Anda di halaman 1dari 21

BAB IX

KARYA TULIS ILMIAH


1. RIKA ERLINA RAHAYU

201412109

2. HERLINDA WIDAYANTI 201412110


3. DYAH AYU AMALLIA

201412111

4. ILHAM PRIYA LESTANTO

201412113

5. YUSUF BREGAS KARTIKO 201412114

1. PENGERTIAN KARYA ILMIAH


ADA BERBAGAI PENDAPAT MENGENAI PENGERTIAN
KARYA TULIS ILMIAH (KARYA ILMIAH).
ADA YANG
MENGATAKAN KARYA ILMIAH ADALAH KARYA TULIS YANG
DIDASARKAN ATAS KARYA PENELITIAN YANG SEKSAMA.
SASTROHOETOMO (1977 : 11) MENYATAKAN KARYA ILMIAH
ATAU KARANGAN ILMIAH ADALAH SUATU KARANGAN
YANG DI TULIS BERDASARKAN KENYATAAN ILMIAHYANG
DI DAPAT DARI PENYELIDIKAN PENYELIDIKAN, SEPERTI
PENYELIDIKAN PUSTAKA, LABORATORIM, DAN LAPANGAN.

KESIMPULANNYA : KARYA ILMIAH ADALAH KARYA


TULIS YANG DI SUSUN MENURUT KAIDAH KAIDAH ILMIAH
SESUAI
DENGAN
DISIPLIN
ILMU
PENULIS
YANG
BERSANGKUTAN. KAIDAH KAIDAH ILMIAH YANG
BERSIFAT TEORITIS MAUPUN EMPIRIS MENCAKUPI LOGIKA
BERNALAR, TEKNIK PENCAIRAN PENGOLAHAN
PENYAJIAN DATA, METODE DAN BAHASA YANG DI
GUNAKAN DALAM PENULISAN.

1.2 CIRI CIRI KARYA ILMIAH


1. BERDASARKAN ISI YANG DIUNGKAPKAN,
KARYA ILMIAH MENYAJIKAN PENGETAHUAN
BERUPA GAGASAN, DESKRIPSI TENTANG
SESUATU TAU PEMECAHAN SATU MASALAH.
2. PENGETAHUAN YANG DISAJIKAN
BERPIJAK
PADA FAKTA ATAU DATA ATAU TEORI YANG
SUDAH DI AKUI KEBENARANNYA.
3. MENGUNGKAPKAN
BUKAN NORMATIF.

KEBENARAN

OBJEKTIF

4. DILANDASI DENGAN SIKAP KEJUJURAN.


5. BAHASA YANG DI GUNAKAN BAKU
BANYAK MENGANDUNG ISTILAH TEKNIS

DAN

1.3 FUNGSI KARYA ILMIAH

SEBAGAI SARANA UNTUK MENGEMBANGKAN ILMU


PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN SENI.
MENURUT DWILOKA DAN RIANA ( 2005:2-3) :
1. MEMBERIKAN PENJELASAN : KARYA ILMIAH DAPAT
MEMBANTU
MENJELASKAN
SUATU
HAL YANG
SEBELUMNYA TIDAK DIKETAHUI, TIDAK JELAS.
2. MEMBERIKAN RAMALAN
: KARYA ILMIAH DAPAT
MEMBANTU
MENGANTISIPASI
KEMUNGKINAN

KEMUNGKINAN YANG AKAN TERJADI PADA MASA


MENDATANG.
3. MEMBERIKAN KONTROL : KARYA ILMIAH DAPAT
MENGONTROL, MENGAWASI DAN MENGOREKSI BENAR
TIDAKNYA SUATU PERNYATAAN.

KARYA ILMIAH SECARA UMUM, FUNGINYA :


1. RUJUKAN ATAU REFERENSI DALAM MEMPERSIAPKAN
KARYA TULIS ATAU KEGIATAN SEMINAR, PENELITIAN.
2. EDUKATIF, SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN YANG
DAPAT MENINGKATKAN WAWASAN SESEORANG
DALAM BERBAGAI BIDANG ILMU.
3. MENYEBARLUASKAN PERKEMBANGAN ILMU KEPADA
MASYARAKAT LUAS ATAU KELOMPOK MASYARAKAT
TERTENTU.

