Anda di halaman 1dari 21

UJI KAI KUADRAT

KELOMPOK 2 :
GRECYA APRILIA
(G1H014002)
PRAMESLIA H
(G1H014014)
FAHRUDIN A
(G1H014018)
ANI FATIMAH
(G1H014035)
SABILA R
(G1H014037)

PENGERTIAN
Uji kai kuadrat (2) adalah salah
satu jenis uji komparatif non
parametris yang dilakukan pada
dua variable.
Misalnya : ingin mengetahui
hubungan antara status gizi ibu
(baik atau kurang) dengan kejadian
BBLR (ya atau tidak).

KEGUNAAN
Uji Kai Kuadrat dapat digunakan
untuk
menguji :
1. Uji 2untuk ada tidaknya
hubungan antara dua variabel
(Independency test).
2. Uji 2untuk homogenitas
antar- sub kelompok
(Homogenity test).
3. Uji 2untuk Bentuk

SYARAT :

Syarat uji Kai Kuadrat :


Sampel dipilih secara acak
Semua pengamatan dilakukan
dengan independen
Setiap sel paling sedikit berisi
frekuensi harapan sebesar 1
(satu). Sel-sel dengan frekuensi
harapan kurang dari 5 tidak
melebihi 20% dari total sel
Besar sampel sebaiknya > 40
(Cochran, 1954)

RUMUS UJI X 2
(O E )

E
2

X2= Nilai X2
O = Nilai observasi
E = Nilai ekspektasi
Nilai X2 digunakan untuk menghitung
nilai p yang menjadi salah satu patokan
dalam menolak/ gagal menolak Ho.

RUMUS UJI X 2 (TABEL


KENTINGENSI 2X2)
Kelompok

Kasus

Kontrol

Jumlah

Ada (+)

a+b

Tidak (-)

c+d

Jumlah

a+c

b+d

a+b+c+d
(N)

Respon

N (ad bc)

(a c)(b d )(a d )(c d )

DEGREE OF FREEDOM
(DERA J AT KEBEBASAN)

Distribusi X2 bergantung pada derajat


kebebasannya (df)
Rumus menghitung df :

df (b 1)(k 1)
df = derajat kebebasan
b = banyaknya baris
k = banyaknya kolom

NILAI EKSPEKTASI (HARAPAN)


Jika nilai harapan (E) belum
diketahui, dapat dihitung dengan
rumus:

TB TK
E
T

TB = Total baris
TK= Total kolom
T = Total seluruhnya

UJI INDEPENDENSI
Hubungan antara kebiasan merokok dan tekanan darah

Bukan
perokok

Perokok
ringan

Perokok
berat

Total

Hipertensi

470

512

49

1031

Normotensi

1073

608

43

1724

Total

1543

1120

92

2755

Ho: tidak ada hubungan antara kebiasaan merokok dan


tekanan darah
Ha: ada hubungan antara kebiasaan merokok dan
tekanan darah

NILAI HARAPAN
Bukan
perokok

Perokok
ringan

Perokok
berat

Total

Hipertensi

577,4

419,1

34,4

1031

Normotensi

965,6

700,9

57,6

1724

Total

1543

1120

92

2755

HASIL DAN KESIMPULAN


Penyelesaia
n:
2
(
O

E
)
2
E
Bukan Perokok
Perokok ringan

Perokok berat

Hipertensi

19,97

20,59

6,19

Normotensi

11,94

12,31

3,70

Total

74,72

X2 hitung =
74,72
X2 tabel =
5,991
df = (3-1)(21)

X2 hitung > X2
tabel
H0 ditolak
(ada hubngan
antara
kebiasaan

UJI HOMOGENITAS
Sikap terhadap Kesetaraan Pria-Wanita
Sikap

Setuju

Tidak setuju

Ukuran sampel

Pria

30

70

100

Wanita

45

55

100

Total

75

135

200

Jenis

Ho: tidak ada perbedaan sikap setuju / tidak setuju terhadap


kesetaraan pria-wanita antara wanita dan pria
Ha: ada perbedaan sikap setuju / tidak setuju terhadap
kesetaraan pria-wanita antara wanita dan pria

NILAI HARAPAN
Sikap

Setuju

Tidak setuju

Total

Pria

37,5

62,5

100

Wanita

37,5

62,5

100

Total

75

125

200

Jenis

HASIL DAN KESIMPULAN


Penyelesaia
n:
2
(
O

E
)
2
Sikap
Setuju E

Tidak Setuju

Jenis
Pria

1,5

1,5

Wanita

0,9

0,9

Total

9,6

X hitung =
9,6
X2 tabel =
3,841
df = (2-1)(21)
2

X2 hitung > X2 tabel


H0 ditolak
(ada perbedaan sikap
setuju / tidak setuju
terhadap
kesetaraan priawanita antara
wanita dan pria)

UJI GOODNESS OF FIT


Hubungan antara suplai asupan lauk dengan status anemia

Anemia

Ya

Tidak

Ukuran sampel

Kurang

60

20

80

Baik

20

50

70

Total

80

70

150

Asupan
lauk

Ho: tidak ada hubungan antara suplai asupan lauk dengan


status anemia
Ha: ada hubungan antara suplai asupan lauk dengan status
anemia

NILAI DAN KESIMPULAN


N (ad bc)

(a c)(b d )(a d )(c d )


150 ((60)(50) (20)(20))

(60 20)(20 50)(60 50)(20 20)

2 41,15

X hitung =
41,15
X2 tabel =
3,841
df = (2-1)(21)
2

X2 hitung > X2 tabel


H0 ditolak
(ada hubungan
antara suplai
asupan lauk dengan
status anemia)

REFERENSI
Sabri, Lukis dan Sutanto PH. 2006. Statistik Kesehatan.
Jakarta : PT Rajagrafindo Persada

TERIMAKASIH