Anda di halaman 1dari 42

MORALITAS ILMU

PENGETAHUAN DAN
TANGGUNG JAWAB MORAL
KEILMUAN
Nur Azid Mahardinata
Center for Bioethics and Medical Humanities
Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada

Tujuan Pembelajaran
Mahasiswa memahami nilai-nilai moral dalam upaya untuk
mendapatkan ilmu pengetahuan
Mahasiswa memahami tanggung jawab moral dalam memanfaatan
ilmu pengetahuan

PENDAHULUAN

Pengertian Dasar
Ilmu
Pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara
bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan
untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan)
itu

Ilmu pengetahuan
Gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis
dan bersistem dengan memperhitungkan sebab dan akibat
(Kamus Besar Bahasa Indonesia Online)

Pengertian Dasar
Moral
1. (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum
mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan
sebagainya; akhlak; budi pekerti; susila
2. kondisi mental yang membuat orang tetap berani,
bersemangat, bergairah, berdisiplin, dan sebagainya;
isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana
terungkap dalam perbuatan
3. ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita
(KBBI on line, 2015)

Moralitas
. Sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan
dengan etiket atau adat sopan santun

Pengertian Dasar
Moralitas Ilmu Pengetahuan
Keterkaitan nilai-nilai moral (Adat atau sopan
santun) terhadap ilmu pengetahuan
Tanggung Jawab Moral Ilmu Pengetahun
Tanggung jawab moral dari agen moral dalam
mendapatkan hingga menerapkan ilmu
pengetahuan

MATERI
PEMBAHASAN

Metode untuk Mendapatkan Ilmu


Pengetahuan
Metode Pengamatan:
Cerita tentang putra Nabi Adam a.s. yang melihat burung
gagak menguburkan burung yang lain sehingga dia
memiliki pengetahuan untuk menguburkan jenazah
saudaranya

Metode Percobaan:
James Watt mesin uap
Alexander Graham Bell telephone
Thomas Alva Edison lampu pijar

Metode Analisa:

Berbagai Contoh Permasalahan


Moral Dalam Mendapatkan Ilmu
Pengetahuan
1. Nazi War Crimes (1939 1945)
2.
3.
4.
5.
6.

The Tuskegee Syphilis Study


The Jewish Chronic Disease Hospital Study
Willow brook Hepatitis
Johns Hopkins study about asthma
dll.

Nazi War Crimes


The use of concentration
camp prisoners for
several clinical trials,
i.e.:
1) High-altitude (lowpressure) experiments
2) Freezing experiments
3) Malaria experiments
4) Incendiary bomb
experiments
5) Sulfanilamide experiments

1932-1972: Tuskegee Syphilis


Study
Effects of Untreated Syphilis
in the Negro Male
Funded by US Public Health
Service
399 black men with syphilis +
200 black men as control
Treatment for bad blood
local term to mean a variety
of illnesses
Lumbar puncture and pink tablets

1997: Apology to 8 survivors

1963: Jewish Chronic Disease


Hospital
22 elderly patients injected
with live cancer cells
Purpose was to "discover
the secret of how healthy
bodies fight the invasion of
malignant cells
Cover-up by hospital
administration
New York State medical
licensing board placed
researcher on probation for one

1963-1966: Willow brook


Hepatitis Studies
Parents promised admission
to school in exchange for
"vaccinations
School was for children with
mental disabilities
Healthy children intentionally
given hepatitis virus
Monitored to see effects of
gamma globulin

Johns Hopkins Study

15

Current Issues

Contoh Permasalahan Dalam


Penerapan Ilmu Pengetahuan
Senjata biologis (Perang Dunia I)
Bom Atom (Perang Dunia II)
Eugenic Movement
Rekayasa genetik (sebagian)
dll

