Anda di halaman 1dari 16

Percobaan bunuh diri

Ghina Athirah
1310211193

definisi
1. Bunuh diri berasal dari bahasa Latin suicidium,
-. sui = sendiri
-. cidium = pembunuhan
Istilah Suicide dapat mengandung beberapa arti yaitu :
1. Threatened suicide : ancaman bunuh diri
2. Attemted suicide : percobaan bunuh diri
3. Commited suiced : bunuh diri yang telah dilakukan
4. Depresi dengan niat hendak bunuh diri
5. Self Destruction : melukai diri sendiri

2. (Percobaan) bunuh diri adalah perbuatan yang sengaja


dilakukan oleh seseorang yang dapat membinasakan
dirinya dalam waktu yang singkat.

Metode bunuh diri


obat
menggantu
ng diri

senjata
api dan
peledak
menenggel
amkan diri

melomp
at
memoto
ng

Faktor penyebab

1.

2.

Psychache merupakan rasa sakit dan derita yang tidak


tertahankan dalam jiwa dan pikiran.

kurangnya tingkat 5-HIAA gangguan pada level serotonin


di otak.
Serotonin diasosiasikan dengan perilaku agresif dan
kecemasan.

1.

Major-depressive illness, affective disorder

2. Penyalahgunaan obat-obatan (sebanyak 50% korban


percobaan bunuh memiliki level alkohol dalam darah yang
positif)
3. Memiliki pikiran bunuh diri, berbicara dan
mempersiapkan bunuh diri
4. Sejarah percobaan bunuh diri
5. Sejarah bunuh diri dalam keluarga
6. Isolasi, hidup sendiri, kehilangan dukungan, penolakan
7. Hopelessness dan cognitive rigidity
8. Stresor atau kejadian hidup yang negatif (masalah
pekerjaan, pernikahan, seksual, patologi keluarga, konflik
interpersonal, kehilangan, berhubungan dengan kelompok
teman yang suicidal)

9. Kemarahan, agresi, dan impulsivitas


10. Rendahnya tingkat 5-HIAA
11. Key symptoms (anhedonia, impulsivitas,
kecemasan / panik, insomnia global, halusinasi
perintah)
12. Suicidality (frekuensi, intensitas, durasi, rencana
dan perilaku persiapan bunuh diri)
13. Akses pada media untuk melukai diri sendiri
14. Penyakit fisik dan komplikasinya
15. Repetisi dan komorbid antara faktor-faktor di atas

klasifikasi

Macam-macam bunuh diri


Menurut Emile Durkheim :
1. Bunuh diri egosentrik/egoistik :
Kurangnya arti ikatan keluarga atau interaksi sosial
2. Bunuh diri altruistik :
Pada situasi demikian, hubungan yang menciptakan kesatuan
antara individu dengan masyarakatnya begitu kuat sehingga
mengakibatkan bunuh diri yang dilakukan demi kelompok
3. Bunuh diri anomik :
Terjadi bila reaksi antara individu dan sosial hancur karena
penderitaan/kesengsaraan sosial dan ekonomi. Contoh : remaja
yang tidak mengharapkan akan ditolak
oleh kelompok teman sebayanya.
4. Fatalistic Suicide
Tipe bunuh diri ini merupakan kebalikan dari anomic suicide,
dimana individu mendapat pengaturan yang berlebihan dari
masayarakat. Misalnya ketika seseorang dipenjara atau menjadi
budak

Pikiran bunuh diri

1.
2.
3.
4.

Pikiran bunuh diri bervariasi mulai dari :


non-spesifik (Hidup ini tidak berarti)
spesifik (Saya berharap saya mati)
pikiran dengan intensi (Saya akan membunuh diri saya)
pikiran yang berisi rencana (Saya akan membunuh diri
saya sendiri dengan pistol)

Tanda-tanda
sindromi
k

Tanda
Verbal

situasio
nal

perilaku

Tanda-tanda risiko berat :


1.
keinginan mati yang sungguh-sungguh,
pernyataan yang berulang-ulang bahwa ia
ingin mati, yang bisa disertai dengan
persiapan terinci.
2. depresi dengan gejala rasa salah dan dosa,
rasa putus asa, ingin dihukum berat, rasa
cemas yang hebat, rasa tidak berharga lagi,
sangat berkurangnya nafsu makan, seks dan
kegiatan lain, serta adanya gangguan tidur
yang berat.
3. Psikosis, terutama yang impulsif, serta
adanya perasaan curiga, ketakutan dan
panik. Keadaan semakin berbahaya bila
pasien mendengar suara (halusinasi) yang
memerintahkan agar ia membunuh dirinya.

Tanda-tanda Bahaya :
1. Pernah melakukan percobaan bunuh diri
2. Ketergantungan obat dan/atau alkohol.
3. Pengasingan diri
4. Catatan bunuh diri
5. Kesukaran menyesuaikan diri yang kronis

Percobaan bunuh diri pada


anak

Terjadi pada anak <17 tahun

Biasanya berkaitan dengan masalah keluarga,


sekolah, pergaulan/kepercayaan diri, kekerasan,
kecanduan obat/alkohol

Penanggulangan dan
pencegahan

Komunikasi yang baik dalam keluarga, tuntutan yang


realistik dari orangtua, pendidikan moral dan agama yang
kuat, dukungan dari komunitas/sekolah/ masyarakat

Keluarga dan guru mampu mengetahui kebutuhan dan


perkembangan jiwa seorang anak tanpa membebani
dengan berbagai tuntutan

Keikutsertaan berbagai pihak dalam mencegah percobaan


diri pada anak

PEMERIKSAAN

1. Anamnesis :
untuk mendapatkan kesungguhan niat, penyebab dan
cara (percobaan) bunuh diri.

2. Pemeriksaan fisik :
untuk mendapatkan kelainan organik yang mungkin
mendasari tindakan (percobaan) bunuh diri, maupun
akibat yang ditimbulkannya dilakukan pemeriksaan
fisik, internistik dan neurologis.

3. Pemeriksaan psikiatrik :
Untuk mendapatkan kelainan psikiatrik yang mendasari
tindakan (percobaan)bunuh diri maupun akibat yang
ditimbulkannya.

4. Test psikologik :
Untuk mencari dasar kepribadian pasien
mendasari tindakan (percobaan) bunuh diri
membantu dalam penatalaksanaan pasien.

yang
serta

5. Pemeriksaan laboratorium :
sesuai dengan kebutuhan atau kelainan organik yang
didapatkan. Dapat dilakukan pemeriksaan urine
toksikologi, kimia, EEG,CTScan, dll

Diagnosis Banding
1. Mati wajar (natural death, termasuk karena sakit atau
tua)
2. Mati kecelakaan
3. Mati dibunuh
Penyulit
Cacat fisik, mental dan/atau cacat hubungan sosial (percobaan)
bunuh diri yang gagal
Penatalaksanaan
Ide-ide bunuh diri krisis
bunuh diri percobaan
bunuh diri

Ruang Gawat
Darurat

-Bagian Bedah
-Bagian penyakit
dalam

1.
2.
3.

Masuk Rumah
Sakit
Berobat jalan
Langsung pulang
dengan
psikoterapi

Bagian Psikiatrik

Faktor terapi diarahkan pada modifikasi lingkungan agar hubungan antara manusia lebih baik,
juga diusahakan agar fungsi kejiwaan lebih adekuat.

Macam-macam terapi berupa :


1. Psikoterapi individual atau terapi kelompok
2. Terapi keluarga
3. Terapi obat-obat sesuai dengan keadaan;
misalnya untuk pasien dewasa:
-. Amitriptyline (25-50mg p.o.sehari 3 kali)
-. Diazepam (2-5 mg.p.o sehari 3 kali)
-. Chlorpromazine (50-100 mg p.o sehari 3 kali)di
follow up tiap minggu.
*Hati-hati memberi obat jumlah banyak bila pasien
tidak ada yang mengantar/mendampingi.
Strategi terapi :
1. Memotong lingkaran pikiran bunuh diri
2. Menguatkan
kembali
ego
pasien
dan
memperbaiki mekanisme pembelaan yang salah
3. Membantu pasien agar dapat hidup wajar
kembali.