Anda di halaman 1dari 44

Analisis Situasi

Keberhasilan
Pelayanan Kesehatan
Masyarakat
Kelompok 16
Program pendidikan profesi dokter (P3D)
SMF ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
universitas Islam Bandung

Analisis Situasi adalah


- Proses sistematis untuk mengetahui masalah kesehatan daerah
berikut
kecenderungannya
serta
situasi
faktor-faktor
yang
mempengaruhi masalah tersebut.
- Tahap pengumpulan data yang ditempuh sebelum merancang dan
melaksanakan program.

Kegiatannya
adalah
mengumpulkan
data
dan
menginterprestasikannya menjadi suatu informasi tentang
situasi yang berguna untuk perencanaan dan pengambilan
keputusan.

Tujuan : untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin


tentang kondisi kesehatan yang akan berguna untuk
menentukan permasalahan dari daerah atau kelompok tersebut
sehingga dapat digunakan untuk merencanakan sebuah
program.

Dapat dijelaskan bahwa tujuan analisis situasi adalah


Memahami masalah kesehatan secara jelas dan spesifik
Mempermudah penentuan prioritas

Sumber data dan Informasi


Sumber data dan informasi yang dipergunakan untuk melakukan
analisis, antara lain yaitu :
1.Laporan sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas (SP3),
informasi ini dapat dijadikan dasar analisis input dan output program
2.Profil Kabupaten/Kota
3.Rapid survei; dapat dijadikan input analisis masalah kesehatan

4.

Surveillans Epidemiologi

5.

Survei Kesehatan rumah tangga ( SKRT )

6.

Survei Sosial Ekonomi Nasional ( Susenas )

7.

Survei Keluarga Sejahtera BKKBN

8.

Mapping Status Gizi

9.

Survei/penelitian lain yang pernah dilaksanakan di daerah

10. Data Geographical Information System/GIS (bagi kabupaten/kota


yang sudah ada) atau data pemetaan wilayah
11. Data-data lain yang menunjang (mis.laporan LSM)

Aspek Analisis Situasi


(menurut HL. Blum)
A.

Analisis Derajat Kesehatan

B.

Analisis Perilaku Kesehatan

C.

Analisis Lingkungan Kesehatan

D.

Analisis Faktor Hereditas dan Kependudukan

E.

Analisis Program dan Pelayanan Kesehatan

A. Analisis Derajat
Kesehatan
Menjelaskan masalah kesehatan apa yang dihadapi. Menghasilkan
ukuran-ukuran derajat kesehatan secara kuantitatif , penyebaran
masalah menurut kelompok umur penduduk, tempat dan waktu.
Untuk menilai suatu kondisi kesehatan digunakan indikator indikator.

Dalam menganalisis masalah kesehatan, dipergunakan metoda dan


konsep epidemiologi, seperti :
1.Angka kematian (mortalitas) merupakan indikator status kesehatan
dan sekaligus indikator kependudukan. Beberapa jenis angka
kematian yang mempunyai kepekaan lebih terhadap masalah
kesehatan yaitu :

Angka kematian Ibu ( AKI )

Angka kematian bayi ( AKB)

Angka kematian balita (AKABA)

Angka kematian kasar (AKK)

Angka kematian menurut kelompok umur ( ASDR)

2. Angka kesakitan (morbiditas) adalah jumlah orang yang terkena


penyakit tertentu.
Ada 2 cara untuk mengukur angka kesakitan, yi:

Angka insiden ( incidence rate)

Angka prevalen ( prevalence rate)

3.

Umur Harapan Hidup (UHH)

Adalah jumlah kelahiran sampai pada kelompok umur tertentu


dalam tahun tertentu dibagi jumlah penduduk dari kelompok
umur tersebut pada pertengahan tahun

Manfaatnya adalah untuk mengetahui berapa lama orang dapat


hidup sejak dari usia tertentu

B. Analisis Perilaku
Kesehatan

Terdapat 2 paradigma dalam kesehatan yaitu


paradigma sakit (kuratif dan rehabilitatif) dan
paradigma sehat (promotif dan preventif)

Sumber data dan informasi untuk analisis perilaku


kesehatan dapat diperoleh dari Susesnas, SKRT,
hasil studi dan lain-lain.

Selain itu dapat diperoleh secara kualitatif dari


sumber-sumber data langsung di masyarakat
seperti : tokoh masyarakat, bidan, dukun, dll

Secara teknis tidak semua indikator


kesehatan ini mudah didapatkan

perilaku

Hal-hal yang perlu digambarkan dalam analisis


ini

adalah
1.

