Anda di halaman 1dari 32

Oleh

Muhidin Sidiq
1102096

Macam-Macam Besaran
Sudut

MACAM BESARAN SUDUT


1. Sistem Besaran
Seksagesimal
2. Sistem Besaran
Sentisimal
3. Sistem Besaran
4. Sistem Besaran

Sudut
Sudut
Sudut Radian
Sudut Desimal

BESARAN SUDUT DARI LAPANGAN


Sistem Besaran Sudut
Seksagesimal
disajikan dalam besaran
derajat,menit,dan sekon
Satu Lingkaran =360
Satu kuadran =90
1 = 60
1 = 60
1 = 3600

BESARAN SUDUT DARI LAPANGAN


Sistem Besaran Sudut
Sentisimal
Disajikan dalam besaran grid, centigrid,
dan centi- centigrid.
Digunakan untuk menentukan waktu,
bujur, dan lintang tempat-tempat di atas
permukaan bumi.
Satu Lingkaran = 400g
1g= 100c
1c= 100 cc
1g = 10000cc

BESARAN SUDUT DARI LAPANGAN


Sistem Besaran Sudut
Radian
Disajikan dalam sudut panjang
busur
1 radian = sudut pusat dalam
lingkaran yang mempunyai busur
sama dengan jari-jari
Satu Lingkaran= 2r =2 rad

BESARAN SUDUT DARI LAPANGAN


Sistem Waktu (Desimal)
Sistem waktu digunakan dalam
pengukuran astronomi
360 = 24 Jam
15= 1 Jam
360 = 400g = 2 rad = 24 Jam

KONVERSI BESARAN SUDUT

Derajat

Grid

Jam

Radia
n

KONVERSI BESARAN SUDUT

SEKSAGESIM = SENTISIM =RADIA = DESIMA


N2
L 24
AL 360
AL 400g

JAM

KONVERSI BESARAN SUDUT


KE SEKSAGESIMAL

SEKSAGESIM = SENTISIM =
X RADIA = DESIMA
AL 360
N2
L 24
AL 400g

JAM
X
=
=

KONVERSI BESARAN SUDUT


KE SENTISIMAL
SEKSAGESIM = SENTISIM =
X RADIA = DESIMA
N2
L 24
AL 360
AL 400g

JAM
SENTISIM
=
X
g
AL 400
SENTISIM
=
g
AL 400

KONVERSI BESARAN SUDUT


KE RADIAN
SEKSAGESIM = SENTISIM =
X RADIA = DESIMA
N2
L 24
AL 360
AL 400g

JAM
RADIA
X
=
N2

RADIA
=
X
N2

KONVERSI BESARAN SUDUT


KE DESIMAL
SEKSAGESIM = SENTISIM X=RADIA = DESIMA
N2
L 24
AL 360
AL 400g

JAM
DESIMA =
X
L 24
JAM
DESIMA
X
=
L 24
JAM

Konversi dari Seksagesimal ke Sentisimal

Konversi dari Seksagesimal ke


Radian
Konversi dari Seksagesimal ke
Desimal

Konversi dari Sentisimal ke


Seksagesimal
Konversi dari Sentisimal ke
Radian
Konversi dari Sentisimal ke
Desimal

Konversi dari Radian ke


Seksagesimal
Konversi dari Radian ke
Sentisimal
Konversi dari Radian ke
Desimal

Konversi dari Desimal ke


Seksagesimal
Konversi dari Desimal ke
Sentisimal
Konversi dari Desimal ke
Radian

Petunjuk singkat pemakaian alat


ukur Theodolite Boussole
a) Pengaturan
b) Pembacaan sudut mendatar
c) Pembacaan sudut miring/jurusan
d) Pembacaan rambu

PENGATURAN
1. Memasang statif
2. Mengeraskan skrup-sktup kaki statif
3. Meletakan alat T.O.
4. Menancapkan statif pada tanah
5. Memasang unting-unting
6. Menyetel unting-unting
7. Mengecek gelembung pada kotak nivo
8. Siap lakukan pengamatan
9. Mengarahkan teropong ke titik yang dibidik
10.Menjelaskan benang diafragma
11.Tepatkan target yang dibidik
12.Lakukan pengukuran

PEMBACAAN SUDUT
MENDATAR
1) Kunci boussole dilepaskan, hingga
skalapembacaan diam, kunci
boussole dikencangkan kembali.
2)Membaca angka pada tromol
mokrometer.

PEMBACAAN SUDUT
MIRING/JURUSAN
1)Mengatur gelembung skala vertikal
dengan menggunakan skrup
collimator.
2) Pembacaan angka.

PEMBACAAN RAMBU
Pembacaan jarak, baca benang
bawah dan tengah.
Pembacaan sudut miring, arahkan
benang tengah dari teropong ke
tinggi alatnya kemudian lakukan
pembacaan.

PENGUKURAN SUDUT
Arti pengukuran sudut
Pengukurn sudut berarti pengukuran
suatu sudut yang berbentuk antara
suatu titik dan dua titik lainnya.

Instumen pengukuran sudut


Bagian umum theodolite
Bagian atas
Bagian bawah

Bagian atas terdiri dari:


a. Pelat atas yang langsung dipasangkan pada sumbu
vertikal.
b. Standar yang secara vertikal dipasangkan pada a).
c. Sumbu horizontal didukung oleh a) dan b).
d. Teleskop tegak lurus sumbu horizontal dan dapat
berputar mengelilingi sumbunya.
e. Lingkaran graduasi vertikal dengan sumbu horizontal
sebagai pusatnya.
f. Dua buah (kadang kadang hnya sebuah) niveau
tabung dengan sumbu-sumbunya yang saling tegak
lurus satu dengan lainnya
g. Dua pembacaan graduasi yang berhadapan

Bagian bawah terdiri dari:


Pelat bawah.
Lingkaran graduasi horizontal
mengelilingi a).
Tabung sumbu luar dari sumbu
vertikal yang dipasangkan tegak
lurus terhadap lingkaran graduasi
horizontal.
Pelat-pelat sejajar dan sekrup-sekrup
penyipat datar untuk
menghorizontalkan theodolite secara

Bagian-bagian utama
theodolite
a.
b.
c.
d.
e.

Teleskop.
Niveau
Lingkaran graduasi dan pembacaan
Instrumen pengukur sudut vertikal
Alat penyipat datar

Kesalahan instrumen dan cara


meniadakannya
1. Kesalahn sudut kolimasi:
= C = sec h
Dimana:
= kesalahan sumbu kolimasi
= Busur yang tegak lurus terhadap CD
h = Sudut elevasi sasaran

2. Kesalahan sumbu horizontal


= i tan h
Dimana:
= kesalahan sumbu horizontal
I = besar kemiringan sumbu horizontal
h = sudut elevasi sasaran

3. Kesalahan sumbu vertikal


= v sin u tan h
Dimana:
v = kemiringan sumbu vertikal
theodolite

TERIMA KASIH