Anda di halaman 1dari 14

TINDAKAN FRAUD SEBAGAI

PELANGGARAN DALAM ETIKA


BISNIS

Anggota Kelompok 3 :
Ariandi Azis 1111031123
Andesni Reza 1211031005
Herwanto 1211031047
Indah Lestari 1211031051
Anistia Haq 1311031011
Faizah Dwi Fitriyani 1311031035
Fatma Nur Soffitri 1311031037
Indah Dwi Cahya Putri 1311031047
Keke Muthia Daw Putri 1311031057
Nina Septina 1311031081
Siti Rohmatul Fajriah 1311031103

FRAUD??
Fraudulent Financial Reporting
Perilakuyang disengaja atau ceroboh,
baik dengan tindakan atau penghapusan,
yang menghasilkan laporan keuangan yang
menyesatkan (bias)

3 penyebab fraudulent financial reporting :


Manipulasi, falsifikasi, alterasi
2. Salah penyajian (misrepresentation)
3. Salah penerapan (misapplication)
1.

Pemalsuan
(Falsificatio
n)

JenisJenis
Fraud
Kecurangan
Komputer
(Computer
fraud)

Penggelapan
kas
(embezzlemen
t cash)

Karakteristik Kecurangan

Oleh pihak perusahaan

Oleh pihak di luar perusahaan

Faktor Pemicu Fraud :


1. Exposure(pengungkapan)
2. Opportunity(kesempatan)
3. Need(kebutuhan)
4. Greed(keserakahan)

Faktor Generik

Faktor Individu

Gejala kecurangan pada manajemen :


a.
b.
c.
d.

e.
f.
g.
h.
i.

Ketidakcocokan diantara manajemen puncak


Moral dan motivasi karyawan rendah
Departemen akuntansi kekurangan staf
Tingkat komplain yang tinggi terhadap
organisasi/perusahaan dari pihak konsumen, pemasok,
ataau badan otoritas
Kekurangan kas secara tidak teratur dan tidak terantisipasi
Penjualan/laba menurun sementara itu utang dan piutang
dagang meningkat
Perusahaan mengambil kredit sampai batas maksimal untuk
jangka waktu yang lama
Terdapat kelebihan persediaan yang signifikan
Terdapat peningkatan jumlah ayat jurnal penyesuaian pada
akhir tahun buku

Gejala kecurangan pada karyawan/pegawai :


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Pembuatan ayat jurnal penyesuaian tanpa otorisasi manajemen dan


tanpa perincian/penjelasan pendukung
Pengeluaran tanpa dokumen pendukung
Pencatatan yang salah/tidak akurat pada buku jurnal/besar
Penghancuran, penghilangan, pengrusakan dokumen pendukung
pembayaran
Kekurangan barang yang diterima
Kemahalan harga barang yang dibeli
Faktur ganda
Penggantian mutu barang

Pencegahan dan Pendeteksian Fraud :


Dengan pihak yang terkait yaitu akuntan & pihak manajemen

1) CorporateGovernance
2) TransactionLevelControlProcess
3) RetrospectiveExamination

STUDI KASUS

Manipulasi Laporan Keuangan PT KAI


Hasil audit diteliti laporan keuangan PT KAI tahun 2005 sebagai
berikut :
Pajak pihak ke tiga sudah tiga tahun tidak pernah ditagih, tetapi
dalam laporan keuangan itu dimasukkan sebagai pendapatan PT
KAI selama tahun 2005.
Kewajiban PT KAI untuk membayar surat ketetapan pajak (SKP)
pajak pertambahan nilai (PPN)
Penurunan nilai persediaan suku cadang dan perlengkapan
Bantuan pemerintah yang belum ditentukan statusnya dengan
modal dan penyertaan modal
Manajemen PT KAI tidak melakukan pencadangan kerugian

Pihak yang terkena pengaruh

PT KAI
Akuntan Publik
Pemerintah
Kreditor
Masyarakat

ALTERNATIF PENYELESAIAN

Memilih seorang akuntan yang profesional,


independent, dan jujur
konsekuensi: Kepercayaan masyarakat terhadap
kinerjanya tentu harus diapresiasi dengan baik
oleh para akuntan. Etika profesi yang disepakati
harus dijunjung tinggi. Hal itu penting karena
ada keterkaitan kinerja akuntan dengan
kepentingan dari berbagai pihak.

Kesimpulan
Beretika dalam berbisnis tidak akan memberikan keuntungan

dengan segera, karena itu para pelaku bisnis harus belajar untuk
melihat prospek jangka panjang.
Kunci utama kesuksesan bisnis adalah reputasi sebagai pengusaha

yang memegang teguh integritas dan kepercayaan pihak lain.


Perilaku tidak etis khususnya yang berkaitan dengan skandal

keuangan.
Perilaku tidak etis khususnya yang berkaitan dengan skandal

keuangan .