Anda di halaman 1dari 120

Dermatitis Kontak Iritan

Definisi

Epidemiologi

Keterangan
Reaksi peradangan kulit
nonimunologik terjadi
langsung tanpa didahului
proses sensitasi
1. Mencapai 80% kasus
dermatitis kontak.
2. Usia anak <8tahun dan
lansia
3. Ras kulit putih lebih
rentan

Etiologi DKI
Akut :
Iritan kuat : larutan H2SO4 dan HCl
Basa kuat : NaOH dan KOH

Akut lambat :
Penyebab : podofilin, antralin, tretonoin,
etilen oksida, benzalkonium klorida,
asam hidroflurat

Kronik kumulatif
kontak berulang dengan iritan lemah

DKi traumatik
Subjektif
Perubahan fungsi sawar stratum
korneum tanpa kelainan klinis

Manifestasi Klinis
Iritan kuat :
Eritema, edema, panas, nyeri

Iritan lemah :
Berulang kali kontak, delipidasi
kerusakan stratum korneum
desikasi & kehilangan fungsi sawar
mempermudah kerusakan sel di
bawahnya oleh iritan

Akut

Kulit terasa
pedih,
panas, rasa
terbakar

Akut, Lambat

>8-24 jam
setelah
kontak

Kronik
/kumulatif

Fisis
(gesekan,
trauma,
kelembaban
dan suhu)
Bahan
Waktu dan
rentetan
kontak

Reaksi iritan

eritema, edema, bula, nekrosis,


sirkumkripta, asimetris

Kulit kering
Eritema
Skuama
Hiperkeratosis
Likenifikasi
Difus
Fisura

Subklinis
Pada orang
yang
terpajan
pekerjaan
basah
Umumnya
sembuh
sendiri
Dapat
terjadi skin
hardening

Skuama
Eritema
Vesikel
Pustul
Erosi

Traumatik

non eritematosa

Subjektif

berkembang lambat
setelah trauma
panas atau laserasi

Kelainan kulit tidak


terlihat

Subklinis

Gejala = dermatitis
numuler
Penyembuhan
lambat minimal 6
minggu

Keluhan pasien :
tersengat (pedih)
atau terbakar
(panas) setelah
kontak dengan
bahan kimia

Dermatitis Fototoksik
Dermatitis Fototoksik -> varian dr
DKI dmn agen topikal (parfum, tar
batu bara) atau zat yg termakan
(psoralens) -> mengaktivasi radikal
bebas dan mediator inflamasi setelah
terpapar dg sinar ultraviolet.

Tanda dan Gejala


Nyeri > pruritus
Eritem ringan perdarahan, krusta,
erosi, pustul, bula, edema

Diagnosis
Anamnesis
DKi akut

Lebih mudah diketahui o.k


pasien masih ingat apa
yang menjadi penyebab

DKi kronik dan timbul


lambat

Lebih sulit di diagnosis


o.k variasi gambaran
klinis yang luas
DD : DK alergi lakukan
uji tempel

Terapi DKi
Self limiting disease
Simtomatik :
Kulit kering pelembab
Radangan kortikosteroid topikal
Kronis KS yang lebih kuat
Hindari iritan & menyingkirkan faktor
yang memperberat
Pelindung diri

Prognosis DKi
Prognosis dipengaruhi multifaktor
Menyingkirkan bahan iritan
baik/buruknya prognosis

Dermatitis Kontak Alergi


Mengenai
orang
yang
memiliki
kulit
hipersensitif.
Penyebab : bahan kimia sederhana dengan BM
rendah ( < 1000 dalton)
Alergen yang belum diperoses (hapten) :
lipofilik, sangat reaktif, dapat menembus
stratum korneum sel epidermis di bawahnya
(sel hidup)

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Faktor
yang
mempengaruhi
:
potensi
sensitisasi alergen, dosis per unit area, luas
daerah yang terkena, lama pajanan, oklusi, suhu
dan kelembaban lingkunga, vehikulum dan pH.
Faktor individu : keadaan kulit pada lokasi
kontak, status imunologik.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Patogenesis
Mengikuti respons imun yang diperantarai sel
atau reaksi imunologik tipe IV (tipe lambat).
Hanya individu yang telah mengalami sensitisasi
yang dapat menderita DKA.
Fase sensitisasi
Fase elisitasi

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Fase Sensitisasi
Hapten epidermis melewati stratum korneum
akan ditangkap oleh sel Langerhans (pinositosis)
diproses secara kimiawi oleh enzim lisosom
atau sitosol Ag lengkap.
Sel Langerhans (istirahat) : makrofag dengan
sedikit kemapuan menstimulasi sel T
keratinosit terpajan hapten (iritan) IL-1 sel
Langerhans aktif menstimulasi sel T sekresi
IL-2 receptor stimulasi proliferasi sel T spesifik
meninggalkan KGB dan beredar ke seluruh
tubuh.
Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, Edisi 6

Fase Sensitisasi
Sitokin proinflamasi lain : TNF-, makrofag dan
granulosit, MHC I dan II .
Fase berlangsung selama 2-3 minggu

