Anda di halaman 1dari 10

Polimerisasi

Oleh :
Dhenny Purba Yulian
Diah Lestia Ningrum

Definisi Polimerisasi
Polimerisasi

adalah proses Reaksi pembentukan polimer seperti formasi


polyethylene dari etilena
nCH2CH2 H- (CH2CH2) n-H
Dimana Polimer merupakan molekul besar yang terbentuk dari molekulmolekul kecil yang terangkai secara berulang.
Molekul-molekul kecil penyusun polimer disebut monomer.

Reaksi Polimerisasi
1. Polimerisasi adisi :
Polimer yang terbentuk melalui reaksi adisi dari
berbagai monomer
Reaksi Polimerisasi Polietena :

Reaksi Polimerisasi
2. Polimerisasi kondensasi:
Polimer yang terbentuk karena monomermonomer saling berikatan dengan melepaskan
molekul kecil, seperti H2O, HCl, dan CH3OH.
Reaksi polimerisasi
Nilon :

Jenis Polimer
Natural
Salah satu yang paling penting dari ini adalah karet, bentuk
poliisoprena dengan sifat elastis yang khas. polimer alam penting
lainnya adalah sutra, wol, getah perca, selulosa, pati, dan semua
protein alami
Polimerisasi karet alam :

Jenis Polimer
Non Natural / sintetik
Nilon (dari asam adipat dengan heksametilena), PVC (dari vinil
klorida), polietilena, poliester (dari diasil klorida dengan
alkanadiol)

Polimerisasi PVC :

Klasifikasi Polimer Berdasarkan Ketahanan Terhadap Panas

Polimer termoplastik
Polimer termoplastik adalah polimer yang mempunyai sifat tidak
tahan terhadap panas.
Contoh :
Polietilena (PE)
Polivinilklorida (PVC)
Polipropena (PP)
Polistirena
Polimer termoseting
Polimer termoseting adalah polimer yang mempunyai sifat tahan
terhadap panas.
Contoh :
Bakelit = asbak, fitting lampu listrik, steker listrik, peralatan
fotografi,
radio, perekatplywood.

Proses Polimerisasi PVC

Proses Polimerisasi PVC

PVC

diproduksi dengan carapolimerisasimonomervinil klorida


(CH2=CHCl).
Pertama-tama etilena direaksikan dengan gas klor menghasilkan etilena
diklorida (CH2Cl-CH2Cl). Proses pemecahan molekul etilena diklorida
menghasilkan gas vinil klorida (CHCl=CH2) dan asam klorida (HCl).

Proses

produksi yang dipakai pada umumnya adalahpolimerisasi suspensi.


Pada proses ini, monomer vinil klorida dan air diintroduksi ke reaktor
polimerisasi dan inisiator polimerisasi, bersama bahan kimia tambahan
untuk menginisiasi reaksi. Kandungan pada wadah reaksi terus-menerus
dicampur untuk mempertahankan suspensi dan memastikan keseragaman
ukuran partikel resin PVC. Reaksinya adalaheksotermik, dan membutuhkan
mekanisme pendinginan untuk mempertahankan reaktor pada temperatur
yang dibutuhkan. Sehingga digunakan reaktor dengan coflux jacket.
Karena volume berkontraksi selama reaksi (PVC lebih padat daripada
monomer vinil klorida), air secara kontinu ditambah ke campuran untuk
mempertahankan suspensi.

Lanjutan..
Ketika

reaksi sudah selesai, hasilnya, cairan PVC, harus


dipisahkan dari kelebihan monomer vinil klorida yang akan
dipakai lagi untuk reaksi berikutnya. Lalu cairan PVC yang
sudah jadi akan disentrifugasi untuk memisahkan kelebihan
air. Cairan lalu dikeringkan dengan udara panas dan
dihasilkan butiran PVC. Pada operasi normal, kelebihan
monomer vinil klorida pada PVC hanya sebesar kurang dari
1PPM.