Anda di halaman 1dari 37

Laporan kasus

DEMAM THYPOID
VIVIN ANGGIA PUTRI
1508434424

Pembimbing :
dr. Dasril Effendi, Sp.PD-KGEH, FINASIM

Pendahuluan

Demam typhoid Salmonella enteric serotype


Thypi (S.Thypi).
RISKESDA tahun 2007, kasus demam tifoid di
Indonesia sebesar 1,5% 1.500 kasus demam
tifoid per 100.000 populasi penduduk Indonesia.
Profil Kesehatan Indonesia tahun 2010
demam tifoid menempati urutan ke 3 dari 10
penyakit terbanyak pasien rawat inap di rumah
sakit : 41.081 kasus, 247 meninggal dunia.

Demam tifoid infeksi sistemik yang dapat


menyerang semua organ tubuh.

Komplikasi serius yang dapat terjadi yaitu :


komplikasi intestinal : perdarahan usus, perforasi
usus, ileus paralitik dan pancreatitis.
komplikasi ekstra intensinal seperti gagal sirkulasi
perifer, trombositopeni, peningkatan protombin
time, sepsis dan gejala neuropsikiatrik.

Tinjauan Pustaka

PATOGENESIS

GAMBARAN KLINIS
Menyerang penderita kelompok umur 5-30 tahun
Masa inkubasi umumnya 3-60 hari
Keluhan utama demam yang diderita kurang
lebih 5-7 hari
Demam bersifat bertahap makin naik setiap hari
(anak tangga) terutama sore/malam hari
Lemah badan (lesu), malas, nyeri kepala, nyeri
otot punggung dan sendi, obstipasi, diare, mual,
muntah dan batuk.

Pemeriksaan fisik :
Bradikardi relatif
lidah tifoid
Rose spot
Bronchitis chest
Penurunan tekanan darah dan renjatan

Pemeriksaan penunjang
Darah perifer lengkap leukopenia, kadar
leukosit normal, maupun leukositosis. Anemia
ringan dan trmobositopenia .
Hitung jenis eosinofilia atau limfopenia
Widal test atau TUBEX

DIAGNOSIS

Possible case
Demam (demam anak tangga, >7 hari,
terutama sore/malam hari)
Gangguan gastrointestinal
Gangguan saraf pusat : sakit kepala &
penurunan kesadaran
Bradikardi relatif
Hepato/splenomegali
Probable case
Gejala klinis + titer Widal O 1/160 satu kali
pemeriksaan

Definitife case
Ditemukan S. thypi pada pemeriksaan biakan
atau
positif PCR
atau
terdapat peningkatan titer Widal 4 kali lipat
(pada pemeriksaan ulang 5-7 hari)
atau
titer Widal O 1/320 atau H 1/640 menetap
pada pemeriksaan ulang.

TATALAKSANA
Istirahat
Diet
Antibiotik
Simptomatik

Laporan Kasus

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn. CH
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur
: 21 tahun
Alamat
: Sorek 2, Pelalawan
MRS
: 17 April 2016

ANAMNESIS

Keluhan utama :

Demam tinggi sejak 7 hari SMRS

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


7

hari SMRS pasien mengeluhkan demam


dirasakan naik perlahan-lahan dan
menetap serta lebih tinggi terutama pada
malam hari. Demam tidak disertai
menggigil, tidak berkeringat dan tidak
ada kejang.

Pasien mengeluhkan mual dan muntah, muntah


terjadi setelah makan, 3 kali dalam sehari
sebanyak lebih kurang setengah gelas aqua,
muntah berisi air dan makanan, tidak
bercampur darah.
Pasien mengeluhkan mencret selama 2 hari
sebanyak 2 kali, konsistensi cair, bercampur
ampas, tidak berlendir dan tidak bercampur
darah. Pasien mengeluhkan nyeri di ulu hati,
sakit kepala, badan pegal-pegal, nafsu makan
berkurang diikuti badan terasa lemah. Pasien
lalu dibawa ke Puskesmas Sorek lalu dirujuk ke
RSUD AA.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Pasien tidak pernah mengalami keluhan yang
sama sebelumnya
Riwayat berpergian keluar kota disangkal

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Tidak ada keluarga, tetangga dan teman kerja
yang mengalami keluhan yang sama
Riwayat darah tinggi pada keluarga disangkal
Riwayat sakit gula di keluarga (-)
Riwayat sakit jantung di keluarga (-)

RIWAYAT SOSIAL, EKONOMI, DAN


PEKERJAAN
Pasien bekerja sebagai petani sawit.
Memiliki kebiasaan makan di warung
dibandingkan dirumah.

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Fisik Umum:

Kesadaran : Komposmentis
Keadaan Umum
: Tampak sakit sedang
Tekanan Darah
: 110/70 mmHg
Nadi
: 82 x/menit, pengisian penuh, kuat
angkat dan reguler
Pernafasan : 23x/menit
Suhu
: 38,2 C

PEMERIKSAAN FISIK

Kepala dan leher:

Mata : konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-),


pupil bulat isokor, reflex cahaya (+/+),
udem
palpebral (-/-)
Hidung : keluar darah/cairan (-), nafas cuping
hidung (-)
Telinga : keluar cairan (-) penurunan pendengaran (-)
tinnitus (-/-)
Mulut : mukosa kering (+) bibir pucat (-) sianosis (-)
gusi berdarah (-), lidah tampak kotor & tremor
Leher : pembesaran KGB (-), pembesaran kelenjar
tiroid (-).

