Anda di halaman 1dari 86

PENGERTIAN ACTUATING

HAKIKAT PENGGERAKAN
FUNGSI ACTUATING
PELAKSANAAN (AKTUALISASI)
TUJUAN AKTUALISASI
PRINSIP PENGGERAKAN
TEKNIK PENGGERAKAN EFEKTIF
KAITAN PENGGERAKAN DENGAN
PEMUASAN KEBUTUHAN
Drs H Dudy Maksudi, MSi, Bc.Ak

Pengertian actuating
George Terry, menempatkan semua
anggota kelompok agar bekerja
secara sadar untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan sesuai dngan
perencanaan dan pola organisasi.
Prof.Dr Prajudi Atmosudirjo,peng
aktifan orang2 sesuai dgn rencana
dan pola organisasi yg ditetapkan.

Prof Dr Arifin Abdurachman, MPA


Kegiatan manajemen untuk membuat
orang-orang lain suka dan dapat
bekerja.
Prof Dr Sondang S. Siagian, MPA
Keseluruhan proses pemberian motif
bekerja kepada para bawahan shg
mereka mau bekerja dg ikhlas demi
mencapai tujuan organisasi dg efisien

Actuating (Panggerakan)
Actuating (penggerakan) adalah
anggota kelompok untuk melaksakan
tugas-tugas mereka yg telah diuraikan secara lengkap.
Pelaksanaan (aktualisasi) merupakan
usaha untuk menciptakan kerjasama
diantara pelaksana kegiatan agar
tujuan organisasi terlaksana dengan
efektif dan efisien

HAKIKAT PENGGERAKAN
Aktifitas manajer dalam pemerintahan, menugaskan, menjuruskan,
mengarahkan dan menuntun karyawan/personil organisasi untuk
melaksanakan pekerjaan dalam men
capai tujuan yang telah ditentukan.
Memberi dorongan atau menggerak
kan untuk melanjutkan kegiatan

yang ditetapkan perencanaan dan


pengorganisasian agar tercapai.
Actuating merupakan usaha untuk
menggerakan anggota kelompok
sedemikian rupa sehingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk
mencapai sasaran organisasi.
Actuating berarti merangsang anggota kelompok melaksanakan tugas

Menurut Keit Davis actuating adalah


kemampuan membujuk orang-orang
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.
Di organisasi sekolah berarti kepala
sekolah memberi petunjuk kepada
guru dan pesonil sekolah lainnya
bagaimana cara-cara dan tugas
harus dilaksanakan dan harus dilaporkan, memberi bimbingan dll.

Actuating adalah suatu usaha yang


dilakukan untuk mencapai tujuan
perusahaan dgn berpedoman pada
planning dan pengorganisasian.
Actuating pergerakan pelaksanaan
mengarahkan semua personil agar
mau bekerja sama dan bekerja
efektif dalam mencapai tujuan
organisasi.

FUNGSI ACTUATING
1.Mengembangkan rasa tanggung jawab
2.Pemberian komando
3.Mendidik dan memberi contoh pada
bawahan yg baik dan patut
4.Komunikasi
5.Human Relation
6.Leadership
7.Pengembangan eksekutif

Palaksanaan (Aktualisasi)
merupakan usaha untuk menciptakan
kerjasama diantara pelaksana kegiatan sehingga tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien
Tujuan aktualisasi :
1.Menciptakan kerjasama yang lebih
efisien

2.Mengembangkan kemampuan dan


keterampilan petugas.
3.Menumbuhkan rasa memiliki dan
menyukai apa yang menjadi
tanggung jawabnya.
4.Menciptakan suasana kerja yang
dapat memotivasi dan meningkatkan prestasi petugas.
5.Organisasi dapat berkembang lebih
dinamis.

Elemen-elemen aktualisasi :
1. Kepemimpinan
2. Motivasi
3. Komunikasi
4. Kebijakan kepegawaian
5. Penggajian dan honorarium
Perlu dilihat jumlah pegawai agar
sesuai dengan kemajuan fisik,
peralatan dan sistem informasi.