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Fase Elisitasi
Terjadi pajanan ulang alergen (hapten)
ditangkap oleh sel Langerhans Ag, diikat oleh
HLA-DR permukaan sel.
Kompleks HLA-DR-Ag dipresentasikan kepada selT memori di kulit atau limfe proses aktivasi
IL-1 stimulasi keratinosit memproduksi
eikosanoid + sitokin aktifkan sel mast dan
makrofag

pelepasan
histamin,
dilatasi
vaskular, permeabilitas.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Gejala Klinis
Pruritus
Akut bercak eritematosa berbatas jelas
edema, papulovesikel, vesikel atau bula vesikel
atau bula pecah erosi atau eksudasi.
Predileksi tempat DKA akut : palpebra, penis,
skrotum eritema dan edema lebih dominan.
Kronis kulit kering, skuama, papul, likenifikasi
dan mungkin juga fisu, dengan batas tidak jelas.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Lokasi

Tangan dan lengan


Wajah
Telinga
Leher
Badan
Genitalia
Paha dan tungkai bawah

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Manifestasi Klinis

ACD

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Diagnosis

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,
2008

Diagnosis DK
Riwayat paparan dan perubahan pd
kulit
Test patch digunakan jk suspek DKA
dan tidak respons thd pengobatan

Syarat uji tempel :


Dermatitis harus sudah
tenang/sembuh
Tes dilakukan minimal 1minggu
setelah th/ KS sistemik dihentikan
Uji tempel dibuka setelah 2 hari
di baca. Pembacaan kedua
pada hari ke 3 s/d ke 7

Tidak melakukan aktivitas yang


menyebabkan uji tempel menjadi
longgar.
Dilarang mandi minimal 48jam
Jangan dilakukan pada ps
beriwayat urtikaria dadakan.
urtikaria generalisata rx
anafilaksis

Tatalaksana
Mencegah terulangnya kontak dengan alergen
dan menekan kelainan kulit yang timbul.
KS jangka pendek : prednison 30 mg/hari
peradangan DKA akut (eritema, edema, vesikel,
bula, eksudatif)
Kelainan kulit kompres dengan larutan garam
faal atau larutan air salisilat 1:1000
DKA ringan atau akut yang mereda KS atau
makrolaktam (pimecrolimus atau tacrolimus)
topikal

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Diagnosis Banding

DKI patch test


DA
Dermatitis numularis
Dermatitis seboroik
Psoriasis

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Prognosis
Umumnya baik jika bahan kontak alergen
disingkarkan.
Kurang baik dan menjadi kronis terjadi
bersamaan dengan dermatitis oleh faktor
endogen (DA, dermatitis numularis, psoriasis)
atau terpajan alergen yang tidak bisa dihindari.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

DERMATITIS ATOPIK

Keterangan
Definisi

Keadaan peradangan kulit kronis dan residif,


disertai gatal, yang umumnya sering terjadi selama
masa bayi dan anak anak, sering berhubungan
dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan
riwayat atopi pada keluarga

Sinonim

Ekzema atopik, ekzema konstitusional, ekzema fleksural,


neurodermitis diseminata, prurigo Besnier sering
dermatitis atopik

Epidemiol
ogi

Wanita > banyak daripada pria rasio 1,3:1


Cenderung diturunkan
Ibu atopi 3 bulan pertama anak kena atopi (risiko lebih
tinggi)
Bila salah satu orang tua menderita atopi >
separuh anak mengalami gejala alergi sampai 2 tahun
dan meningkat sampai 79% bila kedua orang tua
menderita atopi

Kelainan
kuit

Papul gatal ekskoriasi dan likenifikasi, distribusinya di


lipatan (fleksural)

DERMATITIS ATOPIK
Keterangan
Gambaran
klinis

Kering, pucat, kadar lipid di epidermis berkurang, dan


kehilangan air lewat epidermis meningkat
Jari tangan teraba dingin
Cenderung tipe astenik, dengan inteligensia di atas
rata rata, sering merasa cemas, egois, frustasi,
agresif, atau merasa ketakutan

Gejala utama

Pruritus dapat hilang timbul sepanjang hari malam


hari menggaruk timbul bermacam macam
kelainan di kulit berupa papul, likenifikasi, eritema,
erosi, ekskoriasi, eksudasi dan krusta

Imunohistolog Tidak spesifik


i
Lesi akut/awal ditandai dengan spongiosis, eksositosis
limfosit T
Dermis : edema, bersebukan sel radang terutama
limfosit T, makrofag, sel mas jumlahnya masih dalam
batas normal, tetapi dalam keadaan degranulasi
Pembuluh darah peningkatan ekspresi molekul adesi
E-selektin, VCAM-1 dan ICAM-1 pada sel endotel
untuk memfasilitasi masuknya sel radang yang berasal

DERMATITIS ATOPIK
Keterangan
Imunohistolog Lesi kronis D.A menunjukkan hiperkeratosis dan
i
akantosis
Dermis bersebukan sel radang, terutama makrofag dan
eosinofil
Eosinofil melepaskan major basic protein dan eosinofil
cationic protein ke dalam kulit dan sirkulasi