17

Eugenic Movement: Hukum Wajib Sterilisasi


Gerakan ini dipropagandakan
sebagai upaya untuk menciptakan
negara yang sehat
Negara melakukan upaya melalui:
Pedigree construction (membuat
pedigri), dan Perlombaan Keluarga
Sehat
Kata-kata Hakum Holmes dalam
Kasus Buck vs. Bell case (2 May
1927) : Tiga generasi imbisil sudah
cukup. Keputusan ini memberikan

18

Eugenics Movement: Mendukung


Kebijakan Pembatasan Imigrasi
Pada 2 dekade awal abad
20, terdapat kurang lebih
600,000 1,250,000
imigran yang datang ke
US
Sejak penerapan kebijakan
pembatasan dengan
eugenic tersebut, jumlah
imigran dapat dikurangi
hingga 80%
19

Propaganda Eugenics Global:


Membangun Kontruksi Sosial

20

Genetic Engineering

Apakah terdapat manfaat aplikasi praktis


dari hasil percobaan ini?

PERTANYAAN UTAMA
1. Apakah ilmu pengetahuan terikat pada nilai
ataukah tidak?
2. Apakah memanfaatkan ilmu pengetahuan
yang didapatkan dengan cara yang tidak
bermoral dapat dibenarkan secara etika?

Bagaimana Manusia
memutuskan moralitas dari
sesuatu
Do what the Godhal?
tells you--Divine Command Theories
1.

2. Follow your conscience--The Ethics of Conscience


3. Watch out for #1--Ethical Egoism
4. Do the right thing--The Ethics of Duty
5. Don't dis' me--The Ethics of Respect
6. ...all Men are created ...with certain unalienable Rights--The Ethics of Rights
7. Make the world a better place--Utilitarianism
8. Daddy, thats not fair--The Ethics of Justice
9. Be a good person--Virtue Ethics

Aliran-aliran besar dalam


penentuan kebenaran filsafati
Consequentialism
Deontology
Virtue

Consequentialism
Consequentialists maintain that whether
an action is morally right or wrong depends
on the action's consequences (result)
In any situation, the morally right thing to do is
whatever will have the best consequences
E.g., save 3 people, rather than 1

Consequentialist theories are sometimes


called teleological theories.

What Kind of Consequences?


Consequentialism isn't very informative
unless it's combined with a theory about
what the best consequences are.
E.g., Creedism =
consequentialism + the theory that
consequences should be assessed in terms
of how they reflect on the career of Creed
Good for Creed = good consequences

Utilitarianism
Utilitarianism is the most influential
variety of consequentialism
The 'Founders' of Utilitarianism
Jeremy Bentham (1748-1832)
John Stuart Mill (1806-1873)
The Basis of Utilitarianism: ask what
has intrinsic value and assess the
consequences of an action in terms of
intrinsically valuable things.

Intrinsic vs. Instrumental Value


Instrumental Value - a thing has only
instrumental value if it is only valuable for
what it may get you
e.g., money
Intrinsic Value - a thing has intrinsic value
if you value it for itself
i.e., youd value it even if it brought you
nothing else
It may, however, also possess
instrumental value

What Has Intrinsic Value?


What Utilitarian think is Intrinsically
Valuable?
The first most answers is: HAPPINESS
Actually, not all utilitarian agree that happiness
is quite the right way of putting this.
Other suggestions include satisfaction, wellbeing, pleasure.
Each variation yields a slightly different theory
For now, the general approach is what matters

The Greatest Happiness Principle


Actions are right in proportion as they tend
to promote happiness, wrong as they tend to
produce the reverse of happiness. (John
Stuart Mill)
In other words, judge an action by the total amount of
happiness and unhappiness it creates
Note: this means the total happiness (and unhappiness)
of everyone affected

Act vs. Rule Utilitarianism


Notice that the GHP is a little vague
It's not clear whether Mill means
(i) an action is right if this sort of action tends to
promote happiness or
(ii) an action is right if this particular action will
promote happiness

If you believe in version i, you're a Rule


Utilitarian
If you believe in version ii, you're an Act

Deontology
'Duty Based' Ethics
Deontologists deny that what ultimately
matters is an action's consequences
What matters is the kind of action as it is
What matters is doing our duty
Identify principle(s) from which our duties
arise

Kinds of Deontological Theory


There are many kinds of deontological
theory

e.g., The Golden Rule' - "Do unto others as


you'd have them do unto you."

Deontological theories may be identified as


monist or pluralist depending on the
number of fundamental principles of duty
the theory identifies
Monist = 1
Pluralist = more than 1

Kant
Immanuel Kant (1724-1804) is the most
influential deontologist
Rejecting Consequentialism
"A good will is good not because of what it effects
or accomplishes." Even if by bad luck a good
person never accomplishes anything much, the
good will would "like a jewel, still shine by its own
light as something which has its full value in itself."

The Categorical Imperative


Kant claims that all our actions should be judged
according to a rule he calls the Categorical
Imperative
First Version: "Act only according to that
maxim [i.e., rule] whereby you can at the same
time will that it become a universal law."

E.g., telling a lie whenever you need to borrow


money is morally wrong because this sort of act is
not universalizable.
If everyone acted this way, the whole practice of
promising to repay a loan would collapse.

The Second Version of the C.I.


Second Version (The practical imperative):
Act in such a way that you treat humanity,
whether in your own person or in the person of
another, always at the same time as an end and
never simply as a means.
Note: Kant is a monist since he thinks both
versions of the C.I. ultimately say the same
thing
This means there are certain ways we must not
treat people (no matter how much utility might be
produced by treating them in those ways)
E.g., dont lie to a patient

The Virtue Theory


Seeks to develop individual character
Assumes good persons will make good decisions
Developed by Plato and Aristotle
Integral to the Jesuit tradition
The Spiritual Exercises
Provides a way of integrating all the theories

DISKUSI

Apakah ilmu pengetahuan terikat


pada nilai ataukah tidak?
Apakah pengetahuan dapat dipisahkan dari
nilai-nilai budaya, sosial, dan politik?
Haruskah rasionalitas manusia dipisahkan
dari nilai-nilai kemanusiaannya sehingga
ilmu pengetahuan dapat mencapai jawaban
yang objektif?

Apakah memanfaatkan ilmu pengetahuan


yang didapatkan dengan cara yang tidak
bermoral dapat dibenarkan secara etika?
Ilmu, bagaimanapun cara dia didapatkan, telah menjadi
pengetahuan yang dirumuskan. Sikap moral yang harus
kita bangun dari permasalahan tersebut adalah
menjadikannya sebagai pelajaran yang berharga untuk
tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Seluruh kejadian yang dijelaskan di atas, telah membuat
para ilmuan berpikir bahwa tidak ada manusia yang bebas
kepentingan dalam mencapai kehendaknya. Tugas kita
sebagai agen moral adalah memastikan bahwa upaya
tersebut dilakukan tanpa mencederai harkat dan martabat
manusia.

Kesimpulan
Bahwa ilmu pengetahuan sudah selayaknya terikat
pada nilai-nilai yang berlaku. Pada hal inilah, moralitas
ilmu pengetahuan dapat dipertanggungjawabkan
Tanggung jawab moral keilmuan terkait tidak hanya
penerapannya, tetapi dari ide dan perencanaan
penelitiannya. Oleh karena itu, penting bagi seluruh
ilmuan (termasuk mahasiswa) untuk memperhatikan
Etika Keilmuan disemua tahapan pembelajaran.

Tambahan
Dalam pembahasan terkait dengan Tanggung
Jawab Keilmuan, aspek tanggung jawab moral
hanyalah salah satu aspek dari 2 aspek penting
lainnya, yaitu:
1. Tanggung Jawab Ilmiah, dan
2. Tanggung Jawab Sosial
Ketiga bentuk tanggung jawab tersebut haruslah
dilaksanakan secara bersama-sama demi
mencapai penguasaan dan penerapan ilmu
pengetahuan secara komprehensif

TERIMA KASIH