Anda di halaman 1dari 7

Nama Kelompok:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Vivin Chayatiningsih
Dyah Ayu Retno .N.
Ririn Wulandari
Wulan Akbar .M
Radha Nurlaela .P
Fitri Purnamasari

(13.1.02.01.0118)
(13.1.02.01.0119)
(13.1.02.01.0120)
(13.1.02.01.0126)
(13.1.02.01.0130)
(13.1.02.01.0139)

Definisi
Definisi persediaan menurut PSAK 14(revisi
2008). Mendefinisikan persediaan sebagai
aset yang :
Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha
biasa
Dalam proses produksi untuk penjualan
tersebut
Dalam bentuk bahan atau perlengkapan
untuk digunakan dalam proses produksi
atau pemberian jasa

Klasifikasi
Klasifikasi persediaan antara satu entitas dngan
entitas yang lain dapat berbeda-beda. Entitas
perdangan baik perusahaan ritel maupun
perusahaan grosir, mencatat persediaan sebagai
persediaan barang dagang (merchandise
inventori). Persediaan barang dagang ini
merupakan barang yang dibeli oleh perusahaan
perdagangan untuk dijual kembali dalam usaha
normalnya. Suatu aset diklasifikasikan
sebagai persediaan tergantung pada
natuere business suatu entitas.

Pengukuran
Yang menjadi masalah utama terkait dengan
persediaan adalah mengukur nilai persediaan
tersebut. PSAK 14 (revisi 2008) menyatakan
bahwa persediaan diukur berdasarkan biaya
atau nilai realisasi neto, mana yang lebih
rendah,meliputi:
1. Biaya Persediaan
2. Biaya Pembelian
3. Biaya konversi
4. Biaya Lainnya

Metode

Metode Biaya Masuk Pertama Keluar Pertama:


Metode masuk pertama keluar pertama (MPKP) atau First In
First Out (FIFO) mengasumsikan unit persediaan yang
pertama dibeli akan dijual atau digunakan terlebih dahulu
sehingga unit yang tertinggal dalam persediaan akhir
adalah yang dibeli atau diproduksi kemudian.
Metode Rata-rata Tertimbang: Metode rata-rata
tertimbang digunakan dengan menghitung biaya setiap unit
berdasarkan biaya rat-rata tertimbang dari unit yang
serupa pada awal periode dan biaya unit serupa yang dibeli
atau diproduksi selama suatu periode.
Metode Laba Bruto, metode ini menghitung persediaan
dengan mengestimasikan jumlah persediaan akhir
berdasarkan nilai barang yang tersedia untuk dijual,
penjualan dan persentase laba bruto.
Metode Ritel, merupakan metode pengukuran nilai
persediaan dengan menggunakan rasio biaya untuk

Pengungkapan
Terkait dengan persediaan, maka dalam penyajian laporan
keuangan suatu entitas harus mengungkapkan beberapa hal
sebagai berikut :
1. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran
persediaan, termasuk rumus biaya yang digunakan.
2. Total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat
menurut klasifikasi yang sesuai bagi entitas.
3. Jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual.
4. Jumlah persdiaan yang diakui sebagai beban selama periode
berjalan.
5. Jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang
jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode
berjalan.
6. Jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang
diakui sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan.
7. Kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai