Anda di halaman 1dari 30

APPROACH TO INVESTIGATION

D I S U S U N O L E H K E LO M P O K 1 :
B AYU S E T O

(1 5 / 3 9 1 6 0 8 / P E K / 2 1 0 5 4 )

D I N A P U S PA S A R I

(15/391618/PEK/21064)

M . A MR U L L A H R E Z A P U T R A TA R A

(15/391649/PEK/21095)

Scientific Research
Penelitian ilmiah yang berfokus pada pemecahan masalah
dan mengikuti metode langkah demi langkah yang logis,
terorganisasi, dan ketat untuk mengidentifikasi masalah,
mengumpulkan data, menganalisanya dan menarik kesimpulan
yang valid dari hal tersebut.

Ciri Ciri Penelitian Ilmiah


Purposiveness (Tujuan Jelas)
Rigor (Ketepatan)
Testability (Dapat Diuji)
Replicability (Dapat Ditiru)
Precision and Confidence (Ketelitian dan Keyakinan)
Objectivity (Objektivitas)
Generalizability (Dapat Digeneralisasi)
Parsimony (Hemat)

Purposiveness (Tujuan Jelas)

Manajer
memulai
penelitian
dengan sebuah sasaran /
tujuan yang jelas seperti
berfokus pada meningkatkan
komitmen karyawan terhadap
organisasi, disamping banyak
penelitian lain di banyak bidang.
Penelitian
tersebut
dengan
demikian mempunyai sebuah
fokus tujuan yang jelas.

Rigor (Ketepatan)
Dasar teori yang baik dan
desain metodologi yang tepat
akan menambah ketepatan
pada sebuah studi dengan
tujuan yang jelas. Ketepatan
mengandung
arti
kehatihatian, kecermatan,
dan
tingkat
ketelitian
dalam
investigasi penelitian. Faktor
penting:
Sampel harus dapat mewakili
populasi penelitian

Testability (Dapat Diuji)

Peneliti menguji secara logis


hipotesis yang disusun untuk
melihat
apakah
data
mendukung perkiraan atau
hipotesis yang dibuat setelah
studi yang mendalam terhadap
situasi masalah.
Hal ini dilakukan dengan
menrapkan uji statistik tertentu
pada data yang dikumpulkan.

Replicability (Dapat Ditiru)


Temuan dan kesimpulan akan
lebih diyakini jika temuan yang
mirip muncul berdasarkan data
yang dikumpulkan organisasi lain
menggunakan metode serupa.
Uji hipotesis harus didukung lagi
dan lagi ketika jenis penelitian
serupa diulangi dalam keadan
yang mirip. Bila hal tersebut terjadi
(ditiru atau terulang) kita akan
memperoleh keyakinan ilmiah.

Precision and Confidence (Ketelitian dan


Keyakinan)
Desain penelitian dalam suatu
cara harus dipastikan bahwa
temuan yang ada sedekat
mungkin dengan realitas,
sehingga
dapat
menaruh
kepercayaan atau keyakinan
terhadap hasilnya.
Ketelitian: kedekatan temuan
dengan realitas berdasarkan
sebuah sampel.
Keyakinan:
ketepatan

Profabilitas
estimasi
(Dalam

Objectivity (Objektivitas)
Kesimpulan yang ditarik dari
interpretasi
hasil
analisis
data harus objektif, yaitu
berdasarkan fakta-fakta dari
temuan yang berasal dari data
aktual dan bukan nilai-nilai
subjektif atau emosional
kita.
Semakin objektif interpretasi
data,
semakin
ilmiah
investigasi
penelitian.
Mesikpun
peneliti
dapat
memulai beberapa keyakinan

Generalizability (Dapat Digeneralisasi)


Generalisasi mengacu pada
cakupan penerapan temuan
penelitian dalam satu konteks
organisasi
ke
konteks
organisasi lainnya. Semakin
luas jangkauan penerapan
solusi yang dihasilkan oleh
penelitian, semakin berguna
penelitian tersebut.
Untuk generalisasi yang lebih
luas, desain sampling peneliian
harus disusun secara logis dan
sejumlah rincian lain dalam

Parsimony (Hemat)
Kesederhanaan
dalam
menjelaskan
fenomena atau persoalan yang muncul,
dan dalam menghasilkan solusi masalah,
selalu lebih disukai untuk kerangka
penelitian yang kompleks.
Sifat ekonomis dalam model penelitian
dicapai jika kita memasukkannya ke dalam
kerangka penelitian lebih sedikit variabel
yang akan lebih menjelaskan varians
secara jauh lebih efisien.
Sifat
hemat
dapat
dicapai
dengan
pemahaman yang baik terhadap faktor
penting lainnya yang mempengaruhi hal
tersebut.

The Hypothetico-Deductive
Method
Karl Popper

7 Step Process

The Hypothetico-Deductive Method

Identify a broad problem area


Define the problem statement
Develop hypotheses
Determine measures
Data collection
Data analysis
Interpretation of data

Identify a Broad Problem Area


Peneliti merasakan ada perubahan tertentu yang
terjadi.
Peneliti mengamati fenomena dari perubahan yang
terjadi.

Define The Problem Statement


Scientific Research diawali dengan sebuah tujuan (aim
or purpose).
Pernyataan masalah berisi tujuan umum dari riset.

Develop Hypotheses
Identifikasi hubungan antara masalah dan variabel
-variabel yang mempengaruhi.
Scientific hypothesis harus memenuhi 2 persyaratan

Falsifiable

Determine Measures
Variabel - variabel dalam kerangka teori harus dapat
diukur dengan beberapa cara.
Terdapat beberapa variabel yang tidak dapat diukur
secara kuantitatif, seperti karyawan yang tidak
responsif (unresponsive employee).

Data Collection

Data Analysis
Data yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk
menguji apakah hipotesis yang dihasilkan telah
didukung.
Analisa data
Data Kualitatif
Data
Kuantitatif

Informasi diperoleh dengan wawancara dan


observasi
Data kualitatif biasanya untuk objek yang tidak
dapat diukur physically, seperti perasaan
(feelings) dan sikap (attitudes)
Data kuantitatif biasanya untuk objek yang
dapat dikur physically
Dapat diperoleh dari company records,
government statistic atau formal records
lainnya

Interpretation of data
Apakah hipotesis didukung atau tidak ?
Dari hasil, periset dapat membuat rekomendasi untuk
memecahkan masalah.

Deductive & Inductive Reasoning

Obstacle to Conducting
Scientific Research in
Management Area
Pengukuran dan pengumpulan data pada daerah yang
subjektif
Mendapatkan sampel yang representatif
Usaha menggunakan investigasi ilmiah untuk
mencapai tingkat rancangan penelitian

Perspekti
f
Penelitian
Kontemp
orer

Alternative Approaches to
Research
Positivism
Contructionism
Critical Realism
Pragmatism

Positivism
Positivist view ilmu pengetahuan dan riset ilmiah
dipandang sebagai jalan untuk mendapatkan objective
truth.
Scientific approach hukum sebab-akibat.
Deductive reasoning Dimulai dari teori umum dan
diaplikasikan pada kasus yang spesifik.
Key Approach Eksperimen.
Research goal Menjelaskan fenomena.

Constructionism
Constructionist view fundamentally mental atau
mentally constructed.
Research goal Memahami aturan yang digunakan
untuk menyelidiki hal yang bersifat subjektif.
Penekanan Bagaimana peneliti membangun isu dan
topik.
Metoda Penelitian Qualitative in nature.
Perhatian Kasus yang spesifik.

Critical Realism
Critical Realist
objective, dan
diinterpretasi

view percaya terhadap truth


observasi sebagai subjek untuk

Memahami dengan kepastian.


Research goal progress menuju tujuan penelitian.
Ukuran fenomena subjective in nature.
Metoda Triangulasi untuk mendapatkan gagasan.

Pragmatism
Pragmatist View:
Tidak ada posisi tertentu terkait hal yang membuat penelitian
baik;
Teori dan konsep sebagai alat penting untuk menemukan
jalan dalam lingkungan penelitian

Research Method Men-generalisasikan konsep dan


teori yang berasal dari pengalaman dan tindakan atas
interaksi di masa lalu
Feel of Research Mengobservasi fenomena dan
menghasilkan ilmu pengetahuan yang berguna.
Socially Contructed Nature of Research Para peneliti

Pragmatism (2)
Pragmatism stress teori dibangun melalui praktik
dan diaplikasikan kembali ke dalam praktik untuk
mencapai intellegent practice.
Research values Practical Relevance.