Anda di halaman 1dari 31

TUGAS TERMODINAMIKA TEKNIK

(USAHA, KALOR & HUKUM TERMODINAMIKA 1)

DISUSUN OLEH:
DADIH (4315215006)
EKO BAYU SETIAWAN (435215008)

LATAR BELAKANG

Termodinamika adalah bidang ilmu yang meliputi hubungan antara panas


dan jenis energi lainnya. Termodinamika ditemukan dan diteliti awal tahun
1800-an. Pada saat itu termodinamika mendapat perhatian karena
penggunaan mesin uap.
Termodinamika dapat dipecah menjadi empat hukum. Meskipun hukum
yang ke nol ditambahkan ke dalam hukum termodinamika setelah tiga
hukum lainnya, hukum ke nol biasanya dibahas terlebih dahulu. Ini
menyatakan bahwa jika dua sistem berada dalam kesetimbangan termal
dengan sistem ketiga, maka mereka berada dalam kesetimbangan termal
satu sama lain.
Dengan kata lain, jika dua sistem memiliki temperatur yang sama dengan
sistem yang ketiga, maka ketiganya memiliki suhu yang sama.

A.

USAHA & ENERGI MEKANIK

Usaha
Pada bagian ini membahas mengenai konsep energi dan konsep usaha yang erat
hubungannya, yang merupakan besaran-besaran skalar. Energi bersifat penting karena dua
hal. Pertama, energi merupakan besaran yang kekal. Kedua, energi merupakan konsep yang
tidak hanya berguna dalam mempelajari gerak, tetapi juga pada semua bidang fisika dan ilmu
lainnya.
Konsep usaha adalah kerja yang dilakukan pada sebuah benda oleh gaya yang konstan
didefinisikan sebagai hasil kali besaran perpindahan dengan komponen gaya yang sejajar
dengan perpindahan. Dalam persamaan dapat dituliskan.
W=F.d
Dimana :
W : Usaha (Joule)
F
: Gaya (Newton)
d : Jarak (Meter)

A.

USAHA & ENERGI MEKANIK

Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda karena
gerakannya atau posisi. Dengan kata lain, sebuah objek memiliki energi
mekanik ketika memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan karena
posisinya atau gerak. Energi mekanik dapat mengambil bentuk baik energi
kinetik, yang energi karena gerakan obyek, atau energi potensial, yang
disimpan energi karena posisi obyek.
Di dalam fisika, energi mekanik adalah hasil jumlah dari energi
potensial dan energi kinetik yang hadir di dalam komponen-komponen
sistem mekanis.

A.

USAHA & ENERGI MEKANIK

Rumus Energi Mekanik


EM = EP + EK
Keterangan:

EP
EP
EK
EK

: energi potensial (joule)


= mgh
: energi kinetik (joule)
= mv2

Dimana :

m
g
h
m
v

= massa (kg)
= percepatan gravitasi (m/s2)
= tinggi benda dari permukaan bumi (m)
= massa (kg)
= kecepatan (m/s)

A.

USAHA & ENERGI MEKANIK

Contoh Soal Energi Mekanik


Sebuah benda bermassa 2 kg bergerak jatuh sehingga pada ketinggian 2 m di
atas tanah kecepatannya 5 m/s, apabila g = 10 m/s 2 berapakah:
a. Energi kinetik benda tersebut?
b. Energi potensial benda tersebut?
c. Energi mekanik benda tersebut?
d. Energi benda ketika menyentuh tanah?

Penyelesaian:
a. EK = mv2
= 2 52
= 25 joule

A.

Usaha & Energi Mekanik

b. EP = m.g.h
= 2 10 2
= 40 joule
c. EM = EK + EP
= 25 + 40
= 65 joule
d. Energi benda ketika menyentuh tanah = energi mekanik benda tersebut.
Jadi energi benda ketika menyentuh tanah = 65 joule.

B.

USAHA UNTUK MENGUBAH VOLUME

Proses-Proses dalam Termodinamika


Ada beberapa proses yang berhubungan dengan usaha berkaitan dengan
perubahan volume, suhu, tekanan, dan energi dalam gas. Proses-proses
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

B. USAHA UNTUK MENGUBAH VOLUME

1.

Isobarik
Isobarik merupakan proses perubahan keadaan sistem pada tekanan tetap. Usaha yang dilakukan pada proses
isobarik adalah luas daerah yang diarsir pada Gambar dibawah ini. Usaha yang dilakukan adalah:

W = p V = p(VB VA)
.

Keterangan :
VA = volume awal proses (m3)
VB = volume akhir proses (m3)
P = tekanan gas (N/m2)
W = usaha (Joule)

B. USAHA UNTUK MENGUBAH VOLUME

2. Isotermik
Isotermik merupakan perubahan keadaan sistem pada suhu tetap. Usaha yang dilakukan sistem
merupakan luas di bawah grafik p V pada Gambar dibawah ini. Usaha pada proses isotermik
dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan :
n = jumlah mol
R = 8,314 J/mol K
T = suhu mutlak (K)
VB = volume akhir (m3)
VA = volume awal (m3)

B. USAHA UNTUK MENGUBAH VOLUME

3. Isokhorik
Isokhorik merupakan suatu proses perubahan keadaan sistem pada volume tetap. Grafik p-V
pada proses isobarik dinyatakan oleh Gambar berikut. Usaha pada proses isokhorik bernilai
nol karena volume sistem tidak berubah.

W = p V = p(0) = 0

Keterangan :
W = usaha (Joule)
P = tekanan gas (N/m2)

B. USAHA UNTUK MENGUBAH VOLUME

4. Adiabatik
Adiabatik merupakan proses perubahan sistem tanpa ada kaloryang masuk maupun keluar. Persamaan yang
berlaku pada proses adiabatik sebagai berikut.

P1 V1 = P2 V2
T1 V1-1 = T2 V2-1

Keterangan :
= konstanta Laplace
Cp = kalor jenis gas pada tekanan tetap (J/kg K)
Cv = kalor jenis gas pada volume tetap (J/kg K)

C.

ENERGI SISTEM

Sistem Energi dalamTermodinamika

Dalam termodinamika dikenal istilah sistem dan lingkungan. Sistem


adalah benda atau sekumpulan apa saja yang akan diteliti atau diamati dan
menjadi pusat perhatian. Sedangkan lingkungan adalah benda-benda yang
berada diluar dari sistem tersebut. Sistem bersama dengan lingkungannya
disebut dengan semesta atau universal. Batas adalah perantara dari sistem
dan lingkungan.
Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara
sistem dan lingkungannya, yaitu :

C. ENERGI SISTEM

1. Sistem terbuka
Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda (materi) dengan
lingkungannya. Sistem terbuka ini meliputi peralatan yang melibatkan adanya aliran massa kedalam atau keluar
sistem seperti pada motor bakar. Sistem mesin motor bakar adalah ruang didalam silinder mesin, dimana
campuran bahan bahan bakar dan udara masuk kedalam silinder, dan gas buang keluar sistem. Pada sistem
terbuka ini, baik massa maupun energi dapat melintasi batas sistem yang bersifat permeabel. Dengan demikian,
pada sistem ini volume dari sistem tidak berubah sehingga disebut juga dengan control volume.

Perjanjian yang kita gunakan untuk menganalisis sistem adalah :

Untuk panas (Q) bernilai positif bila diberikan kepada sistem dan bernilai negatif bila keluar dari sistem

Untuk usaha (W) bernilai positif apabila keluar dari sistem dan bernilai negatif bila diberikan (masuk) ke
dalam sistem.

C. ENERGI SISTEM

2.

Sistem tertutup

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi
pertukaran zat dengan lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas suatu jumlah massa yang tertentu
dimana massa ini tidak dapat melintasi lapis batas sistem.
Dalam sistem tertutup, meskipun massa tidak dapat berubah selama proses berlangsung, namun
volume dapat saja berubah disebabkan adanya lapis batas yang dapat bergerak (moving
boundary) pada salah satu bagian dari lapis batas sistem tersebut. Contoh sistem tertutup adalah
suatu balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon tetap, tetapi volumenya
berubah dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam balon.
Suatu sistem dapat mengalami pertukaran panas atau kerja atau keduanya, biasanya
dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
Pembatas adiabatik : tidak memperbolehkan pertukaran panas.
Pembatas rigid
: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.

C. ENERGI SISTEM

3) Sistem terisolasi
Sistem yang mengakibatkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat
atau kerja dengan lingkungannya. Contohnya : air yang disimpan dalam
termos dan tabung gas yang terisolasi. Dalam kenyataan, sebuah sistem
tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi
sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan
gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem
sama dengan energi yang keluar dari sistem.

