Anda di halaman 1dari 72

PENGKAJIAN

KOMUNITAS

proses keperawatan
komunitas

Setelah klien (individu, keluarga,


masyarakat) kontak dengan pelayanan
kesehatan ( di rumah, di puskesmas),
perawat melakukan praktik keperawatan
dengan menggunakan Proses keperawatan.
Dengan menggunakan PROSKEP komunitas
perawatan memakai latar belakang
pengetahuan yang komprehensif untuk
mengkaji status kesehatan komunitas,
mengidentifikasi masalah dan diagnosis,
merencanakan intervensi,
mengimplementasikan dan mengevaluasi
intervensi keperawatan.


Sesuai dengan teori Neuman, kelompok atau
komunitas dilihat sebagai klien yang
dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor utama yaitu :
1. komunitas yang merupakan klien
2. penggunaan proses keperawatan sebagai
pendekatan, yang terdiri dari 5 tahapan :

PENGKAJIAN

Dalam pengkajian yang perlu dikaji pada


kelompok atau komunitas adalah :
COREatau inti, data demografi kelompok
atau komunitas yang terdiri dari : umur,
pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan, agama,
nilai-nilai, keyakinan, serta riwayat timbulnya
kelompok komunitas.

TUJUAN PENGKAJIAN KOM

Mempelajari tentang masalah-masalah

persisten di masyarakat
Memenuhi kebutuhan
Memprioritaskan masalah
Proses pengambilan keputusan
Tujuan kepr dlm mengkaji komunitas utk
mengidentifikasi faktor-faktor (baik positif maupun
negatif) yg mempengaruhi kesh warga masy agar
dpt mengembangkan strategi promosi kesh.

MEMBANDINGKAN PROSES PENGKAJIAN KOM


DAN PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Proses pengkajian komunitas dan proses

keperawatan merupakan hal yang sama tetapi


ada beberapa aspek penting yang berbeda.
Fokus pada proses
Proses keperawatan lebih mengarah pada status
kesehatan individu, dalam pengkajian
keperawatan komunitas lebih kepada mengkaji
komunitas daripada mengkaji individu.

Langkah langkah proses


Proses keperawatan mencakup pengumpulan data
dan diagnosis sedangkan pengkajian komunitas
merupakan sebuah proses yang mencakup
pengumpulan data, analisis data, sintesis data dan
diagnosis komunitas.
Frekuensi dalam melakukan proses
Pada proses keperawatan pada individu bisa mengkaji
dalam waktu 15 menit atau sekali sebulan tetapi
dalam pengkajian komunitas biasanya mencapai
setahun. Karena komunitas mengalami perubahan
yang lambat tidak seperti individu. Namun jika ada
perubahan yang cepat maka perlu pembaharuan
pengkajian terkait masalah yang terjadi di komunitas

Elemen-elemen data
Kerangka konsep yang digunakan sama namun
elemen datanya berbeda.
Isi proses
Jenis pengkajian berbeda dalam semua aspek. Isi
pengkajian komunitas berupa masalah, trend,
kekuatan potensial masalah, faktor resiko
kesehatan komunitas, faktor-faktor yang
berhubungan dengan kesehatan seperti: rumah,
tindak kejahatan isolasi sosial dan tingkat
pendapatan.

Penggunaan pengkajian komunitas di


tingkat subspesialis

Kesehatan kerja
Perawatadvancedapat melakukan pengkajian
secara fisik dari bangunan di mana pekerja
bekerja.
Pelayanan primer (puskesmas)
Praktekadvancedi tingkat primer adalah dapat
memberikan informasi pada kondisi komunitas
klien pada tingkat pelayanan primer. Pengkajian
komunitas memberikan kajian atau gambaran
pada perawat generalis.


Home dan Hospice care( rumah )
Praktekadvancedari seorang perawat spesialis komunitas
padahome dan hospice careadalah membuat program
untuk memenuhi sesuai dengan kebutuhan populasi lansia.
Aggregate
Pengkajian komunitas pada tingkat spesialis menggunakan
tools yang tepat dan memiliki alasan yang rasional. Seorang
perawat spesialis yangadvancebertanggung jawab dalam
mengembangkan dan mengimplementasikan program
pelayanan yang terkait dengan aggregate secara langsung
dalam target populasi.

