Anda di halaman 1dari 29

KONSEP

RUANGAN ICU,
ICCU, PICU DAN
NICU

LATAR BELAKANG
Keadaan kritis: keadaan yang mengancam

jiwa
Pasien

kritis adalah pasien dengan


perubahan fisiolgis yang cepat memburuk
yang mempunyai intensitas defek fisiologis
satu organ ataupun mempengaruhi organ
lainnya (Prof. Tabrani Rab).

Pasien kritis erat hubungannya dengan

perawatan intensif
Perawatan intensif memantau perubahan

fisiologis dengan cepat akibat penurunan


fungsi organ-organ tubuh

PENGERTIAN
Intensive Care Unit (ICU):

suatu bagian dari rumah sakit yang mandiri (instalasi


dibawah direktur pelayanan), dengan staf yang khusus dan
perlengkapan yang khusus yang ditujukan untuk observasi,
perawatan, dan terapi pasien- pasien yang menderita
penyakit, cedera, atau penyulit- penyulit yang mengancam
nyawa atau potensial mengancam nyawa dengan prognosis.
ICCU adalah unit perawatan intensif untuk penyakit jantung,
terutama penyakit jantung koroner, serangan jantung,
gangguan irama jantung yang berat, gagal jantung

NICU Merupakan unit perawatan intensif untuk bayi baru lahir

(neonatus) yang memerlukan perawatan khusus misalnya berat


badan rendah, fungsi pernafasan kurang sempurna, prematur,
mengalami kesulitan dalam persalinan, menunjukkan tandatanda mengkuatirkan dalam beberapa hari pertama kehidupan.
PICU adalah suatu unit perawatan yang merawat klien (anak)

dengan keadaan gawat atau berat yang sewaktu-waktu dapat


meninggal, dan mempunyai harapan untuk sembuh apabila
dirawat secara intensif. Tujuannya adalah untuk memberikan
pelayanan perawatan yang optimal untuk bayi dimana
keadaannya sewaktu-waktu dapat meninggal.

SEJARAH ICU

Ide ICU dicetuskan oleh Florence Nightangle

pada tahun 1860


Dimulai pada tahun 1920an di John Hopkins

Hospital
Tahun 1942, Mayo clinic mulai membuat suatu

ruangan khusus dimana pasien-pasien pasca


bedah dikumpulkan dan diawasi sampai sadar
dan stabil fungsi-fungsi vitalnya serta bebas
dari pengaruh sisa obat anestesi.

CRITICAL CARE
Situasi serius
Tiba-tiba, tidak dapat diduga
Mengancam/cenderung mengancam kehidupan
Tindakan cepat dan tepat
Proses Keperawatan

Sama dengan sistem di ruangan lain


Beda:
Waktu terbatas mengancam kehidupan
Informasi terbatas Pengkajian tidak harus lengkap

Intensive Care (Perawatan Intensif)

Proses Keperawatan memerlukan pemantauan


terus menerus
Critical Care ( Perawatan Kritis/ Gawat)

Proses Keperawatan keadaan klien gawat


Ruangan Khusus untuk pelayanan dan asuhan keperawatan
yang efektif

Dilengkapi dengan alat-alat,


fasilitas khusus dan tenaga terlatih

ICU/ICCU

KEMAMPUAN MINIMAL
ICU

Resusitasi jantung paru


Pengelolaan

jalan napas, termasuk intubasi trakeal dan


penggunaaan ventilator
Terapi oksigen
Pemantauan EKG terus menerus
Pemasangan alat pacu jantung dalam keadaan gawat
Pemberian nutrisi enteral dan parenteral
Pemeriksaaan laboratorium khusus dengan cepat dan
menyeluruh
Pemakaian pompa infuse atau semprit untuk terapi secara
titrasi
Kemampuan melakukan tekhnik khusus sesuai dengan
keadaan pasien
Memberikan bantuan fungsi vital dengan alat-alat portabel
selama transportasi pasien gawat

KLASIFIKASI PELAYANAN
ICU

Pelayanan ICU primer

Mampu melakukan resusitasi dan memberikan ventilasi


bantu 24-48 jam serta mampu melakukan pemantauan
jantung

Pelayanan ICU sekunder


Mampu memberikan ventilasi Bantu
melakukan bantuan hidup lain tetapi
kompleks

lebih lama,
tidak terlalu

Pelayanan ICU tersier


Mampu melaksanakan semua aspek perawatan/terapi
intensif

RUANG LINGKUP PELAYANAN ICU


Diagnosis dan penatalaksanaan spesifik penyakit-

penyakit akut yang mengancam nyawa


Memberi bantuan dan mengambil alih fungsi vital
tubuh sekaligus melakukan tindakan yang segera
diperlukan untuk kelangsungan hidup.
Pemantauan fungsi vital tubuh dan penatalaksanaan terhadap

komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit


Memberikan bantuan psikologis pada pasien dan keluarga yang

kehidupannya sangat tergantung pada obat dan mesin.

