxietas,
beberapa gejala otonom haruas ditemukan walaupun tidak terus
menerus, disamping rasa cemas atau ke khawatiran yang
berlebihan.
Bila ditemukan anxietas berat disertai depresi yang lebih ringan,
maka harus dipertimbangkan kategori gangguan anxietas
lainnya atau gangguan anxiets fobik.
Bila ditemukan sindrom depresi dan anxietas yang cukup berat
untuk menegakan masing masing diagnosis, maka kedua
diagnosis tersebut harus dikemukakan dan diagnosis gangguan
campuran tidak dapat digunakan. Jika hanya dapat dikemukakan
satu diagnosis, maka gangguan depresi harus diutamakan.
Bila gejala gejala tersebut berkaitan erat dengan stress
kehidupan yang jelas, maka harus digunakan kategori gangguan
penyesuaian.

Penatalaksanaan
Pendekatan psikoterapi dapat terapi kognitif atau
modifikasi prilaku. Farmakoterapi dapat termasuk
obat anti anxietas atau obat antidepresan atau
keduanya. Diantara obat anxiolitik, penggunakan
triazolobenzodiazepin mungkin diindikasikan
karena efektifitas obat tersebut dalam
mengobatai depresi yang disertai kecemasan.
Suatu obat yang mempengaruhi reseptor
serotonin tipe 1A (5-HT1A), seperti buspiron, dapat
diindikasikan. Diantara antidepresan,
antidepresan serotonergik mungkin yang paling
efektif.

GANGGUAN OBSESIKOMPULSI

Definisi
Obsesi adalah pikiran, perasaan, ide, atau
sensasi yang mengganggu. Kompulsi
adalah pikiran atau perilaku yang disadari,
dibakukan, dan rekurens, seperti
berhitung, memeriksa, atau menghindari.

Etiologi
Terdapat hipotesis bahwa ada keterlibatan
disregulasi serotonin. Pada PET ditemukan
peningkatan aktivitas di lobus frontalis, ganglia
basalis, dan singulum. 35% pasien gangguan ini
memiliki sanak saudara derajat pertama dengan
gangguan yang sama.teori psikodinamis yang
menyatakan bahwa adanya hubungan digan
beberapa mekanisme pertahanan, antara lain
isolasi, undoing, reaksi formasi.

Manifestasi klinis

Gangguan ini memiliki 4 pola gejala umum, yaitu obsesi terhadap kontaminasi,
obsesi keragu raguan yang diikuti oleh pengecekan yang kompulsi, pikiran yang
obsesional yang mengganggu, dan kebutuhan terhadap simetrisitas atau
ketepatan.
Gejala gejala obsesi harus mencakup hal hal sebagai berikut :
Harus disadari sebagai pikiran atau impuls diri sendiri
Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak berhasil dilatan, meskipun
ada lainnya yang tidak lagi dilatan oleh pasien
Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut diatas bukan merupakan hal yang
memberi kepuasan atau kesenangan ( tidak termasuk sekedar perasaan lega dari
ketegangan)
Gagasan, bayangan pikiran, atau impuls tesebut harus merupakan pengulangan
yang tidak menyenangkan
Ada kaitan erat antara gejala obsesi, terutama pikiran obsesi, dengan depresi.
Pasien gangguan obsesi kompulsi seringkali juga menunjukkan gejala depresi,
dan sebaliknya pasien gangguan depresi berulang dapat menunjukkan pikiran
pikiran obsesi selama episode depresinya. Gejala obsesi sekunder yang terjadi
pada gangguan skizofrenia, sindrom tourette, atau gangguan mental organik,
yang harus dianggap sebagai bagian dari kondisi tersebut.

prognosis
Prognosis yang buruk terjadi apabila pasien
mengalah pada kompulsi, yang berawal pada
masa anak anak, kompulsi yang aneh, perlu
perawatan di RS, gangguan depresi berat yang
menyertai, kepercayaan waham, adanya gagasan
yang terlalu dipegang, dan adanya gangguan
kepribadian. Prognosis yang baik ditandai oleh
penyesuaian social dan pekerjaan yang baik
dengan adanya peristiwa pencetus, dan sifat
gejala yang episodik.

