Anda di halaman 1dari 32

SISTEM PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK

Energi Listrik dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pada dasarnya bagian
listrik yang dimanfaatkan adalah tenaganya, dan/atau sinyalnya.
Oleh sebab itu perkembangan ilmu dan teknologi tentang listrik dibagi ke dalam dua
kelompok besar yaitu: Teknik Tenaga Listrik (Power Engineering) dan
Teknik Elektronika (Electronic Engineering).
Ditinjau dari sisi energi energi listrik adalah energi antara.
Oleh sebab itu energi listrik disebut juga sumber energi sekunder.
Energi listrik dihasilkan dari sumber-sumber energi primer seperti minyak bumi,
batubara, gas alam, air, angin, matahari, biomassa, dll.
Kemudian energi listrik itu diubah lagi menjadi energi tertier yang dikenal dengan
energi akhir yaitu energi yang dibutuhkan pengguna (enduse) seperti :
penggerak (energi mekanik), penerangan (cahaya), pemanas, pendingin dsb.

Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik berfungsi

membangkitkan tenaga listrik melalui


berbagai macam pembangkit tenaga listrik.

SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

Pada pembangkit tenaga listrik ini sumber-

sumber tenaga alam dirubah oleh


penggerakmula menjadi tenaga mekanis yang
berupa torsi dan putaran, selanjutnya tenaga
mekanis tersebut diubah menjadi tenaga
listrik oleh generator.

SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

Sumber-sumber energi alam dapat berupa :


Bahan bakar yang berasal dari fossil :
batubara, minyak bumi, gas alam
Bahan galian : uranium, thorium
Tenaga air yang memiliki potensial tinggi
yakni, memiliki ketinggian jatuh air dan
debitnya
Tenaga angin, tenaga angin yang berpotensial
misal di daerah pantai dan pegunungan
Tenaga matahari, ada dimana-mana

Ada banyak jenis dari Pusat Pembangkitan

Tenaga Listrik yang beroperasi di Indonesia.


Secara garis besar, dapat dikelompokkan
menjadi :
dua (2) kelompok besar, yaitu ;
Pusat Pembangkitan Listrik Termal, dan
Pusat Pembangkitan Non-Termal

Pusat Listrik Termal adalah pusat

pembangkitan tenaga listrik yang melibatkan


proses panas (thermal) dalam pembangkitan
tenaga listriknya, umumnya tipe
pembangkitan ini membutuhkan bahan bakar
yang berasal dari bahan bakar fosil. Pusat
listrik tipe ini dapat dibagi lagi menjadi
beberapa jenis, yaitu :

Pusat Pembangkitan Listrik Termal,


Pusat Listrik Tenaga Uap Batubara / Coal Fired Power Plant

(PLTU Batubara / CFPP),


Pusat Listrik Tenaga Diesel / Diesel Engine Power Plant (PLTD /
DEPP),
Pusat Listrik Tenaga Gas / Gas Turbine Power Plant (PLTG / GTPP),
Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas / Gas Engine Power Plant
(PLTMG / GEPP),
Pusat Listrik Tenaga Gas Uap / Combined Cycle Power Plant
(PLTGU / CCPP),
Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi / Geothermal Power Plant
(PLTPB / GPP), dan
Pusat Listrik Tenaga Gasifikasi Batu Bara / Coal Gasification
Power Plant (PLTGB / CGPP).

Pusat Pembangkitan Listrik NonTermal


Pusat listrik ini dalam proses pembangkitan

tenaga listrik, menggunakan sumber energi


lain (alternatif) selain bahan bakar fosil,
sehingga tidak melibatkan proses panas
(thermal) didalamnya

Contoh Pusat Pembangkitan Listrik Non-Termal

Pusat Listrik Tenaga Air / Hydro Power Plant

(PLTA / HPP),
Pusat Listrik Tenaga Surya / Solar Cell Power
Plant (PLTS / SCPP),
Pusat Listrik Tenaga Angin (Bayu) / Wind
Turbine Power Plant (PLTB / WTPP).

PLTU

SISTEM PEMBANGKITAN

Energi alam yang berasal dari air terjun

maupun aliran sungai akan menghasilkan


pembangkit hidro berupa
Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)

PLTA

PLTA

Turbin Air

Perbandingan PLTA

Perhitungan Teknis

Potensi daya mikrohidro dapat dihitung dengan


persamaan:
Daya (P) = 9.8 x Q x Hn x h
di mana:
P = Daya (kW)
Q = debit aliran (m3/s)
Hn = Head net (m)
9.8 = konstanta gravitasi
h = efisiensi keseluruhan.

Contoh :
Misalnya, diketahui data di suatu lokasi adalah

sebagai berikut: Q = 300 m3/s, Hn = 12 m


h = 0.5.
Maka, besarnya potensi daya (P) adalah:
P = 9.8 x Q x Hn x h
= 9.8 x 300 x 12 x 0.5
= 17640 W
= 17,64 kW

Sumber Energi Terbarukan


Energi alam berupa tenaga angin, tenaga

pasang naik dan pasang surut air laut masih


belum termanfaatkan dengan baik

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT (PLTGL)

Pada dasarnya gelombang laut atau aliran


arus laut akan membuat pergerakan ke alat
konversi energi yang berada didekatnya,
yang kemudian alat koversi itu akan
membuat turbin bergerak dan menghasilkan
energi listrik
Untuk cara kerja tiap alat berbeda beda,
sesuai jenisnya masing masing, berikut
adalah beberapa contoh PLTGL dengan garis
besar cara kerja alatnya :

Maksud / Tujuan mempelajari mata kuliah


: Sistem Pembangkit Energi listrik
Mahasiswa mampu memahami konversi

energi primer menjadi energi listrik, cara kerja


penggerak mula, prinsip kerja Mesin Sinkron
sebagai generator pembangkit listrik.

Silabus
Pembangkitan, pusat listrik, alternator,

konstruksi generator sinkron, kecepatan putar


generator sinkron, rangkaian ekivalen,
diagram phasor, daya dan torsi, paralel
generator, steady state.

Referensi
Marsudi, Djiteng, 2005, Pembangkitan Energi Listrik,

Erlangga.
Wildi T, 2004, Electrical Machines, Drives and Power
Systems, Prentice-Hall
Stevenson W.D., 1993, Analisis Sistem Tenaga Listrik,
Erlangga.
Mittal, A. and Mittle, V.N., 2004, Design of Electrical
Machines, Standard Publishers Distributors.
Chapman, S.J., 1999, Electric Machinery Fundamentals,
Mc Graw-Hill.
Theraja, BL., 1997, A Text Book of Electrical
Technology, S.chand & Company Ltd, Delhi.

Penilaian (Sistem Evaluasi)


Penilaian terhadap hasil pembelajaran dibagi
atas empat komponen, yaitu pre-test &
perilaku 20 skor, tugas-tugas tercakup dalam
20 skor, ujian sisipan 80 skor, dan ujian akhir
Komponen 80 skor.
semester
Penilaian

Perilaku
Pengetahuan
dan
Pemahaman

Butir Penilaian

Skor Maks.

Prosentase (%)

Perilaku &pre-test

20

10

Tugas-Tugas

20

10

Ujian Tengah Smt

80

40

Ujian Akhir Smt.

80

40

200

100

Jumlah Total

Bagi peserta pelatihan :


Drilling Services dari PT.
PARAMA
Identik dengan mengambil matakuliah
pilihan :
Aplikasi Instrumentasi pada Pemboran
MIGAS