Anda di halaman 1dari 35

Healthcare

Associated
Infections

PENCEGAHAN DAN
PENGENDALIAN
INFEKSI (PPI)

Struktur Organisasi

MASALAH KESEHATAN
DI SELURUH DUNIA

Menghambat proses
penyembuhan

Komite PPI
Tim PPI ( ICP/IPCN)

SURVEILANS

HH
APD
Limbah
Lingkungan
Peralatan Perawatan Ps
Penanganan Linen
Kes. Karyawan
Penempatan Pasien
Etika batuk
Penyuntikan yang aman
Praktil lumbal punksi

PPRA

A
I
s

Airborne
Droplet
Contact

Menerapkan
Bundles of
HAIs

Komite PPI
Tim PPI
Monev
Audit

Internal
Eksternal

Struktur organisasi
Uraian tugas

Healthcare Associated Infections (HAIs)


Data di Indonesia
bagaikan fenomena
gunung es
Kegiatan surveilans
pasif
Kegiatan surveilans
dilakukan oleh orang
yang belum kompeten

Sumber: Laporan data HAIs RSJPDHK Lomba Bicomensial

Grafik 2: Data infeksi nosokomial berdasarkan jenis infeksi


nosokomial

No

Mikroorganisme

VAP

IADP

ISK

Total

Psudomonas Aeruginosa

132

146

19.6

Klebsiella Pneumonia

95

100

13.4

Acinetobacter Bawmanii

83

92

12.4

Staph.Epidermidis

65

17

86

11.5

Staph. Viridans

68

68

9.2

Candida Sp

32

17

15

64

8.6

Acinobacter Haemoliticus

38

48

6.4

Enterobacter Gergoviae

43

47

6.3

Eschericia Coli

35

38

5.3

10

Staphy.Aureus

34

35

4.7

11

Serratia Marcescens

10

1.3

12

MRSA

10

10

1.3

Total

625

81

38

744

100

Sumber Data : Laporan tahunan PPI th 2009 RSJPDHK

Microorganism BSI periode Jan-Des 2012


in NCC Harapan Kita
Microorganism

Total

Staph.Epidermidis

30

21.7

Acinetobacter Bawmanii

25

17.7

Klebsiella Pneumonia

15

10.6

Staphy.Aureus

15

10.6

Psudomonas Aeruginosa

12

0.8

Staph. Viridans

11

0.7

Strepto. Anhemoliticus

0.7

Acinobacter Haemoliticus

0.6

Enterobacter Arogenes

0.6

Enterobacter Gergoviae

0.6

141

100

Total

Bentuk penyajian data bentuk Tabel dengan memakai kolom dan baris

SURVEILANS

Salah satu program dari PPI


Aktifitas yang sangat penting dan luas
Dilakukan oleh IPCN yang berkompteten
Secara aktif dan terus menerus
Indikator keberhasilan program PPI
NNIS oleh CDC,

NNIS (National Nosocomial


Infection Surveillans) pertamakali
th 1970
Menurun 32 %, tanpa Surveilans
Meningkat 18 %
RSJPDHK menurun 40 %

PENGERTIAN SURVEILANS

Pengumpulan data kesehatan yang


penting secara terus menerus
sistematis, analisis dan interpretasi dan
didesiminasikan kepada pihak pihak
yang berkepentingan secara berkala
untuk digunakan dalam perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi suatu
tindakan pelayanan kesehatan

TUJUAN
SURVEILANS

Memperoleh data dasar


Kewaspadaan dini KLB
Menilai standard mutu pelayanan
Sebagai sarana mengidentifikasi
malpraktek
Menilai keberhasilan suatu program PPI
Meyakinkan para klinisi
Sebagai suatu tolok ukur akreditasi

Infeksi lain
Scabies
Diare

Dekubitus

Infeksi
Daerah
Operasi

SURVEILENS
(Masalah yang ada)

Infeksi
Saluran
Kemih

Infeksi
Aliran Darah
Primer

Plebitis

Infeksi
Pneumonia

Infeksi
Pneumonia
Akibat
Ventilator

Hospital wide, traditional


Surveillance
Periodic Surveillance
Prevalence Surveillance
Target Surveillance
Outbreak threshold

- Observasi/Pengamatan
- Interview/Wawancara
- Kuesioner: Fixed or Closed, Openend,
Kombinasi
- Sumber Sekunder

Data-data yang harus dikumpulkan yaitu

data demografi,
data infeksi,
hasil laboratorium,
faktor resiko spesifik seperti
pemasangan kateter urine untuk infeksi saluran kemih/Urinary
Tractus Infection (UTI)
pemasangan central vena line untuk infeksi aliran darah/
Bloodstream Infection(BSI),
pemasangan ventilator mekanik untuk pneumonia sehubungan
dengan pemakaian ventilator/Ventilator-Associated Pneumonia
(VAP).

Untuk faktor resiko infeksi luka operasi/Surgical Site


Infection (SSI) di data tanggal operasi, lama operasi,
kelas luka, ASA Score, emergensi atau elektif.
Data dikumpulkan setiap hari pada waktu yang sama
dicatat pada formulir yang sudah disediakan.

Di kumpulkan data Numerator dan


Denominator.
Data numerator yaitu jumlah yang terinfeksi
pada pasien yang beresiko
Data denominator adalah jumlah pasien, dan
jumlah hari rawat pasien, total jumlah hari
pemakaian ventilator, central line, kateter urine.
(menurut NNISS =National Nosocomial Infection
Surveillance System)

Numerator dihitung angka kejadian infeksi, sedangkan


denominator dihitung populasi yang beresiko. Menghitung
dan menganalisa data pakai metode statistical.
Populasi yang beresiko Surgical Site Infection (SSI) atau
Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah semua pasien yang
dilakukan operasi.
Populasi Ventilator Associated Pneumonia (VAP) adalah
semua pasien yang memakai ventilator.
Populasi Urinary Tractus Infection (UTI) atau Infeksi Saluran
Kemih (ISK) adalah semua pasien yang memakai kateter
urine

Stratifikasi data
Dalam suatu studi populasi sering lemah homogen,
maka dibedakan umur, gender, severity , dilakukan
stratifikasi.
Pasien Infeksi luka operasi dibagi dalam jenis
operasi, usia, jenis luka, atau kategori risk dan
sebagainya.
Kategori Risk (0), (1),(2),(3), kategori risk ini
merupakan jumlah score dari jenis luka, ASA, T.Time
Infeksi saluran kemih dibagi menurut jenis kelamin,
pada pasien neonatus, dibagi kedalam kategori berat
badan

Untuk menghitung surveilens yang dipakai adalah insiden


rate.
Insiden Rate infeksi luka operasi adalah jumlah pasien
infeksi luka operasi ( Numerator) dibagi jumlah total kasus
operasi ( Denominator) dikali 100 % .
Sedangkan Rate VAP/ISK/IADP adalah jumlah
VAP/ISK/IADP ( Numerator) dibagi total jumlah hari
pemakaian alat ( Denominator) dikali 1000

Insiden Rate ISK


Jumlah ISK
----------------------------------------------------------X 1000
Jumlah hari pemakaian kateter urine menetap
dalam kurun waktu tertentu
Contoh:
Pada bulan Juli 2009 jumlah pasien terpasang kateter urine
menetap 20 orang, total hari pemakaian kateter urine 80
hari.Jumlah pasien ISK dua orang, maka insiden rate ISK
adalah 2/80 X 1000 = 25

Insiden Rate VAP


Jumlah VAP
-------------------------------------------------- X 1000
Jumlah hari pemakaian Ventilasi Mekanik dalam
kurun waktu tertentu
Contoh:
Pada bulan Juli 2009 jumlah pasien terpasang
ventilasi mekanik lima orang, total hari
pemakaian ventilasi mekanik 20 hari.Jumlah
pasien VAP dua orang, maka insiden rate VAP
adalah 2/20 X 1000 = 100