Kepercayaan konsep/kesehatan

2.

Gaya hidup

3.

Pola pengeluaran rumah tangga (pangan , non


pangan)

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), lampirkan


hasil pendataan minimal 10 kriteria Depkes

Perpilaku penyimpangan seksual

Perilaku
pencarian
tradisional/alternatif
seperti:
Akpunktur, dll.

pengobatan
Reiki,
Prana,

C.

Analisis
Kesehatan

Lingkungan

Aspek lingkungan adalah faktor yang memiliki


pengaruh yang paling besar terhadap derajat
kesehatan. Secara spesifik aspek lingkungan
yang berhubungan dengan kesehatan dapat
dikategorikan dalam aspek lingkungan fisik-kimiabiologi dan aspek lingkungan sosial ekonomi

1.

Lingkungan fisik-kimia-biologi

Uraikan keterkaitan dengan potensi untuk timbulnya penyakit,


misalnya :

Sumber air bersih

Jamban

Lantai rumah

Kegiatan yang berpotensi untuk menimbulkan polusi lingkungan

2.

Lingkungan sosial budaya-ekonomi

perkembangan tenaga kerja yang meliputi :

Angkatan kerja

Lapangan kerja

Angka pengangguran

Penghasilan /income

D. Analisis Faktor
Hereditas dan
Analisis hereditas
digunakan data ukuran geografi dan demografi
Kependudukan
untuk menganalisis faktor kependudukan, yang berkaitan dengan
status kesehatan dan menjadi masalah spesifik daerah, mencakup
hal-hal sbb :
Geografi :
1.

Peta wilayah

2.

Luas wilayah

3.

Jumlah kecamatan, jumlah desa/kelurahan

4.

Kondisi daerah dataran rendah/ pantai/ perbukitan/ pegunungan/


daerah aliran sungai/ daerah kumuh/ kawasan industri

5.

Lokasi daerah rawan bencana, rawan kejadian luar biasa, rawan


penyakit menular

Kependudukan / Demografi
1. Jumlah penduduk dan komposisi penduduk (3 tahun terakhir)
2. Tingkat pendidikan, data penduduk putus sekolah
3. Pertumbuhan Penduduk (3 tahun terakhir)
4. Kepadatan penduduk, mobiltas, penyebaran penduduk
5. Tingkat kesuburan penduduk (fertilitas)
6. Mata pencaharian
7. Jumlah Gakin
8. Jumlah penduduk kelompok rentan/khusus (bumil, bayi, balita, dan
yang menjadi masalah spesifik daerah misalnya anak jalanan )

E. Analisis Program dan


Pelayanan Kesehatan

Analisis program dan pelayanan kesehatan dapat


dilakukan dengan pendekatan sistem, yaitu dengan
memperhatikan
komponen
input-proses-output.
Analisis lebih ditekankan pada komponen input dan
output, oleh karena aspek proses sangat banyak
dan berbeda-beda antara program

Analisis input program antara lain dengan


menggunakan indikator berupa rasio, misalnya rasio
jumlah Puskesmas dengan jumlah penduduk

Analisis output upaya kesehatan, yang dalam analisis ini perlu


dibedakan antara pencapaian program dengan output program.

Pencapaian program lebih bersifat statis, yaitu


menggambarkan keadaan sampai suatu saat tertentu.

Adapun
output
program
lebih
bersifat
dinamis,
yang
menggambarkan berapa banyak output (hasil) yang diproduksi
persatuan waktu, misalnya perbulan

hanya

Trend output program, pada dasarnya menggambarkan kapasitas


upaya kesehatan yang berguna untuk penetapan sasaran pada
masa yang akan datang

Dalam melakukan analisis program-program perlu dijelaskan


pandangan pembuat master plan terhadap angka-angka
pencapaian hasil kegiatan, dikaitkan dengan upaya dan dana yang
telah dikelola selama ini, serta kaitannya dengan perkembangan
jumlah penduduk , dll

Program dan pelayanan kesehatan


yang perlu dianalisis meliputi :
1.

INPUT :
1.

Pembiayaan Kesehatan

2.

Sumber Daya Manusia /SDM

3.

Sarana Kesehatan

4.

