Anda di halaman 1dari 22

Perilaku Pemakaian Jamban

Sehat
Disusun oleh :
KELOMPOK 7

PEMBIMBING: DR DINI WIDIANTI, MKK

Usulan Area Masalah


Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang telah kami
lakukan kepada masing-masing keluarga binaan, didapatkan
berbagai macam permasalahan yaitu:
1) Ketidaktersediaan jamban sehat
2) Kurangnya ventilasi pada rumah keluarga binaan
3) Kurangnya perilaku akan pentingnya kebersihan lingkungan
4) Ketidaktersediaan tempat pembuangan sampah di dalam rumah
5) Tingkat sosial dan ekonomi yang rendah
6) Kurangnya kesadaran untuk mencuci tangan setiap sehabis aktivitas dan
sebelum makan
7) Kurangnya kesadaran untuk berobat ke pelayanan kesehatan
8) Anak dikeluarga mengalami diare 1 tahun 2 kali
9) Keluarga sering mengalami gatal gatal pada kulit

Alasan Penentuan Area Masalah

Sebagai pendekatan awal


untuk mengetahui area
masalah yaitu dengan
menganalisis laporan tahunan
puskesmas mengenai data
program kesehatan
lingkungan, PHBS wilayah
Puskesmas Tegal Angus, serta
kemudian informasi tersebut
dibandingkan dengan laporan
kader desa setempat yang
menyatakan bahwa jumlah
penggunaan jamban sehat
masih sangat sedikit.

Pemilihan area masalah ini didasarkan atas metode delphi


dan melalui berbagai pertimbangan yaitu:
1) Selama melakukan kunjungan beberapa kali ke
keluarga binaan keluarga binaan memiliki masalah
ketidaktersediaan jamban sehat di dalam rumah
dan hasil pre-survey yang mendukung bahwa
terdapat masalah pada perilaku penggunaan
jamban sehat di dalam keluarga binaan
2) Keluarga binaan memiliki masalah pengetahuan
dan perekonomian yang buruk sehingga tidak dapat
membangun jamban sehat sendiri di rumah.
3) Dari data sekunder yang didapat dari Puskesmas
Tegal Angus mengenai PHBS dan program
pemenuhan sarana sanitasi dasar dimana
penggunaan jamban sehat di wilayah kerja
Puskesmas Tegal Angus memiliki persentase yang
masih rendah, yaitu 10% dari target 50%.

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Perilak
u
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari

manusia itu sendiri yang mempunyai cakupan


yang sangat luas antara lain: berjalan, berbicara,
menangis, tertawa, menulis, membaca, dan
sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan
bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah
semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik
yang dapat diamati langsung, maupun yang
tidak dapat diamati oleh pihak luar
(Notoatmodjo, 2007).

Jenis Perilaku

Ada beberapa jenis


perilaku yang ditinjau
dari sudut pandangan
yang berbeda, antara
lain (Notoadmojo):

Perilaku tertutup dan


perilaku terbuka

Perilaku reflektif dan


perilaku non reflektif

Perilaku kognitif,
afektif, dan
psikomotorik

Klasifikasi
Perilaku
Kesehatan
Perilaku
Pemeliharaan
Kesehatan
(Health
Maintanance)

Perilaku
Pencairan
Pengobatan
(Health Seeking
Behavior)

Perilaku
Kesehatan
Lingkungan

Tim kerja dari WHO menganalisis bahwa


yang menyebabkan seseorang itu
berperilaku tertentu karena adanya 4
alasan pokok, yaitu (Notoadmojo, 2007):

Faktor yang mempengaruhi


perilaku
1) Pemikiran dan
perasaan (thought and
feeling),
2) Orang penting
sebagai referensi
(personnal
references).
3) Sumber daya
(resources)

4) Sosial budaya
(culture)

Teori Snehandu
B.Kar

1) Adanya niat (intention)


seseorang untuk
bertindak sehubungan
dengan objek atau
stimulus di luar dirinya.
2) Adanya dukungan dari
masyarakat sekitarnya
(social support).
3) Terjangkaunya
informasi (accessibility of
information).
4) Adanya otonomi atau
kebebasan pribadi untuk
mengambil keputusan
(personnal autonomy).
5) Adanya kondisi dan
situasi yang
memungkinkan (action
situation).

Menurut Lawrence Green dalam


Notoatmodjo (2007 : 164) perilaku
dipengaruhi 3 faktor yaitu :

faktor predisposisi

Pendukung

penguat

Disimpulkan bahwa perilaku seseorang atau masyarakat tentang


kesehatan ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan,
tradisi, dan sebagainya dari orang atau masyarakat yang
bersangkutan. Disamping itu ketersediaan fasilitas, sikap, dan
perilaku petugas kesehatan terhadap kesehatan juga akan
mendukung dan memperkuat terbentuknya perilaku (Notoadmojo,

Definisi jamban
Jamban adalah suatu
ruangan yang mempunyai
fasilitas pembuangan
kotoran manusia yang
terdiri atas tempat jongkok
atau tempat duduk dengan
leher angsa atau tanpa
leher angsa (cemplung)
yang dilengkapi dengan
unit penampungan kotoran
dan air untuk
membersihkannya
(Notoadmojo, 2011).

Kriteria jamban sehat


Jamban keluarga yang sehat adalah jamban
yang memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut (Depkes RI, 2004):
1) Tidak mencemari sumber air minum, letak lubang
penampung berjarak 10-15 meter dari sumber air
minum.
2) Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh
serangga maupun tikus.
3) Cukup luas dan landai atau miring ke arah lubang
jongkok sehingga tidak mencemari tanah sekitar.
4) Mudah dibersihkan dan aman penggunannya.
5) Dilengkapi dinding dan atap pelindung, dinding
kedap air dan warna.
6) Cukup penerang.
7) Lantai kedap air.
8) Ventilasi cukup baik.
9) Tersedia air dan alat pembersih.

