Anda di halaman 1dari 13

Komunikasi pada klien dengan

gangguan indera

Prinsip komunikasi
Komunikasi: sender-reciever-pesan-media-

feedback
Klien datang dengan masalah penyakit lain,
dan klien mengalami gangguan indera
Klien datang untuk mengatasi gangguan 5
indera

Sistem organ penginderaan


yang terlibat dalam komunikasi
penglihatan,
Penciuman,
pendengaran,
Wicara
peraba.

Bahas berbagai situasi


Pasien buta-tuli. Bagaimana pemberian informasi bagi
berikut:
pasien.
Pasien yang mengalami buta dan tuli akan sulit untuk
mendapatkan informasi melalui komunikasi verbal
sehingga salah satunya menggunakan komunikasi non
verbal dengan sentuhan dan juga melibatkan keluarga ,
alat bantu dengar tergantung jenis tuli (konduktif &
saraf) dan menggunakan media braile .
Pasien bisu, tdk tamat SD. Bagaimana pemberian asuhan
yang harus diberikan oleh perawat kepada pasien.
Dengan memberikan gambaran visual. Bahasa non
verbal (gerakan, isyarat), tulisan, menyampaikan
informasi dan pemberian Askep dengan komunikasi
verbal karena pasien masih bisa mendengar dan melihat.

Buta-tuli-bisu. Perawat di nurse station, pasien di ruang

rawat. Perawat harus bagaimana.


Menggunakan Bell, keluarga & pasien sekitar. Di kelas
manapun, perawat harus memberikan perhatian khusus
pada klien dengan keadaan khusus pula seperti menuntun
berjalan dengan baik, mengantarkan ke kamar mandi.
Juga mempergunakan indera peraba yang masih bisa
digunakan oleh pasien. Sering mengecek keadaan pasien.
Bgmn menghadapi pasien DBD yang tuli, buta, bisu
Melibatkan keluarga, menggunakan alat bantu dengar,
perhatian khusus. Menggunakan alat bantu dengar pada
pasien yang tuli sensorineural, Berbicara dekat pasien (tuli
konduktif) ,juga menggunakan media huruf braile.

Bgmn cara perawat memberikan support

pada pasien yang buta akibat penyakit


Memberikan motivasi agar lebih bersemangat
Memberikan dukungn spiritual
Dengarkan keluhan pasien
Mengajak berbicara dengan komunikasi
Memberi motivasi
Memberi pengertian untuk menyadarkan
pasien bahwa setiap kejadian pasti ada
hikmah yang bisa di ambil.

Bagaimana menghadapi pasien yang baru buta

krn kecelakaan

Memberikan layanan keperawatan dengan


cara berkomunikasi dengan baik karena
pendengaran pasien masih berfungsi, selain
itu memaksimalkan komunikasi nonverbal
yang bisa dilakukan yaitu dengan sentuhan,
jarak yang dekat. Tapi tetap rammah
meskipun pasien tidak bisa melihat,
memberikan edukasi tentang huruf braile.
Mendengarkan keluhan ppasien dengan baik.

Seorang kakek 60 thn dengan buta tuli, bisu dan cacat

pada kakinya padahal kakek ini butuh perawatan


diabetes di RS. Bagaimana asuhan keperawatannya.
Melibatkan keluarga dan kerabat dekat dalam
pemberian asuhan keperawatan. Menggunakan alat
bantu dengar pada pasien yang tuli sensorineural,
Berbicara dekat pasien (tuli konduktif). Membantu
dalam berjalan yang baik serta melakukan aktivitas
yang belum bisa dilakukan.
Ibu 39 thn sejak lahir mengalami tuli dan bisu. Ibu stres
krn dikucilkan oleh tetangganya
memberikan perhatian khusus dan motivasi terhadap
ibu tersebut. Memberikan layanan asuhan keperawatan
dengan gambaran visual kemudian, mengoptimalkan
komunikasi non verbal seperti sentuhan, kontak mata,
senyuman, jarak yang dekat..

Anak 8 thn mengalami tuna netra dan dikucilkan oleh

temannya shg selalul menangis dan mengurung diri.


Bgmn komunikasi terapeutiknya.
Memberikan perhatian khusus serta memberi motivasi
dan dukungan spiritual. Memberikan edukasi mengenai
huruf braile serta mengoptimalkan komunikasi verbal
dan non verbal seperti sentuhan dengan tidak
meninggalkan senyuman, dan kontak mata.
Perkenalkan diri & kontrak perawat-pasien. Bagaimana
melakukan hal tersebut pada pasien lansia yang bisu,
buta, tuli.
melibatkan keluarga dan kerabat terdekat, Menggunakan
alat bantu dengar pada pasien yang tuli sensorineural,
Berbicara dekat pasien (tuli konduktif)

Apa saja kiat-kiat yang harus dimilki perawat

ketika berkomunikasi pada pasien dengan


gangguan indera.
pesan atau informasi, cara penyampaian, dan

saluarannya harus dipersiapkan terlebih dahulu


secara matang.
apapun bentuk dari pesan atau informasi tersebut
tetap harus disampaikan secara sungguh-sungguh
atau serius.
sebelum perawat memberikan informasi atau pesan
kepada pasien, perawat harus yakin bahwa apa yang
disampaikan itu merupakan sesuatu yang baik dan
memang perlu serta berguna untuk pasien.

kepercayaan diri akan sangat berpengaruh

pada cara penyampaiannya kepada pasien.


sebaik atau seburuk apapun yang akan
disampaikan, perawat harus bersifat tenang,
tidak emosi maupun memancing emosi pasien,
karena dengan adanya ketenangan maka
informasi akan lebih jelas baik dan lancar.
keramahan merupakan kunci sukses dari
kegiatan komunikasi, karena dengan
keramahan yang tulus tanpa dibuat-buat akan
menimbulkan perasaan tenang, senang dan
aman bagi pasien.

penyampaian informasi, sebaiknya dibuat

sederhana baik bahasa, pengungkapan dan


penyampaiannya. Walaupun informasi yang
disampaikan cukup panjang dan rumit
namun apabila disampaikan secara
sederhana, sistematis, dan jelas maka akan
memberikan informasi yang jelas.
Mengoptimalkan komunikasi verbal dan non
verbal dalam asuhan keperawatan
Memberikan layanan dan perhatian khusus
pada pasien

Selamat diskusi....