Anda di halaman 1dari 15

IBU HAMIL RESIKO

TINGGI
Oleh : Iske Lucia Ganda
Fakultas Kedokteran
Unissula

Apa itu Hamil Resiko Tinggi?


Ibu hamil yang mengalami resiko
atau bahaya yang lebih besar pada
kehamilan maupun persalinan bila di
bandingkan dengan ibu hamil normal

Kehamilan yang memiliki resiko


meninggalnya
bayi,
ibu
atau
melahirkan bayi yang cacat atau
terjadi komplikasi kehamilan, yang
lebih besar dari resiko pada wanita
normal umumnya

Siapa Saja?
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Usia < 20 th dan > 35 th


TB <145 cm
Jumlah anak lebih dari 4
Jarak kelahiran anak kurang dari 2 th
Kepala pusing hebat
Kaki bengkak
Perdarahan pada waktu hamil
Keluar air ketuban pada waktu hamil

Bahaya? IYA
1. Bayi lahir belum cukup bulan
2. Bayi lahir dengan berat lahir rendah
(BBLR)
3. Keguguran
4. Janin mati dalam kandungan
5. Perdarahan sebelum/sesudah persalinan

Tanda Bahaya Kehamilan


1. Perdarahan
2. Bengkak kaki, wajah, tangan bahkan
sampai kejang
3. Demam/ panas tinggi
4. Ketuban pecah dini
5. Gerakan bayi dalam kandungan
berkurang/ tidak bergerak

PENCEGAHAN

PEMERIKSAAN KEHAMILAN
SECARA RUTIN :
1 BULAN SEKALI
UMUR KEHAMILAN 1 7
BLN
2 MINGGU SEKALI
UMUR KEHAMILAN 8 BLN
1 MINGGU SEKALI
UMUR KEHAMILAN 9 BLN

PEMERIKSAAN KEHAMILAN
SECARA MINIMAL :
1 x (UMUR 1 3 BLN)
1 x (UMUR 4 6 BLN)
2 x (UMUR 7 9 BLN)

a.TIMBANG BERAT BADAN & UKUR


TINGGI BADAN
b.UKUR TEKANAN DARAH
c.UKUR TINGGI PUNCAK RAHIM &
LINGKAR LENGAN ATAS (LILA)
d.IMUNISASI TETANUS TOXOID (TT), 2
KALI
e.PEMBERIAN TABLET TAMBAH
DARAH (TTD), MIN. 90

Apa yang Harus dilakukan?


Makan makanan yang bergizi
Olahraga ringan / senam ibu hamil
Hindari rokok/ alkohol

Apa yang dapat dilakukan seorang


Ibu untuk menghindari bahaya
kehamilan risiko tinggi ?
Mengenali tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.
Menunda kehamilan pertama agar tidak kurang dari
20 tahun atau menghindari terjadinya kehamilan lagi
jika usia ibu sudah lebih dari 35 tahun.
Merencanakan jumlah anak, agar tidak terlalu banyak.
Menghindari jarak kehamilan terlalu dekat.
Memeriksa kehamilan secara teratur kepada tenaga
kesehatan.
Menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda
kehamilan. Melahirkan dengan pertolongan tenaga
kesehatan.

TERIMA KASIH