Anda di halaman 1dari 42

CT SCAN KEPALA PADA

PASIEN STROKE

PERAN CT SCAN

Gold standard dalam diagnosis stroke


Dapat dijumpai gambaran

Stroke iskemik
Infark
emboli

Stroke hemorragik
Intraserebral
Intraventrikular
Sub arachnoid

Membaca CT Scan pada Kasus


Stroke

Kenali dulu, CT Scan Normal, beserta


struktur-struktur penting

Normal
head
CT

CT Scan Normal
Lobus frontalis

Lobus parietal

Gyrus

Sulcus
Batas gray
mater and whie
matter

Lobus frontalis

Ventrikel lateral

Lobus parietal

Lobus oksipital

Lobus frontalis

Lobus parietal
Lobus Temporal
Ventrikel
lateralis kornu
posterior +
pleksus
chroideus
Lobus oksipital

lateralis kornu
anterior +
pleksus
chroideus
Septum
pelusidum
Basal ganglia

Thalamus
Ventrikel
lateralis kornu
posterior +
pleksus

Ventrikel III

Kapsula interna

Sisterna ambient

Lobus temporal

mesensefalon

Sisterna
Kuadrigemina

Pons

Cerebellum

Pons

Ventrikel IV

Cerebellum

CT Scan pada Stroke


Iskemik

Area hipodens sesuai daerah


vaskularisasi otak, semakin kronis lesi
semakin hipodens
Pada lesi akut sering CT scan masih
terlihat normal, perhatikan klinis
Bila hipodens cukup luas dan berbentuk
baji dan terkadang disertai midline shift
stroke emboli

Area Vaskularisasi
ACA

ACM

ACP

esi hipodens berbentuk baji luas pada hemisfer dekstra,,


esuai dengan area a cerebri media disertai midline shift
ejauh ...... cm, sesuai gambaran stroke infark emboli

Melaporkan hasil
INFARK
Infark pada ........(lokasi) ....., sesuai
dengan distribusi ACA/ACM/ACP
EMBOLI
Area hipodens luas pada hemisfer d/s
sesuai dengan distribusi ACM dengan
midline shift sejauh ....

Area hipodens pada


kapsula interna kanan
sesuai distribusi ACM

CT SCAN KEPALA PADA


PERDARAHAN INTRASEREBRAL

Darah pada CT scan terlihat sebagai area


hiperdense dengan densitas 55-99 HU
Terdapat efek massa, biasanya ada
pendorongan, midline shift, atau
kompresi ventrikel

CT SCAN KEPALA PADA STROKE


HEMORRHAGIK

Yang penting dilaporkan adalah:

Lokasi
Lobar, basal gangglia, thalamus, branstem,

serebellum, intraventrikular, subarachnoid


Bila lobar hitung jarak terdekat dari kalvaria

Volume
Dihitung dengan rumus Broderick

(P x l x jumlah irisan yang +)/2


Untuk irisan setebal 1 cm, bila 0,5 cm maka dibagi empat

CT SCAN KEPALA PADA STROKE


HEMORRAGIK

Efek massa

Midline shift
Kompresi ventrikel
Hidrosefalus non komunikans
Edema serebri

Midline shift

Pergeseran dari
garis tengah
diukur berdasarkan
posisi septum
pelusidum akibat
pendorongan
massa hematoma
dan edema serebri
Menunjukkan
adanya potensi
herniasi

Edema Cerebri Difus

Sulkus gyrus
menghilang
Batas gray matter
dan white matter
kabur atau hilang
Ventrikel
menyempit,
Gambaran sisterna
quadrigemina
menyempit atau
menghilang

Hidrosefalus

Ukuran
ventrikel
melebar
Ujung tumpul
Bila terdapat
area hipodens
pada kornu
ventrikel
lateralis
menunjukkan
proses sedang
akut

Perdaraha
n pada
pons

Perdarahan
intraventrikel
dengan
hidrosefalus non
komunikans

Perdarahan
cerebellum kiri
dengan ukuran 4x3
x ... Yang
menyebabkan
kompresi ventrikel
IV dabn
menyebabkan
hidrosefalus non
komunikans

Gambaran hiperdens
pada ruang
subarachnoid dengan
edema serebri difus
sesuai gambaran SAH

Perdarahan
subarachnoi
d akibat
ruptur
aneurisma
pada arteri
communicating anterior

Lets Try to
report
1,4

1
5,1 x 7,2

Misal
perdaraha
n terlihat
pada 6
slice
setebal 1
cm

3 x 3.5

Misal
perdarah
anterlihat
sampai 4
slice

2x1

Terlihat di
3 slice,
usia
pasien 80
tahun

Bedah atau Konservatif ?

For most patients with ICH, the


usefulness of sur-gery is uncertain (Class
IIb; Level of Evidence: C). (New
recommendation) Specific exceptions to
this recommendation follow
Patients with cerebellar hemorrhage who
are deteriorating neurologically or who
have brainstem compression

Bedah atau Konservatif ?

and/or hydrocephalus from ventricular


obstruction should undergo surgical
removal of the hemorrhage as soon as
possible (Class I; Level of Evidence: B).
For patients presenting with lobar clots
>30 mL and within 1 cm of the surface,
evacuation of supratentorial ICH by
standard craniotomy might be considered
(Class IIb; Level of Evidence: B)

Bedah atau Konservatif ?

Although theoretically attractive, no clear


evidence at present indicates that ultraearly removal of supratentorial ICH
improves functional outcome or mortality
rate. Very early craniotomy may be
harmful due to increased risk of recurrent
bleeding (Class III; Level of Evidence: B)

AHA-ASA Intracerebral hemorrhage guideliness 201

Bedah atau Konservatif ?

Thanks