Jenis data

Data Subjektif data yg diperoleh dari


keluhan atau masalah yg dirasakan oleh
individu, keluarga, kelompok dan komunitas
yg diungkapkan scr lgsg melalui lisan.
Data Obyektif Data yg diperoleh melalui
suatu pemeriksaan, pengamatan dan
pengukuran.

Sumber data

Gambaran Sumber Data


Menurut Ervin ada tiga sumber utama dalam pengkajian
komunitas:
1. Data Koleksi Rutin yang bersumber dari daerah setempat, baik
tingkat lokal, nasional dan instansi terkait yang dapat
memberikan informasi data. Data ini memuat data statistik
seperti demografi, jumlah penduduk, angka kelahiran,
kematian, dll.
2. Data Arsip berisikan koleksi data yang memiliki kegunaan untuk
pengkajian komunitas. Data arsip bisa didapatkan dari
dokumen yang sudah dipublish, seperti annual report, koran,
transkrip program,
3. Data original merupakan data inti dalam pengkajian
keperawatan komunitas. Data ini didapat melalui winsheld
survey, observasi partisipan, interview dengan key informant
dan masyarakat secara luas yang ada di wilayah tersebut.

Tipe data

Data numerik: sensus data, data dapat menggunakan


mean, rasio dan pengukuran lain berdasarkan
masalah kesehatan dimasyarakat. Kelebihan
menggunakan data ini adalah tingkat validitas dan
reliabiltasnya tinggi.
Data non numerik merupakan data verbal, visual,
aural, penciuman. Data ini didapatkan dengan metode
interview terhadap individu dan group tentang
pengetahuan, experiences, feeling, opinions atau
kepercayaan. Keuntungan menggunakan data ini
adalah data yang didapatkan lebih rinci dan
mendalam, penggunaan data non numerik salah satu
cara yang adekuat unutk melihat nilai, kepercayaan
dan kultur dari masyarakat setempat


Data perbandingan dimaksudkan untuk
membandingkan data antar wilayah baik yang
ditemukan pada tingkat daerah, nasional
maupun instansi pemerintahan terkait. Hal ini
membantu dalam pengambilan keputusan
suatu kebijakan.
Data yang berhubungan merupakan data yang
ada kaitannya dengan identifikasi masalah
dan memuat kekuatan dan asset yang dimiliki
masyarakat.

Sumber data berdasarkan variabel


pengkajian komunitas

Populasi komunitas
Data demografi
Vital statistik: angka kelahiran, kematian,
pernikahan, perceraian, kesakitan. Data ini
didapatkan dari laporan rumah sakit, dan
instansi pemerintahan terkait lainnya.
Perilaku kesehatan berdasarkan perspektif
masyarakat tentang gaya hidup yang mereka
terapkan
Lingkungan fisik


Data tentang lingkungan fisik didapatkan dari badan
klimatologi, pemerintahan daerah baik tingkat lurah,
camat hingga ke tingkat provinsi. Data ini mencakup:
1. Batasan wilayah
2. Iklim
3. Penggunaan lahan
4. Karakteristik rumah
5. Infra struktur.
6. Lingkungan kesehatan

Lingkungan kesehatan merupakan bagian yang penting


dalam pengkajian komunitas karena dapat
mempengaruhi dan menyebabkan terjadinya masalah
kesehatan pada masyarakat, masing-masing agregat
dalam tumbuh kembang individu mempunyai kerentanan
yang berbeda dalam menghadapi lingkungan sekitarnya.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam lingkungan
yang sehat adalah kualitas udara (untuk memperoleh
kualitas udara yang baik maka perlu adanya kerjasama
anatar instansi pemerintahan, dan perlu adanya
pengawasan terhadap kualitas udara, kualitas air, limbah
cair, monitor pencemaran limbah, dampak kontaminasi
lingkungan terhadap kesehatan.

