Anda di halaman 1dari 45

K3 PERANCAH

TUJUAN :
1. PERANCAH DAPAT DIPASANG, DIPAKAI,
DIBONGKAR SECARA AMAN, EFESIEN
DAN PRODUKTIF.
2. TAHAPAN KONSTRUKSI BANGUNAN
DENGAN BANTUAN PERANCAH DAPAT
BERLANGSUNG SECARA AMAN.
3. MEMBERI PERLINDUNGAN K3 BAGI
TENAGA KERJA DAN ORANG LAIN.

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

LATAR BELAKANG
I. BAHWA
DALAM
PERENCANAAN,
PEMBUATAN,
PEMASANGAN, PEMAKAIAN
DAN PERUBAHAN TEKNIS PERANCAH,
MENGANDUNG POTENSI BAHAYA.
2. PERLU PENGAWASAN DAN PEMBINAAN
DALAM TAHAPAN PEKERJAAN PERANCAH :
- KONTRUKSI PERANCAH
- TENAGA KERJA
- LINGKUNGAN KERJA

P
E
L
A
T
I
H
A
N
P
E
R
A
N
C
A
H
Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

DASAR HUKUM PENGAWASAN


K3 PERANCAH
I.

UNDANG-UNDANG NO. 1/1970


KESELAMATAN KERJA
PASAL 4 :
-SYARAT-SYARAT K3 DALAM : PERENCANA AN,
PEMBUATAN,
PENGANGKUTAN,
PEMASANGAN
PEMBONGKARAN,
PEMELIHARAAN.
-PENGUJIAN,
PENGESAHAN,
PERLENGKA-PAN
ALAT PELINDUNG DIRI

Timber roller scaffold

P
E
S
E
R
T
A
P
E
L
A
T
I
H
A
N

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

II. PERATURAN MENTERI TENAGA


NO.PER.01/MEN/1980 TENTANG :

KERJA

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


KONSTRUKSI BANGUNAN
*
*
*
*
*
*
*

PASAL 12
PASAL 13
PASAL 14
PASAL 15
PASAL 16
PASAL 17
PASAL 18

*
*
*
*
*
*

PASAL 19
PASAL 20
PASAL 21
PASAL 22
PASAL 23
PASAL 24

PASAL 99
TENTANG PENGGUNAAN PERLENGKAPAN PENYELAMATAN
DIRI DAN PERLINDUNGAN DIRI.
PENGURUS :
* ALAT-ALAT PENYELAMATAN DAN PERLINDUNGAN
DIRI,
YANG JENISNYA DISESUAIKAN DENGAN SIFAT
PEKERJAAN
YANG DILAKUKAN OLEH MASINGMASING TENAGA KERJA
HARUS DISEDIAKAN.
* ALAT-ALAT PENYELAMATAN DAN PELINDUNG DIRI
HARUS
SELALU MEMENUHI SYARAT K3 YANG
DITENTUKAN.
TENAGA KERJA :
* HARUS DIGUNAKAN SESUAI DENGAN
KEGUNAANNYA
OLEH SETIAP TENAGA KERJA DAN ORANG LAIN.

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

HELM INI TIDAK MUDAH TERLEPAS

Swing guard
Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Safety Belts dengan shock absorber


Belt

Buckle
A shock absorber

Hook
Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

HOOK HARUS LEBIH TINGGI PINGGANG

400 kg

700 kg

Hook dikaitkan pada posisi lebih


tinggi dari pinggang

Hook dikaitkan pada posisi


lebih rendah dari pinggang

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Life line

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

III. SURAT KEPUTUSAN BERSAMA MENTERI


TENAGA KERJA DAN MENTERI PEKERJAAN
UMUM.
NO. KEP.174/MEN/1986
NO. 104/KPTS/1986
PASAL 2 :
- SETIAP PENGURUS/KONTRAKTOR/PEMIMPIN
PELAKSANA PEKERJAAN ATAU BAGIAN
PEKERJAAN
DALAM
PELAKSANAAN
KEGIATAN KONSTRUKSI WAJIB MEMENUHI
SYARAT-SYARAT
KESELAMATAN
DAN
KESEHATAN KERJA.

PASAL 1 :
BERLAKUNYA BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN TENTANG KESELAMATAN DAN
KESEHATAN
KERJA
PADA
TEMPAT
KEGIATAN KONSTRUKSI.
* PERANCAH
- PARAGRAF 5.2
1. UMUM
2. PLATFORM
3. JENIS PERANCAH.