1.4 TUJUAN PENULISAN KARYA ILMIAH


PENULISAN KARYA ILMIAH MEMPUNYAI BERBAGAI TUJUAN.
BERPIJAK PADA PENDAPAT DWILOKA DAN RIANA (2005:7-8),
MULYADI (2009: 4.28), DAN WARDANI (2008:1.6-1.8), MEMILIKI
TUJUAN :
1.

MEMBERIKAN PENJELASAN

2.

MEMBERIKAN KOMENTAR ATAU PENILAIAN

3.

MEMBERIKAN SARAN DAN USULAN

4.

MEMBERIKAN SANGGAHAN DAN PENOLAKAN

5.

MEMBUKTIKAN HIPOTESES

6.

MEMBUAT SUATU RANCANGAN.

KARYA ILMIAH MEMPUNYAI MANFAAT BESAR BAGI PENULIS MAUPUN MASYARAKAT


LUAS. MANFAAT YANG DAPAT DIPEROLEH DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI
SEORANG PENULIS IALAH SEBAGAI BERIKUT :
(1)MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MEMBACA YANG EFEKTIF, KARENA SEORANG
PENULIS HARUS MEMBACA BERBAGAI RUJUKAN SEBELUM MENULIS.
(2) PENULIS BERKESEMPATAN BERLATIH MENGINTEGRASIKAN HASIL BACAAB
DENGAN GAGASAN SENDIRI, KEMUDIAN MENGEMBANGKANNYA MENJADI
PEMIKIRAN YANG MATANG.
(3) MENGAKRABKAN PENULIS DENGAN KEGIATAN PERPUSTAKAAN , SEPERTI
MENGGUNAKAN KATALOG DALAM MENCARI BUKU YANG DIPERLIKAN.
(4) MENINGKATKAN
KETERAMPILAN
DALAM
MENGORGANISASIKAN
DAN
MENYAJIKAN FAKTA DAN DATA SECARA JELAS SERTA SISTEMASTIS.
(5) DENGAN MENULIS KARYA ILMIAH, SEORANG PENULIS DAPAT MERASAKAN
KEPUASAN INTELEKTUAL, YAITU SUATU KEPUASAN YANG BERKAOITAN DENGAN
KEMAMPUAN UNTUK MENYAJIKAN SATU KHAZANAH PENGETAHUAN.
(6) DENGAN MENULIS KARYA ILMIAH, PENULIS IKUT MENYUMBANGKAN NILAI-NILAI
PERLUASAN CAKRAWALA ILMU PENGETAHUAN MASYARAKAT..
MENGENAI MANFAAT KARYA ILMIAH BAGI MASYARAKAT LUAS IALAH KARYA ILMIAH
DAPAT DIMANFAATKAN SEBAGAI RUJUKAN ATAU REFERENCE, SUMBER UNTUK
PERLUASAN
WAWASAN,
SERTA
MENGIKUTI
PERKEMBANGAN
ILMU
PENGETAHUAN.

1.5 JENIS KARYA ILMIAH


APABILA KITA MEMBACA KARYA ILMIAH,
TERNYATA
MENEMUKAN SEBAGAI RAGAM ISI DAN BENTUK
BERBEDA-BEDA. HAL INI MENUNJUKKAN BAHWA ADA
BERBAGAI JENIS KARYA ILMIAH SESUAI DENGAN
TINGKATANNYA MASING-MASING. ADAPUN JENIS-JENIS
KARYA ILMIAH YANG PALING UMUM KITA TEMUKAN
DALAM
KEHIDUAPAN
AKADEMIK
MENCAKUPI
(1)
LAPORAN, (2) KERTAS KERJA ATAU MAKALAH, (3) SKRIPSI,
(4) TESIS, (5) DISERTASI, DAN (6) BUKU TEKS
(TEXTBOOK)

1.5.1 LAPORAN
LAPORAN ADALAH TULISAN YANG DIMAKSUDKAN UNTUK
MELAPORKAN HASIL KEGIATAN ILMIAH YANG BERUPA
PENELITIAN
ATAU
PERCOBAAN
BAIK
YANG
DI
LABOLATORIUM, DI LAPANGAN MAUPUN PENELITIAN
KEPUSTAKAAN. OLEH SEBAB ITU, ISTILAH LAPORAN DIBERI
ISTILAH SECARA OPERASIONAL SESUAI DENGAN OBJEK
KAJIANNYA.
APABILA KARYA ILMIAH YANG BERSANGKUTAN DIMAKSUDKAN
UNTUK MELAPORKAN HASIL PENELITIAN ATAU PRAKTIK DI
LABOLATORIUM, MAKA KARYA TULISANNYA DISEBUT
LAPORAN PRAKTIKUM. APABILA TULISISAN MERUPAKAN
HASIL PENELITIAN LAPANGAN, MAKA DISEBUT LAPORAN
PRAKTIK. JIKA TULISAN MERUPAKAN HASIL DARI KAJIAN
PUSTAKA,
TULISAN
YANG
BERSANGKUTAN
DISEBUT
LAPORAN BUKU.

BENTUK-BENTUK TULISAN ILMIAH TERSEBUT CAKUPAN ISINYA


MASIH DALAM LINGKUP TERBATAS YANG MEMERLUKAN
PENGKAJIAN TEORI DAN KAJIAN PUSTAKA YANG LENGKAP
DAN LUAS. KARYA ILMIAH INI TIDAK BERORIENTASI UNTUK
MENGHASILKAN TEMUAN-TEMUAN BARU. AKAN TETAPI,
BERTUJUAN UNTUK MENERAPKAN ATAU MEMPRATIKKAN
TEORI-TEORI YANG SUDAH ADA. HAL INI DIKARENAKAN
TERBATASNYA RUANG LINGKUP PENELITIAN.
OLEH SEBAB ITU, TULISAN ILMIAH JENIS INI DIBEDAKAN DARI
TULISAN
ILMIAH
HASIL
PENELITIAN
YANG
DAPAT
MENGHASILKAN SIMPULAN-SIMPULAN BARU. KARYA ILMIAH
INI LAYAK DITEMPUH OLEH PARA CENDIKIAWAN SEBAGAI
PERSYARATAN UNTUK MEMPEROLEH GELAR AKADEMIK
TERTENTU.

1.5.2 KERTAS KERJA ATAU


MAKALAH
KERTAS KERJA ATAU PAPER DAPAT DIKLASIFIKASIKAN DALAM DUA
JENIS, YAITU TERM-PAPER DAN WORKING-PAPER. KEDUA JENIS KERTAS KERJA
TERSEBUT SERING DISEBUT DENGAN SATU ISTILAH, YAITU MAKALAH.
MAKALAH PADA UMUMNYA DISAJIKAN SECARA DESKRIPTIF ATAU SECARA
EKSPOSITORIS. AKAN TETAPI, ADA JUGA YANG DISAJIKAN SECARA
ARGUMENTATIF. ADAPUN PANJANG TULISAN ANATARA 5-20 HALAMAN.
TERM-PAPER ADALAH TULISAN ILMIAH YANG BERKAITAN DENGAN
PEMBAHASAN SUATU PERSOALAN TERTENTU DARI BIDANG DISPLIN ILMU
TERTENTU. OLEH SEBAB ITU, SATU SATU SUMBER POKOK TULISAN JENIS INI
IALAH KEPUSTAKAAN. TULISAN ILMIAH INI BIASANYA DIKERJAKAN OLEH
MAHASISWA UNTUK MEMENUHI TUNTUNAN TUGAS TERSTRUKTUR DARI
DOSEN, DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPERDALAM BIDANG ILMU ATAU
DISIPLIN ILMU TERTENTU. DENGAN TULISAN INI DIMAKSUDKAN AGAR
MAHASISWA BELAJAR MEMAHAMI PRINSIP PRINSIP ILMIAH DENGAN JALAN
MEMBACA SENDIRI DAN MENGUNGKAPKANNYA KEMBALI DENGAN BAHASA
SENDIRI. TERM-PAPER DAPAT BERUPA IKHTISAR ATAU SARI MAUPUN
PENYIMPULAN DARI SEBUAH BACAAN ATAUPUN BEBERAPA BUAH BACAAN

1.5.3 SKRIPSI

SKRIPSI MERUPAKAN KARYA ILMIAH (TULISAN ILMIAH) SEBAGAI HASIL KERJA ILMIAH
YANG BERUPA PENELITIAN KEPUSTAKAAN MAUPUN LAPANGAN. SKRIPSI BIASANYA
DIJADIKAN PERSYARATAN AKADEMIS UNTUK MENCAPAU GELAR SARJANA STRATA 1 (S1)
YANG PENULISANNYA MEMERLUKAN PEMBIBINGAN DOSEN YANG MEMILIKI KUALIFIKASI
SESUAI DENGAN DISIPLIN ILMUNYA (BIDANGNYA). KARYA ILMIAH INI HARUS
DIPERTANGGUNGJAWABKAN OLEH PENULISNYA DI HADAPAN DEWAN PENGUJI.
SKRIPSI MERUPAKAN LAPORAN HASIL PENELITIAN DENGAN ANALISIS YANG
MENDALAM DAN DIURAIKAN SECARA LENGKAP. ADAPUN PANJANG TULISAN ATAU
JUMLAH HALAMAN SKRIPSI TIDAK ADA KETENTUAN PASTI BERLAKU UNTUK SEMUA
PERGURUAN TINGGI. AKAN TETAPI, PADA UMUMNYA MINIMAL LEBIH KURANG 50
HALAMAN. PERIHAL BATAS JUMLAH HALAMAN MAKSMALNYA TERGANTUNG PADA
PERMASALAHAN YANG DITELITI.

1.5.4 TESIS
PADA DASARNYA KARYA ILMIAH BERBANTUK TESIS TIDAK JAUH
BERBEDA DENGAN SKRIPSI. PERBEDAANNYA YANG UTAMA IALAH
TERLETAK PADA KEDLAMAN DAN KETAJAMAN PENGKAJIAN SERTA
KADAR KOMPLEKSITAS MASALAHNYA. MASLAH YANG DIAJUKAN
DALAM TESIS HARUS MEMPERHATIAKAN KEASLIAN ( BELUM PERNAH
DITELITI ORANG LAIN). PENGKAJIAN DAN PEMBAHASANNYA DAPAT
MENGUNAKAN TEORI TEORI YANG SUDAH ADA. TEORI TEORI YANG
SUDAH DIKEMUKAKAN OLEH PARA PAKAR (SESUAI DENGAN BIDANG
ILMU YANG DITELITI) DAPAT DIJADIKAN PIJAKAN (TUMPUAN) UNTUK
MENGKAJI ATAU MENGANALISIS TOPIC PENELITIAN YANG SEDANG
DILAKUAKAN OLEH PENELITI. TESIS DITULIS OLEH MAHASISWA STARA
2 (S2) SEBAGAI PERSYARATAN UNTUK MEMPEROLEH GELAR MAGISTER.

1.5.5 DISERTASI
DISERTASI MERUPAKAN KARYA ILMIAH YANG DITULIS
(DISUSUN) UNTUK KEPENTINGAN MENYELESAIKAN STUDI
PADA JENJANG STRATA TIGA (DOKTOR). DISERTASI MERUPAKAN
BENTUK
KARYA ILMIAH
YANG
MEMILIKI
DERAJAT
KEILMIAHAN YANG PALING TINGGI.
PENULIS
DISERTASI
DISEBUT
PROMOVENDUS.
DALAM
PELAKSANAAN DISERTASI, PROMOVENDUS DIBIMBINGAN
OLEH BEBERAPA GURU BESAR SEBAGAI PROMOTORNYA.
SETELAH DISERTASI TERSUSUN , MAKA PROMOVENDUS HARUS
MEMPERTAHANKAN
DAN
MEMPERTANGGUNGJAWABAN
DISERTASINYA DI HADAPAN DEWAN PENGUJI.

1.5.6 TEXTBOOK
BUKU TEKS TERMASUK KARYA ILMIAH YANG BERSUMBER
PADA KAJIAN PUSTAKA. DALAM BUKU TEKS MEMBAHAS
MENGENAI PRINSIP PRINSIP ATAU HUKUM HUKUM ILMIAH
YANG DIAKUI DAN DITERIMA SECARA UMUM. BUKU TEKS
JUGA MERUPAKAN PADUAN DARI PRINSIP PRINSIP ILMIAH
YANG SUDAH DIAKUI DALAM BIDANGNYA.

2. ARTIKEL ILMIAH
ARTIKEL ADALAH KARYA TULIS LENGKAP YANG
MENGANDUNG FAKTA-FAKTA DAN DATA DATA OBJEKTIF
YANG SEKALIGUS DISERTAI ANALISIS, SIMPULAN, DAN SARAN
YANG BERSIFAT SUBJEKTIF.
ARTIKEL ILMIAH ADALAH KARYA TULIS LENGKAP YANG
MERUPAKAN HASIL BERPIKIR ILMIAH YANG DIDASARKAN
PADA RENCANA YANG MATANG. ARTIKEL ILMIAH MERUPAKAN
SUATU REPRESENTASI HASIL PEMIKIRAN ATAU OBJEK KAJIAN
KEPADA PEMBACA MELALUI BAHASA TULIS DENGAN
MENGIKUTI SISTEMATIKA DAN KAIDAH PENULISAN ILMIAH.

CIRI CIRI ARTIKEL ILMIAH YAITU :


1. SINTESA TEMUAN TENTANG SUATU TOPIK DAN
PENDAPAT PENULIS.
2. PEKERJAAN YANG MEMPERLIHATKAN KEASLIAN
(ORIGINALITY) PENULIS.
3. PENGAKUAN/PERNYATAAN/ JAWABAN TERHADAP
SEMUA SUMBER YANG DIGUNAKAN
4. MEMPERLIHATKAN BAHWA PENULIS MERUPAKAN
BAGIAN DARI SUATU KOMUNITAS AKADEMIS.

SISTEMATIKA ARTIKEL ILMIAH UNTUK JURNAL ILMIAH


PADA UMUMNYA ADA 2:
1. ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN :
a. JUDUL ARTIKEL (JUMLAH KATA ANTARA 12-15)
b. NAMA PENULIS TANPA GELAR AKADEMIK YANG
DISERTAI DENGAN INSTITUSI TEMPAT KERJA
PENULIS,
c. ABSTRAK (BAHASA INGGRIS/ INDONESIA,
TERGANTUNG SELINGKUNG JURNAL YANG
BERSANGKUTAN )
d. PENDAHULUAN (LATAR BELAKANG)
e. KAJIAN PUSTAKA
f. METODE
g. PEMBAHASAN (HASIL)
h. SIMPULAN
i. SARAN

2. ARTIKEL ILMIAH HASIL KAJIAN PUSTAKA :


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

JUDUL ARTIKEL (JUMLAH ANTARA 12-15)


NAMA PENULIS TANPA GELAR AKADEMIK YANG DISERTAI
DENGAN INSTITUSI TEMPAT BEKERJA PENULIS
ABSTRAK (BAHASA INGGRIS ATAU BAHASA INDONESIA)
PENDAHULUAN (LATAR BELAKANG )
PEMBAHASAN
SIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAFI)

3. ARTIKEL ILMIAH POPULER