Lanjuatan
7. Pelayanan Kesehatan dan
Sosial
8. Pelayanan kesehatan:
rumah sakit, klinik,
kelompok praktik,
organisasi perawatan,
rumah perawatan dan
agensi perawat rumah.
9. Pelayanan sosial: agensi
kelompok pekerja, tempat
penjualan obat
10.Perekonomian
11.Pendapatan personal
12.Industri dan bisnis
13.Kesehatan kerja: standar,
laporan kasus
14.Pelayanan Keamanan
15.Pemadam kebakaran
16.Kepolisian
17.Kriminal dan kekerasan

19.Transportasi umum
20.Transportasi pribadi
21.Kecelakaan lalu lintas
22.Politik dan Pemerintahan
23.Komunikasi
24.Media
25.Telepon
26.face to face
communication
27.komputer.
28.Pendidikan
29.Rekreasi
30.sumber-sumber rekreasi
31.lingkungan sekitar
32.Budaya, Nilai dan
Keyakinan

Penggunaan metode pengumpulan


data

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Participant observation
Windshield/ walking survey
Focus groups
Key informants
Delphi technique
Surveys
Archival data
Literature review

Participant Observation

Observasi partisipan adalah metode

pengumpulan datauntuk membantu perawat


mengetahui informasi tentang komunitas,
pengaturansosial, sekelompok orang, atau
menilai status kesehatan individu.
Aspek unik dari observasi partisipan adalah
bahwa pengamat sengaja memahami
pengaturan dan kondisi sosial tanpa
memanipulasi mereka dengan cara apapun.


Pengamat mengumpulkan informasimelalui
inderatentang peristiwa alamiah yang terjadi,
yaitu secara visual, pendengaran, sentuhan,
bau, ataupun rasa.
Aspek penting dariobservasi partisipan adalah
pengamat belajar dari lingkungan, dan
menahan diri untuk mempengaruhi partisipan
dengan tidak mengajukan pertanyaan pada
partisipan.

tujuan

Dapat digunakan untuk penilaian masyarakat,

seperti: karakteristik masyarakat, status ekonomi


masyarakat, rekreasi yang biasa dilakukan
masyarakat, kebiasaan berkumpul masyarakat,
kebanggaan dan spirit masyarakat, kebiasaan
berjalan-jalan masyarakat atau kecenderungan
mengisolasi diri di rumah, bahaya kesehatan
yang terdapat di masyarakat, kekuatan
masyarakat, dan area masalah di lingkungan.
Dapat membantu perawat dalam mempelajari
informasi yang mendalam tentang suatu
komunitas atau sekelompok orang.


Dapat digunakan saat perawat tidak
mengenal budaya masyarakat, misalnya
keyakinan, nilai, dan praktik budaya
masyarakat.
Dapat digunakan untuk proyek-proyek
penelitian formal.
Dapat digunakan untuk mengeksplorasi
hubungan antara pemberi perawatan
kesehatan dengan klien (masyarakat).

Persiapan

1. Perencanaan manajemen tim, meliputi: penetapan


jangka waktu, lokasi pengamatan, fokus pengamatan,
pedoman tertulis tentang apa yang diamati, waktu
peninjauan hasil pengamatan bersama-sama tim untuk
validitas data.
2. Untuk penelitian, dipersiapkan kerangka teoritis,
lembar observasi, penggunaan metode lain jika
diperlukan untuk melengkapi metode observasi
partisipan, strategi pengamatan, penggunaan
teknikpurposive sampling.
3. Perizinan, baik izin dari partisipan ataupun lembaga
tertentu.

Tehnik perekaman data

1.
2.
3.
4.

Instrument observasi (lembar checklist)


Field notes
Journal
Audio/ visual recordings

Analisis data

Hasil pengamatan (field notes dan journal)


dibuat transkrip.
Membaca ulang transkrip dan memahami
data.
Pengelolaan dan analisis data dapat
menggunakan bantuansoftware computer.

Hal-hal yg hrs diperhatikan

Pengamat harus terlibat dalam kelompok


social.
Pengamat menahan diri dari interaksi yang
sering dengan orang lain.
Pengamat subjektif dalam observasi sehingga
data tidak bias.
Kemungkinan adanya reaktivitas dari
partisipan.