FASE DERMATITIS ATOPIK


Fase

Keterangan

D.A infantil
(usia 2 bulan
2 tahun)

Paling sering pada tahun pertama kehidupan, biasanya


setelah usia 2 tahun
Lesi mulai di muka (dahi,pipi) berupa eritema,
papulovesikel yang halus, karena gatal digosok, pecah,
eksudatif krusta, meluas ke tempat lain skalp,
leher, pergelangan tangan, lengan dan tungkai
Lesi D.A infantil eksudatif, banyak eksudat, erosi,
krusta, dan dapat mengalami infeksi
Lesi dapat meluas generalisata bahkan walaupun
jarang, dapat terjadi eritoderma
Lambat laun lesi kronis dan residif
Setelah usia 18 bulan tampak likenifikasi
Sembuh setelah 2 tahun, sebagian berlanjut ke
bentuk anak

D.A pada
anak (usia 2
10 tahun)

Kelanjutan bentuk infatil, atau timbul sendiri (de novo)


Lesi lebih kering, tidak begitu eksudatif, lebih banyak
papul, likenifikasi, dan sedikit skuama
Letak : kulit di lipat siku, lipat lutut, pergelangan
tangan, bagian fleksor, kelopak mata, leher jarang di
muka

FASE DERMATITIS ATOPIK


Fase
D.A pada
remaja dan
dewasa

Keterangan
Berupa plak papular eritematosa dan berskuama, atau
likenifikasi yang gatal
Letak : di lipat siku, lipat lutut, dan samping leher, dahi,
dan sekitar mata
Distribusi lesi kurang karakteristik, sering mengenai
tangan dan pergelangan tangan, dapat pula ditemukan
setempat bibir, vulva, putting susu, atau skalp
Kadang erupsi meluas,dan paling parah di lipatan,
mengalami likenifikasi
Lesi kering, agak menimbul, papul datar, dan
cenderung bergabung plak likenifikasi dengan sedikit
skuama, dan sering terjadi eksoriasi dan eksudasi
karena garukan lambat laun hiperpigmentasi
Lesi sangat gatal terutama malam haru
Kambuh saat stres menurunkan rangsang ambang
gatal
Berlangsung lama, kemudian cenderung menurun dan
membaik setelah usia 30 tahun

Beberapa kelainan dapat meyertai D.A :

hiperlinearis palmaris
Xerosis kutis
Iktiosis
Pomfoliks
Pitriasis alba
Keratosis pilaris
Lipatan Dennie Morgan
Penipisan alis bagian luar (tanda Hertoghe)
Keilitis
Katarak subskapular anterior
Lidah geografik
Liken spinulosus
Keratokonus
Cenderung mudah megalami kontak uritikaria, reaksi
anafilaksis terhadap obat, gigitan atau sengatan
serangga

Diagnosis
Kriteria Mayor
Pruritus
Dermatitis di muka/ekstensor pada bayi dan
anak
Dermatitis di fleksura dewasa
Dermatitis kroniksatau residif
Riwayat atopi pada penderita atau
keluarganya

Kriteria Minor
Xerosis
Infeksi kulit (khususnya S. aureus dan virus herpes
simplex)
Dermatitis nonspesifik pada tangan atau kaki
Iktiosis/hiperlinearis palmaris/keratosis pilaris
Pitriasis alba
Dermatitis di papila mame
White dermographism dan delayed blanch response
Keilitis
Lipatan infra orbital Dennie-Morgan
Konjungtivitis berulang
Katarak subkapsular anterior
Orbita menjadi gelap

Muka pucat/eritem
Gatal bila berkeringat
Intolerans terhadap wol atau pelarut lemak
Aksentuasi perifolikular
Hipersensitif terhadap makanan
Perjalanan penyakit dipengaruhi oleh faktor
lingkungan dan atau emosi
Tes kulit alergi tipe dadakan positif
Kadar IgE di dalam serum meningkat
Awitan pada usia dini
Mempunyai 3 kriteria mayor dan 3 kriteria
minor

Diagnosis
Untuk bayi
Kriteria mayor
Riwayat atopi pada penderita
Dermatitis di muka/ekstensor pada bayi dan
anak
Pruritus
Kriteria minor
Xerosis/iktiosis/hiperlinearis palmaris
Aksentuasi perifolikular
Fisura belakang telinga
Skuama di skalp kronis

Diagnosis Banding

Dermatitis Seboroik
Dermatitis Kontak
Dermatitis Numularis
Skabies
Iktiosis
Psoriasis
Dermatitis herpetiformis
Sindrom Sezary
Penyakit Letterer-Siwe
Pada bayi : sindrom imunodefisiensi, misalnya
Sindrom Wiskott-Aldrich dan Sindrom Hyper-IgE

Penatalaksanaan
Pengobatan topikal
Hidrasi
Kortikosteroid topikal efek antiinflamasi,
antipruritus, dan efek vasokonstriktor
Imunomodulator topikal
Takrolimus
Pimekrolimus
Preparat Ter
Antihistamin
Pengobatan sistemik
Kortikosteroid, antihistamin, anti-infeksi,
interferon, siklosporin
Terapi Sinar

Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik

Napkin
Eczema

Peradangan kulit yang terjadi pada bayi dan anakanak sebagai akibat kontak yang lama dengan urine
dan feses, terjadi pada daerah genital, abdomen
bawah, dan paha dalam.