Penggunaan tenaga profesional di


bidangnya perlu dikembangkan
sesuai kebutuhan.
Motivasi profesional medik untuk
terus meningkatkan pelayanan
dengan dukungan alat canggih
perlu dipertimbangkan agar secara
ekonomis bukan merupakan beban
yang berat.

Kepemimpinan dapat dikembangkan agar berorientasi untuk mengajak seluruh karyawan merasa
sebagai anggota sehingga membuat iklim kekeluargaan dan suasana kerja yang menyenangkan.
Pemimpin yang efektif menunjukan
pencapaian tugas dan mengalami
kemajuan.

Pemimpin melakukan penggerakan


dengan baik jika bawahannya
menaruh kepercayaan dan penghargaan terhadapnya.
Pemimpin harus meningkatkan
kualitas kepemimpinannya dengan
memanfaatkan formal authority,
technical authority dan personal
authority yang memadai.

PRINSIP PENGGERAKAN
Menurut Kurniawan prinsip
Penggerakan (Actuating)
1.Memperlakukan pegawai dengan
sebaik-baiknya.
2.Mendoronmg pertumbuhan dan
perkembangan manusia.
3.Menanamkan pada manusia
keinginan untuk melebihi yg lain

4.Menghargai hasil yang baik dan


sempurna.
5.Mengusahakan adanya keadilan
tanpa pilih kasih.
6.Memberikan kesempatan yang
tepat dan bantuan yang cukup
7.Memberikan dorongan untuk
mengembangkan potensi dirinya.

Menurut Haris prinsip Penggerak


kan dilakukan pimpinan :
1. Prinsip mengarah pada tujuan,
makin efektif proses pengarahan
akan semakin besar sumbangan
anggota terhadap usaha mencapai tujuan organisasi.
2. Prinsip keharmonisan dengan
tujuan.

Harapan tidak terjadi penyimpangan yang terlalu besar dan kebutuhan mereka dijadikan sbagai
pelengkap serta harmonis dengan
kepentingan perusahaan.
3.Prinsip kesatuan komando, jika
para bawahan hanya memiliki 1
komando maka pertentangan
dalam memberikan instruksi dpt
dikurangi dan hasilnya maksimal.

Menurut Azwar Teknik Penggerakan


1.Memberikan penjelasan kepada
setiap orang mengenai tujuan yang
harus dicapai.
2.Setiap orang harus menyadari dan
memehami tujuan organisasi tsb.
3.Pimpinan menjelaskan kebijakan yg
ditempuh dalam mencapai tujuan.
4.Setiap orang harus mengerti
struktur organisasi.

5.Setiap oang harus menjalankan


perannya dengan baik.
6.Pentingnya kejasama dalam melak
sanakan kegiatan organisasi.
7.Memperlakukan bawahan dengan
penuh perhatian.
8.Memberi penghargaan serta pujian
kepada pegawai yang cakap dan
teguran dan bimbingan pada orang

yang kurang mampu bekerja.


9.Meyakinkan setiap orang bahwa
bekerja dengan baik dalam organisasi tujuan pribadi akan tercapai.
Menurut Haris teknik Penggerakan
Yang efektif :
1.Melaksanakan tugas dg antusias
dan capai tujuan dengan semangat

2.Mendukung dan tingkatkan rasa


percaya diri, gunakan kelompok
membuat keputusan.
3.Penuhi tujuan dan tingkatkan
mutu organisasi/sekolah.
4.Beri pengakuan dan pujian atas
prestasi kerja personil.
5.Sanski diberikan jika ada bukti
dan tidak mungkin dapat dibina
lagi dan beri motivasi yang positif.

PENGGERAKAN DENGAN
PEMUASAN KEBUTUHAN
1.Actuating mencakup penetapan
dan pemuasan kebutuhan manusia
dan para dosen dan personil lainnya di sekolah.
2.Memberi penghargaan, memberi
konpensasi dan dukungan agar
dapt memberi layanan dengan baik

3.Memberi petunjuk dan arahan


kepada dosen dlm pelaksanaan
tugas dan harus dilaporkan.
4.Memberikan bimbingan dalam
perbaikan cara bekerja.
5.Mengadakan control terhadap
pelaksanaan instruksi.
6.Memberi semangat dan motivasi
untuk melaksanakan tugas dna
tanggung jawab dengan jujur.