Windshield/ Walking Survey

Cara pengumpulan data dengan berkendaraan


atau berjalan-jalan di sepanjang lingkungan
yang diamati.
Pengamatan dilakukan menggunakan
penglihatan, pendengaran, rasa, penciuman,
dan sentuhan.
Tahapan awal yang baik untuk memberikan
gambaran tentang masyarakat luas secara
keseluruhan.

Tujuan

Untuk mengumpulkan data dan informasi


dengan menggunakan indera tentang
kekuatan dan kelemahan masyarakat.
Survei dilakukan mulai dari individu,
kelompok, atau populasi khusus untuk
mengidentifikasi masalah atau situasi spesifik.
Menyediakan beragam data subjektif melalui
pengamatan personal dari masyarakat.

Persiapan

Menentukan ukuran area dan lokasi survei


(perkotaan atau pedesaan).
Merencanakan panduan survei, pertanyaan
survei, dan strategi pengumpulan data.
Windshield survey meliputi: ekonomi,
lingkungan, transportasi, organisasi social,
pelayanan, media, dan orang-orang yang
menjadi bagian dari masyarakat.

Tehnik perekaman data


1.
2.
3.
4.

Tape recording
Field notes
Peta wilayah
Observasi dengan penglihatan, meliputi:traffic light,
umur dan kualitas bangunan rumah dan arsitekturnya,
lokasi industri, umur dan kondisi kendaraan, organisasi
dan pelayanan social, jarak tempat pelayanan
(pemerintahan, perawatan kesehatan, komersil,
pendidikan, keagamaan), transportasi utama masyarakat,
media massa (papan reklame, publikasi masyarakat,
stasiun televisi local, radio, koran), penduduk (usia, jenis
kelamin, ras, cara berpakaian, aktivitas, obesitas,
mobilitas, ekspresi wajah).

5. Observasi dengan pendengaran, meliputi: tingkat


kebisingan, (mobil, kereta, bus, pabrik).
6. Observasi dengan rasa, meliputi: mengunjungi
took/warung bahan makanan, jenis bahan
makanan yang dijual, pilihan bahan makanan,
kesegaran bahan makanan, rasa air minum.
7. Observasi dengan penciuman, meliputi: bau yang
terdapat di lingkungan mengindikasikan kualitas
sanitasi dan pelayanan sampah.
8. Observasi dengan sentuhan, meliputi: suhu iklim.

Analisis data
Fokus analisis data adalah untuk menentukan
apakah dibutuhkan data tambahan dan dimana
data tambahan tersebut diambil.

Hal-hal yg hrs diperhatikan

Data yang dikumpulkan bersifat subjektif,


maka bagian dari data tidak harus digunakan
sebagai fakta dalam pengkajian komunitas.
Data hasilwindshield survey harus
dikombinasikan dengan jenis dan sumber data
lain untuk menetapkan diagnosis keperawatan
komunitas, karena satu bagian data saja tidak
adekuat untuk membuat kesimpulan.

Focus Groups

Merupakan sekelompok kecil orang yang


berkumpul untuk menanggapi serangkaian
pertanyaan.
Partisipan dipilih yang memiliki karakteristik
tertentu dan pengalaman yang sama.
Dalam sesifocus group,seorang moderator
memberikan pertanyaan terbuka kepada
kelompok dan kelompok didorong untuk
mendiskusikan pendapat mereka.

Tujuan

Focus groupdapat menangkap beberapa pengaruh


kelompok pada pengambilan keputusan dan pendapat,
sehingga menjadi strategi pengumpulan data yang unik.
Karena sifat mereka yang unik, dan fakta bahwafocus
groupmendorong responden untuk memberikan jawaban
mereka sendiri atas pertanyaan, mereka menyediakan
informasi berharga daripada metoda pengumpulan data
yang lain.
Merupakan metode pengumpulan data yang baik dalam
pengkajian komunitas karena mendapatkan data
mengenai pemahaman tentang keyakinan kesehatan dan
pilihan perawatan kesehatan dari anggota masyarakat.