Etiologi

ammonia dan bakteri usus.

Tanda dan
gejala

Kemerahan kulit dengan ulkus dan bisul.

Tatalasana

Dicuci dengan air bersih kemudian diberikan mild


moisturizer, jangan menggunakan sabun atau
disinfektan.
Steroid cream.
Jika disebabkan oleh bakteri atau jamur, diberikan
cream antibiotik.

Napkin Eczema

DERMATITIS NUMULARIS
Keterangan
Definisi

Berupa lesi berbentuk mata uang (coin) atau agak


lonjong, berbatas tegas dengan effloresensi berupa
papulovesikel, biasanya mudah pecah sehingga basah
(oozing)

Sinonim

Ekzem numular, ekzem discoid, neurodermatitis


numular

Epidemiolgi

Pria > wanita


Usia puncak 55-65 tahun
Wanita 15-25 tahun

Etiopatogenes Diduga stafilokokus dan mikrokokus ikut berperan,


is
mungkin lewat mekanisme hipersensitivitas
Dermatitis kontak, alergi terhadap nikel, krom, kobal,
demikian pula iritasi dengan wol dan sabun
Trauma fisis dan kimiawi
Stres dan minumam alkohol eksaserbasi
Gejala

Gatal sekali
Lesi akut vesikel dan papulovesikel membesar
dengan cara berkonfluensi/meluas ke samping
membentuk lesi karakteristik seperti uang logam,

DERMATITIS NUMULARIS
Keterangan
Histopatologi

Ditemukan spongiosis, vesikel intraepidermal, sebukan


sel radang limfosit dan makrofag di sekitar pembuluh
darah
Lesi kronis akantosis teratur, hipergranulosis dan
hiperkeratosis, spongiosis ringan
Dermis bagian atas fibrosis, sebukan limfosit dan
makrofag di sekitar pembuluh darah

Diagnosis

Didasarkan gambaran klinis

Diagnosis
banding

Dermatitis kontak, dermatitis atopik, neurodermatitis


sirkumskripta, dan dermatimikosis

Terapi

Kulit kering pelembab/emolien


Secara topikal lesi obat anti inflamasi
Lesi masih eksudatif kompres dengan larutan
permanganas kalikus 1 : 1000
Infeksi bakterial antibiotik sistemik
Kasus berat kortikosteroid sistemik dalam jangka
pendek
Pruritus antihistamin golongan H1
22% sembuh, 25% pernah sembuh, 55% tidak pernah

Prognosis

DERMATITIS STASIS
Keterangan
Definisi

Dermatitis sekunder akibat insufiensi kronik vena ( atau


hipertensi vena) tungkai bawah

Sinonim

Dermatitis gravitasional , ekzem stasis, dermatitis


hipostatik, ekzem varikosa, dermatitis venosa

Etiopatogenesi
s

Masih belum jelas,


Ada teori mengatakan: dengan meningkatnya tekanan
hidrostatik dalam sistem vena, terjadi kebocoran
fibrinogen masuk ke dalam dermis. Selanjutnya
fibrinogen diluar pemb.darah akan berpolimerasi
membentuk selubung fibrin perikapiler dan interstisium,
sehingga menghalangi difusi oksigen dan makanan yang
dibutuhkan untuk kelangsungan hidup kulit terjadi
kematian sel.
Ada hipotesis yang kurang mendukung, bahwa: Derajat
endapan fibrin tidak berhubungan dengan luasnya
insufisiensi vena dan tekanan oksigen transkutan
Teori lain: adanya hubungan arterio-vena hipoksi dan
kekurangan
bahan makanan di kulit yang terkena gangguan

DERMATITIS STASIS
Keterangan
Etiopatogen
esis

Ada hipotesis perangkap faktor pertumbuhan (growth


factor trap hypothesis): keluarnya molekul makro
(fibrinogen, alpha 2-makroglobulin) ke dalam dermis akibat
hipertensi vena atau kerusakan kapiler, akan
memperangkap growth factor dan substansi stimulator lain
atau homeostatik tidak mampu mempertahankan
integritas jaringan dan proses perbaikan bila terjadi luka
akibat trauma yang ringan sekalipun
Hipotesis terperangkapnya sel darah putih: akibat
hipertensi vena perbedaan tekanan antara sistem arteri
dan vena menurun, kecepatan aliran darah dalam kapiler
antara 2 sistem tersebut berkurang mengakibatkan
agregasi eritrosit dan sumbatan oleh leukosit di dalam
kapiler iskemia

Gambaran
klinis

Tekanan vena yang meningkat mengakibatkan pelebaran


vena pada tungkai bawah / varises dan edema kulit
berwarna merah kehitaman dan timbul purpura (karena
ekstravasasi sel darah merah kedalam dermis) dan
hemosiderosis.
Edem dan varises (bila penderita lama berdiri) dimulai

