Anda di halaman 1dari 93

PENDALAMAN MATERI

PAME
R

PAD
I

PEN

ETIK KEDOKTERAN

Kaidah Dasar Bioetik (KDB)


Beneficence
Non-maleficence
Autonomy
Justice

KDB > Beneficence


Terbaik untuk pasien
Benefit >> Risk
Dalam kondisi di mana dokter banyak
memiliki pilihan/waktu untuk bertindak

KDB > Non-Maleficence


Konteks gawat darurat
Atau kondisi lain di mana at first do no
harm!

KDB > Autonomy


Menjaga rahasia medis pasien
Pasien diberikan hak untuk memilih
Keluarga dilibatkan dalam pengambilan
keputusan, terutama pasien di bawah
umur atau tidak kompeten (misal: tidak
sadar)

KDB > Justice


Untuk kepentingan orang banyak
Tidak membedakan pelayanan
Mengutamakan gawat darurat
dibandingkan non-gawat darurat

Contoh 1
Dokter mengoperasi pasien peritonitis
umum tanpa izin pasien/keluarga.
Dokter melanggar? A
Dokter mengutamakan? N-M

Contoh 2
Dokter memberitahu ke atasan seorang
pilot bahwa pilot tersebut memiliki
penyakit epilepsi.
Dokter melanggar? A
Dokter mengutamakan? J

Contoh 3
Dokter memilih obat generik untuk
pasiennya.
Dokter mengutamakan? B

Kode Etik Kedokteran


Indonesia (KODEKI)
Important!

RISET DAN
BIOSTATISTIK

Riset > Teknik Pengumpulan


Sampel
Probability
Berdasarkan peluang

Non-Probability
Tidak berdasarkan peluang

Riset > Probability


Sampling

Simple Random Sampling

Semua memiliki kesempatan


yang sama
Populasi homogen

Riset > Probability


Sampling

Systematic Random
Sampling

Dirandomisasi terlebih dahulu


Lalu ada mekanisme untuk
memilih

Riset > Probability


Sampling

Stratified Random Sampling


Dibagi menjadi sub-populasi
Pada setiap sub-populasi,
dilakukan randomisasi
Cocok untuk populasi
heterogen

Riset > Probability


Sampling

Cluster Random Sampling


(Simple)
Dibagi menjadi daerah
(cluster)
Terpilih sampel berupa
beberapa cluster dari
seluruh cluster yang ada

Riset > Non-Probability


Sampling
Convenient = memilih siapa yang
kebetulan ada
Consecutive = setiap yang memenuhi
kriteria inklusi langsung dijadikan sampel
Purposive = berdasarkan keputusan
peneliti semata (umumnya untuk uji
kualitatif)
Snowball = satu subjek merekrut subjek
yang lain

Riset > Jenis Penelitian


Eksperimental

SEKARANG

PENYAKIT
+
PENYAKIT -

INTERVENS
I

Riset > Jenis Penelitian


Observasional
INTERVENS
I

Potong lintang (cross-sectional)


Kohort (cohort)
Kasus kontrol (case-control)

Riset > Jenis Penelitian


Potong Lintang (Cross-Sectional)

SEKARANG

Dinilai faktor risiko dan adanya penyakit/tidak


Di saat yang bersamaan (sekarang)
Tidak menilai faktor risiko menyebabkan penyakit
Menilai faktor risiko berhubungan dengan penyakit
Menggunakan parameter risiko relatif (RR)

Riset > Jenis Penelitian


Kohort (Cohort)
RISIKO +
RISIKO SEKARANG

PENYAKIT
+
PENYAKIT -

Dinilai faktor risiko sekarang


Apakah ada penyakit/tidak di masa yang akan
datang
Menggunakan parameter risiko relatif (RR)

Riset > Jenis Penelitian


Kasus Kontrol (Case-Control)
RISIKO +

PENYAKIT
+

RISIKO -

PENYAKIT SEKARANG

Dinilai penyakit/tidak berpenyakit sekarang


Apakah ada faktor risiko di masa lalu
Menggunakan parameter odds ratio (OR)

Riset > Jenis Penelitian


Eksperimental = kohort
dengan intervensi peneliti

Riset > Uji Diagnostik


Membandingkan alat uji baru
dengan baku emas (gold
standard).
Baku emas bilang positif
dianggap ada penyakit.
Sebaliknya, dianggap tidak ada
penyakit.

Riset > Uji Diagnostik


baku emas

alat
uji

Riset > Uji Diagnostik


Sensitivitas
Dari yang sakit,
berapa yang hasilnya
positif?
Spesifisitas
Dari yang tidak sakit,
berapa yang hasilnya
negatif?

a
a+c
d
b+d

Riset > Uji Diagnostik


baku emas

alat
uji

Riset > Uji Diagnostik


Nilai duga
positif/PPV
Dari yang positif,
berapa yang
sebenarnya sakit?

a
a+b
d

Nilai duga
negatif/NPV
Dari yang negatif,
berapa yang
sebenarnya tidak sakit?

c+d

Riset > Uji Diagnostik


baku emas

alat
uji

Riset > Relative Risk


penyakit

Fakto
r

risiko menderita
penyakit di
kelompok dengan
faktor risiko

a
a+b

Riset > Relative Risk


batu ginjal

Kuran
g
minu

Kurangnya
minum air putih
batu ginjal

a
a+b

Riset > Relative Risk


penyakit

Fakto
r

risiko menderita
penyakit di
kelompok tanpa
faktor risiko

c
c+d

Riset > Relative Risk


RR
(risiko
relatif)

risiko menderita
penyakit di
kelompok dengan
faktor risiko

risiko menderita
penyakit di
kelompok tanpa
faktor risiko

a
a+b
c
c+d

Riset > Relative Risk


Eksperimental
Kohort
Potong Lintang (Cross Sectional)

Riset > Odds Ratio


penyakit

Fakto
r

Odds ratio

axd
bxc

Riset > Odds Ratio


Kasus Kontrol (Case Control)

Riset > Uji Diagnostik


baku emas

alat
uji

Riset > Uji Diagnostik


baku emas

alat
uji

Riset > Variabel Penelitian


Numerik
TD dalam mmHg
Kolesterol dalam
mg/dl
Skor depresi

Riset > Variabel Penelitian


Ordinal (order)
TD dalam pre-hipertensi; HT
stage I; HT stage II
Kolesterol dalam rendah;
sedang; tinggi
Skor depresi rendah; sedang;
tinggi

Riset > Variabel Penelitian


Nominal
TD dalam hipertensi; tidak
hipertensi
Kolesterol dalam tinggi; tidaktinggi
Depresi dalam ya; tidak
Jenis kelamin dalam pria;
wanita

Riset >> Variabel


Penelitian
Variabel Ordinal + Nominal tergolong

Variabel Kategorik

Riset >> Variabel Bebas


dan Tergantung
Merokok menyebabkan kanker paru
Infeksi Salmonella sp. menyebabkan
demam tifoid
Orang di desa dan di kota berbeda dalam
hal kadar kolesterolnya.

Riset > Uji Hipotesis


Komparatif
Membandingkan (to compare) apakah
terdapat perbedaan hasil variabel tergantung
dengan variabel bebas?

Korelatif
Apakah terdapat hubungan antara variabel
bebas dengan variabel tergantung?

Riset > Uji Hipotesis


Kasus:
Apakah terdapat perbedaan antara kadar
kolesterol (mg/dl) antara penduduk di
kota dengan di desa?

Riset > Uji Hipotesis


Langkah 1: komparatif atau korelatif?

komparatif

Riset > Uji Hipotesis


Langkah 2: variabel bebas dan tergantung?

bebas: desa / kota


tergantung: kadar
kolesterol (mg/dl)

Riset > Uji Hipotesis


Langkah 4: jenis variabel bebas

bebas: desa / kota


nominal, 2
kelompok
(dikotom)

Riset > Uji Hipotesis


Langkah 5: jenis variabel tergantung

tergantung: kadar
kolesterol (mg/dl)
numerik

Riset > Uji Hipotesis


Langkah 5: jenis variabel tergantung

tergantung: kadar
kolesterol (mg/dl)
numerik

Riset > Uji Hipotesis


Langkah 6: variabel berpasangan/tidak
berpasangan?

desa vs kota
tidak
berpasangan

Riset > Uji Hipotesis


Langkah 7: lihat tabel

Riset >> Tabel Uji Hipotesis


Komparatif

Jumlah variabel bebas

Variabel tergantung
jenis variabel
tergantung
numerik
(contoh: kadar GDS
dalam mg/dL)

tidak
berpasangan
(contoh: kota vs desa)

Berpasangan
(contoh: pre vs postintervensi)

T tidak
berpasangan (T
unpair)

T berpasangan
(T pair)

Mann Whitney

Wilcoxon

Chi Square
Fisher
( B x K)

McNemar
Cochran
(P x K)

One Way

Repeated

kategorik
ordinal
2 kelompok
(contoh: kota vs desa)

(contoh: status DM
dalam tidak terkontrol
terkontrol sebagian
terkontrol baik)

kateogrik
nominal
Variabel bebas:
berjenis
kategorik

(contoh: status DM
dalam DM dan TIDAK
DM)

numerik

(contoh: status DM
dalam DM dan TIDAK
DM)

Variabel bebas:
berjenis
kategorik

numerik
(contoh: kadar GDS
dalam mg/dL)

( B x K)

(P x K)

One Way
ANOVA

Repeated
ANOVA

Kruskal-Wallis

Friedman

Chi Square
Fisher
( B x K)

McNemar
Cochran
(P x K)

kategorik
ordinal
>2 kelompok
(contoh: kota vs desa
vs pegunungan)

(contoh: status DM
dalam tidak terkontrol
terkontrol sebagian
terkontrol baik)

kateogrik
nominal
(contoh: status DM
dalam DM dan TIDAK
DM)

Riset >> Tabel Uji


Hipotesis Korelatif

Riset >> Regresi

ILMU KEDOKTERAN
KOMUNITAS

Five Star Doctor


Care provider
Communicator
Community leader
Decision-maker
Manager

Rujukan
Antar-instansi

Antar-dokter

Rujukan > Antar-Instansi

Rujukan Antar-Dokter >


Interval

Rujukan Antar-Dokter >


Split

Rujukan Antar-Dokter >


Collateral

Rujukan Antar-Dokter >


Cross

Tipe Keluarga
Nuclear
kandung

ayah + ibu + anak

Single Parent
kandung
Blended (Step)
tiri
Extended

(ayah / ibu) + anak

melibatkan ayah/ibu

di luar nuclear family

Stages of Terminal illness


Denial
Anger
Bargaining
Depression
Acceptance

Komunikasi Efektif
Mengajukan pertanyaan
Pertanyaan terbuka
Pertanyaan tertutup

Komunikasi Efektif
Mendengar aktif
Refleksi isi
Refleksi perasaan
Merangkum

Komunikasi Efektif
Memberikan informasi

Bahasa ynag sederhana


Jujur
Benar
Lengkap

Komunikasi Efektif
Dilarang

Memotong pembicaraan
Mencela
Asumsi
Evaluasi
Bahasa tubuh melecehkan non-verbal

Asumsi?

Evaluasi?

Barrier of Communication
Physical
Cultural
Language/Semantic
Perceptual
Interpersonal
Gender
Emotional

Diagnosis Komunitas
Identifikasi masalah
Prioritas masalah
Penyebab masalah
Menentukan solusi
Implementasi solusi
Follow up

Level of Prevention
PRIMARY
Health
promotion
Specific
protection

Makan
buah dan
sayur

SECONDAR
Y
Early
diagnosis
and
prompt
treatment

Darah
samar tinja

TERTIARY
Disability
limitation
Rehabilitatio
n

Tanda
metastasis

Promosi Kesehatan

PRIMER
Sasaran
langsung

SEKUNDER
Tokoh yang
dihormati
TERSIER
Pembuat
kebijakan

Angka Statistik Vital


Disease Attack Rate
Incidence
Prevalence
MMR
IMR

Disease Attack Rate

penderita sakit
populasi berisiko

Incidence Rate

kasus baru
populasi berisiko
pertengahan tahun

Prevalence Rate
kasus baru dan lama
populasi berisiko
(pertengahan tahun/saat
itu)
Point vs Period Prevalence

Maternal Mortality Ratio


(Angka Kematian Ibu)
kematian ibu*
100.000 bayi lahir hidup
* Kematian terkait masalah
kehamilan, persalinan, dan nifas!

Infant Mortality Ratio


(Angka Kematian Bayi)
kematian bayi*
1.000bayi lahir hidup
* Kematian <1 tahun

Kejadian Luar Biasa


Penyakit menular yang sebelumnya
belum ada
Peningkatan kejadian/kematian 3 kurun
waktu
Peningkatan kejadian/kematian >2x
periode sebelum
Peningkatan insidens >2x dibanding
bulan sebelumnya

Wabah
Menyerupai KLB, di samping itu:
Jumlah kasus
Daerah

lebih besar

lebih luas

lebih lama
Dampak yang ditimbulkan lebih
berat
Waktu

Epidemi
Suatu kejadian dengan frekuensi yang
meningkat.

Endemi
Masalah kesehatan yang menetap dalam
jangka waktu yang lama

Pandemi / Epidemi Global


Agen penyakit baru
Menyebabkan sakit serius
Menular dengan mudah

Pandemi Vs Epidemi Vs Endemi Vs


Sporadik

TERIMA KASIH