D. KALOR & PERPINDAHAN KALOR

Pengertian kalor adalah salah satu bentuk energi yang berpindah dari
benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah.
Oleh karena kalor merupakan salah satu bentuk energi, maka satuan
kalor adalah joule. Pada kehidupan sehari-hari kalor sering juga
dinyatakan dalam satuan kalori. Satu kalori didefinisikan sebagai
banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air
hingga suhunya naik 1 C. Hubungan antara joule dan kalori
dinyatakan sebagai berikut.
1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

D. KALOR & PERPINDAHAN KALOR

Kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih
rendah. Kalor dapat berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan
radiasi.
a)

Perpindahan Kalor secara Konduksi


Perpindahan kalor secara konduksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat
tanpa disertai dengan perpindahan molekul-molekul zat tersebut. Benda yang
bersifat konduktor dan isolator sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, panci pada umumnya terbuat dari bahan yang bersifat konduktor, seperti
aluminium, tembaga, atau besi. Hal itu dikarenakan bahan-bahan yang bersifat
konduktor mudah untuk menghantarkan kalor dari api ke bahan makanan atau air.

D. KALOR & PERPINDAHAN KALOR

b). Perpindahan Kalor secara Konveksi


Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran, di mana zat perantaranya
ikut berpindah. Jika partikel berpindah dan mengakibatkan kalor merambat, maka terjadilah konveksi.
Konveksi terjadi pada zat cair dan gas ( udara/angin ).
Perpindahan panas secara konveksi juga terjadi dalam peristiwa alam, seperti terjadinya angin laut dan
angin darat. Pada siang hari, panas matahari menyebabkan daratan lebih cepat panas daripada lautan. Hal
ini menyebabkan udara di atas daratan menjadi lebih panas daripada udara di atas laut. Oleh karena itu,
udara di atas daratan naik dan tempatnya digantikan oleh udara di atas laut sehingga terjadilah aliran
udara dari lautan menuju daratan yang dinamakan angin laut. Pada malam hari, daratan lebih cepat
dingin daripada lautan. Hal ini menyebabkan udara di atas daratan lebih dingin daripada udara di atas
lautan. Oleh karena itu, udara di atas laut naik dan tempatnya digantikan oleh udara di atas darat
sehingga terjadilah aliran udara dari daratan menuju lautan yang dinamakan angin darat.

D. KALOR & PERPINDAHAN KALOR

c).

Perpindahan Kalor secara Radiasi

Perpindahan kalor secara radiasi adalah proses perpindahan kalor


yang tidak memerlukan zat perantara.
Contoh perpindahan dari perpindahan kalor secara radiasi adalah
ketika kita membuat api unggun, , panas dari api unggun tersebut dapat
sampai ke tubuh kita tanpa melalui zat perantara.

E. HUKUM 1 TERMODINAMIKA

Hukum I termodinamika merupakan salah satu dari hukum fisika yang


berhubungan dengan kekekalan. Di dalam fisika kita mengenal bermacam
macam hukum kekekalan seperti hukum kekekalan energi, hukum
kekekalan massa, hukum kekekalan momentum dll.

E. HUKUM 1 TERMODINAMIKA

Hukum I termodinamika menyatakan bahwa "Jumlah kalor pada suatu sistem


adalah sama dengan perubahan energi di dalam sistem tersebut ditambah
dengan usaha yang dilakukan oleh sistem. Energi dalam sistem adalah jumlah
total semua energi molekul yang ada di dalam sistem. Apabila sistem
melakukan usaha atau sistem memperoleh kalor dari lingkungan, maka energi
dalam sistem akan naik. Sebaliknya energi dalam sistem akan berkurang jika
sistem melakukan usaha terhadap lingkungan atau sistem memberi kalor pada
lingkungan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perubahan energi
dalam pada sistem tertutup merupakan selisih kalor yang diterima dengan
usaha yang dilakukan sistem.

E. HUKUM 1 TERMODINAMIKA

Rumus Hukum 1 Termodinamika


Q = U+W
Dimana :
U : Perubahan energi dalam sistem (J)
Q : Kalor yang diterima/dilepas sistem (J)
W : Usaha (J)

Dengan ketentuan, jika:


Q(+) sistem menerima kalor
Q(-)

sistem melepas kalor

W(+) sistem melakukan usaha


W(-)

sistem menerima usaha

U(+) terjadi penambahan energi dalam


U(-) terjadi penurunan energi dalam

F. LAJU PERUBAHAN ENERGI UNTUK SISTEM


TERTUTUP

Kesetimbangan Energi untuk Sistem Tertutup


Interaksi antara sistem dengan sekeliling yang menyebabkan
perpindahan panas dan perbedaan bentuk kerja.
Dengan persamaan :

Q = m.c.(T2 T1)
dimana:
Q = energi termal (joule)
c = kalor jenis (J/kgC)

m = massa (kg)
T = temperatur (C)

G. KAPASITAS KALOR
Kapasitas kalor diartikan sebagai banyaknya kalor yang diserap oleh suatu
benda bermassa tertentu untuk menaikkan suhu sebesar 1 C. Satuan kapasitas
kalor dalam sistem International yaitu J/K.
Untuk mengetahui banyaknya kalor yang dilepas atau diterima oleh suatu zat
digunakan persamaan :
Q = m.c.T
Dimana :
Q = banyaknya kalor yang dilepas atau diterima oleh suatu benda (Joule)
m = massa benda yang menerima atau melepas kalor (kg)
c
= kalor jenis zat (J/KgC)
T = perubahan suhu (C)

G. KAPASITAS KALOR

Untuk

menentukan kalor jenis suatu zat digunakan persamaan :

C = Q / m.T
Dimana :
C = kalor jenis zat (J/KgC)
Q = banyaknya kalor yang dilepas atau diterima oleh suatu benda (Joule)
m = massa benda yang menerima atau melepas kalor (kg)
T = perubahan suhu (C)
Untuk

menentukan kapasitas kalor suatu zat digunakan persamaan :

C = Q / T
Dimana :
C = kapasitas kalor (J/K)
Q = banyaknya kalor (J)
T = perubahan suhu (K)

H. ENTALPI

Entalpi adalah pertukaran energi panas yang terjadi selama reaksi kimia. Entalpi
memiliki simbol H dan diukur dalam kJ / mol, atau kilojoule per mol. Energi ditukar
dengan lingkungan sekitarnya pada tekanan konstan disebut perubahan entalpi dari
suatu reaksi.
Entalpi (H) adalah jumlah energi yang dimiliki sistem pada tekanan tetap. Entalpi (H)
dirumuskan sebagai jumlah energi yang terkandung dalam sistem (E) dan kerja (W).
H=W+E
dengan:
W= PV
dimana:
E = energi (joule)
W = kerja sistem (joule)
V = volume (liter)
P = tekanan (atm)

H. ENTALPI

Hukum kekekalan energi menjelaskan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan
tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari bentuk energi yang satu
menjadi bentuk energi yang lain. Nilai energi suatu materi tidak dapat diukur, yang
dapat diukur hanyalah perubahan energi (E). Demikian juga halnya dengan
entalpi, entalpi tidak dapat diukur, kita hanya dapat mengukur perubahan entalpi
(H).
H = Hp Hr
dimana:
H = perubahan entalpi
Hp = entalpi produk
Hr = entalpi reaktan atau pereaksi

Bila H produk > H reaktan, maka H bertanda positif, berarti terjadi penyerapan
kalor dari lingkungan ke sistem.
Bila H reaktan > H produk, maka H bertanda negatif, berarti terjadi pelepasan
kalor dari sistem ke lingkungan.

I. ANEKA RAGAM GAS IDEAL

Gas ideal adalah gas teoritis yang terdiri dari partikel-partikel


titik yang bergerak secara acak dan tidak saling berinteraksi. Konsep gas
ideal sangat berguna karena memenuhi hukum gas ideal,
sebuah persamaan keadaan yang disederhanakan, sehingga dapat dianalisis
dengan mekanika statitika.

I. ANEKA RAGAM GAS IDEAL

Ragam gas ideal mengikuti asumsi berikut ini:

Molekul gas tidak dibedakan, berukuran kecil, dan berbentuk bola.


Semua tabrakan antar gas bersifat elastis dan semua gerakannya tanpa
friksi (tidak ada energi hilang pada gerakan atau tabrakan).
Menggunakan hukum Newton.
Jarak rata-rata antar molekul jauh lebih besar daripada ukuran molekul.
Molekul secara konstan bergerak pada arah acak dengan distribusi
kecepatan.
Tidak ada gaya atraktif atau repulsif antara molekul atau sekitarnya.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH