Anda di halaman 1dari 13

Diskusi

Penelitian ini meneliti 61.292 pasien diabates


yang menjalani hemodialisis dan diselidiki
apakah penatalaksanaan program pengecekan
kaki setiap bulan berhubungan dengan
kejadian amputasi ekstremitas bawah yang
lebih sedikit.
Hasil: penatalaksanaan program pengecekan
kaki setiap bulan berhubungan dengan
kejadian amputasi ekstremitas bawah yang
lebih
sedikit
dibandingkan
sebelum
dilakukannya program tersebut.

Pada penelitian ini, terdapat variabelvariabel lain yang berhubungan dengan


kejadian amputasi ekstremitas bawah,
oleh
karena
itu
dilakukan
analisis
multivariat.
Berdasarkan analisis, faktor lain yang
berhubungan dengan kejadian amputasi
ekstremitas bawah adalah usia, kadar
albumin, penyakit arteri perifer, dan
hipertensi.

Hasil Analisis Data


Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
amputasi ekstremitas pada pasien diabetes dengan
hemodialisis

Kejadian
amputasi
ekstremitas
bawah
berhubungan dengan mortalitas yang tinggi.
Pada penelitian sebelumnya didapatkan
angka bertahan hidup pasien post-amputasi
adalah 88,9% pada 30 hari pertama, 49,3%
pada 1 tahun pertama, dan semakin
menurun pada 2 tahun pertama yaitu 32,7%.
Dengan kata lain 2 dari 3 pasien dengan
diabetes meninggal dalam 2 tahun pertama
setelah amputasi ekstremitas bawah.

Berdasarkan
penelitian
sebelumnya,
didapatkan bahwa angka amputasi ekstremitas
bawah pada pasien dengan inisiasi dialisis lebih
tinggi dibandingkan dengan pasien diabetes
tanpa dialisis, dengan insiden mencapai 6%
pada setengah tahun pertama dialisis.
Penelitian oleh Maori et al mendapatkan jangka
waktu dari inisiasi dialisis hingga dilakukannya
amputasi terjadi <1 tahun, dan 50% pasien
yang menjalani amputasi meninggal dalam 1
tahun pertama.

Patogenesis ulkus diabetes


Lesi inisial (trauma
lokal)
Iskemia
Neuropati
perifer
Ulserasi
Destruksi jaringan
Infeksi sekunder
Amputasi

Hill et al mengidentifikasikan dialisis


sebagai prediktor yang signifikan
terhadap komplikasi kaki diabetes.
Faktor risiko tambahan meliputi
mikroangiopati,
makroangipati,
penyakit vaskular atherosklerosis,
dan
perubahan
metabolisme
kalsium-fosfat
berkaitan
dengan
kejadian gagal ginjal kronik

Pada penelitian ini didapatkan hasil


bahwa
pasien
diabetes
dengan
dialisis memiliki risiko lebih tinggi
mengalami ulkus pada kaki, penyakit
arteri perifer, penyakit arteri koroner,
dan amputasi ekstremitas bawah.
Risiko-risiko tersebut lebih tinggi
terutama
pada
pasien
diabetes
jangka lama.

Beberapa penelitian multidisipliner menunjukkan


bahwa pencegahan ulkus diabetik dan perawatan
kaki
diabetik
meningkatkan
kecepatan
penyembuhan ulkus dan mengurangi angka
amputasi.
Pendekatan multidisipliner meliputi berbagai
profesi seperti diabetologist, spesialis rehabilitasi
medik, bedah ortopedi, dan pembuat sepatu.
Penelitian oleh Larsson menunjukkan >50%
amputasi berkurang dalam 11 tahun setelah
dilakukannya pendekatan multidisipliner tersebut.

Intervensi yang dilakukan pada penelitian ini


meliputi edukasi perawatan kaki, penilaian dan
penatalaksanaan oleh chiropodist (perawat kaki).
Perawatan kaki yang intensif sudah dilakukan di
fasilitas kesehatan di Amerika Utara (Fresenius
Medical Care) sejak tahun 2008.
Dilakukan program perawatan kaki rutin satu
bulan sekali saat pasien menjalani hemodialisis.
Program tersebut berhasil sehingga American
Diabetes
Association
merekomendasikan
tatalaksana multidisipliner tersebut.

Kekurangan Penelitian
Penelitian observasional
Tidak mendapatkan data dari profesi
multidisipliner seperti perawat kaki
dan ortopedi.
Penelitian
ini
tidak
melakukan
analisis biaya program perawatan
kaki pada pasien diabetes sehingga
masih sulit untuk diaplikasikan.

Kelebihan Penelitian
Jumlah sampel cukup banyak, dapat
generalisasikan terutama pada
populasi Amerika Serikat.
Pengecekan kaki diabetik
berdasarkan protokol yang sudah
terstandar .
Penelitian ini berperan penting pada
pencegahan penyakit arteri perifer.