Jenis jamban
1. Jamban cemplung,
kakus (pit latrine)
2. Jamban cemplung
berventilasi (ventilasi
improved pit latrine)
3. Jamban empang
(fishpond latrine)
4. Jamban pupuk (the
compost primary)
5. Jamban leher angsa
(angsa latrine/ water
seal latrine)
6. Septic tank

Kerangka teori
Pengetah
uan

Kepercay
aan
Ketersedi
aan
sarana

Tradisi

Tokoh
masyara
kat

Sosial
ekonomi

Pendidika
n

PERILAKU
PENGGUNAA
N JAMBAN
SEHAT

Petugas
kesehata
n

Kerangka konsep
EKONOMI

KETERSEDIA
AN SARANA

PENDIDIKAN
PERILAKU
PENGGUNAA
N JAMBAN
SEHAT

PETUGAS
KESEHATAN

Definisi operasional
No.

Variabel

1.

Perilaku
penggunaan
jamban sehat

2.

Pendidikan

3.

Ekonomi

4.

Ketersediaan
sarana

5.

Petugas
kesehatan

Definisi
kegiatan atau aktivitas manusia
terhadap penggunaan jamban
sehat, baik yang diamati
langsung, maupun yang tidak
dapat diamati oleh pihak luar.

Proses pembelajaran bagi tiap


individu untuk mencapai
pengetahuan dan pemahaman
yang lebih tinggi mengenai objek
tertentu dan spesifik.

Jumlah pendapatan keseluruhan


yang diterima oleh keluarga
binaan perbulan dari pekerjaan
sehari-hari diukur dari UMR
kabupaten tanggerang yaitu Rp.
2.710.000 serta mempengaruhi
pola perilakunya.
Terdapatnya jamban sehat yang
memenuhi kriteria seperti
bangunan yang permanen,
tersedia air bersih, pencahayaan
yang cukup, tidak mencemari air,
dan bebas dari serangga.
Ada tidaknya penyuluhan tentang
jamban sehat atau upaya yang
mendukung pembentukan
jamban sehat yang diberikan
oleh petugas kesehatan seperti

Alat Ukur

Cara Ukur

Hasil Ukur

Skala Ukur

Kuesioner

Wawancara

> 5 = Baik
5 = Buruk

Nominal

Wawancara

Tingkat
pendidikan
rendah = tidak
bersekolah,
SD/sederajat,
SLTP/sederajat.
Tingkat
pendidikan tinggi
= SLTA/sederajat,
Akademi/Diploma
, Perguruan
tinggi.

Ordinal

Kuesioner

Wawancara

> 3 = Menengah
ke atas
3 = Menengah
ke bawah

Ordinal

Kuesioner

Wawancara

> 5 = Baik
4 = Buruk

Nominal

Kuesioner

Wawancara

> 4 = Baik
3 = Buruk

Nominal

Kuesioner

DAFTAR KUESIONER
UMUM
IDENTITAS RESPONDEN
Nama :
Umur :
Status Keluarga :
Status Pernikahan :
Alamat :
Jenis kelamin :
Pekerjaan :

Berilah tanda silang( X ) pada jawaban yang anda anggap benar


A. PERILAKU
1. Apakah anda buang air di jamban sehat?
a. Ya
b. Tidak
2. Apakah anggota keluarga yang lain buang air di jamban sehat?
a. Ya
b. Tidak
3. Apakah di lingkungan anda terdapat sarana jamban sehat?
a. Ya
b. Tidak
4. Jika ya, apakah anda pernah menggunakan sarana tersebut ?
a. Ya
b. Tidak
5. Apakah buang air pada jamban yang tidak sehat merupakan keinginan anda
sendiri ?
a. Tidak

B. PENDIDIKAN
1. Pendidikan terakhir bapak/ibu
a. Tidak pernah sekolah
b. SD/Sederajat
c. SLTP/Sederajat
d. SLTA/Sederajat
e. Akademi/Diploma
f. Perguruan Tinggi
C. EKONOMI
1. Berapa jumlah pendapatan Anda perbulan?
a. Rp. 2.710.000,00
b. < Rp. 2.710.000,00
2. Apakah pendapatan sehari-hari Anda cukup untuk membangun jamban sehat
dirumah sendiri?
a. Cukup
b. Tidak cukup
3. Menurut Anda apakah perlu subsidi untuk membangun jamban sehat di setiap

D. KETERSEDIAAN SARANA
1. Apakah di lingkungan sekitar Anda terdapat jamban yang
berdinding dan beratap?
a. Ada
b. Tidak ada
2. Apakah dilingkungan sekitar anda terdapat air yang selalu
mengalir dan jernih?
a. Ada
b. Tidak ada
3. Apakah di lingkungan sekitar anda terdapat jamban yang
jaraknya kurang lebih 10 meter ke sumber air bersih?
a. Ada
b. Tidak ada
4. Apakah jamban dilingkungan sekitar anda terdapat kecoa,
tikus, dan lalat?

E. PETUGAS KESEHATAN
1. Apakah di lingkungan sekitar rumah anda terdapat Dokter /
Bidan / Perawat yang mengadakan penyuluhan tentang
penggunaan jamban sehat?
a. Ada
b. Tidak ada
2. Apakah di lingkungan sekitar anda terdapat dokter / bidan /
perawat yang berkeliling untuk mengamati kebersihan jamban?
a. Ada.
b. Tidak
3. Apakah di lingkungan sekitar anda terdapat pembangunan
jamban sehat yang dilakukan dokter / bidan / perawat
a. Ada.
b. Tidak

TERIMA KASIH