Anda di halaman 1dari 53

DERMATOVENEROLOGI

Pioderma
Impetigo Krustosa

Impetigo Bulosa

Etiologi

Steptococcus B
hemoliticus, Staffilococcus
aureus

Staffilococcus aureus

Predileksi

wajah

intertrigenosa

UKK

Krusta kuning kecoklatan

Bula, hipopion +

Terapi

Salep antibiotik, Antibiotik


oral amoksisilin,
eritromisin

Salep antibiotik, Antibiotik


oral amoksisilin,
eritromisin

EKTIMA
ulkus dangkal, ditutupi
krusta lengket
Predileksi: tungkai
bawah, bokong, paha
Diagnosis: klinis, kultur
Terapi: antibiotik
topikal, antibiotik
sistemik

HIDRADENITIS
SUPURATIF

Peradangan supuratif
kronik pada kelenjar
apokrin, cenderung
menimbulkan sikatrik
Daerah aksila, anogenital,
scalp

ERISEPELA
S
Etiologi: GABHS
Klinis: plak eritem,
udem, batas tegas,
hangat, nyeri
Predileksi: tungkai
bawah, wajah, telinga

SELULITI
S
Etiologi: Stafilococcus
Aureus
Klinis: Plak eritem,
udem, batas tidak tegas,
hangat, nyeri
Predileksi: tungkai
bawah

FOLIKULITI
S folikel
Infeksi
rambut bagian atas
dapat berlanjut
sampai seluruh
kedalaman folikel
Papul, pustul, erosi
perifolikuler

FURUNKEL/ KARBUNKEL
jaringan abses beberapa folikel
berdekatan
Nodul keras 1-2 cm, nyeri, titik
nekrotik sentral melunak, pustul
pada puncak pecah
Predileksi: wajah, leher, lengan,
bokong, anogenital
Terapi: antibiotik sistemik, insisi
dan drainase.

Dermatofitosis
Gray
patch

Macam

Kapitis

Black
dot

Corporis

Kerion

Cruris
Pedis
Unguinu
m

Plak, tepi aktif meninggi dan


berskuama, bagian tengah seolah
menyembuh
Penunjang:

KOH: hifa panjang bersekat


Woods Lamp: warna kehijauan

Bahan:
Kulit: kerok bagian aktif
Kuku: kerokan ke 5 atau dr dasar
kuku
Rambut: dicabut, 1 cm dr akar

Teteskan KOH
Kulit dan kuku: 20%
Rambut: 10%
Diamkan
Rambut: 2-5mnt
Kulit: 10mnt
Kuku 1 jam

Px di bawah mikroskop

OBAT

DOSIS

DURASI

Griseofulvin

15-25 mg/kg/hari

6-8 minggu

1x500mg
Terbinafin

10-20kg : 62,5 mg/hr


20-40kg : 125 mg/hr
>40kg : 250 mg/hr

Trichophyton sp: 24 minggu


Microsporum sp: 68 minggu

Itrakonazol

10-20kg : 50 mg/hr
20-40kg : 100 mg/hr
>40kg : 200 mg/hr

2 4 minggu

Flukonazol

Mingguan: 8 mg/kg
Harian: 6 mg/kg

8 12 minggu
3-6 minggu

150mg/hr
Ketokonazol
Mikonazol cr 2%

1x200mg/hr

2-4mg
Sampai 2 mg bebas
lesi

Candidiasis

Etiologi: candida albicans


Patch erosi eritem batas
tegas dengan lesi satelit
vesikopustul
Px: KOH psedohifa
(spora dgn penonjolan)
Terapi:

Kandidiasis oral: Nystatin


400.000-600.000 unit 4x sehari)
Mukokutan: Ketokonazol
2x200mg, Flukonazol 150 mg/hr

PVC

Etiologi: Malassezia Furfur


Manif: lesi hipo/hiperpigmentasi
dgn skuama halus, finger nail sign
+
Penunjang: KOH spageti n
meatballs (hifa pendek dgn spora
bulat), Wood lamps fluerensi
kuning

Topikal: selenium sulfid 2,5% lotio


atau sampo, sampo ketoconazol, krim
ketokonazol, mikonazol atau
klotrimazol

Sistemik: ketokonazol 200mg/hr 7-14


hari, itrakonazol 2x200mg sehari atau
200 mg 5-7 hari

Scabies

Etiologi:
Sarcoptes
Scabei
Tanda kardinal

Pruritus
nokturnal
Menyerang
secara
berkelompok
Ada
terowongan
Tungau +

Tatalaksana
OBAT
Krim permetrin 5%
(ScabimiteR)

DOSIS
Seluruh tubuh kecuali
wajah dan scalp,
selama 8 -14 jam,
diulangi setelah 1
minggu
. -benzen heksaklorid Seluruh tubuh kecuali
wajah dan scalp,
(Gameksan/Lindane)
selama 8-12 jam,
1% (ScabicidR,
diulangi setelah 1
TopicideR
minggu
Emulsi benzil benzoat Seluruh tubuh kecuali
10-25%
wajah dan scalp,
selama 24 jam,
kemudian cuci
Sulfur praecipitatum
Seluruh tubuh kecuali
5-10%
wajah dan scalp,
selama 3 malam
berturut-turut,
diulangi setelah 1
minggu

KETERANGAN
Kontra anak < 2bln,
wanita hamil

Tidak boleh digunakan


pada anak <2 tahun,
kehamilan atau laktasi
Hanya untuk dewasa
karena bersifat sangat
iritan (Kontra anak <
6th)
Aman untuk anak dan
kehamilan, tetapi
pemakaian tidak
praktis dan tidak
nyaman

PEDIKULOSIS
Etio: Pediculus
humanus (capitis: pada
kepala, humanus: pada
pakaian) dan Phthirus
pubis (daerah pubes)
Diagnosis: klinis (gatal,
ditemukannya parasit
dewasa), mikroskopik
(parasit, telur)
Terapi: malathion
0,5%, gameksan 0,5%,
permethrin 1%

CUTANEOUS LARVA MIGRANS


(Creeping eruption)
Penetrasi dan migrasi larva
cacing, paling sering:
Ancylostoma braziliense, A.
caninum, Strongyloides
stercoralis
UKK: lesi eritem linier,
meninggi, berkelokkelok/serpiginosa
Terapi:
Sistemik: Tiabendazol
50mg/kg/hr dalam 2 dosis
selama 2-5 hari; Albendazol
400mg/hr 3 hari

Varicella

Ec VZV
Manif:

Inkubasi 14-21 hr
Gjl Prodormal
Penyebaran sentrifugal kec telapak
Vesikel, polimorfik, tear drops in
rows petal

Penunjang: Tzank test sel


datia inti banyak
Terapi:

simtomatik dengan antipiretik dan


analgesik
oral asiklovir, anak-anak 20 mg/kgBB,
selama 5 hari dewasa asiklovir 5 X
800 mg selama 7 hari

Herpes Zooster

Reaktivasi VZV
Manif

Gejala prodormal
Vesikel berkelompok dasar
eritema
Unilateral sesuai dermatom
Oftalmikus N V cab 1
dahi dan sekitar mata
S Ramsay hunt kena N 7
paralisis bell, tinitus
PNH (Post Herpes Neuralgia)
nyeri > 1 bln post
penyembuhan

Herpes Simpleks

Etiologi: Herpes Virus Tipe 1


(hidung dan mulut) dan tipe 2
(genitalia)
UKK: vesikel berkelompok dgn
dasar eritema
Penunjang: Tzank test sel datia
Tx:

asiklovir 5 X 200mg selam 5-10 hr


Famsiklovir 3 X 250 mg selama 10
hari
valacyclovir 2X 1 gr selama 10 hari

Moluskum Kontangiosum
Etio: virus moluskum
kontagiosum
Papul, berbentuk kubah,
bag tengah terdapat
cekungan disebut delle,
mempunyai badan
moluskum
Terapi:
keluarkan massa kuretase,
kriosurgeri (bedah beku),
elektrokauterisasi

Veruka
Etio: virus papiloma
humanus (HPV)
Manif:
Veruka vulgaris
(common warts)
Veruka plana (flat
Warts)
Veruka
plantaris/palmaris
(palmar and plantyar
warts)
kondiloma akuminata

Lepra

Etio: Mycobacterium . Leprae

Diagnosis Lepra dapat ditegakkan jika


terdapat SATU dari tiga tanda kardinal
berikut:

lesi kulit (makula hipopigmentasi/ eritematosa,


papula, plakat, nodul) disertai anestesi

Pembesaran saraf disertai tanda-tanda


neuritis
Ditemukan basil tahan asam pada
apusan irisan kulit

Penunjang:

Dx: BTA

KLASIFIKASI LEPRA

Ridley &
Jopling

TT

BT

Tuberkuloid
Madrid
WHO
/Dep. Kes

BB
Borderline

BL

LL

Lepromatos
a

Pausibasiler
(PB)

Multibasiler(MB)

REGIMEN MDT - WHO


PB :
Rifampisin 600 mg/bulan, diawasi
DDS 100 mg/hari, swakelola

6-9 bln

Selama 6 regimen
MB :
Rifampisin 600 mg/bulan, diawasi
Klofazimin 300 mg/bulan, diawasi
plus 50 mg/hari, swakelola
DDS 100 mg/hari, swakelola
Selama 12 regimen

12-18 bln

Reaksi Lepra

REVERSAL REACTION)

Eritema nodosum Leprosum

Tuberkolusis Kutis
Macam
Primer (Chance)

Ulkus dengan tepi kotor

Verukosa

papul granulomatous atau nodul verukosa dgn


hiperkeratosis serpigenosa

Lupus vulgaris

Patch dengan tuberkel yang menyatu Yellowishbrown apple-jelly nodule

Sklofuloderma

Awalnya abses dingin ulkus livid sikatrik


Pada limfonodi leher, ketiak, lipat paha

Psoriasis Plak/Psoriasis Vulgaris

Berupa plak eritem, tertutup


skuama putih keperakan
(silvery) tebal kadang
bergabung - sirsinata
Distribusi simetris pada
ekstensor ekstremitas (siku,
lutut), kepala,
bokong/lumbosakral,
umbilikus
Auspitzs sign (+)
Koebner phenomenon (+)
Tanda goresan lilin (+)
Subjektif: pruritus, problem
psikososial

PITYRIASIS ROSEA

Etiologi: HHV-6 dan HHV-7


herald patch (patch eritem
bentuk oval, dengan skuama
kolaret) lesi kulit oval yang
lebih kecil di punggung
mengikuti garis lekukan kulit /
garis Langer (membentuk
Christmas tree pattern), sesudah
beberapa hari-minggu
Umumnya asimtomatik, kadang
gatal, gejala flu-like
Rosmelia - Kuliah Blok Organ Indera

Acne

Kriteria diagnosis:

terutama menyerang usia remaja


2. predeleksi pada wjh, punggung & dada
atas
3. pleomorfik berupa campuran komedo
terbuka & tertutup, papul, pustul nodul &
kadang-kadang sikatrik
1.

FAKTOR YANG BERPERAN DALAM PATOGENESIS ACNE

meningkatnya produksi sebum


hiperkornifikasi duktus sebaseaus
fungsi bakteri yang abnormal
inflamasi

Doksisiklin 2x100 mg
Eritromisin 4x500mg
Klindamicin 3x150mg

Dermatitis Seboroik
Etiologi:
Pytirosporum ovale
Manif: plak eritema
ditutuapi skuama
kuning berminyak
Tx: hidrokortion,
mikonazol

Penyakit Bula
Pemfigus

Pemigoid Bulosa

Etiologi

autoimun

autoimun

Patof

Akantolisis IgG pd keratin Destruksi sel basal ec


komplemen

Lokasi

Generalisata

Perut, fleksor,
selangkangan

KU

buruk

baik

Bula

kendur

Tegang

Nikolsky

Neurodermatitis
Sirkumkripta/
Liken simpleks
Kronis

Dermatitis Numularis

Etiologi

Imunologi

Unknow

Predileksi

Ekstremitas ekstensor,
skalp, tengkuk

Ekstremitas ekstensor

UKK

Numular +, basah

Likenifikasi, kering

Fase remisi

lassification of Hypersensitivity Reaction


Allergy has
many faces
Antibody/B cellmediated allergy

Classification of Hypersensitivity Reactions


(contnd)
T cell-mediated
Allergy

Urtikaria

Alergi edema setempat yg


cpt muncul dan menghilang
secara berlahan, kemerahan
& pucat, dikelilingi halo
Angioedema dapat
mengenai sal napas, sal cerna
dan organ kardiovaskuler
UKK: eritema, edema batas
tegas, tengah pucat, hilang
dgn penekanan
Penunjang

Ice Tube test


Asetilkolin test

Fixed Drug Eruption

Etio: obat2an TMP,


sulfa
Reaksi HS tipe II
Lokasi: mulut, bibir,
penis
Ukk: ertirema, vesikel,
bercak
hiperpigmentasi, erosi

DKA, DKI
DKI

DKA

Etiologi

Bahan iritan

Hapten

Insidensi

Semua orang

Hanya yag tersensitasi

Patofisiologi

Non imunologi

HS tipe IV

Lokasi

Terlokalisir

Lebih generalisata

Evolusi

Eritema vesikel
erosi krusta

Eritema papul vesikel


erosi krusta

onset

Akut: cepat (jam)


Kronik: kontak berulang

Akut: 12-72 jam


Kr: eksaserbasi tiap
terekspose

Patch tes

+ reaksi cresendo

Kegawatdaruratan Kulit
Steven Jonhson
Syn (SJS)

Nekrosis
Epidermal
Toksik (NET)

Stafilococcus
Scaled Skin
Syn (SSSS)

Etio

Alergi

Alergi

Infeksi Staf
aureus

Patof

Hipersensitiv tipe
II

Hipersensitiv tipe
II

eksotoksin

Epid

beragam

beragam

Anak <5th

Manif

Trias kulit,
mukosa, mata

Eritema
generalisata
vesikelbula
epidormolisis.
Mukosa +

Eritema bula
vesikel
Mukosa -

Nikolsky

Dermatitis atopic

Kondisi kulit gatal,


ditambah min 3:

Rw terkena di lipatan
kulit termasuk pipi pd
< 10th
Rw asma bronkial
atau hay fever
Rw kulit kering
Dermatitis pd lipatan
Awitan <2th

powders

pastes
pastes

Shake lotion

Cr pastes
Cooling
pastes

Liquids:
Gels, sol
lotions

Greases:
ointment
W/O
Emulsions :
oinment

O/W
Emulsions :
creams

Keganasan Kulit
Karsinoma
Sel
Skuamous
Berasal
dari
epidermis
Nodul sprt
bunga kol,
central
hiperkerato
sis
Ekstremitas
bawah,
mukokutan

Karsinoma
Sel Basal

Melanoma
Maligna

Dari sel
basal
Ulkus kotor
mudah
berdarah
Ulkus
rodent
Daerah
wajah

Dari sel
melanosit
Asimetris,
tepi
ireguler,
elevasi,
warna tdk
rata,
membesar
Ekstremitas
bawah

GO

NGO

Inkubasi

2-7hr

2-3minggu

Duh

Mukopurulen

Mukoid

Lab

>5 pmn/ LBP


Pd perempuan > 30/LBP

>5 pmn/ LBP


Pd perempuan > 30/LBP

DGNI +

N gonorhea

Clamidia tracomatis

Etiologi

Etiologi

Karakterist
ik

Gardnerella
vaginalis

Sekret putih, Px Gram:


bau amis
Clue cell +
Wiff test +
pH >5,5

Metronidazo
l 2x500 mg
slm 7hr

Trikomoniasi Tricomonas
s
vaginalis

Sekret
kehijauan,
berbusa,
strawberry
red +

NaCl/wet
mount: sel
inti 1,
bentuk
layang2,
flagela +

Metronidazo
l 2x500 mg
slm 7hr

Candidiasis

Seperti keju

KOH:
pseudohifa

Nystatin
100rb iu
intravag
7hari

Vaginosis
Bakterial

Candida
Albicans

Penunjang

Tx

Ulkus
Ulkus durum (Sifilis)

Ulkus mole

Etiologi: Trepanoma Palidum

Etiologi: Haemophilus ducreyi

Manif:

Manif: ulkus mole multiple, kotor,


nyeri

Penunjang: Px gram gram

Afek primer: Ulkus


durum soliter,
bersih, tdk nyeri
Sekunder: bervariasi

Penunjang:

VDRL sensitif
TPHA spesifik

Bubo Inguinal
Limfogranuloma
Venerum

Chancroid

Etio: Clamidia Trachomatis

Etio: Haemophilus ducreyi

Limfadenitis ingunal media

Limfadenitis ingunal lateral

Ulkus -

Ulkus +