Anda di halaman 1dari 27

Tekno Ekonomi

Net Present Value (NPV)

Kriteria Investasi
Net Present Value (NPV)
Net Present Value (NPV) sering diterjemahkan sebagai nilai bersih
sekarang. NPV dari suatu proyek atau gagasan usaha merupakan nilai
sekarang (present value) dari selisih antara benefit (manfaat) dengan cost
(biaya) pada discount rate tertentu. NPV merupakan kelebihan benefit
(manfaat) dibandingkan dengan cost (biaya).
Jika manfaat dinilai sekarang lebih besar daripada biaya dinilai sekarang,
berarti proyek atau gagasan uaha tersebut layak atau menguntungkan.
Dengan perkataan lain, apabila NPV > 0 berarti proyek atau gagasan usaha
tersebut menguntungkan atau layak untuk diusahakan.

Adapun cara perhitungan NPV tersebut adalah sebagai berikut:


Net Present Value Method (NPV)
Yaitu perhitungan nilai tunai arus kas dari investasi modal dimasa yang akan
datang dengan mempergunakan suatu tingkat suku bunga, kemudian
dibandingkan dengan nilai investasi semula yang dilakukan. Menggunakan
pertimbangan bahwa nilai uang sekarang lebih tinggi bila dibandingkan
dengan nila uang pada waktu mendatang, karena adanya faktor bunga.

Jenis-Jenis NPV
1. Untuk situasi input tetap/fixed input, maka fungsi tujuannya adalah
melakukan maximize/memaksimumkan terhadap benefit atau output lain.
2. Untuk situasi fixed output, maka fungsi tujuannya adalah melakukan
minimize terhadap ongkos atau input yang lain.
3. Untuk situasi kombinasi keduanya, yakni input and output vary, maka
fungsi tujuannya adalah melakukan maximize terhadap selisih antara
keuntungan dengan ongkos.

Kriteria Penerimaan Proyek

Analisis nilai sekarang tergantung pada periodenya:


1.Bunga periode sama
2.Bunga periode berbeda
3.Bunga periode tak terbatas

Contoh Soal
1. Suatu perusahaan mempertimbangkan pembelian alat baru untuk ruang
administrasinya. Terdapat 2 perusahaan yang mengajukan tawaran dengan
data sebagai berikut:
Perusahaan

Biaya

Umur Pakai

Nilai Sisa

Speedy

$ 1.5000

5 tahun

$ 200

Allied

$ 1.600

5 tahun

$ 325

Bila tingkat suku Bunga 7% dan biaya pemeliharaan sama, mana yang dipilih?

Jawab :
Present Worth (PW)
Speedy

= 1.500 200(P/F, 7%, 5)


= 1.500 200 (0.713)
= 1.500 143
= $ 1.375

Allied

= 1.600 325 (P/F, 7%, 5)


= 1.600 325 (0.713)
= 1.600 232
= $ 1.368

Pilih Speedy, lebih rendah/minimize ongkos.

Rumus Perhitungan
Net Present Value
NPV = PV benefit PV cost
NPV = PV (benefit cost) Initial Investment Cost
Keputusan :
NPV > 0 berarti gagasan usaha (proyek) layak untuk diusahakan.
NPV < 0 berarti gagasan usaha (proyek) tidak layak untuk
diusahakan.

2.

Suatu perusahaan ingin menentukan alat timbang mana yang akan dipakai untuk
memantau hasil suatu operasi pengisian di pabrik. Bila kedua alat timbang mempunyai
umur pakai 6 tahun dan tingkat suku bunga diperkirakan 8%, alat mana yang
sebaiknya dipilih? Data dari kedua alat timbang sebagai berikut:
Alternatif

Biaya

Keuntungan/tah
un

Nilai Sisa

Atlas

$ 2.000

$ 450

$ 100

Tam Thumb

$ 3.000

$ 600

$ 700

Jawab :
Atlas :
PW keuntungan- PW biaya = A (P/A, 8%, 6) + F (P/F, 8%, 6) 2000
= 450 (4,6229) + 100 (0.6302) 2000
= $ 143
Tam Thumb :
PW keuntungan- PW biaya = A (P/A, 8%, 6) + F (P/F, 8%, 6) 3000
= 600 (4,6229) + 700 (0.6302) 3000
= $ 215
Maximize benefit : pilih Tam Thumb (memaksimalkan keuntungan).

3.

Mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi pada sebuah industri kecil dibeli
dengan harga Rp 350.000.000 pada saat industri tersebut didirikan. Apabila Statement
finansial perusahaan setelah 8 tahun beroperasi memperlihatkan data penghasilan
(revenue) dan biaya (cost) seperti terlihat pada tabel di bawah, tentukan apakah produksi
pada perusahaan tersebut dihentikan pada akhir tahun ke-8 akibat volume penjualan
yang semakin menurun. Asumsikan bahwa modal yang digunakan untuk membeli
mesin-mesin produksi diperoleh dari pinjaman bank dengan tingkat suku bunga 8%?
Tahun
1
2
3
4
5
6
7
8

Pendapatan/Reven
ue
85.260.000
96.740.000
135.250.000
109.320.000
148.610.000
125.250.000
98.750.000
75.350.000

Biaya (Rp)
49.050.000
58.290.000
52.278.000
48.570.000
75.950.000
65.430.000
55.450.000
49.250.000

Aliran Kas
Bersih
36.210.000
38.450.000
82.972.000
60.750.000
72.660.000
59.820.000
43.300.000
26.100.000

Jawab

Nilai sekarang dari setiap aliran kas masuk dan keluar dihitung berdasarkan PV dan total nilai
sekarang dari semua pendapatan (B) dan biaya (C) dihitung sebagai berikut :
Jumlah Present Value Benefit :
PVB = PVB1 + PVB2 + PVB3 + PVB4 + PVB5 + PVB6 + PVB7 + PVB8
= B1 + B2 + B3 + B4 + B5 + B6 + B7 +
= + + + + + +
= Rp 628.411.710

B8

Jumlah Present Value Cost


PVC = PVC1 + PVC2 + PVC3 + PVC4 + PVC5 + PVC6 + PVC7 + PVC8
= C1 + C2 + C3 + C4 + C5 + C6 + C7
+ C8
= + + + + + + +
= Rp 303.675.199

NPV = PV (benefit cost) Initial Investment Cost


= Rp 628.411.710 Rp 303.675.199 Rp 350.000.000
= - Rp 25.263.489

Atau :
PVB = B1 (P/F,8%,1) + B2 (P/F,8%,2) + B3 (P/F,8%,3) + B4 (P/F,8%,4) + B5
(P/F,8%,5) + B6 (P/F,8%,6) + B7 (P/F,8%,7) + B8 (P/F,8%,8)
= (85.260.000 x 0.9259) + (96.740.000 x 0.8573) + (135.250.000 x 0.7938) +
(109.320.000 x 0.7350) + (148.610.000 x 0.6806) + (125.250.000 x 0.6302) +
(98.750.000 x 0.5835) + (75.350.000 x 0.5403)
= Rp 625.220.132

PVC = C1 (P/F,8%,1) + C2 (P/F,8%,2) + C3 (P/F,8%,3) + C4 (P/F,8%,4) + C5


(P/F,8%,5) + C6 (P/F,8%,6) + C7 (P/F,8%,7) + C8 (P/F,8%,8)
= (36.210.000 x 0.9259) + (38.450.000 x 0.8573) + (82.972.000 x 0.7938) +
(60.750.000 x 0.7350) + (72.660.000 x 0.6806) + (59.820.000 x 0.6302) +
(43.300.000 x 0.5835) + (26.100.000 x 0.5403)
= Rp 303.522.788

NPV

= PV (benefit cost) Initial Investment Cost


= Rp 625.220.132 Rp 303.522.788 Rp 350.000.000
= - Rp 28.302.656

4. Suatu perusahaan mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar


Rp 40.000.000 tanpa nilai sisa dan arus kas pertahun sebesar Rp
12.000.000 selama 5 tahun dengan tingkat pengembalian yang
disyaratkan 20%.
Jawab ;
Nilai NPV = A (P/A, 20%, 5)
= (Arus kas x Faktor diskonto) Initial Investment cost
= (Rp 12.000.000 x 2.9906) Rp 40.000.000
= Rp 35.887.200 Rp 40.000.000
= - Rp 4.112.800
Usulan proyek ini lebih baik ditolak karena NPV negatif

Perhitungan NPV Menggunakan Tabel Bunga


dan Arus Kas Setiap Tahun Jumlahnya Berbeda
Contoh perhitungan NPV dengan arus kas berbeda:
5.

Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp


700.000.000, dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 15%, perkiraan arus kas
pertahun seperti dibawah ini, apakah proyek tersebut layak?
Tahun
1
2
3
4
5

Arus Kas (Rp)


300.000.000
250.000.000
200.000.000
150.000.000
100.000.000

Jawab :
PV = A (P/A, 15%, n)
Tahun
(1)
1
2
3
4
5
Total Nilai Sekarang (PV)

Investasi Awal (OI)

Nilai Bersih Sekarang (NPV)

Arus Kas
(2)
300.000.000
250.000.000
200.000.000
150.000.000
100.000.000

Tingkat Bunga
(3)
0.8696
1.6257
2.2832
2.8550
3.3522

Nilai Sekarang (PV)


(4) = (2) x (3)
260.880.000
406.425.000
456.640.000
428.250.000
335.220.000
1.887.415.000

700.000.000

1.187.415.000

Nilai NPV positif sebesar Rp 1.187.415.000, maka usulan proyek investasi ini layak diterima.

6. PT. DTM Foods mempertimbangkan untuk membeli sebuah mesin


produksi yang baru untuk menggantikan mesin produksi yang sudah tua.
Perhitungan menunjukkan bahwa mesin baru dapat mengurangi biaya
produksi sebesar Rp 30.000.000/tahun. Mesin tersebut diperkirakan
mempunyai umur teknis 5 tahun dan dapat dijual kembali dengan harga
Rp 4.500.000 setelah umur teknisnya habis. Apabila harga mesin dan
biaya instalasi sebesar Rp 120.000.000, apakah pembelian mesin
tersebut layak dilakukan? Asumsi tingkat suku bunga 7%!

Jawab
Dik :

Keuntungan (benefit) = Rp 30.000.000/tahun

Biaya (cost)

= Rp 4.500.000

Initial Investment Cost


Suku Bunga
n
Dit :

= Rp 120.000.000

= 7%
= 5 tahun

Analisis nilai NPV

Jawab : NPV

= PV (benefits) Initial Investment Cost

= ((A (P/A, 7%, 5) + F (P/F, 7%, 5)) 120.000.000


= ((30.000.000 x 4.1002) + (4.500.000 x 0.7130)) 120.000.000
= (123.006.000 + 3.208.500) 120.000.000
= Rp 6.214.500
Pembelian mesin tersebut layak dilakukan karena nilai NPV positif (NPV > 0).

7.

Manajemen suatu pabrik sedang mempertimbangkan untuk menerapkan sistem


otomatisasi pada beberapa proses produksi. Sistem produksi otomatis akan
mengurangi penggunaan tenaga kerja tetapi membutuhkan biaya investasi baru, biaya
untuk energi listrik,dan biaya pemeliharaan rutin. Struktur biaya dari kedua sistem
tersebut adalah sbb:
a)

Sistem manual : Upah tenaga kerja Rp. 95 juta/tahun.

b) Sistem otomatis : Biaya pengadaan dan instalasi mesin Rp 145 juta, Upah
tenaga kerja Rp 30 juta/tahun, Biaya listrik Rp 15 juta/tahun, dan Pemeliharaan
mesin Rp 7,5 juta/tahun.
Dengan menggunakan analisis NPV, tentukan sistem produksi mana yang harus dipilih
apabila tingkat suku bunga sebesar 10% dan umur ekonomis mesin 8 tahun.

Jawab
Dik :

a)

Sistem manual : Upah tenaga kerja Rp 95 juta/tahun

b) Sistem otomatis : Biaya pengadaan dan instalasi mesin Rp 145.000.000, Upah tenaga kerja
Rp 30.000.000/tahun, Biaya listrik Rp 15.000.000/tahun, dan Pemeliharaan mesin Rp
7.500.000/tahun.
c)

Suku Bunga = 10%

d) n = 8 tahun
Dit :

Analisis nilai NPV

a.

Sistem Manual
Upah Tenaga Kerja :
PV = A (P/A, 10%, 8)
= 95.000.000 (5.3349) = Rp 506.815.500

b. Sistem Otomatis
PV = A (P/A, 10%, 8)
Sistem Otomatis

Biaya (/tahun)

Tingkat Bunga

Nilai sekarang (PV)

Upah Tenaga Kerja

Rp 30.000.000

5.3349

Rp 160.047.000

Biaya Listrik

Rp 15.000.000

5.3349

Rp 80.023.500

Biaya Pemeliharaan Mesin

Rp 7.500.000

5.3349

Rp 40.011.750

Total Nilai Sekarang (PV)

Rp 280.081.750

Investasi Awal (OI)

Rp 145.000.000

Nilai Sekarang Bersih (NPV)

Rp 135.081.750

Jadi, berdasarkan analisis nilai NPV, sistem produksi yang harus dipilih
apabila tingkat suku bunga sebesar 10% dan umur ekonomis mesin 8
tahun

adalah

sistem

rendah/minimize ongkos.

otomatis

karena

sistem

otomatis

lebih

TERIMA KASIH