Obat dan bahan habis pakai serta alat kesehatan

2. PROSES meliputi :

Proses perencanaan,

Proses pengorganisasian

Proses penggerakkan

Dan evaluasi

( POAC )

3. OUTPUT ( kinerja / cakupan)


a. Utilisasi pelayanan kesehatan

Pelayanan kesehatan di Puskesmas (prosentase kunjungan, prosentase


kunjungan dan contact rate orang miskin, prosentase kunjungan PT. Askes
dan asuransi kesehatan lain, dll)

b. Cakupan program kesehatan (upayakan


data 3 tahun atau 3 bulan terakhir)

KIA

GIZI

Pemberantasan penyakit
penyehatan lingkungan

menuar

dan

Keluarga Berencana (akseptor CU/PUS)

Promosi kesehatan mencakup bentuk, sasaran dan


jenis kegiatan

Kesehatan khusus (misalnya kesehatan gigidan


mulut, penyakit jiwa, penyakit mata, kesehatan
kerja)

Cakupan penyakit sesuai program spesifik daerah


(misalnya kesehatan lansia, kelainan congenital, dll)

Metode Analisis Situasi


Masalah dikelompokkan menjadi masalah yang spesifik sehingga
mudah dikenal. Masalah dengan pendekatan segitiga pelayanan
dibedakan atas aspek penyelenggara pelayanan (provider), aspek
masyarakat (perilaku dan status kesehatan) dan lingkungan (fisik,
kimiawi, biologis, sosiobudaya dan ekonomis)

Model Analisis Situasi


(SWOT)
-

Strength (kekuatan)

Weakness (kelemahan)

Opportunities (Peluang)

Threats (Ancaman)

Proses Analisa Situasi


Puskesmas

Langkah awal dalam penyusunan Program Pembangunan


Kesehatan adalah mengidentifikasi masalah kesehatan dan
kebutuhan yang diperlukan masyarakat.

Untuk hal tersebut, harus dilakukan sebuah analisa situasi yang


komprehensif tentang situasi kesehatan di daerah tersebut,
termasuk masalah lintas batas

Peran dan Fungsi


Puskesmas
Puskesmas adalah sarana unit fungsional kesehatan terdepan
yang memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat
di wilayah kerjanya

Puskesmas mempunyai fungsi utama menjalankan upaya


pelayanan kesehatan untuk menanggulangi masalah kesehatan
masyarakat, terutama menggerakkan Upaya Promosi Kesehatan,
Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2M)

LANDASAN HUKUM
Penyelenggaraan Puskesmas adalah Keputusan Menteri
Keshatan Republik Indonesia Nomor 128/Menkes/SK/II/2004
tentang :
Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat

3 Fungsi Utama Puskesmas


1.

Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan

Berupaya menggerakan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah


kerjanya agar menyelenggarkan pembangunan yang berwawasan
kesehatan

Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari


penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya

2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat,


keluarga dan masyarakat :

1.

Memiliki kesadaran , kemauan dan kemampuan melayani diri


sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat

2.

Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan


termasuk pembiayaan

3.

Ikut
menetapkan
menyelenggarakan
pelaksanaan program kesehatan

4.

Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam


rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat

5.

Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan


kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri

6.

Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana


menggali dan menggunakan sumberdaya yang ada secara
efektif dan efisien

dan

memantau

3. Pusat
Pertama

Pelayanan

Kesehatan

Strata

Menyelenggarakan
pelayanan
kesehatan
tingkat
pertama
( primer ) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan ,
mencakup:
1. Pelayanan kesehatan perorangan
2. Pelayanan kesehatan masyarakat

UPAYA KESEHATAN DI
PUSKEMAS
TERDIRI DARI :

Upaya Kesehatan Wajib

Upaya Kesehatan Pengembangan

UPAYA KESEHATAN WAJIB

Upaya Promosi Kesehatan

Upaya Kesehatan Lingkungan

Upaya Kesehatan Ibu dan Anak , serta KB

Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Upaya Pengobatan

UPAYA PENGEMBANGAN

Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

Upaya Kesehatan Sekolah

Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut

Upaya Kesehatan Usia Lanjut

Upaya Kesehatan Kerja

Upaya Kesehatan Jiwa

Upaya Kesehatan Mata

Upaya Kesehatan Usia Lanjut

Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional

Seluruh Upaya Kesehatan di Puskesmas dapat diselenggarakan :


Di Dalam Gedung
Di Luar Gedung

1. Upaya Promosi
kesehatan
Tercapainya perubahan prilaku individu,
keluarga dan masyarakat dalam membina
dan memelihara prilaku sehat, serta
berperan aktif dalam upaya mewujudkan
derajat kesehatan yang optimal.
Sasaran :
Pelaksanaan posyandu dan Pembinaan
kader
Penyuluhan Kesehatan
- Penyuluhan dalam gedung
- Penyuluhan luar gedung