PEMERIKSAAN FISIK

Paru

Inspeksi : bentuk dinding dada simetris kiri dan kanan,


gerakan dinding dada normal simetris kiri kanan
Palpasi : vocal fremitus normal simetris kiri & kanan
Perkusi: sonor pada kedua lapangan paru
Auskultasi: suara pernafasan vesikuler(+/+),
suara pernafasan tambahan wheezing(-/-), ronkhi (-/-)

PEMERIKSAAN FISIK

Jantung
Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat
Palpasi
: ictus cordis tidak teraba
Perkusi : batas jantung kanan linea parasternal
dextra dan batas jantung kiri linea midclavicula
sinistra.
Auskultasi: a1<a2, p1<p2, m1>m2, a2<p2
S1 dan S2 normal regular, gallop (-), mur-mur (-)

PEMERIKSAAN FISIK

Abdomen:
Inspeksi

: Perut datar, venektasi (-), distensi (-)


Auskultasi : Bising usus (+) 9x/menit, bunyi tambahan (-).
Palpasi
: Nyeri tekan epigastrium (+), massa (-), hepar
tidak teraba, lien tidak teraba, balotement ginjal (-)
Perkusi
: Timpani, shifting dullness (-)

Ekstremitas:
Ptekie (-), akral hangat, capillary refill time < 2 detik, edema tidak
ada, turgor kulit cepat kembali, rumple leed (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah Rutin:
Hb

: 12,6 g/dL
Ht : 38,2%
Leu
: 7900/uL
Tro: 230.000/uL

Uji Tubex : Anti Salmonella Igm Reaktif


skor +4

RESUME

Pasien laki-laki usia 21 tahun, datang dengan keluhan


demam tinggi sejak 7 hari SMRS. Demam dirasakan naik
perlahan-lahan dan menetap, demam lebih tinggi terutama
pada malam hari. Pasien mengeluhkan mual dan muntah,
muntah terjadi setelah makan, 3 kali dalam sehari Pasien
mengeluhkan mencret sebanyak 2 kali sehari. Pasien
mengeluhkan nyeri di ulu hati, sakit kepala, badan pegalpegal, nafsu makan berkurang diikuti badan terasa lemah.
Pasien sering makan makanan di warung.
Pada pemeriksaan fisik, pada tanda vital frekuensi nadi
82x/menit dan suhu 38,2C bradikardi relatif. Pemeriksaan
pada mulut, ditemukan mukosa kering, lidah kotor dan
tremor. Pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan pada
regio
epigastrium.
Pada
pemeriksaan
laboratorium
didapatkan hemoglobin, hematokrit, leukosit dan trombosit
dalam batas normal. Anti Salmonela Igm reaktif skor 6.

PROBLEM LIST
Demam

tifoid

PENATALAKSANAAN
Non farmakologi
Bed rest
Diet makan lunak, rendah serat

Farmakologi
IVFD RL 20 tpm
Infus Ciprofloxacin 2 x 200 mg
Inj. Ranitidin 3 x 50 mg IV
Paracetamol tab 3 x 500 mg PO

FOLLOW UP
18 April 2016
S : pasien mengeluhkan demam, badan terasa lemah, nafsu makan
berkurang, mual (+), muntah (-).
O : TD : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 37,5 oC
Pernapasan : 20 x/menit
Lidah kotor (+)
Nyeri tekan epigastrium (-)
A : Demam tifoid hari ke 8
P : Bed rest
Diet makan lunak, rendah serat
IVFD RL 20 tpm
Infus Ciprofloxacin 2 x 200 mg
Inj. Ranitidin 3 x 50 mg IV
Paracetamol tab 3 x 500 mg PO

PEMBAHASAN

Penegakan diagnosis demam tifoid berdasarkan


kriteria possible case, probable case dan definitive
case.
POSSIBLE CASE
Dari anamnesis demam yang berkepanjangan
(> 7 hari) demam naik secara bertahap lalu
menetap selama beberapa hari, terutama
sore/malam hari.
Gangguan gastrointestinal mual, muntah
sebanyak 3 kali sehari dan mencret sebanyak 2
kali sehari. Pasien mengeluhkan nyeri di ulu
hati.
Gangguan saraf pusat sakit kepala

Pada pemeriksaan, nadi 82 kali per menit dan


suhu 38,20C (bradikardi relatif).
Lidah kotor (+)

Dilakukan uji Tubex dan didapatkan hasil positif


6 suatu infeksi tifoid akut.
Skor positif 4-5 menunjukkan adanya infeksi
tifoid aktif
skor positif >6 menunjukkan indikasi kuat
infeksi kuat tifoid

Penelitian tahun 2010 sensitivitas 74,62%


spesifitas 75% dan akurasi 74,72%.
Penelitian tahun 2011 sensitivitas 79%.

Penatalaksanaan :
Non-farmakologi : istirahat tirah baring, diet
makan lunak dan rendah serat.
Terapi farmakologi : terapi simptomatik &
pemberian antibiotik ciprofloxacin 2x200mg,
namun menurut teori kloramfenikol masih
merupakan obat pilihan kecuali pada wanita
hamil.
Edukasi yang diberikan ialah pasien dianjurkan
untuk beristirahat, tidak terlalu banyak
beraktivitas & mengurangi makan yang berserat
untuk sementara waktu.

TERIMA KASIH