Anda di halaman 1dari 33

DIAGNOSIS KLINIS DAN

PENATALAKSANAAN TRAUMA
PADA LESI MENISCUS
Oleh :
Egih Dieng Prabu T,S.Ked
G1A215024
Pembimbing :
dr.H.Humaryanto, SpOT, M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

RSUD RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI


2016

Anatomi
Meniscus merupakan struktur fibrocartilago yang
terletak diantara condylus femoralis dan tibia.5
Meniscus terdiri atas dua bagian yaitu bagian meniscus
medialis (berbentuk C) dan meniscus lateralis
(berbentuk U)

Fungsi
Berkontribusi menjaga stabilitas sendi
lutut
Menyerap 40% - 70% beban berat pada
sendi lutut
Beraksi sebagai penyerap kejutan
Menyediakan nutrisi bagi tulang rawan
sendi melalui distribusi cairan sinovial
Membantu pengontrolan gerakan sendi
lutut.

Epidemiologi
Lesi meniscus merupakan kelainan lutut yang paling
sering menyebabkan pasien datang ke dokter
Meniscus medial (71%) lebih sering cedera
dibandingkan meniscus lateral
Cedera meniscus terjadi karena suatu gaya geser
antara femur dan tibia.
Usia muda : cedera pada meniscus terjadi karena
adanya gerakan memutar atau fleksi lutut yang disertai
dengan beban berat
Usia tua : disebabkan fibrosis mobilitas sendi
menurun gaya kecil dapat menimbulkan cedera pada
meniscus

KLASIFIKASI
location
red zone (outer third, vascularized)
red-white zone (middle third)
white zone (inner third, avascular)
Bentuk robekan :
(A) Robekan Longitudinal,
(B) Robekan Radial,
(C) Robekan Horizontal,
(D) Bucket Handle tear,
(E) Robekan parot beak, dan
(F) Robekan segmental7

DIAGNOSIS

ANAMNESIS

RADIOGRAFI

PEMERIKSAA
N FISIK

ANAMNESIS
Temuan Klinis
Biasanya pada orang muda
Cedera memutar
Sport injury

True Locking : ketidakmampuan untuk ekstensi lutut


Pseudo locking :

Gejala
lutut tetap dalam satu posisi, bersifat sementara karena adanya
nyeri
Nyeriyang tiba-tiba
Hamstring
muscle
spasm tertentu
Menghindari
aktivitas

ANAMNESIS
MENISCUS MEDIALIS
MENISCUS LATERALIS
Pembengkakan ringan +
nyeri
Akut : tanya : apakah locking
terjadi saat cedera terjadi
[locking knee (40%) akibat
fragmen yang mengalami
displasi] atau pada hari
berikutnya (pseudolocking
akibat harmstring spasm).
Kronik : rekuren locking
Mekanisme cedera : gerakan
memutar atau jongkok pada
sendi lutut

Hampir sama dengan


cedera pada
meniscus medialis
Rasa nyeri kadang
dirasa lebih hebat
dan menimbulkan
gejala mekanik yang
lebih sedikit.
Mekanisme cedera
sama

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN FISIK

Diawali dengan pemeriksaan


umum
Berat badan
Tinggi badan
Kalkulasi Indeks Masa Tubuh

Saat pemeriksaan kedua lutut


pasien sebaiknya dapat terlihat
dengan baik

INSPEKSI
EVALUASI CARA BERJALAN

Gambar 3. Siklus Berjalan Normal


(sumber : http://epomedicine.com/wp-content/uploads/2014/05/gait-cycle-1-1-1-1.png)

INSPEKSI
EVALUASI MALALIGMENT :
VALGUS DAN VARUS

Lutut yang normal sedikit


valgus dengan sudut
tibiofemoral sekitar 6o.
Kelainan varus dapat
meningkatkan stres pada
meniscus medialis sedangkan
kelainan valgus dapat
meningkatkan tekanan kontak
pada meniscus lateralis.
Secara respektif, cedera
meniscus medialis dan lateralis
berkaitan dengan
malalignment valgus dan varus
Gambar 4. Lutut Normal, Varus dan Valgus
(Gambar 4).
Sumber : http://www.wsiat.on.ca/images/mlo/knee_fig3abc.gif

INSPEKSI
Inspeksi pada lutut juga harus menilai kulit dan tonus
otot.
Kelainan kulit seperti abrasi, laserasi, ekimosis, dan
eritema dapat memberikan informasi penting tentang
etiologi nyeri lutut.
Kontur otot diatas lutut, terutama atropi quadricep,
dapat mengindikasikan tidak pernah digunakan dan
dapat membantu klinisi untuk menjelaskan suatu
kronisitas

PALPASI
Palpasi dilakukan pada sisi yang sehat dan sisi yang sakit
Struktur tulang
Struktur jaringan lunak
Tanda tanda inflamasi (pembengkakan, tenderness, perubahan suhu)
Palpasi dilakukan pada sisi anterior, medial (meniscus medialis (a)),
lateral (meniscus lateral (b)), posterior

Palpasi meniscus (a) Palpasi meniscus medial (b) Palpasi meniscus lateral

Palpasi
Tahap akhir palpasi adalah menilai
apakah ada efusi intra-artikuler ?
hilangnya lekukan yang berdekatan
dengan tendon infrapatellar
mengimplikasikan adanya efusi intraartikuler yang besar

RANGE OF MOTION (ROM)


Rentang normal ekstensi sendi lutut normal adalah 0 o 10o, dan
Rentang normal fleksi sendi lutut adalah sebesar 130 o 150o

Saat pemeriksaan ROM dapat dinilai apakah ada krepitasi


dan/atau nyeri
krepitasi dan/atau nyeri yang positif pada awal fleksi
mengindikasi kelainan pada bagian lebih distal patella
Nyeri sendi terjadi selama pemeriksaan ROM aktif dan pasif
seringkali berhubungan dengan patologi intra-artikuler
sedangkan nyeri yang hanya timbul pada pemeriksaan ROM aktif
memiliki hubungan yang lebih erat terhadap kelainan jaringan lunak
ekstra-artikuler

STABILITAS SENDI
Tes tekanan valgus dan varus merupakan pemeriksaan
yang sering dilakukan untuk memeriksa tingkat
kestabilan dari sendi lutut
Tes tekanan valgus dan varus dimaksudkan untuk
menampakkan kelemahan kompleks kestabilan lateral
dan medial, khususnya serabut ligamen colateral.

Stress tests:
(A) Abduction or valgus
stress test, and
(B) (B) Adduction or varus stress
test

EVALUASI MENISCUS

EVALUASI MENISCUS

JOINT LINE TENDERNESS

McMurray test
Pasien Supinasi
Lutut fleksi penuh.
Pemeriksa meletakkan salah satu tangan pada kaki (telapak kaki) dengan tangan
yang satunya diatas ujung lutut, jari-jari menyentuh garis sendi sebelah medial.
Internal rotasi kaki dan menarik tungkai ke dalam posisi ekstensi.
Pada saat hal ini terjadi atau dilakukan, tangan pada lutut merasa ada respon bunyi
klik.
Meniscus sebelah medial yang robek dapat dideteksi pada saat tungkai bawah
diputar secara eksternal sedangkan rotasi internal memberikan deteksi dari lateral
yang robek.

Apleys grinding test


Pasien pronasi
Lutut Fleksi 90 derajat
Lutut dirotasi
Aplikasikan tekanan ke
bawah
Jika rasa nyeri timbul, maka
cedera meniscus terjadi.
Tercatat bahwa terdapat
robekan meniscus sebelah
medial sewaktu dengan
rotasi eksternal dan robekan
meniscus lateral dengan
rotasi internal tungkai
bawah.

Thessaly Test
Pasien berdiri bertumpu pada
satu kaki
Pemeriksa menahan tangan
pasien
Fleksi pada lutut yang sakit
sebesar 20 derajat
Meinta pasien untuk
melakukan rotasi pada sendi
kearah medial dan lateral
Nyeri pada garis sendi
medial atau lateral, locking -> robekan meniscus

Childress test
Minta pasien berjalan
bebek dengan
mempertahankan lutut
fleksi
Sama dengan Thessaly
test, pemeriksaan
childress
mengindikasikan cedera
meniscus bila terjadi
nyeri pada garis sendi
medial atau lateral.

PEMERIKSAAN RADIOGRAFI
FOTO POLOS (Biasanya tampak normal)
MRI (sensitivitas 94% untuk cedera meniscus medialis ;
sensitivitas 78% untuk cedera meniscus lateral)

Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI normal lutut ditunjukkan oleh panah

posterior horn meniscus medial (panah) yang


terpisah dari permukaan (diagnosis robekan
meniscus)

Penatalaksanaan
KONSERVATIF
RICE

PENATALAKSANAAN
NSAID selama 8 12 minggu
FISIOTERAPI (2 x seminggu selama 8 minggu)
ROM,
aktivitas proprioseptif dan
latihan peregangan otot

Penatalaksanaan non operatif seringkali berhasil pada


pasien dengan tipe robekan tertentu pasien yang
tidak kehilangan fungsi sendi, mengalami nyeri atau
pembengkakan minimal dan mampu menurunkan
aktivitasnya bersifat sementara atau jangka panjang

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan bedah biasanya diberikan pada pasien
lebih muda dengan robekan vertikal longitudinal yang
didalam sepertiga luar vaskularisasi meniscus.
Hal ini diistilahkan dengan red-red zone (menunjukan
area vaskular).
Perbaikan red-white zone (area perbatasan antara
vascular dan avascular meniscus) bersifat kontroversial
Robekan pada white-white zone (zona avaskuler) sangat
jarang diperbaiki oleh karena itu segemen yang rusak
diangkat (meniscectomy). Meniscus avaskuler yang rUsak
harus diangkat.
Namun, meniscectomy menyebabkan osteoartritis jangka
panjang, sehingga hanya dilakukan ketika pasien
mengalami locking atau nyeri meniscus yang refrakter
terhadap penatalaksanaan konservatif

PENATALAKSANAAN
Untuk pasien yang memerlukan meniscectomy,
autograf meniscal diketahui memberikan hasil yang
baik, tetapi tindakan ini hanya dilakukan di pusat
spesialistik.
Saat ini, salah satu strategi penggantian meniscus
berfokus pada regenerasi jaringan meniscus. Teori
regenerasi didasarkan pada skenario yang sama untuk
regenerasi kulit pada pasien luka bakar, seperti
regenerasi saraf

KAPAN DIRUJUK
Indikasi absolut untuk merujuk pasien ke spesialis
adalah adanya locking pada lutut hilangnya fungsi
sendi yang membutuhkan intervensi bedah.
Perujukan dilakukan bila diagnosis belum pasti dan
dibutuhkan pemeriksaan oleh spesialis dan
pemeriksaan MRI
Pada pasien usia tua, perujukan cocok dilakukan
apabila penatalaksanaan konservatif gagal untuk
memperbaiki gejala
Pada pasien yang usia muda, perujukan juga perlu
dilakukan apabila gejala yang dialami pasien tidak
membaik dengan cepat

Kesimpulan
Lesi meniscus merupakan kelainan pada lutut yang
paling sering terjadi. Lesi ini dapat terjadi pada usia
muda yang sering disebabkan oleh adanya trauma dan
juga dapat terjadi pada usia tua akibat adanya proses
degenerasi.
Diagnosis yang optimal perlu dilakukan untuk
mencegah sekuele jangka panjang pada lutut baik dari
segi anatomis dan fungsional lutut
Pemeriksaan yang hati-hati harus dilakukan baik pada
saat melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan radiografi.
ibutuhkan pemeriksa yang memiliki pengetahuan,
keahlian dan pengalaman yang baik untuk dapat
menjamin tegaknya diagnosis yang tepat.

Kesimpulan
Pencitraan menggunakan MRI saat ini merupakan
modul pencitraan yang paling potensial untuk dapat
digunakan mendeteksi adanya lesi pada meniscus,
namun tidak bisa menggantikan pemeriksaan klinis
berupa anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Penatalaksanaan terhadap lesi meniscus dapat
dilakukan secara konservatif dan operatif.
Penatalaksanaan konservatif dengan regimen RICE
menunjukkan hasil yang baik pada lesi meniscus tipe
tertentu.
Pemberian NSAID untuk menangani proses inflamasi
dan nyeri dapat diberikan pada pasien dari 8 10
minggu, dan dapat diganti dengan penggunaan
paracetamol bagi pasien-pasien yang kontraindikasi
dengan NSAID.