Anda di halaman 1dari 43

COMBUSTIO

dr. Antonius

IDENTITAS PASIEN
Nama
: An. MS
Usia
: 2 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat
: Kulur
Agama
: Islam
Masuk RS
: 11 Mei 2016
ANAMNESIS
Dilakukan alloanamnesis pada tanggal 11 Mei 2016 di
Bangsal Strawberry.

KELUHAN UTAMA
Demam
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang dibawa oleh ibunya dengan keluhan
demam sejak 4 hari lalu. Demam dirasakan sepanjang
hari. Sebelum muncul demam, pasien ada tersiram
minyak panas 4 hari lalu. Minyak panas tersebut
menyebabkan luka bakar di dada, perut, tangan kanan,
lengan bawah kiri, tangan kiri, dan tungkai bawah kiri.
Pasien sudah dibawa ke bidan dan dibersihkan disana.
Kemudian ibu pasien berinisiatif membawa pasien ke
RSUD Bangka Tengah karena demam yang tidak
kunjung hilang.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Tidak ada.
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
Tidak ada.

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda Vital
Nadi
: 110 x/menit
Napas
: 22 x/m
Suhu
: 37,80C
Berat Badan
: 10 kg

KEPALA
Bentuk : Normocephali, simetris
Mata
: Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil isokor,
reflek cahaya +/+
Hidung
: Septum deviasi (-), sekret -/-,mukosa tidak hiperemis
Mulut
: Bibir kering (-),faring tidak hiperemis, tonsil T1/T1
THORAKS
Inspeksi
: Bentuk dada normal, pergerakan nafas kanan kiri
simetris, tampak krusta dan kulit yang terkelupas dengan dasar
merah muda
Palpasi : Simetris kanan kiri pada kedua lapang paru
Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler +/+, wheezing -/-, ronki -/-, bunyi jantung I / II
murni reguler

ABDOMEN
Inspeksi : Tampak krusta dan kulit yang terkelupas
dengan dasar merah muda, luka bekas operasi (-)
Palpasi : Supel
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal
EKSTREMITAS
Tampak krusta dan kulit yang terkelupas dengan dasar
merah muda di antebrachii sinistra, dorsalis manus
dextra dan sinistra, dan cruris sinistra, edema (-), akral
hangat

STATUS LOKALIS
Tampak krusta dan kulit yang terkelupas dengan dasar
merah muda dengan luas 10,5% yang terletak di regio :

Dorsalis manus dextra


: 1,25%
Dorsalis manus sinistra
: 1,25%
Antebrachii sinistra
: 2%
Thorax dan abdominal
: 5%
Cruris sinistra
: 1%

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hemoglobin : 12,0 g/dL


Leukosit : 10.400 /L
Eritrosit
: 4,69 jt/L
Trombosit: 390.000 mm/L
Hematokrit : 33 %
MCV
: 71 fl
MCH
: 26 pg
MCHC
: 36 %
Limfosit
: 18 %
Mix
: 12 %
Neutrofil : 70 %

DIAGNOSIS KERJA
Combustio grade IIA 10,5% e.c. minyak
panas

TATALAKSANA
Diet TKTP
IVFD D5 NS 14 tpm
Ceftriaxon 1 x 500 gr IV
Paracetamol sirup 3 x 1 cth
Salep Burnazine 2 x sehari
Kompres NaCl
Edukasi

PROGNOSIS
Quo ad Vitam
: Bonam
Quo ad Functionam : Bonam
Quo ad Sanactionam : Bonam

FOLLOW UP
12 Mei 2016
S : Demam (+)
O :
Keadaan Umum
: Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda Vital
Nadi
: 98 x/menit
Napas
: 20 x/m
Suhu
: 37,60C

Thoraks
Inspeksi : Tampak krusta dan kulit yang
terkelupas dengan dasar merah muda
Palpasi : Simetris kanan kiri pada kedua lapang
paru
Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler +/+, wheezing -/-, ronki -/-,
bunyi jantung I / II murni reguler

Abdomen
Inspeksi :Tampak krusta dan kulit yang terkelupas
dengan dasar merah muda,
Palpasi : Supel
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Ekstremitas
Tampak krusta dan kulit yang terkelupas dengan
dasar merah muda di antebrachii sinistra, dorsalis
manus dextra dan sinistra, dan cruris sinistra.

A :
Combustio grade IIA 10,5% e.c. minyak panas
P :

Diet TKTP
IVFD D5 NS 14 tpm
Ceftriaxon 1 x 500 gr IV
Paracetamol sirup 3 x 1 cth
Salep Burnazine 2 x sehari
Kompres NaCl
Edukasi

FOLLOW UP
13 Mei 2016
S : Demam (-)
O :
Keadaan Umum
: Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda Vital
Nadi
: 96 x/menit
Napas
: 20 x/m
Suhu
: 36,60C

Thoraks
Inspeksi : Tampak krusta dan kulit yang
terkelupas dengan dasar merah muda
Palpasi : Simetris kanan kiri pada kedua lapang
paru
Perkusi : Sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler +/+, wheezing -/-, ronki -/-,
bunyi jantung I / II murni reguler

Abdomen
Inspeksi :Tampak krusta dan kulit yang terkelupas
dengan dasar merah muda,
Palpasi : Supel
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Ekstremitas
Tampak krusta dan kulit yang terkelupas dengan
dasar merah muda di antebrachii sinistra, dorsalis
manus dextra dan sinistra, dan cruris sinistra.

A :
Combustio grade IIA 10,5% e.c. minyak panas
P :

Diet TKTP
Cefixime sirup 2 x cth
Paracetamol sirup 3 x 1 cth
Salep Burnazine 2 x sehari
Kompres NaCl
Edukasi

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Luka bakar adalah trauma yang disebabkan oleh termis,
elektris, khemis dan radiasi yang mengenai kulit, mukosa,
dan jaringan yang lebih dalam.

ETIOLOGI

Luka bakar suhu tinggi (thermal burn)


Luka bakar bahan kimia (chemical burn)
Luka bakar sengatan listrik (electrical burn)
Luka bakar radiasi (radiasi injury)

FASE LUKA BAKAR


1. Fase Akut
2. Fase Sub Akut
3. Fase Lanjut

1. Fase Akut
Penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas),
breathing (mekanisme bernafas), dan circulation (sirkulasi).
Gangguan airway tidak hanya dapat terjadi segera atau beberapa
saat setelah terbakar, namun masih dapat terjadi obstruksi saluran
pernafasan akibat cedera inhalasi dalam 48-72 jam pasca trauma.
Cedera inhalasi adalah penyebab kematian utama penderita pada
fase akut.
Pada fase akut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dan
elektrolit akibat cedera termal yang berdampak sistemik.

2. Fase Sub Akut


Berlangsung setelah fase syok teratasi.
Masalah yang terjadi adalah kerusakan atau kehilangan
jaringan akibat kontak dengan sumber panas.

3. Fase Lanjut
Fase lanjut akan berlangsung hingga terjadinya maturasi
parut akibat luka dan pemulihan fungsional. Problem
yang muncul pada fase ini adalah penyakit berupa
sikatrik yang hipertrofik, keloid, gangguan pigmentasi,
deformitas dan kontraktur.

DIAGNOSIS
1.
2.
3.
4.

Luas luka bakar


Derajat luka bakar
Lokalisasi
Penyebab

LUAS LUKA BAKAR


Rule Of Nine Atau Rule Of Wallace

Kepala dan leher


: 9%
Lengan masing-masing 9% : 18%
Badan depan 18%
: 36%
Tungkai masing-masing 18% : 36%
Genetalia perineum
: 1%
Total
: 100 %

Lund and Browder

DERAJAT LUKA BAKAR

KRITERIA BERAT RINGAN


RINGAN

SEDANG

BERAT

Luka bakar derajat II < 15 %


Luka bakar derajat II < 10 %
pada anak anak
Luka bakar derajat III < 2 %

Luka bakar derajat II 15 - 25


% pada orang dewasa
Luka bakar derajat II 10 20% pada anak anak
Luka bakar derajat III < 10
%

Luka bakar derajat II 25 %


atau lebih pada orang
dewasa
Luka bakar derajat II 20 %
atau lebih pada anak
anak.
Luka bakar derajat III 10 %
atau lebih
Luka bakar mengenai
tangan, wajah, telinga,
mata, kaki dan
genitalia/perineum.
Luka bakar dengan cedera
inhalasi, listrik, disertai
trauma lain.

