Anda di halaman 1dari 11

Gejala klinis

Penurunan tajam penglihatan


Glare
Myopic shift
Monocular diplopia

Pemeriksaan Fisik
1. Tes tajam penglihatan
Grading densitas kekeruhan menurut Burrato:
Grade 1: visus >6/12 lensa tampak sedikit keruh
Grade 2: visus 6/12 -6/30 nukleus dengan kekeruhan ringan
Grade 3: visus 3/60-6/30 nukleus kekeruhan medium, korteks
telah mengalami kekeruhan
Grade 4: visus 1/60-3/60 nukleus berwarna kuning kecoklatan
Grade 5: visus 1/60 atau lebih buruk dengan nukleus berwarna
coklat atau hitam
2. Pemeriksaan Lensa
3. Pemeriksaan slit lamp

Penatalaksanaan
Indikasi operasi :
1. Indikasi Optik
2. Indikasi Medis:
- Katarak hipermatur
- Glaukoma sekunder
- Uveitis sekunder
- Dislokasi/Subluksasio lensa
- Benda asing intra-lentikuler
- Retinopati diabetika
- Ablasio retina
3. Indikasi Kosmetik

Teknik Operasi
Katarak :

1. Intracapsular Cataract Extraction (


ICCE)\

2. Extracapsular Cataract Extraction


(ECCE)

3. Small Incision Cataract Surgery


(SICS)

4. Phacoemulsification.

Komplikasi
Intraoperation
Selama ECCE atau phacoemulsification,
COA menjadi dangkal karena
pemasukan yang tidak adekuat dari
keseimbangan solution garam kedalam
ruangan anterior, kebocoran akibat
insisi yang terlalu lebar, tekanan luar
bola mata, tekanan positif pada vitreus,
perdarahan pada suprachoroidal.

Post operation:
Hilangnya vitreous
Prolaps Iris
Endoftalmitis
Astigmatisme
Ablasio retina
Edema macular sistoid
Opasifikasi kapsul posterior

Prognosis
Tidak adanya penyakit okular lain
yang menyertai pada saat
dilakukannya operasi yang dapat
mempengaruhi hasil dari operasi,
seperti degenerasi makula atau
atropi nervus optikus memberikan
hasil yang baik dengan operasi
standar yang sering dilakukan yaitu
ECCE dan Phacoemulsifikasi.