TERIMA KASIH

PENGAWASAN
HAKIKAT PENGAWASAN
LANGKAH DALAM PENGAWASAN
CIRI PENGAWASAN EFEKTIF
SASARAN PENGAWASAN
ALAT-ALAT PENGAWASAN
TEKNIK PENGAWASAN
JENIS PENGAWASAN
Drs H Dudy Maksudi, MSi, Bc.Ak

PENGAWASAN
Proses kegiatan monitoring semua
kegiatan organisasi terlaksana sesuai rencana dan kegiatan mengoreksi/memperbaiki jika ada penyimpangan yang mengganggu tujuan.
Pengawasan, fungsi manajemen
untuk mengevaluasi kinerja organisasi guna menetapkan kemajuan

Pengawasan pendidikan adalah


fungsi manajemen pendidikan yang
harus diaktualisasikan. Dalam proses
pendidikan pengawasan bagian dari
upaya peningkatan prestasi belajar
dan mutu sekolah.
Tujuan Pengawasan
Sebagai pengemban efisiensi penggunaan sumber daya dan menjamin
efektifitas tujuan program.

Manfaat Pengawasan
1.Meningkatkan efisiensi
2.Mengetahui penyimpangan
3.Mengetahui apakah waktu, sumber
daya telah digunakan secara benar
4.Mengetahui sebab terjadinya
penyimpangan.
5.Mengetahui staf yang dapat diberikan reward dan punishment.

HAKIKAT PENGAWASAN
1.Dimensi support,harus mampu men
dukung pihak sekolah untuk mengevaluasi diri kondisi existing-nya.
2.Dimensi Trust, harus mampu membina kepercayaan stakeholder
pendidikan dg profil dinamika sekolah masa depan yang lebih baik dan
lebih menjanjikan.

3.Dimensi challenge, harus mampu


memberikan tantangan pengembangan sekolah kepada stakeholder
pendidikan di sekolah.
4.Dimensi Networking and collaboration, harus mampu mengembangkan jejaring dan berkolaborasi antar
stakeholder pendidikan dalam
rangka meningkatkan produktivitas,
efektifitas dan efisiensi pendidikan.

4 dimensi hakikat pengawasan


dirumuskan dalam 3 aktivitas
utama pengawasan yaitu
negosiasi,kolaborasi, networking
Negosiasi dilakukan supervisor ter
hadap stakeholder pendidikan dg
fokus pada substansi yang dapat
ditingkatkan dan bagaimana cara
meningkatkannya.

Kolaborasi, inti kegiatan supervisi


yang harus selalu diadakan bersama
dg pihak stakeholder pendidikan.
Networking merupakan kegiatan
supervisi dalam jejaring kerjasama
era globalisasi dan cybernet teknologi
antar sekolah untuk saling tukar informasi dan sharing pangalaman.

Hakikat pengawasan pada segenap


upaya bantuan supervisor kepada
stakeholder pendidikan terutama
guru yang ditujukan pada perbaikan
dan pembinaan aspek pembelajaran.
Proses bantuan untuk upaya peningkatan kualitas proses dan hasil
belajar, memperbaiki dan mengembangkan situasi belajar mengajar.

Langkah Dalam Pengawasan


1.Mengukur hasil yang telah dicapai
2.Membandingkan hasil kerja dengan
tolok ukur yang telah dibuat dalam
perencanaan.
3.Memperbaiki penyimpangan yang
dijumpai, faktor apa penyebabnya
dan menetapkan langkah lanjutan
untuk mengatasi.

FOKUS PENGAWASAN SEKOLAH


1.Standar dan prestasi yang diraih
siswa
2.Kualitas layanan siswa di sekolah/
efektifitas belajar mengajar kualitas
program kegiatan sekolah dalam
memenuhi kebutuhan dan minat
siswa, kualitas bimbingan siswa.
3.Kepemimpinan dan manajemen
sekolah.