PENATALAKSANAAN
Terapi Fase Akut

Hentikan dan hindarkan kontak langsung dengan penyebab luka


bakar.
Menilai keadaan umum penderita: adanya sumbatan jalan nafas,
nadi, tekanan darah dan kesadaran (ABC)
Bila terjadi obstruksi jalan nafas : bebaskan jalan nafas
Bila terjadi syok : segera infus tanpa memperhitungkan luas luka
bakar dan kebutuhan cairan.
Bila tidak syok: segera diinfus sesuai dengan perhitungan
kebutuhan cairan.

Perawatan luka
Luka dicuci dan dibersihkan dengan NaCl 0,9%
Bersihkan luka dengan kasa.
Obat- obat topical yang digunakan untuk terapi luka bakar
seperti: silver sulfadiazine, contoh Silvaden, Burnazine,
Dermazine, dll.
Kulit yang terkelupas dibuang, bulae (< 3 cm) dibiarkan
Bula utuh dengan cairan > 5 cc dihisap, < 5 cc dibiarkan
Pasien dipindahkan ke tempat steril
Pemberian antibiotic boardspectrum bersifat profilaksis.
Berikan analgetik untuk menghilangkan nyeri
Berikan ATS untuk menghindari terjadinya tetanus
Pasang catheter folley untuk memantau produksi urine pasien

Terapi Fase Pasca Akut

Perawatan luka
Perawatan luka
Eschar escharectom (Eschar : jaringan kulit yang nekrose,
kuman yang mati, serum, darah kering)
Gangguan AVN distal karena tegang (compartment
syndrome) escharotomi atau fasciotomi
Kalau perlu pemberian Human Albumin
Keadaan umum penderita
Diet dan cairan

RESUSTASI CAIRAN
Baxter Formula
Hari Pertama
RL 4 cc x berat badan x % luas luka bakar per 24 jam
jumlah cairan diberikan dalam 8 jam pertama.
diberikan 16 jam berikutnya.
Hari kedua
Dewasa : hari I
Anak : diberi sesuai kebutuhan faali

KOMPLIKASI
1.
2.
3.
4.

Gagal ginjal akut


Gagal respirasi akut
Syok sirkulasi
Sepsis

PROGNOSIS
Tergantung dari derajat luka bakar, luas permukaan
badan yang terkena luka bakar, adanya komplikasi
seperti infeksi, dan kecepatan pengobatan
medikamentosa.
Jaringan parut akan membatasi gerakan dan fungsi.
Dalam beberapa kasus, pembedahan diperlukan untuk
membuang jaringan parut.

PEMBAHASAN KASUS

Pasien anak laki-laki umur 2 tahun datang dengan demam yang


disebabkan infeksi akibat luka bakar yang diderita 4 hari
sebelumnya.

Pada pasien ini tidak diberikan rehidrasi cairan baxter dikarenakan


sudah lewat 24 jam dari waktu terpapar luka bakar.

Dari hasil pemeriksaan pada daerah luka bakar tampak krusta dan
kulit terkelupas dengan dasar merah muda yang sesuai dengan
luka bakar derajat IIA.

Luas luka bakar pada pasien ini penghitungannya tidak


menggunakan cara rule of nine dikarenakan usianya yang masih
anak-anak, jadi pada pasien ini digunakan cara Lund and Browder
yang setelah dihitung jumlah 10,5%.

Untuk saat ini pengobatan ditujukan untuk menyembuhkan infeksi


akibat luka bakarnya karena ditakutkan munculnya komplikasi luka
bakar ke arah sepsis.

Orang tua pasien juga perlu diedukasi untuk sering menggerakkan


kedua tangan pasien karena luka bakar pada kedua tangan pasien
rawan untuk jadi kontraktur sehingga sedini mungkin bisa dicegah.

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH