Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK 1

SARAF
SIMULASI 1

Nama OP

Usia OP

Halaman Pemeriksaan
Orientasi
Orang

Romiza

4 tahun

Miza,
tidak

Tempat
Umur Di

Koordinasi
Waktu

Sekolah, Tidak tau

Mata Terbuka
Koordinasi

Mata
Tertutup
Koordinasi

tau TK, Jakarta.

(4thn), kapan
lahir
Dawam

10 Tahun

tidak

tau (29 sept)


Dawam,
10 Di

Rumah, Selasa,

Tahun, 23 Juli Pondok


2004
Dava

14 tahun

Dava,

21 Koordinasi

Okt 2014

Kurang
Koordinasi

rangon,
Jakarta
14 Di
Rumah, Selasa,

tahun,lahir 1 Pondok
mei

21 Koordinasi

Koordinasi

21 Kurang

Kurang

okt 2014

rangon,

2000,kenal 2 Jakarta
Sri Lestari

34 Tahun

OP
Sri, 34 tahun, Di
lahir

Kacep
Muslim

43 Tahun

9 rangon,

januari 1980
Kacep
Muslim,
tahun,

Pondok Selasa,
Okt 2014

Koordinasi

Koordinasi

Jakarta
Di
Rumah, Selasa,21

Koordinasi

Tidak

43 Pondok
lahir Rangon,Jakar

Okt 2014

Koordinasi

Pengertian
Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik itu dari dalam
tubuh maupun dari luar tubuh. Gerak tubuh adalah perubahan posisi
tubuh atau sebagai anggota tubuh.
Adapun berdasarkan fungsinya sistem saraf itu dibedakan atas tiga jenis :
Sel saraf sensorik
Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari
reseptor (penerima rangsangan), ke system saraf pusat (otak dan sumsum
tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera,
karena berhubungan dengan alat indra.
Sel saraf Motorik
Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari
susunan saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang) menuju to atau
kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak,
karena berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak.
Sel saraf penguhubung
Sel saraf penguhubung disebut juga dengan sel saraf konektor, halini
disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik
ke sel saraf motorik.

Klasifikasi Sistem Saraf


Susunan sistem
saraf manusia
tersusun dari
sistem saraf pusat
dan sistem saraf
tepi. Sistem saraf
pusat terdiri atas
otak dan sumsum
tulang belakang.
Sedangkan sistem
saraf tepi terdiri
atas sistem saraf
somatis dan sistem
saraf otonom.

CAIRAN SEREBROSPITAL

Cairan serebrospinal adalah cairan yang


berada diotak dan sterna serta ruang
subrachnoid yang mengelilingi otak dan
medulla spinalis. Cairan serebrospinal
mempunyai tekanan yang konstan, dan
seluruh ruangan berhubungan satu sama
lain.

CAIRAN SEREBROSPITAL
Secara anatomis, cairan serebrospinal ditemukan
dalam ruang-ruang otak (ventrikel otak), yaitu
pada:
Ruang subarakhnoid
Ventrikel otak
Kanal sentralis medula spinalis
Fungsi utama dari cairan serebrospinal ini adalah
melindungi sistem saraf pusat dari trauma
(tekanan/benturan) dari luar dan mempertahankan
lingkungan cairan sesuai untuk otak serta memberi
perlindungan terhadap benturan ringan dan luka
mekanik lainnya (sebagai bumper/penyangga).

CAIRAN SEREBROSPITAL
Komposisi: Cairan serebrospinal menyerupai plasma
darah dan cairan intersisial (air, elektrolit, oksigan,
karbondioksida, glukose, beberapa lekosit ( terutama
limfosit ) dan sedikit protein.
Produksi :Cairan serebrospinal dihasilkan oleh pleksus
koroid yaitu jaring-jaring kapiler berbentuk bunga kol
yang menonjol dari pia mater ke dalam dua ventrikel otak
Sirkulasi :Cairan bergerak dari ventrikel lateral melalui
foramen interventrikuler ( foramen munro ) menuju
ventrikel ketiga otak,kemudian mengalir melalui
akuaduktus serebral ( Sylvius ) menuju ventrikel keempat
cairan mengalir melalui tiga lubang langit-langit ventrikel
keempat kemudan bersirkulasi melalui ruang
subaraknoid.

SARAF KRANIAL DAN SARAF SPINAL


Saraf perifer adalah sistem saraf tepi terdiri dari
sistem saraf sadar dan sistem saraf taksadar
(sistem saraf otonom).
Saraf perifer ( saraf sadar ) di bagi menjadi 2
yaitu :
1. Saraf cranial :
Sistem ini terdiri dari jaringan saraf yang berada
dibagian luar otak dan medulla spinalis.Sistem
ini juga mencakup saraf kranial yang berasal
dari otak, saraf spinal, yang berasal dari
medulla spinalis dan ganglia serta reseptor
sensorik yang berhubungan.

Terdapat 12 pasang syaraf cranial yaitu:


SK I (olfactorius) Adalah saraf sensorik
SK II (Opticus) Adalah saraf sensorik
SK III (Okulomotorius) Adalah saraf motorik
SK IV (Trochlearis) Adalah saraf motorik
SK V (Trigeminus) Adalah saraf motorik dan saraf sensorik
SK VI (Abdusen) Adalah saraf motoric
SK VII (Fasialis) Adalah saraf motorik dan sensorik
SK VIII(Vestibulocochlearis): Adalah saraf sensorik
SK IX(Glossofaringeus) Adalah saraf motorik dan sensorik
SK X (vagus) Adalah saraf motorik dan sensorik
SK XI(Aksesorius) Adalah saraf motorik
SK XII(Hipoglosus) Adalah saraf motorik

SARAF SPINAL
Sistem saraf spinal (tulang belakang) berasal dari arah
dorsal, sehingga sifatnya sensorik. Berdasarkan asalnya,
saraf sumsum tulang belakang yang berjumlah 31
dibedakan menjadi:
8 pasang saraf leher (saraf cervical)
Meliputi : C menunjukkan sekmen T,L,S,Co
Pleksus servikal berasal dari ramus anterior saraf spinal C1
C4
Leksus brakial C5 T1 / T2 mempersarafi anggota bagian
atas, saraf yang mempersarafi anggota bawah L2 S3.
12 pasang saraf punggung (saraf thorax)
5 pasang saraf pinggang (saraf lumbar)
5 pasang saraf pinggul (saraf sacral)
1 pasang saraf ekor (saraf coccyigeal).

Otot otot representative dan segmen


segmen spinal yang bersangkutan serta
persarafannya:

Otot bisep lengan C5 C6


Otot trisep C6 C8
Ototbrakial C6 C7
Otot intrinsic tangan C8 T1
Susunan otot dada T1 T8
Otot abdomen T6 T12
Otot quadrisep paha L2 L4
Otot gastrok nemius reflek untuk ektensi kaki L5 S2

Kemudian diantara beberapa saraf, ada yang


menjadi satu ikatan atau gabungan
(pleksus)membentuk jaringan urat saraf.
Pleksuster bagi menjadi 3 macam,yaitu:

Plexus cervicalis (gabungan urat saraf leher )


Plexus branchialis (gabungan urat saraf lengan)
Plexus lumbo sakralis (gabungan urat saraf
punggung dan pinggang)