Anda di halaman 1dari 19

PELUANG

& TANTANGAN WISATA BUDAYA


DI INDONESIA

Disampaikan oleh :
Bapak H. ASNAWI BAHAR, SE, M.Si
KETUA UMUM ASITA Indonesia

PENDAHULUAN :
Salam Sejahtera,
Sebagai negara Republik yang memiliki satu kesatuan di dalam
tatanan kepulauan Nusantara, tentunya bukan merupakan hal yang
mustahil jika di dalam memiliki kekayaan alam dan budaya yang
begitu mempesona.
Dalam menunjang dan memperkenalkan potensi pariwisata yang
ada melalui bidang usaha industri pariwisata, maka sudah menjadi
tugas kita dalam menjaga, memelihara dan mensosialisasikan
potensi pariwisata tersebut.
Sebagai jawaban terhadap pengembangan potensi pariwisata dan
mensosialisasikannya kepada pelaku usaha baik dalam maupun
luar negeri, maka alangkah baiknya jika kita memberikan perhatian
dan dukungan terhadap progam-program yang dilakukan baik
melalui Kementerian maupun melalui para pakar dibidang
pariwisata.
Sedangkan dalam menghadapi tantangan dan peluang di bidang
pariwisata, Pemerintah melakukan perubahan perannya dibidang
pariwisata, saat ini pemerintah lebih fokus kepada tugasnya

Peluang pariwisata dapat dibagi dalam beberapa Potensi


wisata yaitu :

Wisata Budaya

Wisata Alam

Wisata Minat khusus

Wisata Kelautan

Wisata Sejarah dan arkeologi

Wisata Flora dan Fauna

Wisata Budaya ( Cultural Tourism ) :


Keragaman budaya atau "cultural diversity" adalah keniscayaan yang ada di bumi
Indonesia. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan
kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai
kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari
berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada di daerah tersebut. Dalam
wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi sebagian penduduk Indonesia
tinggal tersebar di pulau-pulau di nusantara. Mereka mendiami pegunungan,
tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga
berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan
masyarakat di Indonesia yang berbeda. Keanekaragaman kebudayaan Indonesia
secara sosial budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah
dinamika interaksi antar kebudayaan yang dirangkai sejak dulu. Interaksi antar
kebudayaan dijalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang
berbeda, namun juga meliputi antar peradaban yang ada di dunia pada lingkup
pergaulan dunia internasional pada saat terdahulu sampai sekarang ini.
Dari seluruh potensi budaya yang ada tersebut terdapat budaya-budaya daerah
yang belum tergali atau di kenal secara luas, baik di kalangan wisata domestik
maupun manca negara.
Potensi budaya dari beberapa daerah yang sudah ada dan yang akan dijadikan
potensi wisata ini merupakan potensi / peluang wisata yang dapat dipasarkan
sebagai salah satu peluang usaha di bidang pariwisata dalam mensejahterakan
dan meningkatkan masyarakat di daerahnya masing-masing.

Salah satu Budaya Daerah yang harus mendapatkan


perhatian sebagai Wisata Unggulan Daerah yaitu :

Wisata perjalanan Cheng Ho, Cheng Ho (1371 1435) adalah pria muslim
keturunan Tionghoa,berasal dari propinsi Yunnan di Asia Barat Daya, lahir
dari keluarga muslim dan telah menjalankan ibadah haji yang dikenal
dengan haji Ma.

Napak tilas perjalanan cheng ho merupakan Wisata Daerah yang memiliki


keunikan, di mana Cheng Ho telah melakukan persinggahan dan menetap
di 10 kota yang berada di Indonesia yaitu mulai dari Aceh, Bangka
Belitung, Kepulauan Riau, Palembang, Jakarta, Surabaya, Subang, Cirebon,
Bali, dan Semarang.