Persiapan

1. Menentukan tujuan darifocus group.


2. Membuat daftar pertanyaan.
3. Menentukan karakteristik partisipan (usia, budaya, jenis
kelamin, status social ekonomi), jumlah sampel/ partisipan
(dengan menetapkan target populasi) idealnya 6-10 orang, dan
memilih lokasifocus group(nyaman, privasi, mudah dijangkau,
tidak bising).
4. Menyiapkan alat yang dibutuhkan, sepertitape recorder, kursi,
meja.
5. Menyediakan makanan ringan dan tunjukkan sikap yang ramah.
6. Memilih moderator yang berpengalaman (sebaiknya yang tidak
dikenal oleh partisipan) dan co-moderator jika diperlukan.

Tehnik perekaman data

Co-moderator membuat catatan selama


sesifocus group, dan moderator membuat
daftar ide-ide kelompok pada papan
tulis/kertas koran (flipchart).
Tapingatau merekam hasil diskusi baik
dengan audio maupun video.

Analisa data

Menggunakansoftw
are
computer(NUDIST,
1996).
Menentukan tematema data, dan
didiskusikan dengan
partisipan.
Membuat daftar
kode-kode.

Hal2 yg hrs
diperhatikan

Perencanaan yang cermat


dapat meminimalkan
masalah yang mungkin
timbul.
Lokasi dan jadwal harus
dipertimbangkan untuk
memaksimalkan
kenyamanan partisipan.
Dalam fase analisis data,
harus lebih diperhatikan
cara menilai temayang
tersimpan dalamdata
daripada cara penghitungan
respon sederhana.

Key Informants

Key informantsadalah individu-individu yang

mengetahui tentang komunitas dan bersedia


untuk berbagi informasi, pandangan, dan
pemahaman yang dibutuhkan.
Key informantssering digunakan dalam
pengkajian komunitas karena posisi mereka
yang mengetahui masyarakat melalui keahlian
dan pengalamannya.

Tujuan

1) Untuk memperoleh informasi yang tidak


tersedia dengan metode pengumpulan data
yang lain.
2) Fokusnya adalah informasi yang subjektif
tentang kehidupan masyarakat.
3) Informasi diperoleh darikey
informantsmelalui interview atau survei.

Persiapan

Interview dipandu dengan menggunakan


pertanyaan terstruktur atau tidak terstruktur,
sehingga perlu dipersiapkan daftar pertanyaan
yang sesuai dengan tujuan interview.
Menentukan lokasi interview (nyaman) untuk
memaksimalkan kualitas dari respons

Tehnik perekaman
data

Notesatau catatan
kecil
Audiotaped( rekama
n/video)
Written
surveys( survey
tertulis )

Analisa data

Dengan menggunakan
Computer Software
Program
Hal yang harus
diperhatikan:
Interview dapat
dilakukanface to
faceatau via telepon.

Delphi Technique

Suatu metode untuk memperoleh konsensus


pendapat dari sekelompok orang.
Tiga karakteristik teknik Delphi adalah:
1)anonymity, 2)iteration with controlled
feedback, dan 3)statistical group responses.

Tujuan

Teknik Delphi awalnya dirancang untuk


mengumpulkan opini dari para ahli, namun
dalam prosesnya juga pernah digunakan pada
orang-orang awam untuk berbagi pengalaman
yang sama untuk membentuk suatu opini.
Tujuannya adalah untuk membuat
kesepakatan terhadap prioritas, masalah, atau
kekuatan komunitas.

Persiapan

Teknik Delphi terdiri dari suatu serial tahapan yang berulang sampai
kesepakatan dicapai diantara responden.
Couper (1984) menggambarkan tahapan dari proses Delphi, dimulai
dengan merancang kuesioner awal yang mengandung pertanyaan
yang luas atau serangkaian pertanyaan yang telah ditentukan.
Kuesioner diujicoba, direvisi, dan didistribusikan. Responden
menjawab kuesioner secara lengkap dan mengirimkannya kembali.
Peneliti mengumpulkan dan menganalisis respon.
Sampel berjumlah paling sedikit 10 orang hingga beberapa ratus
orang.
Sampel harus menggambarkan populasi yang besar dari individuindividu yang memiliki informasi yang relevandengan isu yang
menjadi perhatian.
Jika populasi homogen, maka jumlah sampel yang kecil dapat
digunakan; sedangkan populasi yang heterogen, maka sebaiknya
menggunakan jumlah sampel yang besar.

Tehnik perekaman data

Setelah analisis respon tahap pertama, peneliti menggunakan


hasilnya untuk mengembangkan suatu kuesioner dengan
jawaban-jawaban partisipan.
Pada tahap kedua, item-item pertanyaan pada kuesioner harus
memberikan respon tetap. Kuesioner kemudian diujicoba,
direvisi, dan didistribusikan. Dengan kuesioner yang baru,
masing-masing responden akan menerima laporan dari responrespon mereka untuk setiap item pertanyaan pada kuesioner
sebelumnya, nilai rata-rata kelompok, dan varian dari masingmasing item. Individu yang tidak setuju dengan skor kelompok
atau ingin mengubah respon kelompok, dapat melakukannya.
Komentar-komentar ini dicatat dalamminority report, yang juga
beredar dalam tahap berikutnya.
Siklus distribusi kuesioner, pengumpulan respon, dan
pemberian umpan balik terus dilakukan sampai tercapainya
konsensus.


Analisis data
Data dianalisis dengan menggunakan
pengukurancentral tendency(nilai mean atau
median, varian) dan urutan ranking item-item
pertanyaan.

Hal2 yg hrs diperhatikan

Keuntungan dari teknik Delphi adalah para ahli di lokasi


geografi yang bervariasi dapat berinteraksi satu sama
lain untuk membentuk opini kelompok tanpa bertemu
bersama secara nyata.
Dalam keperawatan kesehatan masyarakat, teknik
Delphi dipublikasikan tentang prioritas penelitian untuk
praktik keperawatan kesehatan masyarakat oleh
praktisi.


Prioritas penelitian dikonseptualisasikan dalam 3 area,
yaitu: 1)client outcomesdalam domain perencanaan
keluarga dan kesehatan ibu dan anak, 2)
memaksimalkanclient outcomesyang efektif dalam
pelayanan kesehatan di rumah dengan penekanan pada
kepatuhan, komplikasi, dandischarge planning, dan 3)
rekrutmen, retensi, kepuasan kerja, danimage.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika
merencanakan teknik Delphi, antara lain: tujuan
pengkajian, populasi target, biaya yang harus dikeluarkan
dan sumber-sumber biaya, dan waktu yang dibutuhkan.

Surveys

Merupakan metoda pengumpulan informasi


dari orang-orang melalui kuesioner
ataupunface to face interviews.
Untuk perawat kesehatan komunitas, survey
dapat digunakan untuk mengumpulkan
informasi demografi suatu komunitas, opini,
pengetahuan, atau pengalaman anggota
masyarakat.

Tujuan

Survey dapat digunakan untuk mengumpulkan data


untuk perencanaan program, menambah data
pengkajian komunitas, dan kontribusi untuk program
evaluasi.
Survey dapat digunakan untuk memperbarui atau
melengkapi informasi yang dibutuhkan untuk mengkaji
kesehatan komunitas secara lebih baik dan perencanaan
program langsung.
Survey berguna dalam mendokumentasikan pola
paparan bahaya lingkungan.
Survey dapat dilakukan dengan cara door to door,paper
and pencil questionnaire.

Persiapan

Menentukan tujuan dilakukan survey, tipe


data yang diinginkan, sumber-sumber yang
tersedia.
Menentukan metoda survey:door to
door,kuesionervia mail,atau telepon.
Menentukan tim survey, dan melatih anggota
tim yang terlibat, serta membuat rancangan
biaya dan waktu yang dibutuhkan.
Menentukan sampel dan populasi survey.