MENGEMBANGKAN PROGRAM
KERJA INOVASI PENGAWAS
1.Menetapkan standar/kriteria pengukuran performansi sekolah
berdasarkan evaluasi diri sekolah.
2.Membandingkan hasil tampilan
performansi itu dengan ukuran dan
kriteria yang telah direncanakan
guna menyusun program pengembangan sekolah.

3.Melakukan tindakan pengawasan


berupa pembinaan untuk memperbaiki implementasi program pengembangan sekolah.
4.Dalam melaksanakan kepengawasan ada sejumlah prinsip yang
dapat dilaksanakan pengawas agar
kegiatan pengawasan berjalan
efektif.

PRINSIP PENGAWASAN
1.Trust, pengawasan dilaksanakan
dalam pola hubungan kepercayaan
antara pihak sekolah dengan pihak
pengawas sehingga hasil pengawasannya dapat dipercaya.
2.Realistic, kegiatan pengawasan
pembinaannya dilaksanakan berdasarkan data eksisting sekolah.

2.Utility, proses dan hasil


pengawasan harus bermuara pada
manfaat bagi sekolah untuk mengembangkan mutu dan kinerja
sekolah binaannya.
3.Supporting, networking dan collaborating, seluruh aktivitas pengawasan merupakan dukungan terhadap
upaya sekolah menggalang jejaring
kerja sama dengan stakeholder.

4.Testable, hasil pengawasan harus


mampu menggambarkan kondisi
kebenaran objektif dan siap diuji
ualng atau dikonfirmasi pihak
manapun.
Prinsip diatas digunakan pengawas
dalam melaksanakan tugas pokoknya
sebagai supervisor pendidikan pada
sekolah yang dibinanya.

CIRI PENGAWASAN EFEKTIF


1.Pengawasan harus bersifat fact
funding atau menemukan fakta
bagaimana tugas dijalankan kaitan
nya dengan biaya, tenaga kerja,
sisdur, struktur organisasi dll.
2.Pengawasan harus bersifat preventif, dijalankan untuk mencegah
timbulnya penyelewengan dari
rencana yang telah ditetapkan.

3.Pengawasan diarahkan pada masa


sekarang terhadap yang kini dilaksanakan.
4.Pengawasan bukan tujuan tetapi
hanya sekedar alat control.
5.Pelaksanaan pengawasan harus
mempermudah tercapainya tujuan.
6.Pelaksanaan pengawasan harus
efisien jangan malah menghambat
peningkatan efisiensi.

7.Pengawasan tidak untuk mencari


siapa yang salah jika terjadi ketidak
beresan tetapi untuk menemukan
apa yang tidak benar dan bagaimana seharusnya.
8.Pengawasan harus bersifat membimbing agar pelaksna meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan tugas sesuai ketentuan.

SASARAN PENGAWASAN
1.Efisiensi, perbandingan terbaik
antara input dan output.Hasil harus
lebih besar dari pada sumber, alat,
biaya dan tenaga yang diperlukan.
2.Pelaksanaan tugas yang ditentukan
sesuai dengan pola dalam rencana
3.Struktur dan hierarki organisasi
sesuai dengan bakat, keahlian,
pendidikan dan pengalamannya.

4.Bahwa penggunaan alat-alat diusahakan sehemat-hematnya.


5.Sistim dan prosedur kerja tidak
menyimpang dari garis kebijakan
yang ditetapkan dalam rencana
6.Pembagian tugas, wewenang dan
tanggung jawab didasarkan pada
pertimbangan yang objektif rasional
tidak atas dasar suka tidak suka.

7.Tidak terdapat penyimpangan dan


penyelewengan dalam menggunakan kedudukan, kekuasaan dan
kewenangan dalam berbagai hal
misalnya barang2 dan keuangan.
JENIS PENGAWASAN
1. Pengawasan Intern
2. Pengawasan Ekstern

Pengawasan intern dilakukan pejabat


dalam lingkungan dinasnya sendiri
seperti Ka Dinas melakukan pemeriksaan pada tata usaha keuangannya.
Pengawasan ekstern, pengawasan
yang dilakukan oleh pejabat yang
berada diluar dinas yang diperiksanya
Pengawas keuangan sebagai pengawas ekstern pada yg diperiksanya.

