Anda di halaman 1dari 17

Farmakokinetika

Terapan
Umar mansur

Farmasis
Orang yang menjalani pekerjaan keprofesian
dalam bidang farmasi, meliputi pekerjaan:
Pelayanan dan pemberian informasi obat di
rumah sakit, apotik, kelompok masyarakat
dan perorangan
Pembuatan sediaan obat di industri farmasi
termasuk pabrik jamu, pabrik kosmetik
Pengawasan dan menjaga mutu : BPOM

Beberapa pertanyaan yang


diajukan oleh pasien kepada
farmasis
Apakah obat dengan bahan berkhasiat sama

namun berbeda pabrik, sama khasiatnya?


Mengapa obat bahkan sesama golongan
berbeda dosis dan aturan makannya
Apakah obat yang kelihatan bagus,utuh,
mengkilap berarti bermutu bagus
Apakah obat dengan kandungan dan

jumlah
kadar yang sama akan sama kualitas
/efeknya.
Mengapa ada obat yang tersedia hanya
dalam

Apakah kalau puasa atau lupa minum obat,

obatnya boleh didobel pada waktu puasa/


ingat
Apakah orang gagal ginjal harus selalu
dosisnya dikurangi
Apakah kalau minum obat gunakan air putih,
teh , susu ?
Apakah obat yang diberikan harus diminum
sampai habis?
dll

Pelaksanaan Pekerjaan Kefarmasian


(PP 51/2009)
Pekerjaan Kefarmasian dalam Pengadaan

Sediaan Farmasi;
Pekerjaan Kefarmasian dalam Produksi
Sediaan Farmasi;
Pekerjaan Kefarmasian dalam Distribusi atau
Penyaluran Sediaan Farmasi;
Pekerjaan Kefarmasian dalam Pelayanan
Sediaan Farmasi.

Peran farmasis di Apotik


Apotek adalah suatu tempat dilakukannya pekerjaan

kefarmasian, penyaluran sediaan farmasi, dan


perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat.
(Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
1332/Menkes/ SK/X /2002
Pekerjaan kefarmasian di apotek meliputi :

- pelayanan obat atas resep dokter


- pelayanan informasi obat, dan obat tradisional
- pengadaan, penyimpanan dan pengamanan
sediaan obat dan bahan obat
- memberi solusi pada masalah yang terjadi terkait
pemberian obat pada pasien

Peran Farmasis di Rumah Sakit


- Memberikan rekomendasi obat untuk pasien
- Merancang rejimen dosis bila diperlukan
- Turut mengevaluasi respons pasien terhadap
obat
- Bila diperlukan melakukan analisa kadar obat
dalam darah dan analisa farmakokinetika
- Merekomendasikan penyesuaian dosis bila
diperlukan
- Rekomendasi hal hal lain yang diperlukan

Bekal farmasis dalam menjalankan


peran
1. Kemampuan mengakses informasi
2. Kemampuan tehnik berkomunikasi
3. Pengetahuan yang cukup tentang pasien dan

obat yang akan dikonsumsi


menjamin
keamanan khasiat, kemanfaatan dan mutu
sediaan farmasi (efektif dan aman)
4. Pengetahuan tentang sifat fisika kimia obat/
bahan tambahan obat, fisiologi manusia,
nasib obat dalam tubuh, efek farmakologi,
interaksi obat dll
5. Pengetahuan dalam teknologi farmasi

Ilmu sebagai Bekal


farmasis
Bidang
Bidang
Bidang
Bidang

Ilmu Biologi Farmasi


Ilmu Teknologi Farmasi
Ilmu Kimia Farmasi
Ilmu Farmakologi dan
Farmakokinetika Klinis/ terapan
Bidang lainnya: enterpreuner, komunikasi dll

Skema perjalanan obat dalam tubuh


dan kurva kadar obat dalam
plasma vs waktu

Kurva kadar obat dalam plasma vs


waktu padapemberian peroral

FARMAKOKINETIKA
Farmakokinetika: Kinetika absorpsi,
distribusi
dan eliminasi obat
dalam tubuh.
Distribusi dan Eliminasi
Disposisi

Biofarmasetika : Pengaruh fisiologis


tubuh dan sifat fisika kimia, obat, bentuk
sediaan dan cara pemberian obat
terhadap jumlah dan kecepatan absorpsi

Farmakokinetika kinetika /pergerakan/

perjalanan obat dalam tubuh, maka dapat


diketahui :
Berapa banyak dan cepat obat masuk kedalam
tubuh/ sistemik
Berapa cepat obat akan dikeluarkan oleh tubuh
Data digunakan a.l : penentuan dosis dan
frekwensi pemberian

Manfaat model
farmakokinetika:
1. Menghitung rejimen dosis optimum pasien
secara individu
2. Memprediksi kadar obat dlm plasma,
jaringan dan urin pada rejimen dosis yang
diberikan
3. Mengestimasi kemungkinan akumulasi obat
dan/atau metabolitnya
4. Korelasi kons obat dgn aktifitas farmakologi
atau toksisitasnya
5. Uji Bioekivalensi
6. Mengetahui pengaruh perubahan fisiologis
atau efek penyakit pada absorpsi, distribusi,
atau eliminasi obat
7. Menjelaskan interaksi obat

ntuk memperleh data yang akan diolah, perlu


engambilan sampel kadar obat pada waktuWaktu tertentu :
Sampel :
Invasiv : - DARAH dalam bentuk plasma
atau
serum
- Cairan spinal, biopsi jaringan
dll
Non Invasiv : - URINE
- Saliva, Feses, Nafas dll

Anda mungkin juga menyukai