Teknik perekaman data


a. Formulir survey atau instrument (lakukan uji
validitas dan reliabilitas terlebih dahulu).
Analisis data
a. Analisis data tergantung dari bentuk
kuesioner survey.
b. Bisa berupa analisis tema, komputerisasi,
analisis kualitatif, ataupuncentral tendency.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Validitas dan reliabilitas instrument.
2. Sampel survey.

Archival Data

Menggunakan data-data arsip dalam


pengkajian untuk menggambarkan kesehatan
komunitas atau populasi.
Meliputivital statistic,data penyakit dan
kesehatan dari program-program komunitas,
seperti klinik anak sehat,catatan kunjungan
rumah.
Concernterhadap kerahasiaan data, kualitas
data, dan akses data.

Tujuan
Menyediakan latar belakang informasi tentang
suatu komunitas atau populasi.
Digunakan untuk menganalisis perubahan dan
trends dalam faktor-faktor yang beragam.
Persiapan
Membuat pendekatan yang sistematis untuk
menentukan tipe dan jumlah data yang
dibutuhkan.

Teknik perekaman data: Menggunakan


komputer.

Analisis data
1. Program computer, seperti SPSS
2. Kalkulator.

Hal-hal yang harus diperhatikan:


a) Pengumpulan data harus sistematis untuk
mengurangi kesalahan.
b) Lebih baik gunakan data original untuk
meminimalkan kesalahan.
c) Ketidaklengkapan data akan mempengaruhi
proses pengumpulan dan analisis data.

Literature Review

Menyediakan kesempatan untuk memahami


masalah kesehatan di komunitas.
Literature dapat memperkenalkan masalah
kesehatan utama di komunitas sesuai dengan
laporan masalah kesehatan yang ada di
komunitas.


Tujuan
Mengeksplorasi sejarah komunitas yang
spesifik dari perpustakaan local.
Ketersediaan pelayanan, fasilitas, aktivitas,
dan sumber-sumber lain dapat ditentukan
dengan mereview literature.
Literature juga menyediakan latar belakang
umum tentang banyak aspek dari pengkajian
komunitas.

Persiapan
a) Menentukan lokasi-lokasi literature, seperti
perpustakaan local, sejarah alam, sejarah
social.
b) Menentukan cara mengakses literature,
seperticomputer searchjika lokasi fisik tidak
diketahui.

Teknik perekaman data


1) Mengambil catatan dari sumber asli
2) Writing annotated bibliographies
3) Menulis di kartu catatan untuk setiap item
4) Menyorotipoinutamadalamsalinansetiapartikel


Analisis data : Metode kuantitatif
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Banyak keterbatasan dari literature yang
tersedia, maka dibutuhkan kritisi literature
secara luas.

Pengkajian meliputi :

Pengkajian data dasar pengkajian inti


komunitas dilak dgn singkat mengenai : data
penddk sbg struktur inti
- riwayat kesh yg ada ( bgm tjdnya resiko
penyakit, jenis penyakit yg sering ada,
mengenai siapa saja, berapa lama, didaerah
mana, bgm upaya masy, bgm program yg ada),
- konsep diri ( bgm persepsi anggota thd
kelompok / masy itu sendiri, bgm koping masy
thd suatu mslh yg sdg dihadapi)


Kultur bgm perkemb masy itu sendiri, bgm
nilai/keyakinan masy, adakah tradisi khusus,
bgm mengartikan sehat-sakit.
Support adakah dukungan dari profesi,
masy, bgm bentuk dukungan yg ada
Statistik distribusi usia, jenis kelamin,
tingkat pendidikan, penghasilan, pekerjaan,
suku, mortalitas, morbiditas, dll

Data lingkungan fisik (masyarakat maupun


lingkungan) melakukan pemeriksaan pd
masyarakat dgn berkeliling wilayah melakukan
observasi sekilas (windshield survey)

Hasil analisa dari data dasar tsb dijadikan bahan


utk diskusi pd loka karya mini atau
musyawarah dgn masyarakat yang pertama.