DERMATITIS STASIS
Keterangan
Diagnosis
Banding

Dermatitis kontak (dapat terjadi bersama sama),


dermatitis numularis, penyakit schamberg

Terapi

Mengatasi edema: tungkai dinaikkan waktu tidur /


duduk. Bila tidur kaki diangkat di atas permukaan
jantung selama 30 menit, dilakukan 3-4 x sehari maka
edem akan menghilang / berkurang
Apabila sedang menjalani aktivitas, memakai kaos
kaki penyangga varises / pembalut elastis
Eksudat di kompres dan setelah kering di beri krim
kortikosteroid potensi rendah sampai sedang
Antibiotik sistemik: untuk mengatasi infeksi sekunder

Komplikasi

Ulkus diatas maleolus disebut ulkus venosum / ulkus


varikosum
Infeksi sekunder : selulitis

Perioral Dermatitis
Inflammatory skin disorder of young woman (1525 y.o) and children.
Distribution : periorificial (mouth, eyes, nose)
Etiology : misuse of potent topical corticosteroid

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Clinical Findings
Primary lesion : small discrete, grouped
erythematous
papules,
vesicles,
pustules,
symmetrical, but can be unilateral and appear di
perioral, perinasal, periorbital region.
Prognosis : self limited disorder evolves in few
weeks resolves in month-(rarely) years

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Perioral Dermatitis

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Differential Diagnosis

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Treatment

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Liken Simpleks Kronikus


Neurodermatitis sirkumskripta dan liken
Vidal.
Peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip,
ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit
tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai
kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan
yang berulang karena berbagai rangsangan
pruritogenik.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Lichen Simplex Chronicus


Mengenai dewasa usia 30-50 tahun (ratarata pada usia 48 tahun), wanita > pria
Pada pasien dengan DA onset lebih cepat
(rata-rata pada usia 19 tahun)
Menggosok dan menggaruk lesi yang gatal
liken simpleks kronikus

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Etiopatogenesis
Pruritus likenifikasi dan pririgo nodularis.
Penyakit yang mendasari (GGK, obstruksi saluran
empedu, limfoma Hodgkin, hipertiroidia, DA, DKA,
gigitan serangga, dan aspek psikologik)
pruritus
Prurigo nodularis eosinofil (protein X dan
protein kationik) degranulasi sel mast

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Lichen Simplex Chronicus


Etiologi
pruritus
:
insufisiensi
renal,
hiper/hipotiroidism, gagal liver, AIDS, infeksi
parasit atau keganasan.
Anogenital liken simpleks kronikus faktor
lingkungan (panas, keringat, iritasi)
Faktor psikologik emosional : riwayat
depresi, anxietas, psikosis lainnya yang
masih bisa diterapi.

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Lichen Simplex Chronicus

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Gejala Klinis
Gatal sekali digaruk
luka nyeri
Lesi biasanya tunggal,
awalnya
plak
eritematosa
sedikit
edematosa
Lambat laun edema
dan
eritema
menghilang

Bagian
tengah
berskuama
dan
menebal,
likenifikasi
dan
ekskoriasi,
sekitarnya
hiperpigmentasi,
batas dengan kulit
normal tidak jelas

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Gejala Klinis
Gambaran klinis dipengaruhi oleh lokasi dan
lamanya lesi.
Biasa terjadi pada usia dewasa ke atas, puncak
insiden : 30-50 tahun
Wanita lebih sering daripada pria.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Gejala Klinis
Predileksi tempat : scalp, tengkuk, samping leher,
lengan bagian ekstensor, pubis, vulva, skrotum,
perianal, paha bagian medial, lutut, tungkai
bawah lateral, pergelangan kaki bagian depan,
dan punggung kaki.
Neurodermatitis daerah tengkuk umumnya
hanya pada wanita : plak kecil di tengah tengkuk
atau dapat meluas hingga ke scalp.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Gejala Klinis
Prurigo nodularis akibat garukan atau korekan
tangan penderita yang berulang-ulang pada
suatu tempat.
Lesi (multiple, sering di ekstremitas, berukuran
mulai beberapa mm - 2 cm) : nodus berbentuk
kubah, permukaan mengalami erosi tertutup
krusta dan skuama keras dan hiperpigmentasi

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Manifestasi Klinis
Anamnesis
:
pruritus
berat
(paroksismal,
kontinue, sporadik)
Menggosok dan menggaruk :
Sadar luka nyeri
Tidak sadar : saat tidur
Berat pruritus lebih buruk dalam keadaan
berkeringat, panas, iritasi pakaian dan distres
psikologis.

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Manifestasi Klinis

Lesi kutaneus :
Terus-menerus digosok/digaruk likenifikasi (kulit
menebal dengan accenuated skin markings , scaly
plaque + ekskoriasi
Kronik hipo/hiperpigmentasi
Biasanya 1 plak tetapi bisa terjadi pada > 1 lokasi
Lokasi : scalp, tengkuk leher (wanita), pergelangan kaki,
ekstensor pada ekstremitas, area anogenital (labia
majora dan skrotum), paha bagian dalam.

