Anda di halaman 1dari 85

KELAINAN VASKULER

Dr H Adam Suyadi, SpB


Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia

Kelainan Vaskuler
Kelainan Arteri
Kelainan Vena

Palpasi Nadi
Arteri temporalis
superfisialis
Arteri karotis
Arteri subklavia
Arteri aksilaris
Arteri brachialis
Arteri radialis

Arteri ulnaris
Aorta abdominalis
Arteri femoralis
Arteri poplitea
Arteri tibialis posterior
Arteri dorsalis pedis

Konsep Dasar
Anatomi dinding arteri:
3 lapisan :
- tunica intima (kolagen + elastic fibers)
- tunica media (otot polos ++)
- tunica adventitia (++)

KELAINAN
ARTERI

Sumbatan Arteri Kronis


Angioneuropati (kelainan vasomotor arteri)
Raynaud disease

Penyakit arteri oklusif (proses degeneratif)


Arteriosklerosis
Radang
End angiitis obliterans (Winnewarter-Buerger)
Periartritis nodosa
Arteritis sel raksasa

Angiopati (reaksi abnormal pemb drh termnl)


Akrosianosis esensial
Eritrosianosis
eritromelalgia

Faktor sumbatan arteri


Faktor endogen
Usia
Jenis kelamin (arteri perifer 80-90% pria)
Gangguan metabolisme
Diabetes mellitus
Hiperlipoproteinemia
Artritis urika

- Hipertensi

Faktor sumbatan arteri


Faktor Eksogen
Merokok
Gaya hidup
modern
Diet kelebihan
kalori
Kebiasaan diet
Aktivitas dan
gerak badan yg
kurang

Jenis kelainan arteri


A. Penyakit oklusif
B. Penyakit aneurisma
Etiologi kelainan arteri terbanyak :
ATHEROSKLEROSIS
(perubahan pada t. intima dan t.media: lemak,
hemoragis, jar. Fibrosa dan deposit kalsium)

ATHEROSKLEROSIS

FAKTOR RESIKO
ATHEROSKLEROSIS

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mayor
Rokok
Diabetes Melitus
Hyperlipidemia
Fibrinogenemia
Umur
Hipertensi

1.
2.
3.
4.
5.

Minor
Pria
Diet tinggi lemak
Rawan koagulasi
Alkoholik
Non ras kulit putih

Penyakit Oklusi/Sumbatan
Gejala muncul akibat oklusi gradual aliran darah
Gejala timbul setelah terjadi stenosis arteri
Aliran dan tekanan darah tidak terganggu s.d 75%
diameter pemb darah tersumbat atau setara dgn
reduksi diameter lumen pembuluh darah 50%
Faktor2 yg mempengaruhi stenosis arteri:
Panjang stenosis
Viskositas darah
Tahanan perifer

Oklusi > 50%


Tekanan dan aliran darah turun akibat
adanya turbulensi pada post stenosis

Penurunan/hilangnya
nadi

Pain/Angina
Klaudikasio Intermiten
(exercise pain)
(more than 50%)
Rest pain
(total oklusi)

Insufisiensi aliran darah


arteri ekstremitas bawah
Stadia Fontaine :
Stadium I : asimtomatik atau gejala tidak
khas (semutan)
(perfusi jaringan masih cukup walaupun terdapat
penyempitan)

Stadium II : klaudikasio intermitten


( perfusi ke otot tidak memadai pada aktivitas
tertentu)

Stadia Fontaine
Stadium III : nyeri saat istirahat
(perfusi tidak memadai saat istirahat)

Stadium IV : manifestasi kerusakan


jaringan karena anoksia (sekresi, ulkus)
(iskemia nekrosis, kelainan trofik kulit)

Impotensi terjadi pada sumbatan aorta


abdominal atau a. iliaka komunis

PAD periksa EKG untuk


mendeteksi heart attack

Penanganan Bedah

Trombektomi
Angioplasty
Rekonstruksi atau pintas
Amputasi
Simpatektomi lumbal (paliatif)

SINDROM RAYNAUD
serangan spasme arteri kecil dan arteriola
jari pucat (ischemic) dan sianosis, merah
(vasodilatasi)
dicetus oleh hawa dingin dan emosi
sangat nyeri

Raynaud Disease
(primer)

Wanita : Pria = 4 : 1
Idiopatik
Bilateral
Usia muda
Familial

Raynaud's affects 5-10% of the population.


One half of the cases are primary Raynaud's
disease, the other half being Raynaud's
phenomenon.
75% of the cases are in women between the
ages of 15 and 40 years old.
It is five times more common in women than
men.
20% of all young women are believed to have
Raynaud's disease.

Scr klasik sindrom Raynaud dibagi 2 macam


1. Penyakit Raynaud (PR)
2. Sindrom Raynaud (SR)
PR serangan episodik vasokonstriksi krn dingin
atau emosi, khas perubahan warna trifasik
berurutan TANPA penyakit dasar dan biasanya
bilateral simetris
SR spt PR dengan DISERTAI penyakit
lokal atau sistemik yang mendasari

Sindrom Raynaud
(sekunder)
1. Peny. kolagen-vaskuler : skleroderma,
arthritis, rheuma
2. Peny. vaskuler : arteriosklerosis, Buerger
3. Trauma getar : alat bor, main piano, gergaji,
mengetik
4. Kelainan neurvaskuler
5. Kelainan hematologik : polisitemia
6. Frostbite
7. Intoksikasi (ergotamin, timah)

Tromboangiitis obliterans
(Winiwarter-Buerger)
Etiologi
Perokok berat
Stop rokok membaik
Patologi
Mengenai semua lapisan pembuluh
Fibrosis menyebabkan obliterasi

Tromboangiitis obliterans
(Winiwarter-Buerger)

Gambaran klinis :
Disebabkan oleh iskemia
Gejala utama & tersering :
Nyeri saat istirahat, bertambah saat
malam dan dingin.
Ekstremitas menggantung, nyeri
berkurang

Tromboangiitis obliterans
(Winiwarter-Buerger)

Gejala :
Kulit memucat ringan di ujung jari kaki
Fase lanjut : vasokonstriksi (campuran
pucat sianosis kemerahan) dingin
Unilateral (SR bilateral)
Kulit dingin
Pulsasi lemah/hilang
Secara bertahap bertambah berat

Tromboangiitis obliterans
(Winiwarter-Buerger)

Kasus:
Tiga thn yll nyeri kaki kanan, 1 thn terakhir
tu malam hari. Kulit menunjukkan kelainan
trofik. Kaki mkn biru. Berturut2: a. 1 bln:
jari v pedis S gangren, amputs, b. gangren
meluas, c. falang distal dig V jari hilang

Tromboangiitis obliterans
(Winiwarter-Buerger)

Terapi :
Respon yg baik terhadap stop rokok
Progresivitas nyata bila merokok lagi
Vasodilator, antikoagulan, analgetik AINS,
prednison respon jelek

ANEURISMA
Aneurisma : kelainan penggembungan
setempat pembuluh arteri

ANEURISMA
Faktor penyebab utama :
Arteriosklerosis
Hipertensi
Faktor penyebab lain :
sifilis
mikosis
trauma
pasca stenosis
kongenital

aneurisma
Aneurisma arteri thorakalis
Anurisma arteri abdominalis

Etiologi
Aneurisma bawaan :
Kelemahan tunika media arteri
Predileksi : arteri sirkulus Wiilis
Aneurisma arteriosklerotik
usia > 50 th
Laki : perempuan (10:1)
Predileksi : aorta abd infrarenal (95% AAA)
a. femoralis komunis dan a. poplitea

Etiologi

Aneurisma sifilis
Angiitis sifilitika di vasa vasorum (sifilis
stadium III) kerusakan progresif tunika
media fibrosis jaringan ikat
Predileksi : arkus aorta
Ciri khas : progresif + erosi struktur jar
sekitar ruptur

Etiologi
Aneurisma pascatrauma
Robekan dinding vasa sebagian atau total
pada trauma tajam atau tumpul
Predileksi : daerah ekstremitas

Etiologi
Aneurisma mikotik
proses radang dinding arteri
endokarditis bakteria
tidak ada hubungan dengan jamur

Etiologi
Aneurisma pascastenosis
Perubahan hemodinamik akibat
penyempitan pemb darah (hukum
Bernoulli)
Dilatasi pascastenosis
Predileksi : a. subclavia, aorta ascendens,
a. pulmonalis primer, stenosis katup aorta
atau pulmonal

Morfologi
Menurut bentuk gelembung
Fusiform
Sakular
Disekans
Hematoma berdenyut (aneurisma palsu)
Fistel arteri-vena

Gambaran klinis
Tergantung letak dan besarnya gelembung
Tanda subyektif & obyektif :
tumor pemb darah, berdenyut, ekspansi ke
segala arah
Auskultasi : bising
Palpasi : getaran

Komplikasi
Ruptur
Trombus
Emboli
obstruksi arteri

Penanganan
Non bedah
Ada penyakit yg mendasari, misal radang
arteri pada aneurisma mikotik, sifilis dll
Bedah
Eksisi aneurisma
Ligasi proksimal dan distal aneurisma
Rekonstruksi prostesis atau shunting

Ulkus Diabetikum
Angiopati
Neuropati
Gangguan saraf autonom
Paralisis otot kaki
Rasa mati

Trauma

ULKUS DIABETIKUM
Ulkus pada pdrt DM yg terutama menyerang kaki
Kaki diabetikum
Gambaran klinis :
mal perforans ulcer
infeksi, ulserasi, destruksi jar.
abn neurologik, arsitektur
tulang, peny vaskuler perifer
Predileksi : weight-bearing sites
tumit, plantar metatarsal, ujung jari,
maleolus

Tempat predileksi ulkus diabetikum

Ulkus DM

morbiditas

QOL

STRESS
t.u akibat amputasi

Penatalaksanaan
kurang adekuat

Biaya obat

60 - 80% AMPUTASI KAKI NON


TRAUMATIK DISEBABKAN OLEH
DIABETES

80% AMPUTASI KAKI LUKA DIABETES


DIDAHULUI OLEH ULKUS (LUKA).
Di USA, 45% -83% dari 120.000 pasien di
amputasi dengan kasus Diabetes
(Baranoski, S & Ayello, E.A, 2002).
10/01/16

copyright (your organization) 2003

49

gejala

10/01/16

copyright (your organization) 2003

50

Faktor faktor yang mempengaruhi


terjadinya ulkus diabetikum :

Penderita DM lama
Kadar gula darah tinggi
Jenis kelamin laki-laki
Usia tua
Perokok
Hipertensi
Obesitas
Hiperkolesterol , kadar kolesterol tinggi

10/01/16

copyright (your organization) 2003

51

1. Perubahan patofisiologi

Neuropati sensorik perifer


Penyakit vaskuler perifer
Penurunan sistem imun
Penurunan kemampuan penyembuhan luka

2. Deformitas anatomik
Terutama disebabkan karena neuropati motorik
dan Charcot neuroarthropaty
pembebanan abnormal pada telapak kaki
Anestesia krn ggn saraf sensorik
cedera kaki tidak disadari
Dasar destruksi rangka kaki
ULSERASI

3. Pengaruh lingkungan

Akibat trauma akut atau kronik pada kaki

Penatalaksanaan non-operatif
Penatalaksanaan DM
kontrol nutrisi, penatalaksanaan faktor sistemik
spt: hiperglikemia, hipertensi, hiperlipidemia,
peny. jantung aterosklerotik, insuf ginjal
Perawatan luka
perlu kondisi lembab: kompres basah oklusif
Antibiotika
bila ada tanda infeksi
perlu uji kultur & sensitivitas
lama pemberian ~ keparahan infeksi

Penatalaksanaan non-operatif
Kontrol stres mekanik / imobilisasi
Tujuan: mengurangi tekanan/beban (non weightbearing) pada daerah ulkus penyembuhan luka
Contoh: bed rest, crutch, kursi roda, sepatu khusus
Terapi ajuvan lain
oksigen hiperbarik, stimulasi elektrik, USG,
faktor-faktor pertumbuhan
sarana terbatas, efektivitas msh diragukan

Penatalaksanaan operatif
Berdasarkan indikasi dan risiko komplikasi, yaitu:
Ada tidaknya neuropati
Ada tidaknya luka terbuka
Ada tidaknya infeksi yg mengancam ekstremitas
Klasifikasi tindakan operatif :
- elektif
- profilaktif
- kuratif
- darurat (emergent)

Wagner type 2 or 3
10/01/16

Wagner type 4
copyright (your organization) 2003

59

Penatalaksanaan operatif
Debridement
Mrpk langkah awal tindakan bedah
Tujuan: membuang jar nekrotik & benda asing
mengurangi infeksi bakterial
membersihkan dasar ulkus
memacu faktor2 pertumbuhan -> granulasi
memudahkan evaluasi tx scr visual
Tindakan bedah revisional
Dilakukan thd arsitektur tulang utk menghilangkan
titik-titik tekanan pada kaki
Contoh: reseksi caput metatarsal, osteotomi

Contoh luka diabetic

10/01/16

copyright (your organization) 2003

61

10/01/16

copyright (your organization) 2003

62

10/01/16

copyright (your organization) 2003

63

Penatalaksanaan operatif
Tindakan bedah vaskuler (revaskularisasi)
Indikasi :
- lesi arterial reconstructible yg ditandai nyeri
saat istirahat
- ulkus pada kaki & pembentukan gangren
Contoh: bedah pintas pembuluh & cangkok vena
Amputasi
Dilakukan bila tjd gangren seluruh kaki atau derajat
5 pd sistem klasifikasi Wagner-Merrit
Tujuan : - membuang jar nekrotik/gangren
- menghilangkan nyeri
- drainase nanah & penyembuhan luka sekunder
- merangsang neovaskularisasi
- rehabilitasi

AV Shunting

10/01/16

copyright (your organization) 2003

65

Cuci darah

10/01/16

copyright (your organization) 2003

66

10/01/16

copyright (your organization) 2003

67

DIABETES MELLITUS
Kriteria diagnosis :
GDS 200 mg/dl + gejala khas DM (trias DM)
GDS 200 mg/dl pada 2 kali pemeriksaan saat
yang berbeda
GD 2 jam pp 200 mg/dl setelah pembebanan
glukosa 75 gram (tes toleransi glukosa)
GD puasa 126 mg/dl pada 2 kali pemeriksaan
pada saat yang berbeda

Anatomi dan Fisiologi sistem


vena

Patogenesis trombosis:
SISTEM HEMOSTASIS
KESEIMBANGAN
Tr
om
bo
si

FIBRINOLISIS

em

bu
lu
h

da
ra

KOAGULASI

ko
ag
ul
as
i

in
hi
bi
to
r

Fa
kt
or

Patogenesis
trombosis:

Causa Thromboemboli Vena


Long bed rest and/or immobility.
Damage to veins from injury or infection.
Damage to the valves in the vein, causing pooling
near the valve flaps.
Pregnancy and hormones (estrogen or pil KB).
Genetic disorders.
congestive heart failure (CHF), or tumor
Surgery, particularly some procedures on the lower
extremities.

Klinis tromboemboli vena:


Klinis TVD

Klinis emboli paru


Nyeri dada (pleuritis,
substernal)
Sesak nafas.
Takhipnoe, takhikardi
(> 100x/ menit),
hemoptisis

Patofisiologi emboli paru

PEMANJANGAN
PELEBARAN
BERKELOK-KELOK

SISTEM VENA DAN


TERDAPAT GANGGUAN
SIRKULASI DARAH
DIDALAMNYA
NYERI

DUA FAKTOR UTAMA VARICES


TEKANAN HIDROSTATIS
HAMBATAN ALIRAN DARAH DI PROKSIMAL
JENIS VARICES :
1. VARICES TRUNKAL
2. VARICES RETIKULARIS
3. VARICES KAPILARIS

EMPAT STADIUM
VARICES
1. PEGEL LINU
2. VENEKTASI
3. VARICES MASIF
4. ULKUS VARIKOSUM

The symptoms of varicose veins :


Bulging, swollen, purple, ropy, veins seen
under the skin.
Spider veins -- small red or purple bursts
on your knees, calves, or thighs, caused
by swollen capillaries (small blood
vessels).
Aching, stinging, or swelling of the legs at
the end of the day.

PENANGANAN
PENGOBATAN
(injeksi aethoxy sclerol)
OPERASI

more common in women than men and


often run in families