Anda di halaman 1dari 40

TEKNIK PERANCANGAN

DAN PELAKSANAAN
TES HASIL BELAJAR
Dian Eka Amrina, S.Pd, M.Pd

PENILAIAN
YANG BENAR DAN BAIK
Soal

(alat tes) nya memiliki


validitas dan reliabilitas yang
tinggi (sesuai dan terpercaya).
Pelaksanaannya

praktis, efektif,
efisien, tertib, adil / setara.
Proses

penilaiannya obyektif,
wajar, adil, teliti, akurat.
Penguji

/ penilainya ahli,
kompeten, jujur.

Syarat Instrumen Penilaian


Karakteristik

mata pelajaran dan keluasan


ruang lingkup materi yang akan di uji
Terpenuhi

Syarat SUBSTANSI
(Merepresentasikan kompetensi yang
hendak dinilai;
Terpenuhi

syarat KONSTRUKSI
(bentuk sajian instrumen memenuhi
peryaratan teknis sebagai alat ukur yang
tepat);
Terpenuhi

syarat penggunaan BAHASA


(bahasa yang digunakan baik, benar,dan
komunikatif)

KOMPONEN PENYUSUNAN TES

I.

TUJUAN TES.
TUJUAN TES YANG PENTING
ADALAH UNTUK MENGATAHUI APAKAH
SISWA
TELAH ATAU BELUM
MENGUASAI KOMPETENSI TERTENTU:

1. MENGETAHUI TNGKAT KEMAMPUAN


PESERTA DIDIK.
2.MENGUKUR PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK.
3.MENDIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR
PESERTA DIDIK.
4.MENGETAHUI HASIL PENGAJARAN.
5.MENGETAHUI HASIL BELAJAR
6.MENGETAHUI PENCAPAIAN
KURIKULUM.
7.MENDORONG PESERTA DIDIK
BELAJAR.
8.MENDORONG GURU AGAR MENGAJAR
LEBIH BAIK.

Langkah Penyusunan SOAL


( Agar Valid dan Reliable )
Soal harus disusun melalui
langkah-langkah:
- Menetapkan kompetensi yang hendak
diuji.
- Menetapkan Indikator sbg acuan tes.
- Menyusun kisi-kisi soal.
- Menyusun soal dgn memperhatikan
kaidah.
- Menelaah soal.
- Menyusun / merakit soal.
- Menyusun pedoman/ kriteria penilaian.

BEBERAPA BENTUK INSTRUMEN TES


YANG DIGUNAKAN

1.

PILIHAN GANDA.
Bentuk ini bisa mencakup banyak
materi pelajaran, penskorannya objektif, dan
bisa dikoreksi dengan mudah. Tingkat
berpikir yang terlibat bisa dari tingkat
pengetahuan sampai tingkat sintetis dan
analisis.

2. BENTUK URAIAN OBJEKTIF


(BUO).
Jawaban

uraian objektif sudah pasti. Uraian


objetif lebih tepat digunakan untuk mata
pelajaran Matematika dan IPA (Fisika, Kimia
dan Biologi). Agar hasil penskoran-nya
objektif, diperlukan pedoman penskor-an
sehingga hasil penilaian terhadap suatu
lembar jawaban akan sama walaupun diperiksa oleh orang yang berbeda.
Tingkat berpikir yang diukur bisa sampai
pada tingkat yang paling tinggi.

3. BENTUK URAIAN NON-OBJEKTIF


(BUNO) / URAIAN BEBAS.

Uraian

bebas dicirikan dengan adanya


jawaban yang bebas.
Namun demikian, sebaiknya dibuatkan
kriteria penskoran yang jelas agar penilaiannya
objektif. Tingkat berpikir yang diukur bisa
tinggi.

4. JAWABAN SINGKAT ATAU ISIAN


SINGKAT.

Bentuk

ini digunakan untuk mengeta-hui


tingkat pengetahuan dan pema-haman
siswa. Materi yang diuji bisa banyak, namun
tingkat berpikir yang diukur cenderung
rendah.

5. MENJODOHKAN.

Bentuk

ini cocok untuk mengetahui


pemahaman atas fakta dan konsep.
Cakupan materi bisa banyak, namun
tingkat berpikir yang terlibat cenderung
rendah.

6. UNJUK
KERJA/PERFORMANS.
Penilaian

unjuk kerja sering disebut peni-laian


autentik atau penilaian alternatif yang mertujuan untuk
mengetahui tingkat kemam-puan pesertan didik dalam
menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan
nyata.
Bentuk ini cocok untuk mengukur kompeten-si siswa
dalam melakukan tugas tertentu, seperti praktik
ibadah atau perilaku yang lain.

7. PORTOFOLIO.
Bentuk

ini cocok untuk mengetahui


perkembangan unjuk kerja siswa, dengan menilai
kumpulan karya-karya dan tugas-tugas yang
dikerjakan oleh siswa.
Karya-karya ini dipilih dan kemudian dinilai,
sehingga dapat dilihat perkem-bangan
kemampuan siswa.

II. LANGKAH PENGEMBANGAN


TES
MENYUSUN SPESIFIKASI TES
1.1MENENTUKAN TUJUAN TES
1.2MENYUSUN KISI-KISI
1.3MEMILIH BENTUK TES
1.4MENENTUKAN PANJANG
TES/WAKTU
2. MENULIS SOAL TES
3. MENELAAH SOAL TES
4. MELAKUKAN UJU COBA
5. MENGANALISIS BUTIR SOAL TES
6. MEMPERBAIKI SOAL TES
7. MARAKIT TES
8. MELAKSANAKAN TES
9. MENAFSIRKAN TES.
1.

KISI-KISI TES
Suatu

format atau matriks yang memuat


informasi yang akan dijadikan pedoman untuk
menulis soal menjadi tes
Fungsinya panduan dalam penulisan dan
perakitan soal
Syaratnya : mewakili isi silabus, komponenkomponen di uraikan secara rinci, soal dbuat
sesuai indikator dan bentuk yang ditetapkan,
indikator menggunakan KKO yang bisa diukur,
mudah dibuatkan soalnya, sebaran butir soal
dari taksonomi relatif proposional

FORMAT KISI-KISI SOAL UJIAN


TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Jenis sekolah :
Mata pelajaran :
Kelas/ Semester :
Alokasi waktu :
Jumlah soal
:
Bentuk soal
:
Penyusun
:

NO

KI

KD

Materi

Indikat Soa
or
l

jawab
an

Bobo
t

PEDOMAN PENSKORAN
KETIGA TES DIATAS
1.

TES KOGNITIF.
UNTUK MEMPERKECIL SUBJEKTIVITAS
KOREKTOR KITA HARUS MEMBERIKAN
PODOMAN TENTANG BATASAN-BATASAN
ATAU KATA-KATA KUNCI UNTUK MELAKUKAN
PENSKORAN TERHADAP SOAL, BAIK
BENTUK PILIHAN GANDA MAUPUN BUO DAN
BUNO.

A. BENTUK PILIHAN GANDA


1)

PENSKORAN TANPA KOREKSI


TERHADAP JAWABAN TEBAKAN (Bobot dan
skor sama)
SKOR = B X 100

B = BANYAKNYA BUTIR SOAL YANG


DIJAWAB BENAR
N = BANYAKNYA BUTIR SOAL

CONTOH:
BANYAK SOAL TES 40 BUTIR
BANYAKNYA JAWABAN YANG BENAR 20
SKOR =

= 50
20
X 100
40

2)PENSKORAN DENGAN KOREKSI


TERHADAP JAWABAN TEBAKAN

S
1
SKOR = B
X X 100
P 1
N

B = BANYAKNYA BUTIR SOAL YANG DIJAWAB
BENAR
S = BANYAKNYA BUTIR YANG DIJAWAB SALAH
P = BANYAKNYA PILIHAN JAWABAN TIAP BUTIR
N = BANYAKNYA BUTIR SOAL

CONTOH:
BANYAK SOAL TES 40 BUTIR
BANYAKNYA JAWABAN YANG BENAR 20
BANYAK SOAL YANG DIJAWAB SALAH 6
PILIHAN BUTIR SOAL 5 PILIHAN
SKOR =
=
= 46,24