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Pemeriksaan Histopatologi
Berbagai derajat hiperkeratosis dengan
parakeratosis
dan
orthokeratosis,
hipergranulosis,
hiperplasia
epidermis
psoriasiform.
Dermis papillary kolagen menebal +
coarse bundles and vertical streaks.
Infiltrasi
inflamasi
(eosinofil,
histiosit,
limfosit) pada sekitar pleksus vaskular
superfisial.
Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Diagnosis Banding

Liken planus,
Liken amiloidosis,
Psoriasis,
Dermatitis atopik

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Diagnosis Banding

Lichenified atopic eczema


Lichenified psoriasis
Hypertrophic lichen planus
Daerah genital : extramammary paget
disease
Rule out : vulva/perianal (underlying lichen
sclerosus, HPV, tinea cruris) and scrotum
(underlying HPV, tinea cruris)

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Differential Diagnosis

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Tatalaksana
Garukan memperburuk keadaan penyakit
meminta pasien untuk menghindari.
Antipruritus, KS topikal atau intralesi
mengurangi rasa gatal

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Tatalaksana
Antipruritus
Antihistamin
efek
sedatif
:
hidrosizin,
difenhidramin, prometazin
Antihistamin tranquilizer
Antihistamin topikal : krim doxepin 5% jangka
pendek (maksimum 8 hari)

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Tatalaksana
Kortikosteroid
Topikal/salep : efek anti-inflamasi
Suntikan intralesi

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Tatalaksana
Menghindar menggosok/menggaruk bagian
yang gatal secara berlebihan.
Mencari penyebab sistemik dari pruritus
tersebut
1st line : Steroid topikal poten (Non-steroid
antipruritus : mentol, fenol, pramoksin) ;
steroid intralesi (triamsinolon asetonida)

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Tatalaksana
Antihistamin anti sedasi mengurangi
pruritus pada malam hari : hidrosizin,
antidepresan triskilik (doksepin)
SSRI mengurangi pruritus pada waktu
siang atau pada pasien dengan OCD

Fitzpatricks Dermatology in
General Medicine, 7th ed,

Prognosis
Bergantung pada penyebab pruritus (penyakit
yang mendasari) dan status psikologik penderita.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Miliaria
Definisi
Kelainan kulit akibat retensi keringat,
ditandai dengan adanya vesikel milier
Sinonim
Biang keringat
Keringat buntet
Liken Tropikus
Prickle Heat
Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, Edisi 6

Miliaria kristalina
Manifestasi klinis
Ditandai dengan adanya vesikel berdiameter 12mm (t.u pd badan setelah bnyk berkeringat)
Vesikel bergerombol tanpa tanda radang pd
bagian yg tertutup pakaian
Tidak memberi keluhan, sembuh sisik halus
Histopatologik: gelembung intra/subkorneal

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Miliaria rubra
Manifestasi klinis
Pada Badan dan tempat2 tekanan/gesekan
pakaian
Ditandai adanya papul eritematosa & papul
vesikular ekstrafolikular yg gatal dan pedih
Pada org yg tiadak biasa di daerah tropik.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Miliaria profunda
Manifestasi klinis
Pada daerah tropis, timbul stl miliaria rubra
Papul putih, keras berukuran 1-3 mm (papul >
vesikel)
Tidak gatal dan tidak merah
Lokasi pada badan dan ekstremitas
Histopatologik : saluran kelenjar keringat yg pecah
pd dermis bag. atas.

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

Miliaria profunda

Pengobatan
Miliaria
kristalina

Miliaria rubra

Miliaria
profunda

Hindari panas
berlebihan

Pakaian yang tipis menghindari


dan menyerap
panas dan
keringat
kelembaban yang
berlebihan

Ventilasi yang
baik

bedak salisil 2%
dibubuhi mentol

regulasi suhu
yang baik dan
pakaian yang tipis

Pakaian yang tipis Losio Faberi


losio calamin
efek anti pruritus dengan atau
dan menyerap
mentholum atau
keringat
tanpa menthol
camphora pada
losia Faberi

0.25% atau resorsin


3% dalam alkohol

ERUPSI OBAT ALERGIK


Merupakan: Reaksi alergik pd kulit / daerah
mukokutan yg terjadi sbg akibat pemberian obat
yg biasanya sistemik.

GAMBARAN KLINIS

Pustulosis eksantematosa
generalisata akut

Jarang, diduga disebabkan oleh alergi


obat, infeksi akut oleh enterovirus,
hipersensitivitas thdp merkuri &
dermatitis kontak.
Kelainan kulit: pustul2 miliar
nonfolikular pd kulit yg eritematosa
disertai purpura & lesi menyerupai lesi
target.
Kelainan kulit timbul pd wkt demam
tinggi (>38oC).

Gambaran klinis
Erupsi makulapapular /
morbiliformis
(erupsi eksantematosa)

Urtikaria & angioedema

Fixed drug eruption (FDE)

Dpt diinduksi oleh hampir semua obat.