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

OBJECT PENGAWASAN PERANCAH


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

PONDASI PERANCAH
KONSTRUKSI PERANCAH
PERALATAN KERJA
TANGGA KERJA/LADDER
JALAN KERJA
PAGAR PENGAMAN
PERALATAN KESELAMATAN
SERTIFIKASI DAN KOMPETENSI

IDENTIFIKASI BAHAYA
SUMBER-SUMBER BAHAYA PADA PERANCAH PADA
PRINSIPNYA
DAPAT
DIKLASIFIKASIKAN
BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANGAN K3.
UNDANG-UNDANG N O. 1 TAHUN 1970 BAB III
PASAL 4 (1,2).
1. DALAM PERENCANAAN
2. DALAM PEMBUATAN
3. DALAM PENGANGKUTAN
4. DALAM PEMASANGAN-PEMBONGKARAN
5. DALAM PENGGUNAAN
6. DALAM PERAWATAN

KONDISI DAN KEJADIAN


1. DALAM PERENCANAAN
- KESALAHAN DISAIN : TIDAK STANDAR PERANCAH.
2. DALAM PEMBUATAN
- PENGGUNAAN BAHAN YANG TIDAK SESUAI.
- UKURAN-UKURAN YANG SALAH
- MUTU PENGELASAN YANG TIDAK SESUAI.
- PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN YANG TIDAK
LENGKAP.
3. DALAM PENGANGKUTAN.
- KOMPONEN PERANCAH CACAT.
- RUSAK.
4. DALAM PEMASANGAN
- SALAH SAMBUNGAN
- TIDAK ADA PROSEDUR KERJA.

- TENAGA KERJA TIDAK TRAMPIL K3.


- PONDASI TIDAK MENDUKUNG KONSTRUKSI.
- TIANG VERTIKAL, TIDAK VERTIKAL.
- BATANG HORIZONTAL, TIDAK HORIZONTAL.
5. DALAM PEMAKAIAN.
- BEBAN OVERLOAD.
- TIDAK MELAKSANAKAN RIKSA-UJI.
6. DALAM PERAWATAN.
- KOMPONEN PERANCAH KOROSIF.
- BENGKOK-BENGKOK.
- TIDAK DILAKUKAN TEKNIK PERAWATAN.

JENIS KECELAKAAN YANG MUNGKIN


1. PERENCANAAN
- PERANCAH ROBOH
- PERANCAH GOYANG
- KOMPONEN PERANCAH JATUH
2. PEMBUATAN
- PERANCAH ROBOH
- PERANCAH TIDAK STABIL
- KOMPONEN PERANCAH PATAH
- KOMPONEN PERANCAH TIDAK KUAT
Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

?
_

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Bagaimana posisi
Pekerja dengan
Kondisi pada tempat tingg

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

3. PENGANGKUTAN
- KOMPONEN PERANCAN : RUSAK, PATAH,
TIDAK LENGKAP.
4. PEMASANGAN
- PERANCAH TIDAK STABIL
- KOMPONEN PERANCAH JATUH
- KOMPONEN PERANCAH TIDAK LENGKAP
- TIDAK ADA PERALATAN KESELAMATAN
* SABUK PENGAMAN
* TOPI PENGAMAN
* SARUNG TANGAN
Ir.Rahman Dewanto- 081310511970

5. PEMAKAIAN
- PERANCAH ROBOH
- KOMPONEN PERANCAH JATUH
- KOMPONEN PERANCAH RUSAK KARENA
TELAH DIPAKAI
6. PERAWATAN
- TIDAK LAYAK PAKAI
- KEKUATAN BAHAN MENURUN
- TIDAK LENGKAP

PENILAIAN RESIKO
PROSES UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS PENGENDALIAN TERHADAP RESIKO KECELAKAAN.
1. KONSTRUKSI ROBOH
2. KONSTRUKSI TIDAK STABIL
3. KOMPONEN PERANCAH JATUH
4. ALAT KERJA JATUH
5. LANTAI KERJA LICIN
6. LINGKUNGAN KERJA TIDAK BERSIH, RAPIH
7. TENAGA KERJA

POLA PENCEGAHAN KECELAKAAN


I. SEBELUM KECELAKAAN
I.1. KONSTRUKSI PERANCAH
- PERENCANAAN
IZIN FABRIKASI
- PEMBUATAN
IZIN PENGGUNAAN
- PELAKSANAAN
PERANCAH
- PEMAKAIAN
PEMERIKSAAN
- PERAWATAN
PENGUJIAN
I.2. OPERATOR
- JOB TRAINING

- PROSEDUR
- ATTITUDE & BEHAVIOR
- SUPERVISI
I.3. LINGKUNGAN KERJA
- KEBERSIHAN
- PENGATURAN TATA RUANG
KONSTRUKSI
II. SESUDAH KECELAKAAN
PRINSIP-PRINSIP REKAYASA
1. ANALISA KECELAAN PERANCAH SECARA
AKURAT TERHADAP 3 UNSUR

- KONSTRUKSI PERANCAH
- OPERATOR
- LINGKUNGAN KERJA
2. TETAPKAN HASIL ANALISA
3. LAKUKAN MODIFIKASI DAN PERBAIKAN
4. TINDAK LANJUT DAN MEREALISASIKAN
ULANG YAITU USAHA-USAHA PENCEGAHAN SEBELUM TERJADI.