Insiden Rate IADP


Jumlah IADP
------------------------------------ X 1000
Jumlah hari pemakaian kateter vena sentral
dalam kurun waktu tertentu
Contoh:
Pada bulan Juli 2009 jumlah pasien terpasang
kateter vena central 10 orang, total hari
pemakaian kateter vena sentral 40 hari.Jumlah
pasien IADP dua orang, maka insiden rate IADP
adalah 2/40 X 1000 = 50

Insiden Rate Plebitis


Jumlah Plebitis
------------------------------------ X 1000
Jumlah hari pemakaian intra vena perifer dalam
kurun waktu tertentu
Contoh:
Pada bulan Juli 2009 jumlah pasien terpasang intra vena
perifer 50 orang, total hari pemakaian kateter vena perifer
200 hari.Jumlah pasien Plebitis 10 orang, maka insiden
rate Plebitis adalah 10/200 X 1000 = 50

Insiden Rate ILO


Jumlah ILO
----------------------------------------- X 100
Jumlah kasus operasi dalam kurun waktu
tertentu
Contoh:
Pada bulan Juli 2009 jumlah kasus
operasi SC 20 orang, terjadi ILO dua orang,
maka insiden rate infeksi adalah
2/20 X 100 = 10 %

Data harus diinterpretasi dengan cepat dan tepat, untuk


mendapatkan informasi/makna penemuan, apakah ada
masalah infeksi nosokomial, yang memerlukan
penanggulangan atau investigasi lebih lanjut.
Interpretasi yang dibuat harus menunjukkan informasi
tentang penyimpangan yang terjadi.
Bandingkan angka infeksi HAIs apakah ada
penyimpangan , dimana terjadi kenaikkan atau
penurunan yang cukup tajam.

Perhatikan dan bandingkan kecenderungan


menurut jenis infeksi, ruang perawatan dan
patogen penyebab bila ada.
Perlu dijelaskan sebab-sebab peningkatan atau
penurunan angka HAIs, jika ada data yang
mendukung relevan dengan masalah yang
dimaksud

- Bandingkan dengan BENCHMARK


NHSN/NNIS

Dapat menjawab
Apa,
Dimana,
Kapan

Laporan sistematik, tepat waktu, informatif


Disajikan dalam berbagai bentuk, yang penting
mudah dianalisa dan di interpretasi.
Penyajian data harus jelas, sederhana, dapat
dijelaskan diri sendiri
Tujuan untuk:
Memperlihatkan pola infeksi nosokomial dan
perubahan yang terjadi (trend)
Memudahkan analisis dan interpretasi data
Komunikasi/Pelaporan dengan narasi
singkat,rekomendasi, tindak lanjut

Cara penyajian data bisa dalam bentuk


tabel:biasanya menunjukkan frekuensi
kejadian dengan kategori yang berbeda atau
sub bagian suatu variable,
bentuk grafik :menggambarkan kecenderungan
menurut waktu,
diagram batang : menggambarkan
perbandingan,
diagram Pie : menggambarkan proporsi

Laporan dibuat secara periodik,


tergantung institusi bisa setiap
bulan, triwulan, tahunan.
Laporan dilengkapi dengan
rekomendasi tindak lanjut bagi
pihak terkait dengan peningkatan
infeksi.

Laporan didesiminasikan kepada


pihak-pihak terkait
Tujuan diseminasi agar pihak terkait
dapat memanfaatkan informasi
tersebut untuk menetapkan strategi
pengendalian infeksi .

Audit proses tahapan


Ketepatan data
Kualitas data
Ketepatan analisa

Outcome Assesment
Apakah system surveilans sesuai
objektif

Pelaksanaan surveilans IADP,ISK,VAP,IDO


merupakan kegiatan yang penting dan luas
dalam program PPI
Pelaksanaan surveilans HAIs dilaksanakan
oleh individu yang profesional
Metode observasi langsung merupakan
Golden Standard
Pelaksanaan surveilans meliputi
perencanaan,pengumpulan
data,analisa,interpretasi,komunikasi dan
evaluasi