Erupsi generalisata & simetris terdiri atas eritema,
pruritus (selalu), kdg2 demam, malese & nyeri
sendi.
Lesi timbul dlm 1-2 mgg stlh dimulai th/.
Ampisilin, NSAID, sulfonamid & tetrasiklin.
Angioedema yg berbahaya asfiksia (bila
menyerang glotis).
Keluhan: gatal & panas pd tmpt lesi.
Timbul mendadak & hilang perlahan2 dlm 24 jam.
Urtikaria dpt disertai demam, malese, nyeri
kepala & vertigo.
Predileksi angioedema: daerah bibir, kelopak
mata, genitalia eksterna, tangan & kaki.
Penisilin, asam asetilsalisilat & NSAID.
Eritema & vesikel berbtk bulat / lonjong &
biasanya numular, kmdn meninggalkan bercak
hiperpigmentasi yg lama hilang (srg menetap).
Kelainan akan timbul berkali2 pd tmpt yg sama.
Predileksi: sekitar mulut, daerah bibir & daerah

Gambaran klinis
Eritoderma (dermatitis
eksfoliativa)
Purpura

Vaskulitis

Reaksi fotoalergik

Eritema tanpa skuama; skuama baru timbul


pd stadium penyembuhan.
Sulfonamid, penisilin & fenilbutazon.
Simetris, muncul di sekitar kaki, trmsk
pergelangan kaki / tungkai bawah.
Erupsi berupa bercak sirkumskrip berwarna
merah kecoklatan & disertai rasa gatal.
Simetris pd ekstremitas bwh & daerah
sakrum.
Disertai demam, mialgia, & anoreksia.
Sulfonamid, penisilin, NSAID,
antidepresan & antiaritmia.
Kelainan kulit: eritema & nodus yg nyeri dgn
eritema di atasnya disertai demam & malese.
Predileksi: daerah ekstensor tungkai bwh.
Gambaran klinis = dermatitis kontak alergik.
Lokalisasi: tmpt yg terpajan sinar matahari,
meluas ke daerah yg tidak terpajan matahari.
Fenotiazin, sulfonamida, NSAID &

Eritema multiforme
Warfarin (Coumadin) necrosis
involving the leg.

papula dan annular plak

Erythroderma

Vasculitic reaksi pada kaki

Fixed drug eruption

Liken planus di leher

Pengobatan
Sistemik

Topikal

Kortikosteroid (Tablet prednison) :


urtikaria eritema, dermatitis
medikamentosa, purpura, eritema
nodusum, eksantema fikstum dan
P.E.G.A

Kering (eritema, urtikaria)


bedak salisilat 2% + obat
antipruritus

Antihistamin (sedatif/ rasa gatal)

Basah (dermatitis medikamentosa)


kompres (as.Salisilat 1%)

Purpura dan eritema nodusum tidak perlu topikal


Eksantema fikstum basah : kompres; kering : krim kortikosteroid
Eritroderma dengan eritema menyeluruh dan skuamosa salap lanolin 10%
Prognosi Baik: erupsi kulit dapat sembuh jika penyebab dan
s
penatalaksanaan sesuai
Buruk: pada bentuk eritroderma , dan sindrom lyell & steven
johnson, bergantung luas kulit yang terkena

VITILIGO
Adalah hipomelanosis idiopatik
Dapat ditandai dengan adanya makula
putih yang dapat meluas
Mengenai seluruh bagian tubuh yang
mengandung sel melanosit
Epidemiologi
Awitan terbanyak sebelum umur 20
tahun
Di pengaruhi faktor genetik
Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, Edisi 6

ETIOPATOGENESIS
1. Hipotesis autoimun
Hubungan dengan tiroiditis Hashimoto, anemia
pernisiosa dan hipoparatiorid melanosit
2. Hipotesis neurohumoral
Kemungkinan adanya produk intermediate
yang terbentuk selama sintesis katekol yang
mempunyai efek merusak melanosit
3. Autositotoksik
Tirosin, dopa dan dopakrom sitotoksik
terhadap melanosit
4. Pajanan terhadap bahan kimia
Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, Edisi 6

KLASIFIKASI

Ilmu Penyakit Kulit dan


Kelamin, Edisi 6

DIAGNOSIS
1. Evaluasi klinis
2. Pemeriksaan Histologi
3. Pemeriksaan biokimia

DIAGNOSIS BANDING

Piebaldisme
Sindrom Wardenburg
Sindrom Woolf
Nevus depigmentosus
Tuberosklerosis

Hipomelanosit
Tinea versikolor
Pitiriasis alba
Hipopeigmentasi
pasca-inflamasi
Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, Edisi 6

PENGOBATAN
Usia < 18 tahun
Losio metoksalen 1% yang diencerkan 1:10
dengan spiritus dilutus

Usia > 18 tahun


Pengobatan digabung dengan kapsul
metoksalen 10 mg, dimakan 2 kapsul
sebelum berjemur, seminggu 3x.

MBEH (monobenzylether of
hydroquinon) 20% untuk vitiligo yg luas
lebih dari 50% permukaan kulit
Tindakan pembedahan tandur kulit
Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin, Edisi 6

HIPERPIGMENTASI
ETIOLOGI

Sel melanosit b(+) maupun hanya k/


pigmen melanin saja yg b(+).

KLASIFIKASI

H. Coklat jk pigmen melanin terletak


pd epidermis.
H. abu2 jk pigmen melanin terletak
didlm dermis.

CONTOH

Melasma,Lentiginosis, Efelid, Lentigo


Senilis, Melanosis Riehl

KLASIFIKASI Berdasarkan gmbrn klinis :


btk sentro-fasial dahi, hidung, pipi bag medial, bwh hidung,
dagu
btk malar hidung dan pipi bag lateral
btk mandibular daerah manibula
Berdasarkan pem dgn sinar Wood :
tipe epidermal melasma tampak > jls
tipe dermal melasma tdk tampak warna kontras
tipe campuran tamapak bbrp lokasi > jls sedang yg lainnya
tdk jls.
Tipe sukar k/ warna kulit gelap, dgn sinar Wood mjd tdk jls,
dgn sinar biasa jls.
Berdasarkan pem histopatologis :
tipe epidermal coklat, melanin trdpt pd lap basal dan
suprabasal, seluruh str. Korneum dan spinosum.
tipe dermal coklat kebiruan, makrofag bermelanin disekitar
PD didermis bag atas dan bwh, pd dermis trdpt fokus2 infiltrat.

PATOGENESI
S

p prosuksi melanosom k/ hormon / sinar UV / bahan


farmakologik spt perak dan psoralen.
penghambatan dlm Malpghian cell turn over k/ obat
sitostatik.

GEJALA

Makula cokalt muda / tua, batas tegas, tepi tdk teratur


Pola malar pd pipi dan hidung
Pola mandibular pd dagu
Pola sentrofasial di pelipis, dahi, alis, bibir atas
Warna abu2 atau biru tu pd tipe dermal

PP

Pemeriksaan histopatologis
Pemeriksaan ME
Pemeriksaan dgn sinar Wood

DIAGNOSIS

Ditegakan dgn pem klinis.


u/ menentukan tipe pem sinar Wood

Hiperpigmentasi pasca
inflamasi
Penggelapan kulit di daerah cedera atau gangguan
kulit dari meningkatnya pigmen (melanin) yang
tersisa dari proses penyembuhan.

Etiologi
Jerawat
Cedera kulit (goresan, luka, luka bakar, digigit
serangga)
dermatitis atopik

Penatalaksanaan
melindungi diri dari sinar matahari dengan
pakaian, topi, dan tabir surya (SPF 15 atau lebih).
Gunakan make-up untuk menutupi daerah yang
terkena.

HIPOPIGMENTASI
DEFINISI

P(-) jmlh pigmen melanin / b(-) maupun


tdk adanya sel melanosit.

CONTOH

Vitiligo, Albinisme Okulokutanea, sindrom


Alezandrini, sindrom Chediak Higashi,
Piebaldism, Leukoderma

ETIOLOGI

Jerawat
Cedera kulit (goresan, luka, luka bakar,
digigit serangga)
dermatitis atopik

Hipopigmentasi paska
inflamasi
Hilangnya warna kulit setelah penyembuhan kulit dari
cedera.
Sel-sel yang menghasilkan pigmen (melanosit) rusak
atau hancur dalam proses penyembuhan.
ETIOLOGI
cedera kulit (luka bakar, luka, atau pembedahan)
gangguan kulit (jerawat, eksim, cacar, dermatitis
seboroik).
Beberapa obat dapat menyebabkan kulit cerah pada
orang berkulit gelap (misalnya, krim cortisone atau
produk benzoyl peroxide).
GEJALA
Terdapat kulit yang berwarna putih atau cerah
Ukuran, bentuk, dan daerah yang terkena tergantung
pada penyebabnya

MELASMA (kloasma)
DEFINISI

Hipermelanosis didpt pd umumnya simetris,


brupa makula yg tdk merata berwarna coklat
muda-tua, mengenai area yg terpajan sinar UV
dgn tmpt predileksi : pipi, dahi, atas bibir, hidung,
dagu.

EPIDEMIOLOGI

Mengenai smua ras, daerah tropis.


Wanita usia subur, riwayat lgsg terkena pajanan
sinar matahari (30-44th)
Dpt mengenai wanita hamil, minum pil
kontrasepsi, kosmetik, obat, dll.

ETIOLOGI

Sinar UV, hormon, obat, genetik, ras, kosmetik,


idiopatik

TERAPI

Butuh wkt lama, kontrol teratur, berobat k/ alasan


kosmetik.
Perawatan kulit yg teratur
Pengobatan kausal cari e/ nya
Pengobatan TOPIKAL : hidrokortison, as retinoat,
as azeleat
Pengobatan SISTEMIK : as aksorbat / vit C,
Glutation
Tindakan khusus : pengelupasan kimiawi, bedah
laser

PENCEGAHAN Perlindungan thd sinar matahari antara pk 09.0015.00


Menghilangkan fktr penyebab melasma c/
menghentikan pemakaian pil kontrasepsi, kosmetik,
mencegah pemakain obat yg mjd e/ nya.