Anda di halaman 1dari 16

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN

MEANS ENDS ANALYSIS (MEA)


UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
PESERTA DIDIK
PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHAN KALOR
(Penelitian Pre Experimen di kelas X MIA YPI Pulosari Limbangan Tahun Ajaran 2015/2016)

Oleh:
Ucu Milasari
(1122070072)

Latar Belakang Masalah


Proses pembelajaran
berpusat pada guru
Kemampuan
pemecahan
masalah rendah
Proses pembelajaran
yang kurang
mengembangkan
pemecahan masalah

Proses
pembelajaran
dengan model
MEA

Rumusan Masalah
1. Bagaimana keterlaksanaan penerapan model
pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) di
kelas X MIA MA YPI Pulosari pada materi kalor
dan perpindahan kalor?
2. Bagaimana peningkatan kemampuan
pemecahan masalah peserta didik kelas X MIA
MA YPI Pulosari setelah diterapkan model
pembelajaran MEA pada materi kalor dan
perpindahan kalor?

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:
1. Keterlaksanaan pembelajaran model
pembelajaran MEA di kelas X MIA MA YPI
Pulosari pada materi kalor dan perpindahan
kalor
2. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah
peserta didik kelas X MIA MA YPI Pulosari
setelah diterapkannya model pembelajaran MEA
pada materi kalor dan perpindahan kalor.

Subjek Penelitian
Lokasi Penelitian: MA YPI Pulosari
Populasi & Sampel
Populasi: Seluruh peserta didik kelas X MIA di MA YPI
Pulosari terdiri dari dua kelas dengan jumlah
56 Peserta didik dan bersifat homogen
Sampel: Kelas X MIA B sebanyak 28 peserta didik

Kerangka Berpikir
Pretest

Tahapan model
pembelajaran
MEA

Postest

Indikator kemampuan
pemecahan masalah

Analisis Data

Simpulan

Jenis Data
Data Kuantitatif
Data kuantitatif berupa data tentang persentase
keterlaksanaan model pembelajaran Means Ends
Analysis (MEA) dan skor tes kemampuan
pemecahan masalah peserta didik sebelum dan
sesudah penerapan model pembelajaran MEA pada
materi kalor dan perpindahan kalor
Data Kualitatif
Data kualitatif berupa data tentang aktivitas guru
dan peserta didik dalam setiap tahapan model
pembelajaran MEA yang diperoleh dari komentar
observer pada lembar observasi.

Alat Pengumpul Data


1. Lembar observasi aktivitas guru dan peserta didik
Dianalisis untuk mengetahui aktivitas guru dan
peserta didik digunakan paparan sederhana hasil
analisis lembar observasi setiap pertemuan.
2. Tes kalor dan perpindahan kalor
Dianalisis untuk mengetahui peningkatan kalor
dan perpindahan kalor peserta didik pada materi
kalor dan perpindahan kalor setelah diterapkan
model pembelajaran MEA adalah sebagai berikut:
. Membuat hasil analisis tes peningkatan kalor
dan perpindahan kalor
. Pengujian hipotesis.

Hasil Penelitian
A. Analisis Keterlaksanaan Model Pembelajaran MEA
PERTEMUAN

ANALISIS KETERLAKSANAAN

Pertama

Guru pada pertemuan pertama belum mampu


mengkodisikan kelas, sehingga kondisi kelas kurang
kondusif. Peserta didik belum terbiasa dengan model
pembelajaran yang diterapkan, belum mengerti saat
mengisi LKPD dan peserta didik belum terlibat aktif dalam
jalannya
diskusi
kelompok.
Secara
keseluruhan
pembelajaran dengan menggunakan model MEA
terlaksana dengan baik.

Kedua

Guru
pada
pertemuan
kedua
cukup
mampu
mengkodisikan kelas, sehingga kondisi kelas cukup
kondusif. Peserta didik mulai mengerti saat mengisi LKPD
dan peserta didik mulai terlibat aktif dalam jalannya
diskusi kelompok. Secara keseluruhan pembelajaran
dengan menggunakan model MEA terlaksana dengan
sangat baik.

... Analisis Keterlaksanaan Model Pembelajaran MEA


PERTEMUAN

ANALISIS KETERLAKSANAAN

Ketiga

Guru
pada
pertemuan
ketiga
cukup
mampu
mengkodisikan kelas, sehingga prose pembelajaran
berjalan dengan kondusif. Peserta didik tidak ditemui
kesulitan saat mengisi LKPD dan peserta didik terlibat
aktif dalam jalannya diskusi kelompok. Secara
keseluruhan pembelajaran dengan menggunakan model
MEA terlaksana dengan sangat baik.

B. Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik


Rata-rata
No

Indikator

Nomor Soal

Pretest

Posttest

N-Gain

Interpretasi

Memahami
masalah

1,2,3

46

72

0,47

Sedang

Merumuskan
hipotesis

7,8,9

42

76

0,77

Tinggi

Eksperimen/m
enguji hipotesi

13,14,15

34

84

0,76

Tinggi

Mengumpulka
n data

4,5,6

62

82

0,5

Sedang

Menilai
hipotesis

10,11,12

32

78

0,68

Sedang

menyimpulkan

16,17,18

43

85

0,73

Tinggi

44

80

0,65

Sedang

Rata-rata

Grafik Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah

90

82.29

80
70
60
50 44.99

Presentase peningkatan kemampuan pemecahan masalah (%) 40


30
20
10
0

0.68

Temuan dan Pembahasan


Terdapat peningkatan keterlaksanaan
pembelajaran dari pertemuan pertama,
kedua dan ketiga
Terdapat peningkatan kemampuan
pemecahan masalah

Simpulan
1. Berdasarkan hasil analisis lembar observasi diperoleh
aktivitas guru dan peserta didik selama kegiatan
pembelajaran fisika dengan menggunakan model
pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) di kelas X MIA
B MA YPI Pulosari Limbangan mengalami peningkatan
setiap pertemuan dengan rata-rata pertemuan sebesar
95% untuk aktivitas guru dan 85% untuk aktivitas
peserta didik yang termasuk pada kategori sangat baik.
2. Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa
kemampuan pemecahan masalah di kelas X MIA MA YPI
Pulosari Limbangan mengalami peningkatan yang
signifikan setelah diterapkan model pembelajaran
Means Ends Analysis (MEA). Besarnya peningkatan
kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang
ditunjukkan oleh indeks normal gain sebesar 0,68
dengan kategori sedang.

Keterkaitan antara MEA dan KPM


Tahapan MEA

Indikator KPM

1) Menyajikan materi dengan


pendekatan masalah
berbasis heuristik

Memagami masalah

2) Mengelaborasi sub-sub
masalah

Merumuskan hipotesis

3) Mengidentifikasi masalah

Eksperimen/menguji
masalah

4) Menyusun sub-sub masalah Mengumpulkan data


Menilai hipotesis
sehingga terjadi
konektivitas
5) Memilih solusi yang tepat
untuk memecahkan
masalah (menerik
kesimpulan)

menyimpulkan