2 SIFAT PENGAWASAN
1.Pengawasan Preventif, bersifat
pencegahan terhadap berlakunya
peraturan daerah yang dianggap
penting oleh pembuat undang2.
2.Pengawasan Refresif, pengawasan
bersifat penindakan bila terjadi
pelanggaran terhadap peraturan
daerah yang dianggap penting oleh
pembuat undang-undang.

ALAT-ALAT PENGAWASAN
1.Pengendalian budget,dpt
diketahui /diawasi apakah hasil yang
diharap-kan dari penerimaan dan
pengelua-ran sesuai dengan yang
diinginkan atau tidak.
2.Pengendalian berdasarkan anggaran merupakan tipe pengendalian
yang populer.

Anggaran adalah rencana dalam


bentuk uang (unit moneter) yang
merupakan tolok ukur atau standar
dari suatu kegiatan.
3.Alat-alat non budgeter a.l.personal
observation, laporan, statistik, finansial
statement, break even point, internal
audit, rencana dan program, pengendalian mutu serta umpan balik.

TEKNIK-TEKNIK PENGAWASAN
1.Pengawasan langsung, jika pimpinan mengadakan pengawasan
sendiri terhadap kegiatan yang
sedang dijalankan. Bentuk pengawasan ini :
a.Inspeksi langsung
b.On the spot observation
c.On the spot raport

2.Pengawasan Tidak Langsung yaitu


pengawasan dari jarak jauh karena
kompleknya tugas pimpinan, organi
sasinya besar. Pengawasan ini ber
bentuk tertulis dan lisan.kelemahan
pengawasan ini asal bapak senang.
3.Pengawasan refresif terhadap
kegiatan yang dilakukan pada akhir
tahun anggaran apakah terjadi penympangan atau tidak.

4.Pengawasan aktif dilakukan di


tempat kegiatan ybs.
5.Pengawasan fasif, pengawasan
melalui penelitian dan pengujian
terhadap surat-surat pertanggung
jawaban melalui bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran.
Pengawasan atas dasar kebenaran
formil menurut hak apakah pengeluaran sesuai peraturan.tidak kadaluarsa dan hak itu terbukti benarnya

JENIS PENGAWASAN
1.Pengawasan melekat, pengendalian secara ajeg oleh atasan terhadap bawahan secara preventif
dan represif.
2.Pengawasan fungsional, dilakukan
pejabat yang membantu pimpinan
untuk melaksanakan tugasnya
masing2 bersifat internal (SPI)

3.Pengawasan Teknis Fungsional,


fungsi lini atau operasional dari
instansi tsb pengawasan yang
ditujukan kpd aparatur dan masy.
4.Pengawasan Legislatif, pengawasan politik, fungsi dari parlemen
disamping fungsi legislasi (pengawasan thdp UUD) dan budgeting.
Hak interpelasi, hak angket dan
hak menyatakan pendapat.

5.Pengawasan Masyarakat, disebut


juga kontrol sosial pengawasan
dari masy thdp penyelenggaraan
pemerintah dan pembangunan.
6.Pengawasan yudikatif merupakan
salah satu fungsi Mahkamah
Agung untuk mengawasi peraturan
di bawah UU sedang Mahkamah
Konstitusi berwenang scra formal
untuk menguji UU thdp UUD 1945.

TERIMA KASIH

PENGERTIAN PENILAIAN
FUNGSI PENILAIAN
PRINSIP PENILAIAN
HAKIKAT PENILAIAN
JENIS PENILAIAN
ALAT-ALAT PENILAIAN
Drs H Dudy Maksudi, MSi, Bc.Ak.

PENGERTAIN PENILAIAN
1.Penilaian adalah proses dalam yg
bersifat netral, positif atau negatif
atau gabungan keduanya.
2.Penilaian, suatu usaha utk mengukur dan memberi nilai secara
objektif atas pencapaian hasil yang
telah direncanakan sebelumnya.
3.Penilaian digunakan untuk menilai
kerja individu/kelompok organisasi.

