Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

OLEH:
THEODORUS KABOSU
14710094
PEMBIMBING:
DR. BAGAS KUMORO, SP.M
DR.IWAN DEWANTO, SP.M
LAB/ SMF ILMU KESEHATAN MATA
FK UJ - RSD DR. SOEBANDI JEMBER
2016

ANAMNESIS
IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny.M
Jenis Kelamin
: Perempuan
Umur
: 82 Tahun
Agama
: Islam
Alamat
: Kebun Indah Kec.Kaliwates
Pekerjaan
: Tani
Tgl Pemeriksaan
: 3 Oktober 2016

Keluhan Utama

Penglihatan mata kanan dan kiri menurun


Riwayat Penyakit Sekarang

OD : Pasien merasa mata kanannya mulai kabur sejak 1 tahun yang lalu dan semakin lama semakin
kabur. Pasien merasa penglihatannya seperti berkabut. Awalnya pandangan kabur terutama saat
melihat jauh dan lebih nyaman jika melihat dekat. Mata tidak merah, tidak gatal, tidak berair,
tidak keluar banyak kotoran. Trauma (-) pada mata kananya. Pasien tidak melihat bayangan
seperti pelangi saat melihat cahaya lampu atau terkena matahari.
OS : Pasien merasa mata kirinya mulai kabur sejak 1 tahun yang lalu dan semakin lama semakin
kabur. Pasien merasa penglihatannya seperti berkabut. Pandangan kabur terutama saat melihat
jauh dan lebih nyaman saat melihat dekat. Namun kini pasien hanya dapat melihat cahaya dengan
mata kirinya. Mata tidak merah, tidak gatal, tidak berair, tidak keluar banyak kotoran. Trauma (-)
pada mata kirinya. Pasien tidak melihat bayangan seperti pelangi saat melihat cahaya lampu atau
terkena matahari.

Riwayat Penyakit Dahulu


Hipertensi
Diabetes Mellitus

: (-)
: (-)

Riwayat Trauma Mata : (-)


Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan yang sama
Riwayat Penggunaan Obat
Pasien tidak pernah melakukan pengobatan untuk matanya dan pasien tidak pernah minum obat
dalam jangka panjang ( kortikosteroid)

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
KU

: Cukup

Kesadaran

: Kompos Mentis

Vital Sign
:
Tekanan Darah
: 140/80 mmHg
Pernapasan
: 18x/menit
Suhu Axila
: 36.6 C
Nadi
: 88x/menit

STATUS OFTALMOLOGI
OD

OS

VISUS

1/300

1/~ (LP +)

PALPEBRA

Edema (-), Hematom (-)

Edema (-), Hematom (-)

KONJUNGTIVA

Hiperemis (-), sekret (-)

Hiperemis (-), sekret (-)

SKLERA

Putih

Putih

KORNEA

Jernih,

Jernih,

BMD

Cukup Dalam

Cukup Dalam

PUPIL

Reguler, Bulat, 3 mm,


Isokor, Refleks Cahaya
(+), Leukokorea (+)

Reguler, Bulat, 3 mm,


Isokor, Refleks Cahaya
(+), Leukokorea (+)

IRIS
LENSA

Coklat, Radier, Iris Shadow (-) Coklat, Radier, Iris Shadow (-)
Keruh

Keruh

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
TONOMETRI
TOD : 8/5.5
TOS : 6/5.5

: 10.2 mmHg
: 14.6 mmHg

OD

OS

STATUS OFTALMOLOGI
Post Midriasil

OD

OS

VISUS

1/300

1/~ (LP +)

FUNDUS REFLEKS

(-)

(-)

PUPIL

Reguler, Bulat, 8 mm,


Isokor, Leukokorea (+)

Reguler, Bulat, 8 mm,


Isokor, Leukokorea (+)

LENSA

Keruh Menyeluruh

Keruh Menyeluruh

OD
(POST
MIDRIASIL)

OS
(POST MIDRIASIL)

RESUME
Pasien wanita usia 82 tahun datang dengan keluhan mata kanan dan kiri semakin kabur.
Pasien merasa mata kanan dan kirinya mulai kabur sejak 1 tahun yang lalu yang semakin lama
semakin kabur. Pasien merasa penglihatan seperti berkabut. Awalnya pandangan kabur terutama
saat melihat jauh dan lebih nyaman jika melihat dekat. Namun kini pasien hanya dapat melihat
cahaya dengan mata kirinya. Mata tidak merah, tidak gatal, tidak berair, tidak keluar banyak
kotoran. Trauma (-) pada mata kirinya. Pasien tidak melihat bayangan seperti pelangi saat melihat
cahaya lampu atau terkena matahari.

Pemeriksaan mata didapatkan :


OD

: Visus 1/300, Leukokorea (+), Iris Shadow (-), Lensa keruh Menyeluruh, Refleks Fundus
(-).

OS

: Visus 1/~ (LP +), Leukokorea (+), Iris Shadow (-), Lensa keruh Menyeluruh, Refleks
Fundus (-).

TOD

: 10.2 mmHg

TOS

: 14.6 mmHg

DIAGNOSIS KERJA
ODS Katarak Senilis Matur
DIAGNOSIS BANDING
ODS Katarak Senilis Imatur
TATALAKSANA
Pro ECCE+IOL

PLANNING OF ACTION (POA)


POA Diagnosis

Slit lamp ODS untuk melihat keadaan segmen anterior dan kekeruhan lensa sesuai dengan penurunan
visus OS.

POA Edukasi
Menjelaskan kepada pasien bahwa gangguan penglihatan pada mata kanan disebabkan adanya
lensa yang keruh. Kekeruhan pada lensa merupakan proses degeneratif yang umumnya terjadi
pada usia lanjut.
Pengobatan katarak satu-satunya adalah operasi.
Dalam waktu 6-8 minggu perlu diperhatikan agar pasien tidak membungkuk terlalu dalam atau
memposisikan kepala terlalu ke bawah dan hendaknya menjaga mata dari kemungkinan
trauma.
Pasien juga diharapkan kontrol sesuai jadwal yang diberikan untuk hasil yang maksimal.

POA Rehabilitasi
Penggunaan kacamata baca dengan addisi +3.00 dioptri dapat dilakukan setelah
2-3 bulan post operasi.

TERIMAKASIH