Penyuluhan kelompok :
- Kelompok posyandu
- Penyuluhan masyarakat
- Anak sekolah

Penyuluhan perorangan :
c. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
d. Advokasi program kesehatan dan program prioritas
Kampanye program prioritas antara lain : vitamin A, narkoba, P2M DBD, HIV,
malaria, diare
e. Promosi kesehatan tentang narkoba
f. Promosi tentang kepesertaan jamkesmas
g. Pembinaan dana sehat/jamkesma

2. Upaya Kesehatan
lingkungan

Kegiatan peningkatan kesehatan lingkungan


bertujuan terwujudnya kualitas lingkungan yang
lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari
segala kemungkinan resiko kejadian yang dapat
menimbulkan gangguan dan bahaya kesehatan
menuju derajat kesehatan keluarga dan masyarakat
yang lebih baik.

Penyehatan air, Penyehatan makanan dan


minuman, Pengawasan pembuangan kotoran
mannusia, Pengawasan dan pembuangan sampah
dan limbah, Penyehatan pemukiman, Pengawasan
sanitasi tempat umum, Pengamanan polusi industry,
Pengamanan pestisida, Klinik sanitasi

3. Upaya Kesehatan Ibu dan


Anak Serta KB
Kesehatan Keluarga adalah wujud keluarga sehat, kecil bahagia
dan sejahtra dari suami istri, anak dan anggota keluarga lainnya
(UU RI no 23 th 1992)
masalah kesehatan reproduksi di indonesia berdasarkan
rekomendasi strategi regional WHO untuk negara-negara Asia
Tenggara, maka kegiatan pelayanan reproduksi adalah:
1. Kesehatan Ibu Dan Anak
2. Kesehatan Anak Usia Sekolah
3. Kesehatan Remaja, termasuk pencegahan serta penanganan
PMS (Penyakit Menular akibat Hubungan Seks, HIV/AIDS)
4. Keluarga Berencana
5. Kesehatan Usia Lanjut (Program Pengembangan Puskesmas)

4. Upaya Perbaikan Gizi


masyarakat
Adalah kegiatan untuk mengupayakan peningkatan
status gizi masyarakat dengan pengelolaan
terkoordinasi dari berbagai profesi kesehatan serta
dukungan peran serta aktif masyarakat
Upaya Perbaikan Gizi Puskesmas meliputi:
1. Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)
2. Upaya Perbaikan Gizi Institusi (UPGI)
3. Upaya Penanggulangan Kelainan Gizi Yang
Terdiri Dari:
Pencegahan Dan Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium
(GAKY), Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Besi (AGB),
Pencegahan Dan Penanggulangan Kurang Kalori Energi Protein (KEP) Dan
Kurang Energi Kronis (KEK), Pencegahan Dan Penaggulangan Kekurangan
Vitamin A (KVA), Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Kekurangan
Gizi Mikro Lain, Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Gizi Lebih

5. Upaya Pencegahan
Pemberantasan Penyakit
Menular

Adalah mencegah agar penyakit menular tidak menyebar didalam


masyarakat, yang dilakukan antara lain dengan memberikan
kekebalan kepada host melalui kegiatan penyuluhan kesehatan
dan imunisasi.

Program imunisasi, Program TB paru dengan kegiatan penemuan


penderita TBC, Program malaria dengan angka insiden malaria
(AMI), Program ISPA dengan frekuensi penemuan dan
penaggulangan
pneumonia, Program diare meliputi frekuensi penanggulangan
diare, Program rabies

6. Upaya Pengobatan
Adalah pelayanan medik yang dilakukan oleh
pelaksana pelayanan (dokter) baik secara
sendiri ataupun atas koordinasi bersama
dengan sesama profesi maupun pelaksana
penunjang pelayanan kesehatan lain sesuai
dengan wewenangnya, untuk menyelesaikan
masalah kesehatan dan menyembuhkan
penyakit yang ditemukan dari pengguna jasa
pelayanan kesehatan, dengan tidak
memandang umur dan jenis kelamin, yang
dapat diselenggarakan pada ruang praktek.
Program Rawat Jalan Umum, Rawat Jalan Gigi,
Rawat Inap dengan kegiatan Pendaftaran,
Pemeriksaan, Tindakan, Pemberian Obat

Anda mungkin juga menyukai