Anda di halaman 1dari 12

Klasifikasi Sistem Panas Bumi

SISTEM TEKTONIK
M.Robi Maulana
Gita Z.Isti
Immanuel.Sihombing
Engla K
Oky Rafsanjani
Young J Simarsoit

Sistem Panas Bumi/Geothermal System:


Dapat di artikan sebagai sistem penghantar panas dari dalam mantel
atas sampai ke kerak Bumi. Atau panas di hantarkan dari sumber panas
(Heat source) menuju ke tempat penampungan panas ( Heat Sink).
Komponen utama pembentuk panas bumi:
1.Sumber Panas, berasal dari adanya hamburan magma.
2.Aliran Fluida, air yang berasal dari air hujan atau meteorik, jika tidak
ada air
maka menjadi batuan panas kering, untuk eksploitasi maka haruis
menyuntikan air.
3.Batuan induk/Batuan Pemanas. Berupa intrusi Batolit.
4.Batuan Reservoir, sebagai penampung air atau uap yang terpanaskan.
5. Batuan Penutup (Cap rock), berfungsi sebagai penutup kumpulan air
panas atau uap.
6. Rekahan/sesar, berfungsi sebagai masuknya air, atau jalan keluarnya
panas

Ilutrasi sistem geotermal

Klasifikasi Sistem Panas Bumi oleh Goff & Janik


Goff & Janik (2000) mengklasifikasikan sistem panas
bumiberdasarkan kriteria
geologi, geofisika, hidrologi dan engineeringnya.
1. Sistem batuan beku muda (Young igneous systems)
2. Sistem tektonik (tectonic systems)
3. Geopressured systems
4. Hot dry rock systems
5. Magma tap systems

Prinsip energi panasbumi

Tektonik Sistem
Tektonik sistem berhubungan dengan adanya pergerakan lempeng. Sistem ini

terdapat di lingkungan

backarc,daerah rekahan,zona subduksi, dan sepanjang zona patahan.System panas bumi yang berasosiasi
dengan pergerakan lempeng yaitu sistem sumber energi panas yang dihasilkan bumi yang terjadi karena adanya
pergerakan lempeng bumi. Perlu diketahui bahwa bumi ini terdiri dari lapisan-lapisan lempeng bumi yang bersifat
elastis dan mengalami pergerakan. Pergerakan tersebut bisa berupa konvergen, divergen dan sesar.

Lempeng-lempeng ini bergerak secara perlahan-lahan dan menerus.


Di beberapa tempat lempeng-lempeng bergerak memisah
sementara di beberapa tempatlainnya lempeng-lempeng saling
mendorong dan salah satu diantaranya akan menujamdi bawah
lempeng lainnya.Karena panas di dalamastenosfere dan panas
akibat gesekan,ujung dari lempengan tersebut hancur meleleh
dan mempunyai temperatur tinggi (proses magmatisasi).

Hal ini lah salah satu sumber terbentuknya system panas bumi yang
berasosiasi
dengan lempeng.Keadaan dimana kedua
lempeng saling bertumbukan disebut konvergen dan proses
penumbukannya disebut subduksi
SESAR
Selain konvergen, ada juga pergerakan
lempeng yang dapat menyebabkan
terjadinya system panas bumi yaitu
sesar.Sesar adalah rekahan dimana
terjadi pergeseran masa batuan secara
relatif satu bagian terhadap yang lainnya

Jadi, system panas bumi dapat berasosiasi atau berhubungan


dengan pergerakan lempeng dimana pergerakan lempeng
tersebut terjadi akibat proses
subduksi (konvergen) dan sesar (patahan). Biasanya adanya
system panas bumi yang disebabkan oleh pergerakan
lempeng ini ditandai dengan adanya aktivitas vulkanik karena
panas yang ada di dalam perut bumi ini dapat keluar lewat
rekahan lapisan batuan dan tanah sehingga apabila tekanan
dari dalam sangat kuat akhirnya magma akan keluar lewat
letusan gunung berapi.

HUBUNGAN TEKTONIK DAN POTENSI PANAS BUMI INDONESIA


Terjadinya sumber panas bumi di Indonesia merupakan hasil
dari interaksi tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Pasifik,
Lempeng Indo - Australia, dan
Lempeng Eurasia

Tumbukan ketiga lempeng tersebut memiliki peran penting dalam


pembentukan sistem panas bumi di Indonesia.
Parit (trench) Sumatra-Jawa dan Timor menampung gerak mengutara Lempeng
Hindia-Australia, Parit Filipina menampung pergerakan membarat Lempeng
Pasifik (Geological Environment of Southeast Asia, C.S. Hutchison, 1996).
Penjelasan mengenai hal ini dapat dititikberatkan pada tektonik yang berbasis
gunung api. Penyebaran gunung api muda di Indonesia, ditinjau dari kelompok
besar tektonik sub-daerahnya dapat dibedakan menjadi empat busur, yaitu
Busur Sunda, Banda, Sulawesi Utara-Sangihe, dan Halmahera. Parit (trench)
Sumatra-Jawa dan Timor menampung gerak mengutara Lempeng HindiaAustralia, Parit Filipina menampung pergerakan membarat Lempeng Pasifik
(Geological Environment of Southeast Asia, C.S. Hutchison, 1996). Penjelasan
mengenai hal ini dapat dititikberatkan pada tektonik yang berbasis gunung api.
Penyebaran gunung api muda di Indonesia, ditinjau dari kelompok besar
tektonik sub-daerahnya dapat dibedakan menjadi empat busur, yaitu Busur
Sunda, Banda, Sulawesi Utara-Sangihe, dan Halmahera.

SEKIAN