Anda di halaman 1dari 29

Referat

OTITIS MEDIA AKUT (OMA)

Disusun
Oleh:

Vivin Anggia Putri


NIM. 1508434424

Pembimbing :
dr. Asmawati Adnan, Sp.THT-KL
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN-KEPALA LEHER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU
RSUD ARIFIN ACHMAD
PEKANBARU
2016

DEFINISI
Otitis

media akut (OMA)


peradangan sebagian atau
seluruh mukosa telinga tengah.
Proses peradangan pada telinga
tengah (dalam waktu kurang dari
3 minggu) disertai dengan gejala
lokal dan sistemik.

ANATOMI
Telinga

terbagi menjadi 3 bagian :


Telinga luar berbentuk saluran
dengan volume berkisar 1-2 cm3
Telinga tengah membran
timpani, maleus, inkus, stapes
dan tuba Eustachius
Telinga dalam koklea, kanalis
semisirkularis (skala vestibuli,
skala timpani & duktus koklearis)

ANATOMI

Prosesus
maleus
brevis
Tangan dari
maleus

Reflek
cahaya

Umbo

Anak

Tuba lebih pendek lebih


lebar dan lebih horizontal panjang
tuba 17,5 mm
Dewasa panjang tuba 37,5 mm

ETIOLOGI
Bakteri
Streptococcus
pneumaniae
Haemophilus
influenza
Staphylococcus
aureus
Moraxella
catarrhalis
Streptococcus grup
A

Virus
Respiratory
syncytial virus
Parainfluenza
(tipe 1,2, dan 3),
influenza A dan
B, rinovirus,
adenovirus,
enterovirus, dan
koronavirus

EPIDEMIOLOGI
Pada

anak dari (6-11


bulan) sampai umur
sekitar 7 tahun.
Dewasa riw.
Infeksi ISPA tanpa
riw. sakit pada
telinga OMA
Anak > dewasa
Laki-laki >
perempuan

Faktor risiko :
Bayi prematur
BBLR
Kurangnya asupan ASI
Imunodefisiensi
Gangguan anatomi seperti
celah palatum dan anomali
kraniofasial lain
Gangguan fisiologis seperti
gangguan fungsi tuba
Eustachius
Alergi, lingkungan padat,
sosial ekonomi rendah,
orangtua merokok di dekat
anak, anak yang dititipkan ke
penitipan anak & musim
gugur dan musim dingin

PATOFISIOLOGI

KLASIFIKASI
1. Stadium Oklusi
Retraksi MT
Warna MT dapat
putih mutiara atau
suram

2. Stadium Presupurasi (hiperemis)


MT tampak hiperemis
disertai edema

3. Stadium Supurasi
MT tampak menonjol
(bulging) kearah telinga
luar

4. Stadium Perforasi
Ruptur pada MT dan
sekret keluar dari telinga
tengah ke liang telinga

5. Stadium Resolusi
Perforasi membran timpani
kembali menutup dan sekret
purulen tidak ada lagi.
Stadium ini dapat terjadi jika
daya tahan tubuh baik atau
virulensi kuman rendah walaupun
tanpa pengobatan.

DIAGNOSIS

DIAGNOSIS
Anamnesis
Pada bayi :
Demam tinggi (39C oral / 39,5C
rektal)
Gelisah dan sulit tidur
Diare
Demam disertai kejang
Sering memegang telinga yang
sakit.

DIAGNOSIS
Anamnesis
Pada anak anak :
Rasa nyeri di telinga yang berat
& menetap
Riwayat demam sampai 39C
(oral)
Riwayat infeksi saluran
pernafasan atas sebelumnya.

DIAGNOSIS
Anamnesis
Pada

remaja atau orang dewasa :


Nyeri telinga yang berat &
menetap
Telinga terasa penuh
Gangguan pendengaran
sementara

Pemeriksaan

fisik
Menggunakan otoskop : untuk
melihat membran timpani yang
menggembung, perubahan warna
gendang telinga menjadi
kemerahan atau agak kuning dan
suram, serta cairan di liang
telinga.

Pemeriksaan

penunjang
Otoskop pneumatik : u/ menilai
gerakan MT
Timpanometri : u/
mengkonfirmasi ada/tidak cairan
di telinga tengah
Timpanosintesis : u/ kultur & uji
sensitifitas

PENATALAKSANAAN
Stadium Oklusi
Anak <12 tahun Obat tetes
hidung HCl efedrin 0,5%
Anak >12 tahun dan dewasa
HCl efedrin 1% dalam larutan
fisiologis
Antibiotik jika penyebabnya
bakteri

Stadium

Presupurasi (hiperemis)
Analgetik
Antibiotika (golongan eritromisin
atau penisilin)
Obat tetes hidung
Miringotomi jika membran
timpani sudah terlihat hiperemis
difus.

Stadium

Supurasi
Antibiotika
Analgetik
Miringotomi bila membran
timpani menonjol dan masih utuh
untuk mencegah perforasi.

Stadium

Perforasi
H2O2 3% selama 3-5 hari
Antibiotika yang adekuat selama
3 minggu.

Stadium

Resolusi : Bila tidak


terjadi perbaikan/ pemulihan/
kesembuhan berikan antibiotik
sampai 3 minggu.

KOMPLIKASI
Intratemporal

Intrakranial :
:
Mastoiditis akut
Meningitis
Petrositis
Encefalitis
Labirintitis
Hidrosefalus otikus
Perforasi pars tensa
Abses otak
Atelektasis telinga
Abses epidural
tengah
Empiema subdural
Paresis fasialis
Trombosis sinus
Gangguan pendengaran

lateralis

PROGNOSIS
Bonam

: jika tidak terjadi infeksi


berulang
Malam : pasien terlambat
memeriksakan diri ke RS
penanganan terlambat

TERIMA KASIH