Diagnosis
Untuk mnegakkan diagnosis pasti, gejala
gejala obsesif atau tindakan kompulsi atau
keduannya harus ada hampir setiap hari
sedikitnya 2 minggu berturut turut. Hal
itu merupakan sumber penderitaan atau
mengganggu aktivitas pasien.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan meliputi farmakoterapi dan
psikoterapi. Pengobatan farmakoterapi
standar adalah dengan obat spesifik serotonin
seperti klomipramin atau penghambat
ambilan kembali serotonin spesifik (SSRI)
seperti fluoksetin. Dan apabila terapi gagal,
terapi dapat diperkuat dengan menambahkan
litium atau penghambat monoamin oksidase
(MAOI), khususnya fenelzin.
Psikoterapi meliputi terapi perilaku dengan
desensitisasi dan terapi keluarga apabila
terdapat faktor disharmoni keluarga yang
mempengaruhi timbulnya gangguan tersebut.

GANGGUAN
SOMATOFORM

Definisi
Adalah suatu kelompok gangguan
yang memiliki gejala fisik dimana
tidak dapat ditemukan penjelasan
medis yang adekuat.

Etiologi
Terdapat faktor psikososial berupa
konflik psikis dibawah sadar yang
mempunyai tujuan tertentu.
Ditemukan faktor genetik dalam
transmisi gangguan ini.

Manifestasi klinis
Ciri utama gangguan ini adalah adanya keluhan gejala fisik yang
berulang disertai permintaan pemeriksaan medik, meskipun sudah
berkali-kali terbukti hasilnya negatif dan juga telah dijelaskan
olehdokternya bahwa tidak terjadi kelainan yang mendasari
keluhannya. Keluhan dibedakan tiap subtipe, yaitu :
Gangguan somatisasi, ditandai oleh banyak keluhan fisik yang
mengenai banyak sistem organ
Gangguan konversi, ditandai oleh satu atau dua keluhan neurologis
Hipokondriasis, ditandai oleh fokus gejala yang lebih ringan daripada
kepercayaan pasien bahwa ia menderita penyakit tertentu.
Gangguan dismorfik tubuh, ditandai oleh kepercayaan palsu atau
persepsi yang berlebihan bahwa suatu bagian tubuh mengalami cacat
Gangguan nyeri, ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata
berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna
diekserbasi oleh faktor psikologis.

Prognosis
Umumnya dimulai sebelum usia sebelum
usia 30thn. Prognosis umumnya sedang
sampai buruk. Prognosis gangguan
konversi baik apabila timbul tiba-tiba,
stressor mudah dikenali, penyesuaian
pramorbid yang baik, tidak ada gangguan
psikiatrik atau medis komorbid dan tidak
ada tuntutan yang terus-menerus.

Penatalaksanaan
Gangguan somatisasi ditatalaksana dengan ikatan
terapeutik, perjanjian teratur, dan intervensi krisis.
Penatalaksanaan untuk gangguan konversi adalah
sugesti dan persuasi dengan berbagai tehnik. Strategi
penatalaksanaan pada hipokondriasis meliputi
pencatatan gejala, tinjuan psikososial dan psikoterapi.
Gangguan dismorfik tubuh diterapi dengan ikatan
terapeutik, pentalaksanaan stress, psikoterapi, dan
pemberian antidepresan.
Terapi pada gangguan nyeri mencakup ikatan
terapeutik, menentukan kembali tujuan terapi dan
pemeberian antidepresan

GANGGUAN NEUROTIK

Neurastenia
Diagnosis pasti memerlukan hal-hal berikut :
adanya keluhan yang menetap dan mengganggu
berupa meningkatnya rasa lelah setelah sesuatu
kegiatan mental atau keluhan mengenai kelemahan
badan dan kehabisan tenaga hanya setelah
kegiatan ringan.
Paling sedikit ada dua dari hal-hal tersebut :

perasaan sakit dan nyeri otot-otot


pusing kepala
sakit kepala
gangguan tidur
tidak dapat bertsantai
peka/mudah tersinggung
dispepsia

Sindrom Desentralisasidepersonalisasi
Untuk diagnosis pasti harus ada salah satu
atau dua-duanya dari a dan b ditambah c
dan d
a)Gejala depersonalisasi
b)Gejala derealisasi
c)Memahami bahwa hal tersebut merupakan
peruboahan spontan dan subjektif serta
bukan yang disebabkan oleh kekuatan orang
luar atau orang lain
d)Penginderaan tidak terrganggu dan tidak
ada toxic confusional state atau epilepsi

Daftar Pustaka
Kumar & Clark: Kumar and Clark's
Clinical Medicine 7E
Kaplan & Sadocks Synopsis of
Psychiatry, 10th ed.
McCance K, Huether SE.
Pathophysiology : the biologic basis for
disease in adults and children. 6 th ed.
Mosby Elsevier : Philadelphia, 2010.