Anda di halaman 1dari 27

MENYELESAIKAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS

AKUISISI DAN PEMBAYARAN: VERIFIKASI AKUN


TERPILIH

Nama Anggota :
Rizki Ananda Putri R
Melinda
Rofiqi Akmal
Marsonia Friskila J
Rivaldi Yason Santoso

(
)
(
)
(023142036)
(023132054)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Mengenali berbagai akun dalam siklus akuisisi dan pembayaran.


Merancang dan melaksanakan pengujian audit atas properti,
pabrik, dan peralatan serta akun terkait.
Merancang dan melaksanakan pengujian audit atas beban
dibayar di muka.
Merancang dan melaksanakan pengujian audit atas kewajiban
akrual.
Merancang dan melaksanakan pengujian audit atas akun laba
dan beban.

JENIS AKUN LAIN DALAM SIKLUS


AKUISISI DAN PEMBAYARAN
Dalam bab ini, masalah yang berkaitan dengan beberapa akun kunci
lainnya dalam siklus ini akan dibahas, terutama audit atas :

Properti, pabrik, dan peralatan

Beban dibayar di muka

Kewajiban lainnya

Akun laba dan beban

AUDIT ATAS PROPERTI, PABRIK, DAN


PERALATAN
Klasifikasi Akun Properti, Pabrik, dan Peralatan

Tanah dan pengembangan tanah

Bangunan dan perbaikan bangunan

Peralatan

Perabotan dan perkakas

Mobil dan truk

Pengembangan leasehold

Konstruksi dalam proses untuk properti, pabrik, dan peralatan

TINJAUAN ATAS AKUN YANG


BERKAITAN DENGAN PERALATAN
Auditor membedakan cara memverifikasi peralatan dengan akun aset
lancar karena tiga alasan :
1.Biasanya

akuisisi peralatan jarang dilakukan pada periode berjalan,


terutama peralatan berat yang digunakan dalam proses manufaktur.

2.Jumlah

setiap akuisisi sering kali material.

3.Peralatan

mungkin tetap disimpan dan dicatat dalam catatan akuntansi


selama beberapa tahun.

TINJAUAN ATAS AKUN YANG


BERKAITAN DENGAN PERALATAN
Pengujian ke dalam kategori :

Melaksanakan prosedur analitis

Memverifikasi akuisisi tahun berjalan

Memverifikasi pelepasan atau pembuangan tahun berjalan

Memverifikasi saldo akhir akun aset

Memverifikasi beban penyusutan

Memverifikasi saldo akhir akumulasi penyusutan

MELAKSANAKAN PROSEDUR ANALITIS


Prosedur Analitis

Salah Saji yang Mungkin

Membandingkan beban penyusutan yang Salah saji beban penyusutan dan akumulasi
dibagi dengan biaya peralatan kotor dengan penyusutan.
tahun sebelumnya
Membandingkan akumulasi penyusutan yang Salah saji akumulasi penyusutan.
dibagi dengan biaya peralatan kotor dengan
tahun sebelumnya.
Membandingkan reparasi dan pemeliharaan Membebankan
bulanan atau tahunan, beban perlengkapan, dikapitalisasi.
beban peralatan kecil, dan akun-akun serupa
dengan tahun sebelumnya.

jumlah

yang

harus

Membandingkan biaya manufaktur kotor Peralatan yang menganggur atau peralatan


yang dibagi dengan beberapa ukuran produksi yang disingkirkan tetapi belum dihapus.
dengan tahun sebelumnya.

Memverifikasi Pelepasan Tahun Berjalan


Prosedur Untuk Memverifikasi Pelepasan :

Mereview apakah aset yang baru diakuisisi menggantikan aset


yang ada.
Menganalisis keuntungan dan kerugian atas pelepasan aset serta
pendapatan rupa-rupa yang diterima dari pelepasan aset
Mereview modifikasi pabrik dan perubahan lini produk
Melakukan tanya-jawab dengan manajemen dan personil
produksi mengenai kemungkinan pelepasan aset

Memverifikasi Saldo Akhir Akun Aset


Dua tujuan auditor ketika mengaudit saldo akhir akun peralatan
termasuk menentukan bahwa :
1. Semua peralatan yang tercatat ada secara fisik pada tanggal neraca
(eksistensi)
2. Semua peralatan yang dimiliki telah dicatat (kelengkapan)

Auditor dapat menggunakan beberapa metode untuk menentukan


apakah peralatan terbebani, termasuk :
Membaca syarat-syarat dalam perjanjian pinjaman dan kredit
Mengirimkan permintaan konfirmasi pinjaman kepada bank dan
institusi pemberi pinjaman lainnya
Melakukan diskusi dengan klien atau mengirimkan surat ke
penasehat hukum

Dalam Menentukan hal yang pertama, auditor harus


mempertimbangkan 4 aspek :
1. Umur manfaat akuisisi periode berjalan
2. Metode penyusutan
3. Estimasi nilai sisa
4. Kebijakan penyusutan aset dalam tahun akuisisi dan disposisi

Tujuan yang biasanya ditekankan dalam audit atas saldo


akhir akumulasi penyusutan adalah :
1.

