Anda di halaman 1dari 9

Dalam Menentukan hal yang pertama,

auditor harus mempertimbangkan 4 aspek :

Umur manfaat akuisisi periode


berjalan
Metode penyusutan
Estimasi nilai sisa
Kebijakan penyusutan aset dalam
tahun akuisisi dan disposisi

2 Tujuan yang biasanya ditekankan dalam


audit atas saldo akhir akumulasi penyusutan
adalah :

1. Akumulasi penyusutan yang


dinyatakan pada file induk properti
sama dengan buku besar umum.
2. Akumulasi penyusutan dalam file
induk sudah akurat

Audit beban dibayar dimuka


Hal tersebut termasuk :
Sewa dibayar dimuka
Biaya organisasi
Pajak dibayar dimuka
Paten
Asuransi dibayar dimuka
Merek dagang
Beban yang ditangguhkan
Hak cipta
Goodwill

Beberapa pengendalian internal khusus dan


pengujian audit terkait yang biasanya berkaitan
dengan beban dibayar dimuka. Dalam pembahasan
berikut, contoh audit atas asuransi dibayar dimuka
akan digunakan sebagai repsentatif akun kelompok
ini karena:
1. Asuransi dibayar dimuka ditemukan pada
sebagian besar audit hampir semua
perusahaan memiliki beberapa jenis asuransi.
2. Masalah yang umumnya dihadapi dalam audit
asuransi dibayar dimuka merupaka hal yang
umum bagi kelas akun ini.
3. Tanggung jawab auditor untuk mereview
cakupan asuransi merupakan pertimbangan
tambahan yang tidak dapat ditemukan pada
akun lainnya dalam kategori ini.

Pengendalian internal untuk asuransi


dibayar dimuka dan beban asuransi dapat
dengan mudah dibagi ke dalam 3 kategori :

Pengendalian teradap akuisisi dan


pencatatan asuransi
Pengendalian terhadap register
asuransi
Dan Pengendalian terhadap
Penghapusan beban asuransi

Register Asuransi
Adalah catatan polis asuransi yang berlaku dan tanggal
jatuh tempo setiap polis.
Auditor menggunakan register asuransi untuk
mengidentifikasi polis yang berlaku terkait dengan akun
asuransi dibayar dimuka.
Syarat dan jumlah pembayaran polis yang berlaku
dicantumkan dalam register. Karena syarat dan jumlah itu
menyediakan dasar untuk menentukan jumlah asuransi
dibayar dimuka, auditor secara independen akan
memverivikasi syarat dan jumlah tersebut ke polis asuransi
atau kontrak yang mendasari.

Dalam audit atas asuransi dibayar dimuka,


auditor memperoleh skedul dari klien yang
mencantumkan setiap polis yang berlaku :

Informasi tentang polis, termasuk


nomor polis, jumlah cakupan, dan
premi tahunan
Saldo awal asuransi dibayar dimuka
Pembayaran premi polis
Jumlah yang dikenakan ke beban
asuransi.
Saldo akhir asuransi dibayar dimuka.

Prosedur analitis yang dilakukan


auditor untuk asuransi dibayar dimuka
dan beban asuransi :

Membandingkan total asuransi dibayar dimuka dan beban


asuransi dengan tahun sebelumnya.
Menghitung rasio asuransi dibayar dimuka terhadap beban
asuransi dan membandingkannya dengan tahun sebelumnya.
Membandingkan setiap cakupan polis asuransi pada skedul
asuransi yang diperoleh dari klien dengan skedul tahun
sebelumnya sebagai pengujian atas eliminasi polis tertentu
atau perubahan cakupan asuransi.
Membandingkan saldo asuransi dibayar dimuka yang dihitung
selama tahun berjalan atas dasar poli per poalis dengan yang
ada pada tahun sebelumnya sebagai penngujian terhadap
kesalahan perhitungan.
Meriview cakupan asuransi yang tercantum pada skedul
asuransi dibayar dimuka dengan pejabat klien yang
berwenang atau broker asuransi menyangkut kememadaian
cakupan. Auditor tidak boleh menjadi pakar asuransi, tetapi

Polis asuransi dalam skedul asuransi


dibayar dimuka memang ada dan polis
yang ada telah dicantumkan
Pengujian atas eksistensi dan pengabaian
polis asuransi yang berlaku dapat dilakuakan
pada skedul asuransi dibayar dimuka klien
dengan salah satu dari dua cara berikut :
1. Memeriksa sampel faktur asuransi dan
polis yang berlaku untuk dibandingkan
dengan skedul.
2. Memperoleh konfirmasi informasi asuransi
dari agen asuransi perusahaan.