4.Penilaian adalah proses pengukuran dan pembandingan hasil peker


jaan yang nyatanya dicapai dengan
hasil yang seharusnya dicapai
(sondang P. Siagian 2003)
5.Penilaian,fungsi organisasi turut
menetukan mati/hidupnya perush.
6.Penilaian merupakan suatu proses
dan kegiatan yang terus menerus di
lakukan dalam organisasi.

7.Penilaian menunjukkan kesenjangan antara hasil pelaksanaan yg.


sesungguhnya dicapai dengan hasil
yang seharusnya dicapai.
Penilaian sebagai bagian penting dari
suatu organisasi karena berpengaruh
terhadap pengembangan sumber
daya manusia dan organisasi.

FUNGSI PENILAIAN
1.Sebagai alat untuk mengukur
tercapai tidaknya suatu tujuan.
2.Umpan balik bagi perbaikan dalam
proses kegiatan.
3.Dasar untuk menyusun kemajuan
kegiatan.
4.Menentukan tindak lanjut dari hasil
penilaian.

5.Membandingkan kemampuan dari


unit kerja.
6.Sebagai pertanggung jawaban dari
kegiatan pekerjaan.
Penilaian berarti proses monitoring
kegiatan untuk menetapkan apakah
satuan organisasi telah berjalan dg
efektif dlm mencapai tujuan, jika
belum tercapai dilakukan penilaian

PRINSIP PENILAIAN
1.Penilaian ditujukan untuk mengukur
pencapaian kompetensi.
2.Penilaian menggunakan acuan
kriteria yakni berdasarkan kompetensi karyawan/siswa.
3.Penilaian dilakukan secara
menyeluruh dan berkelanjutan.
4.Hasil penilaian ditindak lanjuti dg
progam perbaikan.

5.Penilaian harus sesuai dengan


kegiatan yang dilaksanakan.
Proses penilaian meliputi pengukuran, perbandingan dan perbaikan.
Evaluasi memerlukan data hasil peng
ukuran dan informasi hasil penilaian
yang dimiliki seperti kemampuan,krea
tifitas, sikap, minat, ketrampilan dsb.

PENILAIAN HASIL BELAJAR MEMPERHATIKAN PRINSIP :


1.Valid, penilaian didasarkan pada
data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2.Objektif, penilaian didasarkan pada
prosedur dan kriteria yg jelas tidak
dipengaruhi subjektifitas penilai.
3.Adil, penilaian tidak mengutungkan
atau merugikan siswa.

4.Terpadu, penilaian merupakan kom

ponen yang tidak terpisahkan dari


kegiatan pembelajaran.
5.Terbuka,prosedur penilaian, kriteria
penilaian dan dasar pengambilan
keputusan dapat diketahui oleh
pihak yang berkepentingan.
6.Menyeluruh & berkesinambungan,
penilaian mencakup semua aspek
untuk kompetensi dg teknik yang
sesuai untuk peserta didik.

HAKIKAT PENILAIAN
1.Penilaian ditujukan pada suatu fase
dalam satu proses setelah fase itu
seluruhnya selesai dikerjakan.
2.Penilaian bersifat korektif terhadap
fase yang telah selesai dikerjakan.
Jika ditemukan kelemahan pada
fase tsb diperbaiki agar tdk terulang
3.Penilaian bersifat prescriptif atau
mengobati.

Penilaian berperan dalam menanggulangi kelemahan agar tidak


terjadi lagi penyelewengan.
4.Penilaian ditujukan pada fungsifungsi organisasi lainnya.
Penilaian merupakan proses yang
bertahap dan berkelanjutan:penguku
ran,perbandingan dan perbaikan.

JENIS PENILAIAN
1.Formatif, orientasi pada perolehan
informasi.
2.Sumatif, orientasi pada hasil
kegiatan.
3.Diagnostik, melihat kelemahan dan
kekuatan.
4.Selektif, orientasi pada keperluan
seleksi.

5.Penempatan, mengetahui kesiapan


untuk mengikuti program baru
sesuai kemampuan siswa/karyawan
Penilaian dilakukan dgn cara pengumpulan informasi melalui :
1.Review dokumen yaitu mempelajari
informasi pada dokumen terkait
dengan kriteria yang digunakan.

2.Kuesioner seperangkat pertanyaan


yang telah disusun untuk memperoleh informasi yang tidak diperoleh
dg review dokumen.
3.Wawancara, komunikasi sebagai
alat penguji kebenaran terhadap
data/informasi yang diperoleh.
4.Observasi melakukan pengamatan
langsung di lapangan untuk menguji
data/informasi yang diperlukan.

7.Sistimatis, penilaian dilakukan


secara berencana dan bertahap
dengan mengikuti langkah yg baku
8.Menggunakan acuan kriteria,
penilaian didasarkan pada ukuran
pencapaian kompetensi yang
ditetapkan.
9.Akuntabel, penilaian dpt dipertanggung jawabkan dari segi teknik,
prosedur maupun hasilnya.

ALAT PENILAIAN
1. Test, lisan dan tulisan (essay dan
perbuatan individu dan kelompok)
2. Non test seperti observasi
langsung atau tidak langsung,
wawancara, angket, ceklist,
pertanyaan dll.

TERIMA KASIH

INTRODUCTION TO TOTAL
QUALITY MANAJEMEN (TQM)
PENGERTIAN TOTAL QUALITY
MANAJEMEN (TQM)
ELEMEN, PRINSIP DAN KONSEP
STRATEGIS TQM
KARAKTERISTIK TQM
MANAJEMEN KUALITAS
Drs H Dudy Maksudi, MSi

Total Quality Manajemen (TQM)


adalah metode dimana manajemen
dan karyawan dapat terlibat dalam
perbaikan terus menerus dari produksi
barang dan jasa.
TQM adalah filosofi manajemen yang
bertujuan untuk mengintegrasikan
semua fungsi organisasi (pemasaran,
keuangan, desain, rekayasa, produksi

pelayanan, pelanggan dll untuk fokus


pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dan tujuan organisasi.
Filosofi TQM :
Kepemimpinan
Perubahan budaya
Pemberdayaan karyawan
TQM adalah dasar utk kegiatan sbg
komitmen manajemen & karyawan.

TQM menghendaki perubahan sikap


karyawan dalam menerima budaya
visi yang berfokus bahwa tiap orang
dalam organisasi bertanggung jawab
dalam perbaikan kualitas.
TQM, mengumumkan tujuan perubahan bagi organisasi dan memberikan
tanggung jawab dan sumber daya.

TQM dapat menjadi alat komunikasi


yang efektif terus menerus untuk men
jaga karyawan menyadari kegiatan
dan prestasi.
TQM dapat menjadi teknik yang kuat
untuk melepaskan kreatifitas dan
potensi karyawan, mengurangi biroKrasi dan biaya dan meningkatkan pe
layanan kepada klien dan masyarakat

ELEMEN TQM
1.Kepemimpinan
2.Keterlibatan seluruh karyawan
3.Perencanaan yang baik
4.Strategi pelaksanaan
5.Pengukuran dan evaluasi
6.Pengendalian dan perbaikan
7.Mencapai dan mempertahankan
standar sempurna.

PRINSIP TQM
1.Komitmen manajemen puncak
2.Fokus pada pelanggan
3.Hubungan dengan pemasok
4.Memakai praktek bisnis terbaik
5.Pelatihan yang orientasi pada
kualitas
6.Prinsip karyawan yang puas akan
bekerja yang terbaik.

7.Zero defect
8.Perbaikan proses
9.Pengukuran kualitas.
KONSEP STRATEGIS QUALITY
MANAJEMEN (SQM)
1.Fokus pada pelanggan
2.Kepemimpinan
3.Continous improvement

4.Perencanaan kualitas
5.Kualitas desain
6.Partisipasi personil
7.Manajemen fakta,data, analisis