Akumulasi penyusutan yang dinyatakan pada file induk


properti sama dengan buku besar umum.

2.

Akumulasi penyusutan dalam file induk sudah akurat.

Audit Beban Dibayar Di Muka

Beberapa pengendalian internal khusus dan pengujian audit terkait


yang biasanya berkaitan dengan beban dibayar dimuka. Dalam
pembahasan berikut, contoh audit atas asuransi dibayar dimuka
akan digunakan sebagai repsentatif akun kelompok ini karena:
1.Asuransi dibayar dimuka ditemukan pada sebagian besar audit
hampir semua perusahaan memiliki beberapa jenis asuransi.
2.Masalah yang umumnya dihadapi dalam audit asuransi dibayar
dimuka merupakan hal yang umum bagi kelas akun ini.
3.Tanggung jawab auditor untuk mereview cakupan asuransi
merupakan pertimbangan tambahan yang tidak dapat ditemukan
pada akun lainnya dalam kategori ini.

Pengendalian internal untuk asuransi dibayar


dimuka dan beban asuransi dapat dengan mudah
dibagi ke dalam 3 kategori :

1. Pengendalian teradap akuisisi dan pencatatan


asuransi
2. Pengendalian terhadap register asuransi
3. Dan Pengendalian terhadap Penghapusan beban
asuransi

Register Asuransi
Adalah catatan polis asuransi yang berlaku dan tanggal jatuh tempo
setiap polis.
Auditor menggunakan register asuransi untuk mengidentifikasi polis
yang berlaku terkait dengan akun asuransi dibayar dimuka.
Syarat dan jumlah pembayaran polis yang berlaku dicantumkan dalam
register. Karena syarat dan jumlah itu menyediakan dasar untuk
menentukan jumlah asuransi dibayar dimuka, auditor secara
independen akan memverivikasi syarat dan jumlah tersebut ke polis
asuransi atau kontrak yang mendasari.

Dalam audit atas asuransi dibayar dimuka, auditor


memperoleh skedul dari klien yang mencantumkan
setiap polis yang berlaku :

Informasi tentang polis, termasuk nomor polis,


jumlah cakupan, dan premi tahunan
Saldo awal asuransi dibayar dimuka
Pembayaran premi polis
Jumlah yang dikenakan ke beban asuransi.
Saldo akhir asuransi dibayar dimuka.

Prosedur analitis yang dilakukan auditor


untuk asuransi dibayar dimuka dan beban
asuransi :
Membandingkan total asuransi dibayar dimuka dan beban asuransi dengan
tahun sebelumnya.
Menghitung rasio asuransi dibayar dimuka terhadap beban asuransi dan
membandingkannya dengan tahun sebelumnya.
Membandingkan setiap cakupan polis asuransi pada skedul asuransi yang
diperoleh dari klien dengan skedul tahun sebelumnya.
Membandingkan saldo asuransi dibayar dimuka yang dihitung selama
tahun berjalan atas dasar poli per polis dengan yang ada pada tahun
sebelumnya.
Mereview cakupan asuransi yang tercantum pada skedul asuransi dibayar
dimuka dengan pejabat klien yang berwenang atau broker asuransi
menyangkut kememadaian cakupan.

Prosedur audit lainnya, yang dilakukan untuk menguji


beban asuransi :
Polis asuransi dalam skedul asuransi dibayar di muka memang ada dan
polis yang ada telah dicantumkan (eksistensi dan kelengkapan),
Klien memiliki hak atas semua polis asuransi dalam skedul asuransi
dibayar di muka (hak),
Jumlah dibayar di muka pada skedul sudah tepat dan totalnya sudah
dijumlahkan dengan benar serta sama dengan buku besar umum
(keakuratan dan detail tie-in),
Beban asuransi yang berhubungan dengan asuransi dibayar di muka telah
diklasifikasikan dengan benar (klasifikasi),
Transaksi asuransi telah dicatat pada periode yang benar (pisah batas).

AUDIT KEWAJIBAN AKRUAL


Kewajiban akrual merupakan estimasi kewajiban yang
belum dibayar atas jasa dan manfaat yang telah diterima
sebelum tanggal neraca.
Kewajiban akrual diantaranya seperti:
Gaji akrual, Pajak gaji akrual, Bonus pejabat akrual, Komisi
akrual, Fee profesional akrual, Sewa akrual, Bunga akrual.

Penekanan dalam pengujian harus diberikan pada


kewajiban pajak properti akhir dan pembayaran.
Ketika auditor memverifikasi pajak properti,
kedelapan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo
kecuali nilai realisasi bersifat relevan.
Berikut dua yang terpenting adalah:
Properti yang ada pada skedul akrual sudah tepat
untuk mengakrualkan pajak
Pajak properti telah dicatat secara akurat.

