Anda di halaman 1dari 19

Carcinoma Tonsil

Oktavia Sari, S.Ked


Synthia Desi, S.Ked
Pembimbing:
Dr Soehartono Sp THT-KL

Pendahuluan
2

Epidemiologi

Karsinoma tonsil adalah keganasan kepala dan leher


yang memiliki insiden bervariasi:
Populasi kulit hitam di AS >> kulit putih dan
Hispanik di seluruh negera.
Laki-laki > wanita dengan rasio 2:1 5:1,
sebaliknya di Filipina dan di Vietnam
Di Beijing, 0,1 untuk pria dan 0,0 untuk
perempuan
Di Hong-Kong dan di Taiwan, dengan pengaruh
barat yang besar, 6 -12 x lebih tinggi daripada di
Beijing
Di India, laki-laki 0,8-2,8 dan wanita 0,2-0,5

Anatomi Tonsila Palatina

Faktor Resiko

Infeksi HPV (16 dan 18)

Oral hygiene buruk

Makan minum suhu panas

Merokok

Peminum alcohol

Penguyah sirih / nginang

Patogenesis

Sel Carcinoma

Berproliferasi autonom

Menghambat sinyal growth inhibition

Kemampuan menghindari apoptosis

Immortal

Angiogenesis

Menginvasi jaringan lain dan metastasis

Klasifikasi
Menurut jaringan asal
Epitel 90-95% karsinoma sel skuamos
non-keratinizing dan keratinizing
karsinoma,
lymphoepithelioma,
karsinoma sel verrucous
Kelenjar kelenjar ludah minor
Limfoid

Manifestasi Klinik

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Tidak menunjukkan gejala awal.


Terbentuk benjolan dileher metastasis carcinoma
tonsil ke kelenjar getah bening di leher.
Kesulitan dalam menelan
Sakit tenggorokan / suara serak di tenggorokan
Air liur mengandung darah
Pada satu sisi tonsil mungkin dapat membesar
Berat badan turun
Merasa massa di tenggorokan

10

Lokalisasi dan
penyebaran
- Jaringan tonsil
- Plika anterior
- Plika posterior
- Fossa tonsilaris

11

Definisi Staging TNM

12

Tx

: Tumor primer tidak dapat dinilai

T0 : Tidak ada kejadian tumor primer

Tis : Carcinoma in situ

T1 : Diameter tumor 2 cm

T2 : Diameter tumor 2-4 cm

T3 : Diameter tumor > 4 cm

T4a : Tumor meluas ke laring, otot-otot lidah lebih dalam /


ektrinsik, otot pterygoid medial, palatum durum, atau mandibula

T4b : Tumor meluas ke otot pterygoid lateral, lempeng pterygoid,


nasofaring lateral, basis crania atau arteri karotis

(NCCN, 2011)


13

Nx

: Kelenjar limfe regional tidak dapat dinilai

N0 : Tidak ada metastase ke kelenjar limfe regional


N1 : Metastase ke kelenjar limfe regional ipsilateral tunggal, 3 cm
N2 : Metastase ke kelenjar limfe regional ipsilateral tunggal, 3-6 cm;
ke kelenjar limfe regional multiple < 6cm; kelenjar limfe bilateral /
kontralateral, < 6 cm
N2a : Metastase ke kelenjar limfe regional ipsilateral tunggal, 3-6 cm
N2b : Metastase ke kelenjar limfe regional multipel, < 6 cm
N2c : Metastase ke kelenjar limfe bilateral atau kontralateral, < 6 cm
N3 : Metastase ke kelenjar limfe, > 6 cm
Metastase jauh
Mx : Metastase jauh tidak dapat dinilai
M0 : Tidak ada metastase jauh
M1 : Terdapat metastase jauh.
(NCCN, 2011)

14

Konversi Staging TNM

Diagnosis

15

Anamnesis

Rasa nyeri waktu menelan (disfagia)

Rasa nyeri di telinga (otalgia) karena nyeri alih (referred pain)

Kesulitan menelan (odinofagia)

Merasa ada benda asing

Rasa nyeri di lidah dan gangguan gerakan lidah

Kadang-kadang pasien tidak bisa membuka mulut (trismus).

Pemeriksaan fisik status generalis : Penurunan berat badan

Pemeriksaan fisik status lokalis

a) Inspeksi (tonsil)
Pembesaran unilateral
Permukaan tidak rata
Ulserasi

b) Palpasi (leher)
Teraba massa tumor (letak, besar, konsistensi, fiksasi pada kulit dan jaringan sekitarnya)
Pembesaran kelenjar regional (lokasi, ukuran,dan jumlah,).

16

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Fungsi hepar riwayat minum alkohol.
Radiologi
CT scan leher, dengan atau tanpa kontras metastasis dan
luas tumor.
MRI ukuran tumor dan invasi jaringan lunak.
CT scan thorax metastasis khususnya ke daerah paru-paru.
Biopsi
Biopsi dilakukan langsung pada massa tumor (insisional)
Panendoskopi
untuk memastikan diagnosa dan staging, dan mengetahui
adanya synchronous primary tumor.
meliputi laringoskopi direkta, esofagoskopi dan trakeobronkoskopi.
Tes Human Papiloma Virus (HPV)
untuk menilai prognosis dengan metode quantitative reverse
transcriptase PCR (QRT-PCR).

17

Terapi
Penatalaksanaan pada tumor primer dan kelenjar limfe regional
o Radioterapi
o Operasi
o Kombinasi Radioterapi + Operasi
o Kemoterapi
Tumor stadium 1 dan 2 : operasi eksisi luas melalui transoral
atau mandibulatomi dilanjutkan radioterapi 6 7 gray pasca
operasi
Tumor stadium 3 dan 4 : Eksisi luas dilanjutkan kemoradiasi
Tumor yang tidak operabel atau metastasis jauh diberikan
kemoterapi paliatif. Obat yang dapat diberi adalah cysplatin
dengan 5fluoro uracil atau obat golongan taxan atau theramicin

Prognosis

18

Survival rate selama 5 tahun pada pengobatan karsinoma


tonsil berdasarkan staging tumor yaitu :

Stage I = 80%

Stage II = 70%

Stage III = 40%

Stage IV = 30%

Pasien dengan HPV positif survival rate bertambah rata-rata 3


tahun (82.4% vs 57.1%, p<0,001) dan menurunkan resiko
kematian sebesar 58% jika dibandingkan pada pasien dengan
HPV negative.

19

Terimakasih