Tujuan dari dibuatnya Wisata Perjalanan Cheng Ho :


- Meningkan peran dan merealisasikan potensi wisata yang dimiliki agar
tercapai peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun
domestik.
- Mendukung pengembangan destinasi dan pemasaran pariwisata
- Menarik wisatawan domestik maupun manca negara termasuk Tiongkok

Wisata Alam ( Nature Tour ) :


Indonesia memilki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum
dikembangkan secara maksimal, termasuk didalamnya di sektor
pariwisata. Untuk lebih memantapkan pertumbuhan sektor pariwisata
dalam rangka mendukung pencapaian sasaran pembangunan,
sehingga perlu diupayakan pengembangan produk-produk yang
mempunyai keterkaitan dengan sektor pariwisata. Pengembangan
kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai
kepribadian
dan
pengembangan
budaya
bangsa,
dengan
memanfaatkan seluruh potensi keindahan dan kekayaan alam
Indonesia. Pemanfaatan disini bukan berarti merubah secara total,
tetapi lebih berarti mengelola, memanfaatkan dan melestarikan
setiap potensi yang ada, dimana potensi tersebut dirangkaikan
menjadi satu daya tarik wisata yang menjanjikan untuk dilestarikan
dan diberdayagunakan sebagai potensi dalam industri pariwisata.

Wisata Minat Khusus ( Special interest tour ) :


Wisata minat khusus adalah suatu bentuk perjalanan wisata, di mana
wisatawan melakukan perjalanan atau mengunjungi suatu tempat
karena memiliki suatu minat atau motivasi khusus mengenai suatu
jenis objek atau kegiatan yang dapat ditemui atau dilakukan di
sebuah lokasi wisata.
Wisata Minat khusus ini memiliki kaitan dengan bentuk kegiatan
petualangan, dimana wisatawan secara fisik akan mengalami dan
mendapatkan untusur tantangan yang harus dilakukan.
Dengan potensi yang dimiliki oleh beberapa daerah yang ada di
Indonesia tentunya dapat dijadikan objek yang menarik dalam
pengenalan minat khusus ini, seperti potensi minat khusus yang
dapat diperkenalkan yaitu safari di daerah terpencil, trecking, hiking,
pendakian gunung, rafting dan penelusuran gua dan berperahu.
Untuk beberapa negara minat khusus ini merupakan pasar yang
dicari dan diminati karena karekter lokasi yang cukup menarik.

Wisata Kelautan ( Marine Tour ) :


Keindahan pemandangan laut di Indonesia sudah banyak
dikenal oleh wisatawan termasuk dari manca negara,
hampir seluruh kawasan pantai Indonesia memiliki daya
tarik tersendiri yang memukau hati para wisatawan.
Dengan potensi daya tarik laut yang begitu banyak
ragamnya, sudah barang tentu menjadi pasar wisata di
bidang kelautan yang menarik untuk dijadikan pangsa
pasar yang sangat potensial. ( Bunaken, Raja Ampat, Pantai
di Lombok, Bali, Pangandaran dll. )

Wisata Sejarah dan Purbakala (Historical and


archaeological tour ) :
Dengan banyaknya terdapat candi-candi, situs-situs dan
bendungan di wilayah Indonesia, memungkinkan candi
dan situs tersebut menjadi objek wisata yang cukup
menarik untuk dikemas sebagai potensi dan peluang
pasar wisata dibidang sejarah dan purbakala/akreologi.
Terbukti dengan adanya beberapa canti dan situs yang
menjadi daya tarik wisata bagi para pelancong /
wisatawan manca negara yang ingin mengenal dan
mencari dari benda-benda sejarah yang ada di
Indonesia. ( Candi Borobudur, Prambanan, Dieng, Situs
Purbakala Bukit Padang dll. )

Wisata Flora dan Fauna ( Flora & Fauna Tour ) :


Indonesia memiliki beribu-ribu jenis species Flora dan Fauna
yang tersebar diseluruh bentangan pulau yang terdiri dari
hutan, laut dan daratan, ini merupakan Objek dan daya tarik
alam, flora dan fauna yang menjadikan kawasan pengelolaan
objek dan daya tarik wisata. Kawasan alam, flora dan fauna di
Indonesia memliliki jenis dan karakter species yang berbeda,
sehingga potensi wisata ini menjadi suatu produk yang menarik
sebagai objek wisata yang dikenal oleh wisatawan dari amerika,
eropa dan asia. Pengelolaan Potensi wisata flora dan fauna ini
harus dilakukan secara bijaksana karena sumber daya alam
maupun ekosistemnya sangat peka terhadap perubahanperubahan untuk pengembangan jenis-jenis dan daya tarik
wisata dan ini memerlukan keterlibatan berbagai unsur. Unsurunsur ini perlu digali dan dipahami, sehingga pendekatan
langkah untuk pengembangan dan pemanfaatanya potensi
wisata ini dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sehingga
kawasan-kawasan tersebut dapat dijadikan peluang usaha di
bidang pariwisata.

Tantangan Usaha Pariwisata Khususnya


Wisata Budaya di Indonesia :
Infrastruktur
Budaya Lokal
Kebijakan / Peraturan Pemerintah
Otonomi Daerah
Sumber Daya Manusia

Infrastruktur :
Di dalam pengembangan pariwisata suatu daerah
terkendala oleh tidak ditunjangnya Infrastruktur
yang baik dikarenakan alasan-alasan kesulitan
seperti lokasi yang sulit, transportasi, jalan yang
belum memadai, penerbangan yang tidak
menunjang menuju daerah kunjungan objek
wisata serta dukungan dari Pemerintah Daerah
yang kurang serius dan kurang tanggap terhadap
persoalan kepariwisataan.

Budaya Lokal :
Selain
dari
kurangnya
perhatian
terhadap infrastruktur, persoalan lain
adalah kurang terbukanya dari daerahdaerah yang memiliki potensi wisata
terhadap perkembangan wisata, hal ini
terkendala pula dengan adat istiadat
dan takut tidak terpeliharanya keaslian
dari budaya daerah tersebut.

Kebijakan / Peraturan Pemerintah :


Kebijakan
/
peraturan
pemerintah
mengenai
pengembangan
dan
pengelolaan potensi wisata di daerah
kadang
tidak
ditunjang
oleh
pemerintahan di bawahnya / di daerah.
Kebijakan yang tidak sinkron lah yang
menyebabkan
perkembangan
suatu
potensi wisata menjadi terkendala.

Otonomi Daerah :
Sama halnya dengan kebijakan /
peraturan
pemerintah
mengenai
kepariwisataan yang disampaikan ke
daerah tidak mengalami kecocokan baik
tujuan dan penyelenggaraannya, ini
dikarenakan
pemerintah
daerah
khususnya dinas kepariwisataan memiliki
kebijakan / peraturan yang disesuaikan
dengan otonomi daerahnya.

Sumber Daya Manusia :


Merupakan salah satu penunjang
dalam
menentukan
kemajuan
potensi wisata pada suatu daerah,
karena dengan memiliki sumber
daya manusia yang siap dan
berpengalaman menjadikan potensi
wisata di daerah / tempat tujuan
wisata dapat berkembang dengan
baik.

Kesimpulan :
Peluang bisnis pariwisata sangat menjanjikan. Pengolahan
secara tepat dan strategi pamasaran yang tepat adalah kunci
keberhasilan dalam manjalani bisnis pariwisata ini. Tidak hanya
itu peluang bisnis pariwisata ini dapat meningkatkan pendapatan
daerah.
Untuk memasuki bisnis pariwisata kita harus memiliki banyak
partner dan menyajikan sesuatu yang berbeda dari wisata yang
lain. Sesuatu yang berbeda membuat kita siap untuk memulai
bisnis, tetapi kadang kala kita tidak siap berkompetisi.
Untuk meraih keberhasillan maka kita harus siap untuk
berkompetisi dengan menyediakan produk berupa jasa maupun
palayanan yang baik. Oleh karena itu diperlukan strategi
pemasaran yang baik, diantaranya :
Pengidentifikasi dan menggali potensi Objek Daya Tarik Wisata
(ODTW).
Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.
Perbaikan image dan produk pariwisata.
Menentukan target dan segmen pasar.

Tantangan pengembangan Wisata Daerah

yang
dihadapi disamping letak geografis dan stategis serta
finansial yang kurang mendukung, tidak kalah
pentingnya adalah kesiapan sumber daya manusia.
Dimana SDM adalah salah satu faktor penentu juga
dalam
keberhasilan
menjawab
tantangan
pengembangan pariwisata.
Tiga
tantangan
utama
yang
harus
dihadapistakeholderpariwisata
nasional
dalam
menghadapi perkembangan pariwisata khusunya wisata
daerah, yakni adanya perubahan prilaku dan keinginan
wisatawan dalam menghadapi krisis global, peningkatan
pencitraan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang
aman, serta ketersediaannya kapasitas dan kualitas
produk wisata khususnya Wisata Daerah.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH