Anda di halaman 1dari 7

AL ISLAM

&
KEMUHAMMADIYAHAN

DISUSUN OLEH :
1. HAFIZH RIDHO PANGESTU
2. EVAN HARDIANTO
3. M.HEKIN LAZIDI
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
TAHUN 2016

1. Pengertian shalat sunnat


Shalat sunnat adalah shalat selain fardhu yg lima waktu.
Allah memerintah untuk melaksanakan sholat fardhu lima
waktu, yaitu sholat Isya, Shubuh, Dhuhur, Ashar, dan Maghrib.
Kelima sholat tersebut merupakan rangkaian sholat wajib yang
harus dilakukan oleh setiap umat Islam yang beriman kepada
Allah swt.Selain harus melaksanakan sholat fardhu lima waktu
yang wajib tersebut, umat Islam juga diperintahkan untuk
melaksanakan berbagai macam sholat sunnah, yang berfungsi
untuk menyempurnakan amalan sholat-sholat fardhu. Salah
satu sholat sunnah yang diperintahkan adalah sholat sunnah
rawatib, sebagaimana banyak terdapat pada hadits-hadits
Rasulullah saw. Sholat sunnah rawatib merupakan salah satu
jenis sholat sunnah yang dikerjakan ketika sebelum atau
sesudah melaksanakan sholat-sholat wajib atau sholat fardhu.

2. Shalat sunnat (Tathawwu)


Adapun yg termasuk shalat sunnat ( tathawwu),
menurut Himpunan putusan tarjih adalah SBB:
2.1 Shalat sunnat rawatib
Shalat sunnat rawatib ialah shalat
sunnat yg mengikuti (menyertai)shalat fardhu yg
lima. Yang dikerjakan sebelum atau sesudah
shalat fardhu.
a. Shalat 2 rakaat sebelum shubuh.
b. Shalat 2 rakaat sebelum zuhur.
c. Shalat 2 rakaat sesudah zuhur.
d. Shalat 2 rakaat sesudah maghrib.
e. Shalat 2 rakaat sesudah isya.

2.2 Shalat sunnat Ghairu rawatib


Sedangkan shalat sunnat Ghairu rawatib ialah shalat shalat yg
tidak termasuk di dalam shalat rawatib yg tersebut sebelumnya,
antara lain:
a. Shalat sesudah wudlu.
shalat sesudaha wudlu adalah shalat yang dikerjakan sesudah
melakukan wudhu ketika akan shalat. Hukum shalat wudhu
adalah sunnah sebagaimana kita ketahui bahwa selain shalat
fardhu lima waktu adalah hukumnya sunnah.
b. Shalat antara adzan dan qamat.
Shalat antara adzan dan iqomah adalah shalat sunnat yang
dikerjakan antara waktu sesudah dikumandangkanya adzan
sampai akan dikumandakanya iqomah.
c. Shalat tahiyat masjid.
Tahiyatul masjid ialah shalat 2 rakaat menghormati masjid,
dilakukan setelah masuk masjid dan sebelum duduk.
d. Shalat Tahajjud
Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada
malam hari. Waktu yang paling baik ialah dilaksanakan sesudah
bangun tidur setelah shalat isya sepertiga malam yang terakhir.

e. Shalat istikharah
Shalat istiharah ialah shalat meminta petunjuk yang
baik, seperti untuk memilih satu diantara dua pilihan.
f. Shalat dua hari raya
Shalat idul fitri dan idul adha itu dilaksanakan dua
rakaat sesudah khutbah. Dan tidak ada shalat
sebelum dan sesudahnya.
g. Shalat gerhana
Shalat gerhana ialah shalat dan khutbah yang
dilaksanakan ketika terjadi gerhana matahari atau
bulan.
h. Shalat istisqa
Shalat istisqa ialah shalat dua rakaat dan khutbah
yang dilaksanakan dilapangan guna meminta turun
hujan.

3. Shalat Yang Tidak Sunahkan


Yang dimaksud dengan shalat yang tidak disunatkan ialah
berbagai bentuk shalat yang tidak pernah dicontohkan oleh
rosulullah SAW, dengan kata lain tidak ada dalil atau tuntunannya,
tetapi sering dijumpai prakteknya pada masyarakat umum,
sebagai berikut:
a. Shalat qabla jumat.
Tidak terdapat hadist tentang shalat sunnat yang dilakukan
secara serentak sesudah adzan pertama dan sebelum adzan ke
dua atau sebelum imam naik mimbar.
b. Shalat Nisfu syaban
Memang ada bebarapa keterangan tentang shalat nisfu syaban
ini, tetapi dalil dalil itu adalah dhaif, palsu dan munkar.
c. Shalat Tasbih
Berdasarkan penjelasan beberapa ahli hadist dan fiqh,
menyimpulkan shalat sunnat tasbih ini adalah suatu shalat yang
diperselisihkan ulama. Ada yang menyunnatkannya, ada yang
membidahkannya.

d. Shalat Taubat
Hadits tentang shalat taubat yang diberitakan oleh Muhammad bin
Nasir dari Abi Dzar, katanya : Nabi SAW pernah ditanya : ya
Rasulullah, bagaimanakah sewajarnya diperbuat oleh orang yang
berdosa, bila ingin taubat dari dosanya? Rasulullah SAW, menjawab :
Lebih dahulu ia mandi pada malam senin sesudah shalat witir.
Kemudian ia shalat dua belas rakaat, setiap rakaat dibacanya surat
al Fatihah dan Qul Yaa Ayyuhal kaafirun satu kali dan Qul Huwallaahu
Ahad sepuluh kali. Selanjutnya shalat lagi empat rakaat, setelah
salam ia sujud dan membaca ayat kursi satu kali, kemudian duduk
membaca istighfar seratus kali, laa haula wa laa Quwwata illa billah
seratus kali dan besoknya ia berpuasa. Pada waktu berbuka ia
lakukan shalat dua rakaat dengan membaca surat al-fatihah dan
Qul Huwallahu Ahad lima kali.
Hadits ini palsu karena tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah
SAW tidak pernah diriwayatkan oleh Abu Zaar dan juga tidak pernah
diriwayatkan oleh Zaid bin Wahab. Di dalam sannadnya terdapat
beberapa orang majhul (tidak dikenal). Pemalsu hadits ini telah
mengada-ada dan melakukan kejahatan terhadap agama. Maka
dapat disimpulkan bahwa shalat taubat dengan cara tersebut tidak
pernah di sunnahkan Rasulullah SAW.