S
1
B P 1 X N X 100

6
1
20 5 1 X 40 X 100

APABILA SOAL BENTUK PILIHAN


GANDA,BOBOTNYA DIBEDAKAN
BERDASARKANTINGKAT KESULITAN SOAL,
MAKA DILAKUKAN PERHITUNGAN DENGAN
MENGGUNAKAN RUMUS SEBAGAI BERIKUT:
SKOR =

a
xc
b

CONTOH:
Banyak soal tes 25 soal terdiri dari:
1.5 soal bentuk ingatan dengan bobot
10
2.8 soal bentuk pemahaman dengan bobot
24
3.8 soal bentuk penerapan dengan bobot 32
4.2 soal bentuk analisa dengan bobot
12
5.1 soal bentuk sintesa dengan bobot
10
6.1 soal bentuk evaluasi dengan bobot
12
Jumlah bobot

100

Seorang siswa peserta tes menjawab benar:


1. 5 soal ingatan

2. 5 soal pemahaman =
3. 7 soal pemahaman =
4. 1 soal analisa

5. 0 soal sintesa

6. 0 soal evaluasi =
Jumlah

5
x 10 10

5
15
5
x 24
8
28
7
x 32
8
6
1
x 12
0
2
0
x 10 0
1
059
x 10
1

A. BENTUK URAIAN
1.

BENTUK URAIAN
INDIKATOR.
SISWA DAPAT MENGHITUNG ISI BANGUN
RUANG (BALOK) YANG DIKETAHUI
UKURANNYA DAN DAPAT MENGUBAH
SATUAN UKURANYA.
SEBUAH BAK MANDI YANG BERUKURAN PANJANG
150 cm , LEBAR 75 cm DAN TINGGI
80 cm.
BERAPA LITERKAH ISI BAK MANDI TERSEBUT ?

PEDOMAN PENSKORAN:
ISI BALOK = PANJANG X LEBAR X TINGGI
= (150 X 75 X 80) cm3
1
= 900.000 cm3
=

150x 75x 80 2
liter
1000

= 900 liter
skor maksimum

1
5

UNTUK

NILAI DIBOBOT

a
xc
bskor yang benar
a = banyak
SKOR =

b = skor maksimum
c = bobot

TABEL SKOR BOBOT SOAL


No.
Bobot
Soal
1
2

Skor yang
diperoleh siswa
a

5
Jumlah

Skor

Bobot
Mak
c

Skor

Soal
SBS

Soal

3) PENSKORAN SOAL BENTUK CAMPURAN


YANG DIBOBOT
Misal:
Suatu ulangan terdiri dari N1 soal pilihan
ganda dan N2 soal bentuk uraian objektif.
Bobot untuk soal pilihan ganda W1 dan soal
uraian objektis W2.
Peserta didik menjawab n1 pilihan ganda
dan n2 soal uraian.

n1
n2

Skor =
X W1
X W2
N1
N2

CONTOH:
Banyak soal objektif 30 butir, dengan bobot 60
Banyak soal Bentuk uraian objektif (BUO) 2 butir,
dengan bobot 40
Pilihan ganda betul 20, skor maksimum 30
BUO skor betul 6, skor maksimum 12
SKOR =

= 40 + 20 = 60

20
6

X 60
X 40

30
12

BILA SKOR DAN BOBOT TIDAK SAMA


GUNAKAN PERHITUNGAN DENGAN
MENGGUNAKAN RUMUS YANG DITENTUKAN
SEPERTI DI ATAS.

2. PENYUSUNAN TES AFEKTIF


DAN TEKNIK PENSKORANNYA.
a. PENYUSUNAN INSTRUMEN AFEKTIF.
KOMPONEN AFEKTIF IKUT MENENTUKAN
KEBERHASILAN BELAJAR PESERTA DIDIK.
ADA DUA KOMPONEN AFEKTIF YANG
PENTING UNTUK DIUKUR YAITU SIKAP
DAN MINAT.

Langkah pembuatan instrument afektif


termasuk sikap dan minat

1)Pilih ranah afektif yang akan dinilai misalnya


sikap dan minat.
2)Tentukan indicator minat: misalnya kehadiran
dikelas, banyak bertanya, tepat waktu mengumpulkan tugas, catatan rapi, dan sebagainya.
3)Pilih tipe skala yang digunakan, misalnya
Likert dengan 5 skala atau yang lain yaitu 4
skala.
4)Telaah instrument oleh sejawat.
5)Perbaiki instrument (bila ada yang salah)
6)Siapkan kuesioner atau inventori laporan diri
7)Skor inventori
8)Analisis hasil inventori.

b) Teknik Penskoran Tes Afektif

Misalnya:
Instrumen untuk mengukur minat peserta
didik yang telah berhasil dibuat ada 10 butir.
Jika rentangan yang dipakai 1 5 atau 5 1,
maka skor terendah seorang peserta didik
adalah 10 x 1 = 10 dan skor tertinggi adalah
10 x 5 = 50.

Jika dibagi dalam 5 katagori, maka skalanya:


10 17 = sangat tidak berminat = E = 1
18 25
= tidak berminat
=D=2
26 33
= kurang berminat
=C=3
34 41
= berminat
=B=4
42 50
= samngat berminat = A = 5
Jika dibagi dalam 4 katagori, maka skalanya:
10 20 = tidak berminat
=D =1
21 30 = kurang berminat
=C =2
31 40 = berminat
=B =3
41 50 = samngat berminat
=A =4

Jika rentangannya 1 4 atau 4 1, maka skor


terendah adalah 10 x 1 = 10 dan skor tertinggi
10 x 4 = 40
Jika dibagi dalam 4 katagori, maka skalanya:
10 16 = tidak berminat
=D=1
17 24 = kurang berminat
=C=2
25 32 = berminat
=B=3
33 40 = sangat berminat
=A=4

Penilaian Minat Siswa Terhadap


Pelajaran
No

Pernyataan

SL

Sr

Jr

TP

Saya senang mengikuti pelajaran ini

2
3
4
5
6
7
8
9
10

Saya rugi bila tidak mengikuti pelajaran ini


V
Saya merasa pelajaran ini bermanfaat
V
Saya berusaha menyerahkan tugas tepat waktu
V
Saya berusaha memahami pelajaran ini
V
Saya bertanya pada guru bila ada yang tidak jelas
V
Saya mengerjakan soal-soal latihan di rumah
V
Saya mendiskusikan materi pelajaran dengan teman V
Saya berusaha memiliki buku pelajaran ini
V
Saya berusaha mencari bahan diperpustakaan
V
Jumlah

Jumlah skor = (4x4) + (3x4) + (2x2) + (1x0)


= 16 + 12 + 4 = 32

Kita lihat pada skala penilaian teletak


pada kelas ke 3 = berminat.
Kesimpulan nilai = B

3. PENYUSUNAN TES PSIKOMOTOR


DAN TEKNIK PENSKORANNYA.
A. PENYUSUNAN TES PSIKOMOTOR
1) Bentuk Tes Psikomotor
a) Tes Paper and Pensil:
Sasaran penilaian adalah kemampuan
peserta didik dalam menampilkan
karya, missal disain alat, disain grafis
dan sebagainya.
b) Tes Identifikasi:
Sasaran penilaian adalah kemampuan
peserta didik mengidentifikasi susuatu
hal. Misalmenemukan bagian yang
rusak
dan sebagainya.

a) Tes Simulasi:
Tes ini dilakukan bila tidak ada alat yang sesungguhnya.
Sasarannya adalah memperagakan penampilan peserta didik, sehingga
dengan simulasi tetap dapat dinilai apakah seseorang sidah menguasai
ketrampilan dengan bantuan peralatan tiruan atau berperaga seolah-olah
menguasai suatu alat.
a) Tes Unjuk Kerja:
Sasarannya penilaian adalah dapat menguasai/ trampil menggunakan
alat sesungguhnya.
Penilaian Psikomotor juga harus ada indikatornya supaya penilaiannya
terukur.
Untuk memperoleh datanya yaitu dengan menggunakan daftar check list
atau skala penilaian (rating scale) yang dibuat skala 1 5.
1 paling tidak sempurna dan 5 paling sempurna.
Cara perhitungannya seperti di atas.