Pasien ICU
pasien sakit kritis meliputi:

Pasien-pasien yang tidak stabil secara fisiologis dan

memerlukan tenaga medis yang terkoordinasi dan


berkelanjutan, serta memerlukan perhatian yang teliti
agar dapat dilakukan pengawasan yang ketat dan
terus menerus serta terapi titrasi.
Pasien-pasien
yang dalam bahaya mengalami
dekompensasi
fisiologis
sehingga
memerlukan
pemantauan ketat dan terus-menerus serta dilakukan
intervensi segera untuk mencegah timbulnya penyakit
yang merugikan.

INDIKASI MASUK
INTENSIVE CARE
Model prioritas
Model diagnosis
Model parameter objektif

MODEL PRIORITAS
Pasien Prioritas 1
Kelompok ini merupakan pasien sakit kritis dan tidak stabil yang

memerlukan terapi intensif seperti dukungan ventilasi, infus obat-obat


vasoaktif kontinu, dll.

Contoh pasien kelompok ini antara lain adalah pasien pascabedah atau

pasien syok sepsis.

MODEL PRIORITAS
Pasien Prioritas 2
Pasien pada kelompok ini memerlukan pelayanan pemantauan canggih di

ICU karena sangat berisiko untuk menjadi tidak stabil sehingga


memerlukan terapi intensif segera.

Contoh jenis pasien ini antara lain mereka yang menderita penyakit dasar

jantung, paru, atau ginjal dan kemudian mengalami penyakit akut yang
parah.

MODEL PRIORITAS
Pasien Prioritas 3
Pasien pada kelompok ini adalah pasien yang keadaannya sangat

mengurangi kemungkinan kesembuhan dan manfaat dari terapi di ICU.

Contoh pasien ini antara lain pasien dengan keganasan metastasis disertai

penyulit infeksi, sumbatan jalan napas, atau pasien yang menderita


penyakit jantung atau paru terminal disertai komplikasi penyakit akut
berat.

MODEL DIAGNOSIS
Sistem Kardiovaskular (Ruang ICCU)
Infark miokard akut dengan komplikasi
Syok kardiogenik
Aritmia kompleks
Gagal jantung akut dengan gagal nafas dan atau memerlukan

bantuan hemodinamik
Hipertensi emergensi
Unstable angina disertai aritmia, hemodinamik yang tidak
stabil, atau nyeri dada yang presisten
Henti jantung
Tamponade jantung dengan hemodinamik yang tidak stabil
Diseksi aneurisma aorta
Blok jantung total

MODEL DIAGNOSIS
Overdosis obat
Hemodinamik yang tidak stabil
Defisit mental dengan gangguan jalan nafas
Kejang yang tidak dapat teratasi dengan perawatan biasa

Pembedahan
Pasien post operasi yang memerlukan pengawasan hemodinamik atau dukungan

ventilator atau perawatan intensif lainnya.

MODEL PARAMETER
OBJEKTIF
Tanda Vital
Nadi < 40 atau > 150 kali/menit
Tekanan darah Sistolik < 80 mmHg atau 20 mmHg dibawah tekanan darah

normal pasien
Mean arterial pressure < 60 mmHg
Tekanan diastolik > 120 mm Hg
Respiratory rate > 35 kali/menit

MODEL PARAMETER
OBJEKTIF
Laboratorium
Natrium serum < 110 mEq/L atau > 170 mEq/L
Kalium serum < 2,0 mEq/L atau > 7,0 mEq/L
PaO2 < 50 mmHg
pH < 7,1 atau > 7,7
Glukosa serum > 800 mg/dl
Kalsium serum > 15 mg/dl

MODEL PARAMETER
OBJEKTIF
Radiografi, USG, tomografi
Elektrokardiogram
Pemeriksaan fisik lainnya(onset akut)

KRITERIA KELUAR ICU


Pasien prioritas 1
Pasien prioritas 1 dikeluarkan dari ICU bila kebutuhan untuk terapi intensif

telah tidak ada lagi atau bila terapi secara intensif telah gagal atau tidak
bermanfaat sehingga prognosis jangka pendek jelek.
Contoh: pasien dengan tiga atau lebih gagal sistim organ yang tidak

respons terhadap pengelolaan agresif.

KRITERIA KELUAR ICU


Pasien prioritas 2
Pasien prioritas 2 dikeluarkan bila kemungkinan untuk mendadak

memerlukan terapi intensif telah berkurang.

KRITERIA KELUAR ICU


Pasien prioritas 3

Pasien prioritas 3 dikeluarkan dari ICU bila kebutuhan untuk

terapi intensif telah tidak ada lagi. Namun, mungkin pasien


demikian dikeluarkan lebih dini bila kemungkinan sembuh
atau manfaat terapi intensif kontinu kecil.
Contohnya: pasien dengan penyakit lanjut yang telah tidak

berespon terhadap terapi ICU untuk penyakit akutnya yang


secara statistik mempunyai prognosis jangka pendek jelek,
dan yang tidak ada terapi yang potensial untuk memperbaiki
prognosisnya.

INTRUMENTASI DI UNIT ICU,


ICCU, PICU DAN NCCU
Alat-alat pemantauan (monitor):
Bedsid
EKG
Monitor intravaskuler
Monitor intrakranial
Komputer cardiac output
Monitor analisa kima darah

Alat-alat pembantu:
Ventilator
Hemodialisa
Defibrilator
Infant warmers
Blue light therapy
Bubble CPAP

Sekian