Anda di halaman 1dari 55

Industri TIK dan Regulasi

By : Ade Wahyudin

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts

Stakeholder industri TIK

Stakeholder industri TIK


Pemerintah
Industri
Masyarakat

Pemerataan infrastruktur telekomunikasi nasional


Penciptaan lapangan pekerjaan
Peningkatan pendapatan Negara
Pencapaian RPJMN

Memperoleh keuntungan
Memperoleh kepastian pengembalian modal
Kompetisi yang sehat
Value chain industri yang sehat

Coverage layanan yang luas


Harga layanan yang terjangkau
Kualitas layanan yang tinggi
Perlindungan pelanggan

Regulasi
Regulasi adalah Suatu cara yang dilakukan
untuk mengendalikan masyarakat dengan
serangkauan aturan tertentu
Tujuan Regulasi Telematika:
Tersedianya layanan telekomunikasi
bagi semua lapisan masyarakat
Membentuk pasar yang kompetitif
Terciptanya industri yang sehat dengan
memperhatikan kepentingan
Stakeholder

Regulasi
Pemetaan Kebutuhan Regulasi
Siklus alamiah kemajuan:
Teknologi baru manfaat baru pola bisnis baru gaya hidup
baru perbuatan hukum baru dampak ipoleksosbud baru
ancaman hankamnas baru Legislasi baru.

Lingkup Legislasi Telekomunikasi (infrastruktur)

Mengatur penyediaan Jaringan backbone nasional


Memastikan semua kabupaten, kecamatan, dan kelurahan
terhubung.
Menjaga efisiensi infrastruktur jaringan broadband nasional.
Mengatur penyediaan jaringan akses (mobile & fixed)
Perumahan, perkantoran, industri, UKM, sekolah, kampus,
puskesmas, museum, pusat budaya, situs sejarah, tempat
wisata, perpustakaan, kantor pemerintah, wilayah perbatasan,
daerah terpencil, dst.

Lingkup Legislasi Telekomunikasi (infrastruktur)


Mengatur hubungan antara Jaringan dengan Aplikasi & Konten
Mengatur penyediaan beragam jasa pemanfaatan akses broadband oleh
pemilik jaringan atau pun melalui kerjasama dengan penyedia aplikasi
dan konten.
Kebijakan affirmative untuk pembinaan ekosistem industri kreatif dalam
negeri dan panduan/rambu kemitraaan global
Mengatur Gerbang NKRI dunia-cyber
Gerbang Kabel Laut dan Landing Right Satelit Asing.
Rambu-rambu kerjasama global & penyediaan layanan virtual dari Luar
Negeri.
Mengatur penyelenggaraan telekomunikasi tidak bertanggung jawab atas
isi/materi konten.
Mengatur penyelenggaraan telekomunikasi oleh OTT global
Mengatur tarif jasa konvergensi.

Sektor Telekomunikasi

Sektor Telekomunikasi
Sektor TIK dan Broadband terbukti memberikan kontribusi
ekonomi dan sosial signifikan.
Penambahan 10 sambungan layanan 3G per 100
sambungan, dapat meningkatkan 1.5% GDP per kapita
Pertumbuhan 1% penetrasi broadband terhadap jumlah
household dapat mengurangi angka pengangguran
sebesar 8.61%
Pembangunan broadband nasional sangat tergantung dari
kemampuan industri selular mengembangkan layanan
Mobile Broadband (>90%).

Profil Infrastruktur Telekomunikasi


PEMBANGUNAN 2015-2019 adalah pembangunan kompetitif perekonomian yang
berbasis sumber daya alam yang tersedia, sumber daya manusia yang
berkualitas, serta kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penggunaan
jaringan pita lebar (broadband) di tiga platform ini akan meningkatkan
kedayagunaan dan ketepatgunaan proses dan hasil pembangunan.
Konektivitas bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terkadang sulit
diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi dimungkinkan
melalui infrastruktur komunikasi maya, terutama jaringan koridor pita lebar
(broadband)
Indonesia belum masuk ke dalam negara dalam kelompok yang digerakkan oleh
efisiensi (efficiency-driven). Penyebabnya karena TIK Indonesia belum secara
optimal berkontribusi kepada peningkatan daya saing bangsa. Tingkat penetrasi
internet dan fixed broadband termasuk yang relatif rendah di kawasan.
Infrastruktur TIK Indonesia saat ini belum berkontribusi secara optimal terhadap
peningkatan daya saing nasional. Untuk itu, akselerasi pembangunan broadband
sangat diperlukan.