PENGAWASAN PERANCAH
I.

PEMERIKSAAN PERTAMA
- PEMILIK/PENGGUNA/PEMAKAI PERANCAH
WAJIB LAPOR PEKERJAAN PERANCAH.
- SEBELUM DIGUNAKAN HARUS DIADAKAN
PEMERIKSAAN.
- PENGAWAS SPESIALIS K3 KONSTRUKSI/AHLI
K3 KONSTRUKSI, MELAKSANAKAN
PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN.
I.1. PEMERIKSAAN DOKUMEN TEKNIK.
- MENELITI BUKU PETUNJUK/BROSUR PABRIK
DAN DATA PEMBUATAN DARI PABRIK.

- SERTIFIKAT PENGUJIAN SELAMA PEMBUATAN


1. MEREVIEW GAMBAR KONSTRUKSI
2. MEREVIEW PERHITUNGAN KEKUATAN
KONSTUKSI
3. MEREVIEW SERTIFIKAT MATERIAL
4. MEREVIEW HASIL UJI TAK RUSAK
5. MEREVIEW HASIL UJI BEBAN
6. DLL. YANG DIANGGAP PERLU
I.2. PEMERIKSAAN LAPANGAN
1. PEMERIKSAAN GAMBAR TERPASANG KONSTRUKSI DENGAN BANGUNAN PERANCAH.
2. PEMERIKSAAN PHISIK VISUAL LENGKAP.

3. PEMERIKSAAN KOMPONEN PERANCAH


- TIANG VERTIKAL BATANG HORIZONTAL
- PALANG PENGUAT SAMBUNGAN
4. PEMERIKSAAN DIMENSI KERANGKA
PERANCAH, SESUAI DENGAN YANG DIPASANG
5. PENGUJIAN BEBAN BILA DIANGGAP PERLU
6. ALAT-ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIWAJIBKAN
I.3. PENGESAHAN PENGGUNAAN PERANCAH
BILA DINYATAKAN BAIK BERDASARKAN LAPORAN
PEMERIKSAAN
OLEH
PENGAWAS/AHLI
K3
DITERBITKAN
IZIN
OLEH
KANTOR
DINAS
KETENAGAKERJAAN SETEMPAT.
PEMASANGAN/PEMELIHATAAN/PEMBONGKARAN
HARUS SCAFFLOLDER BERSERTIFIKAT

1. PEMERIKSAAN GAMBAR TERPASANG


KONSTRUKSI PERANCAH. KEMBALI
DENGAN BANGUN PERANCAH YANG ADA
2. PEMERIKSAAN PHISIK-VISUAL LENGKAP.
3. PEMERIKSAAN KOMPONEN PERANCAH.
4. PEMERIKSAAN SAMBUNGAN.
5. PENGUJIAN BEBAN BILA DIANGGAP
PERLU
2.3. LAPORAN PEMERIKSAAN.
- DITUANGKAN DIDALAM IZIN
- DITULIS OLEH PENGAWAS/AHLI K3

3.

PEMERIKSAAN KHUSUS
APABILA DITEMUKAN PENGGUNAAN PERANCAH TIDAK
MEMILIKI DATA-DATA TEKNIS.
3.1. PEMERIKSAAN DOKUMEN.
- BUATKAN GAMBAR KONSTRUKSI PERANCAH.
- BUATKAN
DETAIL
GAMBAR
KOMPONEN
KONSTRUKSI PERANCAH.
3.2. PEMERIKSAAN LAPANGAN
- DAPATKAN PEMERIKSAAN MATERIAL, UNTUK
MENDAPATKAN DATA MATERIAL.
- ADAKAN PEMERIKSAAN PHISIK-VISUAL
- ADAKAN PENILAIAN KEKUATAN RANGKA
- ADAKAN PENGUJIAN TIDAK MERUSAK
- ADAKAN PENGUJIAN BEBAN SESUAI SPESIFIK.

TERIMAKASIH