AUDIT AKUN LABA DAN BEBAN


Ditujukan untuk menentukan apakah perkiraan-perkiraan pendapatan
dan beban dalam laporan keuangan disajikan dengan wajar sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan setiap total
pendapatan dan beban yang tercakup pada laporan rugi laba maupun
laba bersih tidak salah saji secara material.
Dengan mempertimbangkan tujuan dari laporan laba, perlu
diperhatikan bahwa :
Perbandingan pendapatan dan beban periodik merupakan hal yang
penting untuk penentuan yang pantas dari hasil operasi.
Penerapan prinsip-prinsip akuntansi dengan konsisten untuk periode
yang berbeda merupakan hal yang penting untuk perbandingan.

Pendekatan untuk Mengaudit Akun Laba


dan Beban
Pendekatan yang digunakan untuk mengaudit akun
tersebut adalah:
Prosedur analitis
Pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas
transaksi
Pengujian atas rincian saldo (Analisis Beban dan
Alokasi)

Prosedur Analitis untuk Akun Laba dan Beban


No

Prosedur Analitis

Kemungkinan Salah Saji

Membandingkan setiap beban dengan tahun


sebelumnya

Lebih saji atau kurang saji saldo akun


beban

Membandingkan setiap saldo aset dan kewajiban


dengan tahun sebelumnya

Lebih saji atau kurang saji akun neraca


akan mempengaruhi akun laporan laba rugi

Membandingkan setiap beban yang dianggarkan

Salah saji beban dan akun neraca yang


berhubungan

Membandingkan persentase marjin kotor dengan


tahun sebelumnya

Salah saji HPP dan Persediaan

Membandingkan rasio perputaran persediaan


dengan tahun sebelumnya

Salah saji HPP dan Persediaan

Membandingkan beban asuransi dibayar dimuka


dengan tahun sebelumnya

Salah saji Beban Asuransi dan Asuransi


dibayar di muka

Membandingkan beban komisi yang dibagi


dengan penjualan dengan tahun sebelumnya

Salah saji Beban Komisi dan Komisi


Akrual

Membandingkan setiap beban manufaktur yang


dibagi dengan total beban manufaktur dengan
tahun sebelumnya

Salah Saji setiap Beban Manufaktur dan


akun neraca yang berhubungan

Gilman
Company,
Inc.
Beban
Hukum
31/12/13
A/C 913-Beban
Hukum
Dibayar Kepada
Alexander
J.Schweppe

Smith, Tom

L.Marvin Hall

Skedul v-10
Tanggal
Dibuat oleh
Client
21/1/14
Disetujui oleh SW
28/1/14

Retainer
12bulan@$1.
000
ABC v. Carsontuntutan atas
pelanggaran
paten
Konsultasi
re:penyelidikan
dari consumer
protection
bureau,kantor
state
attorney
Bantuan
dalam
generai
menagih piutang
yang telah jatuh
tempo dari Star
Mfg

Jumlah

Tanggal

Untuk

Bulanan

$12.000
9.800
7.109

14 April
9 Agustus
6 Juni
10 Juli

1.000
750

10
Nov

505
$31.164

Pengujian atas Rincian Saldo Akun


Lokasi
Reparasi dan pemeliharaan sebagai bagian dari memverifikasi
aset tetap,dan beban asuransi sebagai bagian dari pengujian
asuransi dibayar di muka.
Beberapa akun beban berasal dari alokasi (allocation) data
akuntansi
diskret.
Beban
semacam
itu
termasuk
penyusutan,deplesi,dan amortisasi hak cipta serta biaya
katalog.Alokasi sangatlah penting karena menentukan apakah
pengeluaran merupakan suat aset atau beban periode
berjalan.Jika klien tidak mengikuti standar akuntansi atau lalai
menghitung secara benar,laporan keuangan dapat menjadi salah
saji secara material.

Jenis alokasi lainnya yang secara langsung mempengaruhi laporan


keuangan akan muncul karena umur aset yang lebih singkat belum jatuh
tempo pada tanggal neraca.Standar akuntansi mengharuskan alokasi biaya
antara beban manufaktur periode berjalan dan persediaan sebagai cara
untuk merefleksikan semua biaya pembuatan produk. Dua prosedur audit
yang paling penting untuk mengaudit alokasi adalah pengujian atas
kelayakan secara keseluruhan dengan menggunakan prosedur analitis dan
penghitungan ulang hasil klien.
Biasanya auditor melaksanakan pengujian tersebut sebagai bagian dari
audit atas akun aset atau kewajiban terkait. Hal ini meliputi memverifikasi
beban penyusutan sebagai bagian dari audit properti,Pabrik,dan
peralatan,pengujian amortisasi paten sebagai bagian dari memverifikasi
paten baru atau pelepasan paten yang ada,dan memverifikasi alokasi antara
persediaan serta harga pokok penjualan sebagai bagian dari audit
persediaan.

THANKYOU VERY MUCH