Sebaran BTS

Sebaran BTS di Indonesia

Perbandingan Kualitas Broadband (download speed) di Beberapa Negara

Kualitas akses adalah hal yang menjadi isu penting dalam penetrasi layanan broadband
ke masyarakat. Pemakaian semakin tinggi dikarenakan permintaan akses tumbuh cepat,
namun Indonesia dihadapkan dengan permasalahan rendahnya kecepatan dan latency
bila dibandingkan dengan kondisi yang dicapai oleh negara lain. Indikasi perbandingan
wilayah regional dan internasional menunjukkan terdapat perbedaan kecepatan akses.

Alokasi Spektrum Frekuensi


Spektrum gelombang elektromagnetik

SONAR

SPEKTRUM FREKUENSI RADIO

SONAR

9 KHz

Infra
Red

SPEKTRUM FREKUENSI RADIO

30 kHz

VLF

SPEKTRUM FREKUENSI CAHAYA

300 kHz

LF

3MHz

MF

30 MHz

HF

Cahay
a tam
pak

300MHz

VHF

Ultra
Violet
3 GHz

UHF

X ray

Alpha

30 GHz

SHF

SUDAH DIALOKASIKAN UNTUK 37 JENIS JASA (TERESTRIAL DAN


SATELIT)

Betha

Gam
ma

cos
mic

300 GHz

EHF

275 GHz

Gelombang radio:
Bagian dari gelombang elektromagnetik
Frekuensi lebih rendah dari 3000 GHz
Merambat dalam ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan
(Radio Regulation ITU)

TIDAK
DIALOKASIKAN

400 GHz

Penyelengaraan Telekomunikasi
SEGMEN

STRUKT UR
SIRKIT

LOKAL

TETAP

PAKET

JARAK JAUH

PERSAINGAN
(EKSKLUSIVITAS)

INTERNASIONAL

JARI NGAN

TERTUTUP

PENYELENGGARAAAN
HINGGA 2003

SEJAK 2004

TELKOM - I'SAT

TERBUKA

PERIZINAN

TERBUKA
TELKOM - I'SAT

TERBUKA

TELKOM - I'SAT

TERBUKA

PERSAINGAN

TERBUKA

PERSAINGAN

TERBUKA

SELEKSI

TERESTRIAL

T
E
L
E
K
O
M
U
N
I
K
A
S
I

BERGERAK

SELULER

SELEKSI

SATELIT
TELEPON

TELEPONI
DASAR

TELEX
TELEGRAPH

PERSAINGAN
(EKSKLUSIVITAS)

TELKOM - I'SAT

TERBUKA

EVALUASI

FAKSIMILI
PANGGILAN PREMIUM
KARTU PANGGIL

JASA

NILAI TAMBAH
TELEPONI

TELEPON MAYA
RTUU

PERSAINGAN

TERBUKA

EVALUASI

PERSAINGAN

TERBUKA

EVALUASI

TERTUTUP

EVALUASI

PERSAINGAN

TERBUKA

KPI

TERTUTUP

STORE & FORWARD


CALL CENTER
TELEVISI BERBAYAR
ISP

MULTIMEDIA

NAP
INTERNET TELEPONI
WAP
DLL
AMATIOR RADIO

KEPERLUAN
SENDIRI

PEMERINTAH
DINAS KHUSUS
BADAN HUKUM

TELSUS
PENYIARAN

RADIO SIARAN
TELEVISI SIARAN
TNI

HANKAM
PERALATAN

POLRI
NON-CPE
CPE

PERSAINGAN

TERBUKA

Profil Industri Telekomunikasi


Dari jumlah penduduk sebanyak 251,3 juta orang baru terlayani layanan
telekomunikasi sebanyak 103,7 juta penduduk (terlayani 41% dari jumlah penduduk)
Dari jumlah subscriber layanan telekomunikasi sebanyak 315 juta pelanggan hanya
sebanyak 103,7 juta pelanggan unique, artinya bahwa rata-rata 1 pelanggan memiliki
3,04 nomor pelanggan
Secara umum luas coverage layanan telekomunikasi baru mencapai 920 ribu Km2
(2013) dari luas wilayah daratan Indonesia seluas 1.9 juta km2, artinya bahwa luas
wilayah Indonesia yang terlayani hanya sekitar 48% dari seluruh luas indonesia.

