Anda di halaman 1dari 26

Ascarias

is

Raissa Lingga Angesti


Pembimbing :
20110310220
dr. Wahyu B, Sp.A

Defini
si
Infeksi karena menelan telur (stadium infektif)
Ascaris lumbricoides

Epidemiolo
gi
Prevalensi cukup tinggi pada daerah tropis dengan
kelembaban tinggi, sanitasi hygiene yang kurang baik
Di negara berkembang, 1 dari 4 orang terinfeksi.
South east Asia 73 %, Afrika 12 %, Amerika Tengah /
Selatan 8 %
Prevalensi di Indonesa; 60-90% Terutama di daerah
tertinggal dan daerah kumuh
Infeksi pada anak umur 5-9 tahun > dewasa. Akibat
bermain tanah yang mengandung telur,
mengkontaminir tangan, makanan, mainan mereka.
Kematian jarang terjadi kecuali terdapat penyumbatan
usus

Ascaris lumbricoides = round worm


Nama dalam bahasa Indonesia : cacing
gelang / cacing gilig
Hospes definitif : manusia
Penyakitnya disebut : Askariasis
Habitat / predileksi : lumen usus halus
Bentuk infektif : telur infektif (berasal dari
telur yang fertilized)
Penularan: peroral (tertelan telur infektif)

Ascaris lumbricoides
Askariasis
disebabkan oleh
cacing gelang
( Ascaris
lumbricoides )

KLASIFIKASI
Kerajaan : Animalia
Filum : Nematoda
Kelas : secementea
Ordo : Ascaridida
FamilI : Ascarididae
Genus : Ascaris
Spesies:
A.lumbricoides

Dewasa :

Morfologi

- Jantan : 15-31 cm,ujung posterior


melengkung
- Betina : 20-35 cm, ujung lurus

Telur :
Mempunyai 4 tipe yaitu
1. Dibuahi ( fertil/fertilized egg )
2. Matang / berembryo (berisi larva)
3. Tidak dibuahi (infertil/unfertilized egg)
4. Decorticated (dapat fertil maupun
infertil)

Telur yang dibuahi


(Fertilized egg)

Telur berembrio/
matang/infektif

Telur yang tidak dibuahi


(unfertilized egg)

Telur decorticated

DAUR HIDUP
DEWASA

Dalam usus

Telur

Tertelan

KELUAR BERSAMA TINJA

TELUR FERTIL MASAK


DI TANAH LEMBAB,HANGAT
(2 3 MINGGU) .

Paru-paru
Sirkulasi
Larva menetas
Dalam usus

telur infektif
tertelan

Siklus Hidup

Fase perpindahan larva dari darah


ke paru-paru.
Fase dewasa di usus

Cacing betina dewasa bisa tumbuh


mencapai 30 cm, bertelur mencapai
200.000 telur/hari yang kemudian
dikeluarkan melalui feses
Telur berkembang di tanah dan
menjadi infektif setelah 2-3 minggu,
tergantung pada kondisi lingkungan

Telur cacing ditemukan pada tanah yang


terkontaminasi oleh feses manusia atau
dalam makanan mentah yang terkontaminasi
oleh tanah yang mengandung telur cacing
Telur cacing akan berubah menjadi larva
pada saluran pencernaan manusia
Larva akan menembus dinding saluran
pencernaan dan mencapai paru paru melalui
aliran darah, menjadi matang 10-14hari

Larva menembus dinding alveolar akan


kembali ke kerongkongan dan ditelan
Di saluran pencernaan, larva akan
berkembang menjadi cacing dewasa,
antara 2-3 bulan
Cacing dewasa bisa hidup 1-2 tahun

Gejala Penyakit
Gejala ringan
Ditemukannya
cacing dalam tinja
Batuk mengeluarkan
cacing
Kurang napsu makan
Demam
Bunyi mengik saat
bernapas (wheezing

Gejala berat
Muntah
Napas pendek
Perut buncit
Nyeri perut
Usus tersumbat
Saluran empedu
tersumbat

Patologi dan Gejala


Klinik

Bila jumlah cacing sedikit ( 10-20


ekor ) tidak menimbulkan gejala
Kelainan yang ditimbulkan akibat :
1. Migrasi larva (4-16 hari setelah menelan
telur)
2. Cacing dewasa (6-8 minggu setelah
menelan telur)

Akibat Migrasi
Larva

Trauma/ perdarahan dalam jaringan paru


. Reaksi radang disekitar larva
. Peningkatan mukus di bronchus, spasme
Sensitisasi pada host, allergi, serangan asthma
Demam
Batuk dengan sputum bercampur darah, sesak,
urticaria Sindrom Loeffler
Pada pemeriksaan darah
: sel
Eosinophil meningkat
Pada pemeriksaan auskultasi : wheezing
dan ronchi

Akibat Cacing
Dewasa
Habitat
cacing dewasa di dalam lumen usus

halus
menghisap makanan dari host
Gejala klinik tergantung dari :
. jumlah cacing / berat ringannya infeksi
. keadaan umum penderita
Faktor yang menimbulkan gejala :
. Faktor mekanis, karena gerak cacing dewasa
. Faktor khemis, karena produksi metabolik
dari cacing
Gejala: rasa tidak enak pada perut, diare,
kolik, anoreksia,
gejala keracunan, oedema, appendicitis

Akibat Migrasi Cacing


Dewasa

Migrasi cacing dewasa mencapai organ lain,


menimbulkan gejala akut seperti :
. Ileus, obstruksi usus
. Perforasi usus, cacing menembus dinding
usus
. Peritonitis
Komplikasi sering dijumpai pada anak-anak

Diagnosi
s

Ascaris pneumonitis: uji sputum untuk


larva ascaris biasanya berguna
Ascaris usus: pemeriksaan telur pada feses
Kadang di dalam tinja atau muntahan
penderita ditemukan cacing dewasa dan
didalam dahak ditemukan larva
Jumlah eosinofil didalam darah bisa
meningkat
Tanda2 adanya perpindahan parasit bisa
terlihat pada foto rontgen dada

Penatalaksana
an
Mebendazole
Dosis : 100 mg dua kali sehari selama 3 hari
Albendazole
Dosis tunggal 400 mg
Levamisol
Anak-anak: 2,5 mg/kg levamisol (base) sebagai dosis
tunggal
Pyrantel Pamoate
anak-anak 20 mg /kg dosis tunggal selama 2 hari.
Piperazine
Anak-anak: 50 mg/kg piperazin hexahidrat (max 2.5 g)

Prognosi
s askariasis memiliki prognosis
Pada umumnya,

yang baik. Kesembuhan askariasis mencapai


70 hingga 99%. Komplikasi bisa disebabkan
oleh cacing dewasa yang bergerak ke organ
tertentu menyebabkan blockage usus .
Komplikasi yang mungkin terjadi:
Penghambatan sekresi liver
blockage intestine
Perforasi pada usus

Pencegahan

Mencegah kontak dengan tanah yang


mengandung feses manusia
Jangan membuang feses tidak pada
tempatnya
Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum
menyentuh makanan
Ketika bepergian ke negara yang sanitasi
danhigienisnya jelek, hindari makanan yang
mungkin berkontaminasi dengan tanah
Cuci, kupas atau masak bahan-bahan sayur
dan buah sebelum dimakan
Edukasi kesehatan