Pengkajian Data Masyarakat

Pengkajian data masyarakat interaksi 8 sub


sistem , meliputi :
1.Lingkungan fisik bgm bentuk rumah,
kondisinya, halaman, pembuangan sampah,
MCK, sumber air, Map/denah daerah, batas
wilayah, bgm lingk sekitarnya, kondisinya,
geografisnya, kepadatan (luas daerah/jmh
penduduk), bgm kualitas udara-tumbuhtumbuhan-binatang peliharaan, keindahan
alam, kondisi air,


2. Pelayanan kesehatan / sosial apakah ada pusat
pelayanan umum, jenisnya, bagaimana
karakteristik pemakainya, statistiknya,
adekuatkah, dpt dicapai, diterima, bgm tingkat
kepercayaan pengguna jasa.
3. Ekonomi bgm tingkat perekonomiannya,
sejauhmana mempengaruhi tingkat kesehatan,
berp jmh pengangguran, prosentase masy yg
hidup dibawah garis kemiskinan, pendapatan
perbulan, kemampuan daya beli masy terutama
kesh, apakah terdpt tmpt industri, pertokoan,
lapangan kerja, kemana warga berbelanja.


4. Keamanan & transportasi bgm keadaan
keamanan masy, pelayanan keamanan, tingkat
kriminalitas, jenis transportasi yg ada, bgm situasi
jalannya, apakah dekat dgn pelayanan kesh bgm
mencapainya.
5. Politik dan pemerintahan bgm struktur
organisasi dimasy, aktif tdk, formal/non formal,
jenis keyakinan/nilai thd politik kelompok ttt,
apakah ada peran serta partai politik dlm yankesh,
adakah distribusi power di masy, toma, toga ,
tempat berkumpul.


6. Komunikasi bgm masy memperoleh
informasi, apakah ada papan informasi, jenis
perkumpulan /pertemuan yg ada, alat
komunikasi,
7. Pendidikan Prosentase masy yg sekolah,
apa saja pendidikan yg tersedia di masy,
apakah masy memerlukan pengetahuan
khusus, tersedia sarana pendidikan khusus,
siapakah pengguna, bgm karakteristiknya.


8.Rekreasi Bgm persepsi masy tentang rekreasi,
tempat yg sering digunakan, fasilitas rekreasi yg
ada, apakah terjangkau oleh komunitas, dimana
anak-anak bermain,
Persepsi
1. Warga masy : bgm perasaan warga thd masy,
apkh yg mereka anggap sbg kekuatan masy,
apa yg mereka anggap sbg mslh masy, ajukan
pertanyaan kpd warga dari berbagai klpk yg
berbeda, & buat catatan ttg siapa & apa jwbnya.


2. Persepsi anda : pernyataan umum ttg kesh masy
setempat, apakah kekuatannya, masalah & potensial
masalah apa yg anda dpt identifikasi.
Melakukan pengkajian (penyebaran instrumen
pengkajian) oleh Pokjakes dan Puskesmas.
Dari hasil pengkajian tsb kmd ditabulasikan, disortir
apabila ada data yg dianggap krg baik / tdk
dibutuhkan, dikelompokkan dlm bagian tersendiri
mnrt permasalahan yg ada, kmd disajikan (berbtk
grafik, tabel, diagram) serta dianalisa
permasalahannya berdsrkan data yg ada.

Analisa data

Analisa data masy digunakan sebagai bahan :


1. Mengidentifikasi permasalahan yg ada dan dirasakan
oleh masy
2. Menetapkan keb masy
3. Menetapkan kekuatan masy
4. Mengidentifikasi pola respon sht-skt masy
5. Mengidentifikasi pola kecenderungan penggunaan
yan.kesh
Hasil sbg dasar membuat diagnosa keperawatan,
prioritas sert aperencanaan dlm loka karya mini II yg
dihadiri masy

Musyawarah desa

MW II (Musyawarah Warga II)

Dlm musyawarah masyarakat tersebut


ditampilkan semua hasil dari pengkajian
berdasarkan permasalahan yg muncul kmd
ditanggapi oleh masy, bgm respon masy thd
hasil tsb, setelah data dianalisa maka kmd
dirumuskan diagnosa keperawatan komunitas.

Selamat belajar