Profil Industri Telekomunikasi

Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan tersebut juga


berdampak pada pergeseran kebutuhan layanan telekomunikasi yang tidak hanya
terbatas pada layanan voice teleponi saja tetapi juga sudah mengarah pada layanan data
broadband.

Profil Industri Telekomunikasi

Telkomsel, indosat dan XL dengan menguasai market share lebih dari 80%. Sedangkan
penyelenggara telekomunikasi lainnya berusaha untuk tetap bertahan atau melakukan
merger dengan penyelenggara lain.
Pertumbuhan pendapatan penyelenggara terus mengalami penurunan setiap tahunnya
Faktor Penyebab : Kompetisi, OTT dan industri yang saturasi

Profil Industri Telekomunikasi

Walaupun pengguna telekomunikasi terus meningkat, namun ARPU (Average Revenue


Per User) penyelenggara terus menurun, sehingga pertumbuhan pendapatan
penyelenggara telekomunikasi terus mengalami penurunan setiap tahunnya
Penurunan pertumbuhan Revenue yang dihadapi oleh banyak penyelenggara
telekomunikasi berpengaruh terhadap kemampuan investasi atau capital expenditure
(CAPEX) Operator.

Profil Industri Telekomunikasi

Bila kita lihat dari pembangunan Jumlah BTS yang ada, menunjukan peningkatan yang
sangat signifikan terutama pada penyelenggara telekomunikasi besar.

Telkomsel

Indosat

XL

Smartfren

Scissor Effect

Penyelenggaraan telekomunikasi di Indonesia sedang mengalami masa saturasi dimana


beberapa penyelenggara kesulitan untuk menambah jumlah pelanggan, ditambah
dengan menurunnya penggunaan layanan Voice dan pertumbuhan komunikasi data
mengakibatkan peningkatan revenue tidak sebanding dengan investasi dan operational
yang dikeluarkan setap tahunnya.

Sektor Informasi

Profil Pengguna Internet

Profil Pengguna Internet

Profil Pengguna Internet

Walaupun pelanggan Mobile sudah mencapai lebih 100% dari populasi, Pengembangan Internet infrastruktur pe
rlu dipacu baik fixed broadband maupun coverage Mobile Broadband 3G/4G
Mobile telephone subscription
per 100 population1
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
Sri Lanka
10/4/16
10/4/16
10/4/16

Internet users penetration


(% of individuals)
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16

Notes: 1Mobile telephone includes pre-paid and post-paid subscription


Source: World Economic Forum 2014

Internet household penetration


(% of household)
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16
10/4/16

OTT (Over The Top)

Over the top (OTT) merupakan layanan yang disampaikan melalui jaringan operator,
tetapi tidak secara langsung melibatkan operator.
Dari sisi pengguna mendapatkan manfaat dari banyaknya layanan yang tidak berbayar,
sehingga menyebabkan, pengeluaran pelanggan untuk layanan messaging lebih
berkurang dengan adanya OTT.
Operator sering melihat para pemain OTT sebagai ancaman karena mereka mendorong
lalu lintas data ke puncak baru sebagai peselancar dunia maya yang mengkonsumsi
lebih banyak konten.

Whats OTT ?
OTT (Over-The-Top) refers to applications and services, which are accessible
over the internet and ride on Operators networks offering internet access
services e.g. social networks, search engines, amateur video aggregation sites,
etc.
Exampleof Classification:
Communications

Voice Services
Messaging

Applications

Social Networks
E-Commerce, E-Health,.

Video/Audio

OTT TV
OTT Video
Streaming

ThosePlayersareMajorEnablersandDriversfor Sector Growth


4

Quality Service will


Remain Key

tion for users as well as the carrier.


www.counterpath.com to take a closer look.

Inevitably, there will be a transition period, and a


mix of technologies. Legacy networks, Mesh Networks, mobile traffic being handed off to Wi-Fi networks or small cells/femtocells they will coexist
for a time. And through it all, the need to maintain
service quality will remain paramount.

Visit

While on their site, notice also the press release announcing their recent patent for enabling service providers to offer OTT communications with trusted mobile-based user authentication, simplifying mobile
services over non-mobile devices.
This development makes it easier for people to use softphone
client applications on any device, any platform and
over any network, by eliminating the need for other
non-mobile-centric authentication technologies.

OTT bagi Bisnis Telekomunikasi


Disruption)
Hunter Macdonald is President and CEO of Tutela
Technologies, a Wesley Clover affiliate firm focused
on exactly that carrier network quality monitoring, but with the unique benefit of crowd-sourcing
and presenting back the user-experience.

Wi-Fi, 2G, 3G, 4G/LTE, even


competitors networks we dont
care.
- Hunter Macdonald, Tutela Technologies

OTT network monitoring solutions benefit the service providers because they are network agnostic
says Hunter. Beyond the value of reflecting the
usersSMS,
perspective
on quality, Tutelas software can
Layanan telepon,
Televisi
be used to monitor any network technology. Wi-Fi,
konvensional sudah
2G, 3G, mulai
4G/LTE,ditinggalkan,
even competitors networks we
pengguna cenderung
beralih
OTT and especially appealing
dont care.
This iske
unique,
todaysama
for service
providers
dengan fitur yang
bahkan
lebih who do not want to, or
are unable to, introduce additional complexity to
interaktif
their network back-ends.

In moves similar to the Rogers Kapasitas


One Number,jaringan
intend- (seluler maupun fixed) mayoritas
dipergunakan
untuk
ed to win market share from OTT
providers as well
as konsumsi layanan OTT
differentiate themselves from other Telcos, the large
Spanish broadband and telecom provider Telefnica
- Penyelenggara
telekomunikasi menjadi Dump Pipe
successfully introduced their TuGo
OTT service. And
in France, the Libon app was recently launched by
Orange. Early results suggest this new service has
reduced Apple FaceTime app usage by 22%, Skype
use by 10% and Tango Telecom app use by 56%!

Memakan
kapasitas
infrastruktur

It is truly a global arms race. In a current report by


Infonetics Research, Japan-based Line has now
topped Skype as the market leader in the very dynamic over-the-top mobile VoIP (mVoIP) market, capturing roughly 25% of worldwide active -users
in
Pelanggan
melakukan churn ke
2013. The report suggests, Line has been able to
operator
lain
untuk mendapatkan
successfully think outside the traditional voice box,
offering paid services through application add-ons
promo layanan (mis. Internet lebih
like games and stickers that not only create a revenue
murah), namun tetap menggunakan
stream, but also increase usage of core services.

Menggantikan
layanan dasar
telekomunikasi

Similarly, Martello Technologies (another Wesley

Terjadi tren penurunan


porsiprovides network fault and perforClover affiliate)
mance
management
software as a service (SaaS).
pendapatan dari
layanan
dasar, dan
OTT, pendapatan
helping better dari
monitor and manage Unified
peningkatan porsi
Communications (UC) and prevent downtime by
layanan data detecting issues before they can cause a problem.

Perubahan
loyalitas
pengguna

OTT yang sama (youtube, whatsapp,


facebook)

Kompetisi yang terjadi antar


operator untuk menurunkan harga
tidak berdampak kepada industri
OTT yang semakin meningkat

OTT Berbasis Kekayaan Intelektual


Didirikan oleh Mark Zuckenberg, California, Pendapatan
2016 USD ,51 miliar (Rp 19,8 triliun).

WhatsApp Inc, California, pendapatan 2016 USD54


Miliar (Rp664 T), pengguna 900 juta.
Google Inc, Amerika Serikat, pendapatan awal April sampai
dengan akhir Juni tahun 2015 sekitar US$17.7 M Rp234 T
dengan laba bersih USD3,93 M (Rp51,9 T).

Disarikan dari berbagai sumber


44

OTT Berbasis Kekayaan Intelektual


NHN (Next Human Network) Corporation, Korea Selatan.
tahun 2014, diunduh dan diinstal oleh 150 juta pengguna,
pendapatan sekitar USD656 Juta (Rp86,5 T)
WeChat: Tencent Holding, China pendapatan 2016 USD42
Miliar (Rp525 T), pengguna 600 juta.

BlackBerry Limited / RIM 1999, Kanada 76 juta pengguna,


pendapatan pada tahun 2013 Rp 952 T.
Berpusat disunnyvale, California, dikunjungi 700 juta
orang setiap bulan. pendapatan pada tahun 2015
US$531,7 Juta (Rp702 T).

Disarikan dari berbagai sumber


45

Tantangan Kebijakan Nasional untuk Bisnis OTT


di Indonesia
Menumbuhkan konten lokal
Pemberdayaan masyarakat kreatif Indonesia
melalui inkubasi pengembangan OTT lokal
(capacity building)
Menyediakan jalur distribusi antara produsen
OTT kepada pengguna akhir
Meningkatkan daya saing OTT lokal terhadap
OTT asing

Kolaborasi operator-OTT yang efektif dan efisien


Kerjasama bilateral operator-OTT perlu dirubah
menjadi kerjasama yang tersentralisasi
(Hubbed-partnership)
Revenue flow 2 arah dan transparan
Tanggung jawab Pengawasan konten

Peran BUMN sebagai Centre of Excellence


dengan dukungan dari Pemerintah

Ekosistem Aplikasi TIK Broadband Indonesia


E-government
langkah pemerintah dalam memudahkan masyarakat dapat mendapatkan informasi
dan menjalani proses birokrasi dengan pemerintah yang lebih terbuka dan dengan
proses yang lebih cepat dan efisien.

E-licensing
Setiap kementrian yang menerbitkan lisensi (ijin) penyelenggaraan industry
mengembangkan aplikasi e-licensing dan mengawasi pelaksanaannya sehingga
proses perijinan usaha di Indonesia

E-Learning
menjadi satu layanan pengembangan pendidikan masyarakat yang dapat terlaksana
dengan adanya infrastruktur telekomunikasi yang merata secara nasional

Ekosistem Aplikasi TIK Broadband Indonesia


E-Health
layanan berupa informasi medis, kesehatan publik, dan kegiatan yang berkaitan
dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang dikonvergensikan dan
dikembangkan melalui infrastruktur broadband..

E-Logistic
untuk mengoptimalkan koordinasi logistic barang antar daerah sehingga kebutuhan
secara nasional dapat terpetakan dan terdistribusi dengan efisien dan efektif.

E-Commerce Dan Digitalisasi Layanan Publik


perdagangan yang dilakukan dengan memanfaatkan infrastruktur broadband.
Digitalisasi layanan publik dilakukan dengan menyediakan sistem yang terintegrasi
sehingga tercipta layanan publik yang efektif dan efisien dari sisi waktu, biaya dan
tempat.

Sektor Penyiaran

Sektor Penyiaran
Infrastruktur Telekomunikasi bergerak menjadi infrastruktur dan layanan
yang menjadi basis penyediaan semua aplikasi termasuk aplikasi komputasi
dan penyiaran.
Penyiaran mulai bertransformasi ke arah reposisi industri penyiaran
digital.
Teknologi komputasi komputasi berjaringan dengan menggunakan
jaringan telekomunikasi yang ditopang data center dan cloud.

Sektor Penyiaran
JUMLAH MEDIA RADIO DAN TELEVISI

2363

VS

Jumlah BTS Seluruh Indonesia

186500

100000
736
30000

RADIO AM FM

TELEVISI SWASTA

TELKOMSEL

XL

50000
6500
INDOSAT

SMARTFREN

JUMLAH BTS

TOTAL

Problematika di sektor Penyiaran

Regulasi eksisting tidak mampu menyelesaikan permasalahan konvergensi


Secara formal muncul akhir 1990-2000an
Konvergensi fenomena tahun 2000 an
Media penyaluran konten memiliki banyak alternatif :
Terrestrial network
Fixed Coax, HFC, OFC
Satelit satelit asing di luar kendali Indonesia
Bentuk teknologi digital baru (broadband)
ADSL Broadband
Wireless broadband
Mobile telephony 3G/4G

Problematika di sektor Penyiaran

Dominasi internet protocol (IP)


TV streaming
Video streaming
Telepon bergerak 3G/4G berkemampuan multimedia.
Isu konten media massa saat ini berkembang melebihi konten penyiaran
perlu diatur.
Isu konten berkembang melewati domain digital dan terhadap seluruh sistem
transmisi .
Penyiaran akan tidak menjadi lagi kasus khusus, terdapat media baru yang
juga memerlukan kebijakan (policy treatment) yang sama.

Tugas
Bagaimana Peran Telekomunikasi dalam Mencapai Tujuan Negara ?
Jelaskan hubungan antara sektor ICT, Tujuan Negara dan Badan
Regulasi/Kominfo ?
Ceritakan bagaimanaSejarah Berdirinya BRTI ?

TERIMA KASIH